Share

Bab 1350

Author: Hazel
Ketika mencium Selina, Tirta memasukkan energi spiritual dari tubuhnya ke dalam tubuh Selina. Tirta membantu Selina meredakan rasa sakit yang ditimbulkan Genta.

"Uh ... ternyata nggak begitu sakit lagi .... Apa efek ciuman begitu bagus?" gumam Selina.

Selina tentu merasa lebih baik setelah rasa sakitnya diredakan oleh energi spiritual. Bahkan Selina tanpa sadar mulai mengisap lidah Tirta dengan canggung karena ingin meredakan rasa sakitnya. Kemudian, Tirta kembali mengendalikan Selina.

"Bu Selin
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
hans
***** bagus lanjut
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3060

    Di saat yang bersamaan, Tirta juga tidak menemukan jejak Arshala. Namun, dia malah merasa lebih tenang. "Aku sudah mencari seluruh bagian bawah. Sekarang hanya ada satu kemungkinan, yaitu Arshala sudah mencapai puncak tebing."Melihat cahaya yang sudah lama tak dirasakannya, Tirta merasa sangat akrab serta hangat dan kecepatan terbangnya pun secara refleks makin cepat. Pada akhirnya, dia berhasil keluar dari tempat terlarang itu.Namun, karena kesadaran spiritual terkuras dan kekuatan spiritual juga hampir habis, Tirta hanya bisa berdiri di atas sebuah batu besar. Dia mengambil posisi tertinggi dan melihat ke sekeliling, lalu duduk bersila untuk memulihkan diri."Arshala!" Tepat pada saat itu, Tirta tiba-tiba menemukan jejak Arshala.Tirta sedang berada tidak jauh dari tepi tebing. Namun, dia tidak mendengar panggilan Tirta, malahan berdiri di depan sebuah makam yang tersusun dari batu. Dengan ekspresi penuh kesedihan dan bahu bergetar, dia menulis satu per satu kata dengan jari tangan

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3059

    "Aneh sekali. Kesadaran spiritualnya belum pulih sepenuhnya pun, aura yang dipancarkannya sudah begitu kuat. Tapi sekarang, hampir nggak terasa sama sekali. Jangan-jangan dia yang menyegel dirinya sendiri?" gumam Tirta dengan kebingungan. Lagi pula, meskipun saat ini Genta sudah hampir bangkit kembali, Genta masih berada dalam kondisi tertidur. Jika tidak, Genta juga bisa membantunya mencari."Sekarang aku hanya bisa mengandalkan diri sendiri," kata Tirta sambil menenangkan pikirannya.Obat spiritual yang tersisa memang tidak banyak, sehingga sekarang dia hanya bisa menyerap batu spiritual untuk memulihkan diri. Namun, batu spiritual tidak memiliki energi untuk memulihkan kesadaran spiritual, dia hanya bisa mengatur napasnya sendiri. Setelah beristirahat sekitar dua jam, dia melanjutkan pencariannya ke atas tebing.Proses pencarian berlangsung sekitar empat jam. Tirta kembali kelelahan, sehingga dia menggunakan cara yang sama untuk menggali sebuah lubang di tebing dan masuk ke dalamnya

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3058

    Setelah segel di tempat ini terbuka, kabut hitam pekat yang tadinya menyelimuti tempat ini pun kini mulai menghilang.Tirta awalnya mengira kabut yang bisa menghalangi kesadaran spiritual dan juga menghasilkan angin ganas yang sangat merugikan para kultivator itu berasal dari kepala wanita itu. Namun sekarang, kenyataannya sepertinya tidak seperti itu. Dia terkejut saat menyadari seluruh kabut di jurang yang tak diketahui kedalamannya ini kini malah terus mengalir masuk ke dalam pedang kecil di tangannya."Benar-benar aneh sekali. Sebenarnya ini senjata macam apa sih? Jangan-jangan ini benaran senjata iblis," kata Tirta.Setelah pedang kecil itu kembali ke wujud aslinya, Tirta memang sudah merasa tidak nyaman. Setelah sekarang melihat kabut hitam seperti ditelan habis ke dalam pedang, dia segera menyimpannya secara terpisah di dalam ruang batu giok. Meskipun begitu, dia tetap tidak bisa menghentikan aliran kabut hitam. Bahkan batu giok yang tadinya putih bersih pun ikut berubah menjadi

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3057

    Tirta mencoba menggenggam gagang pedang itu dengan kedua tangannya, tetapi hasilnya seperti memegang kehampaan karena kedua tangannya langsung menembus pedang itu begitu saja. Padahal pedang kecil berwarna emas itu jelas-jelas ada di depan matanya, tidak ada perubahan sedikit pun."Kenapa bisa begini?" seru Tirta yang terkejut."Ah ... aku lupa memberitahumu .... Kalau mau cabut pedang ini, kamu harus memurnikannya lebih dulu," kata wanita itu melalui kesadaran spiritualnya. Api yang terus membakarnya malah membuatnya lebih sadar, bahkan penyampaian pikirannya pun menjadi lebih cepat."Kultivasiku terlalu rendah, bahkan kesadaran spiritualku pun nggak bisa mendekat. Aku nggak mungkin bisa memurnikan pedang ini," kata Tirta yang sangat sadar diri."Nggak apa-apa, aku bisa membantumu. Dulu pemilik pedang ini juga salah satu rakyatku. Saat menyegelku, dia sudah mati. Jadi, niatnya nggak akan terlalu kuat. Selama bisa pakai kesadaran spiritualmu sebagai perantara, aku bisa memurnikannya ..

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3056

    "Tapi, wanita ini langsung mau memakannya begitu melihat manusia. Dia sudah membunuh begitu banyak ahli dunia awani, dia jelas bukan orang baik. Mungkin saja rakyatnya mengkhianatinya juga karena terpaksa," kata Tirta yang sama sekali tidak merasa iba pada wanita itu.Pada saat yang bersamaan, perkataan wanita itu juga membuktikan dugaan Tirta. Pasti pedang kecil di dahi itu bersama dengan kepala wanita itu yang jatuh dari langit hingga membentuk Tebing Maut yang tak berdasar.Selain itu, ada semacam hukum alam juga yang tertanam di dalam pedang kecil itu untuk mencegah wanita itu pergi dari tempat ini. Bahkan seluruh ruang di sekitarnya juga ikut disegel, sehingga dia tidak bisa terbang."Mungkin dengan mencabut pedang ini, aku bisa keluar dari tempat ini," kata wanita itu.Tatapan Tirta tertuju pada pedang kecil berwarna emas itu, tetapi dia sangat ragu. "Bagaimana kalau aku membebaskan wanita ini karena rasa egoisku sendiri dan buat seluruh dunia awani dilanda kehancuran? Bukankah a

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3055

    Tirta bahkan tidak tahu siapa yang lebih kuat di antara pria yang pernah menyelamatkannya atau pemilik pedang kecil ini. Namun, ada satu hal yang dia yakin, yaitu mereka jauh lebih kuat darinya.Radius dari luas jurang Tebing Maut itu kira-kira mencapai puluhan mil. Sayangnya, meskipun sudah mencari ke setiap sudut, Tirta tetap tidak menemukan sedikit pun jejak tentang Arshala."Sepertinya Arshala nggak jatuh ke dasar jurang ...."Pandangan Tirta tertuju pada kedua sisi tebing yang gelap gulita. "Ada beberapa pohon kering yang tumbuh di bagian atas tebing .... Tapi, aku nggak bisa terbang ke atas di tempat ini, jadi bagaimana aku bisa mencarinya satu per satu?"Saat sedang mencari di dasar jurang, Tirta sudah berkali-kali mencoba mengendalikan harta sihir untuk terbang. Dia juga mencoba menggunakan Teknik Rahasia Tubuh untuk meningkatkan kultivasinya, tetapi tidak ada satu pun yang berhasil. Bahkan memanjat ke atas pun tidak bisa.Tempat ini seolah-olah sudah diberi semacam segel, memb

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2524

    Tirta tahu Luvia memang agak pendiam. Dia membalas seraya mengedipkan matanya, "Tenang saja, Kak Luvia. Setelah aku pulang, kamu juga puaskan aku ya?"Wajah Luvia memerah. Dia terdiam sejenak sebelum menyahut, "Nanti kita baru bicarakan setelah kamu pulang."Selesai bicara, wajah Luvia makin memerah

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2620

    Tirta berencana membawa obat yang sudah dimasak ke Formasi Integrasi Spiritual, lalu diuji di rumah sakit. Dua set bahan obat-obatan yang lain disiapkan untuk berjaga-jaga. Jika efek obat yang sudah dimasak tidak meningkat banyak, masih ada dua set bahan obat-obatan cadangan.Pria tua mengambil rese

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2617

    Pria tua itu berbicara dengan ekspresi ragu, "Kamu mau lihat resepku? Resep ini masih dalam tahap percobaan. Kami belum tahu hasil dan efek samping dari resep ini. Dik, maaf aku nggak bisa menunjukkannya padamu."Caryn yang bingung mengamati Tirta dengan waswas dan bertanya, "Apa tujuanmu meminta re

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2619

    Melihat tindakan Caryn, Tirta tertegun sejenak sebelum tersadar. Dia tertawa dan berkomentar, "Ternyata kamu bisa dipercaya."Tirta salah paham kepada Caryn. Ternyata Caryn hanya merasa malu. Biarpun tidak mengakui ucapan Tirta benar, dia tetap memegang janjinya. Caryn menunjukkan resep yang ditelit

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status