Share

Bab 1405

Author: Hazel
Begitu melontarkan perkataannya, Marila baru merasa kurang pantas. Dia berbisik lagi dengan wajah memerah, "Pak Tirta, bukan itu maksudku. Jangan salah paham."

Tentu saja Tirta tahu Marila tidak bermaksud seperti itu. Dia tertawa, lalu menanggapi, "Oke. Aku tunggu Bu Marila pulang setelah beli bahan obat-obatan."

Sesudah itu, Tirta tidak mengatakan apa pun lagi. Mendengar perkataan Tirta, Marila baru merasa tenang. Kemudian, Marila berpamitan dengan Idris.

Tirta merasa bosan saat menunggu Marila
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (2)
goodnovel comment avatar
hans
***** bagus ceritanya lanjut
goodnovel comment avatar
muhammad yahya
cerita nya terlalu panjang dan unsur sex semua
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3378

    Terlihat sosok wanita anggun itu makin mendekat. Jubahnya berkibar, sementara auranya begitu anggun dan seolah tak tersentuh dunia fana. Kulitnya halus, parasnya begitu sempurna.Meski tanpa riasan sedikit pun, kecantikannya tetap luar biasa. Lekuk tubuhnya pun begitu indah. Dia bagaikan bidadari yang turun ke dunia fana."Jadi dia penguasa Istana Samara?" Selvi mengangkat kepalanya dan menatap ke arah wanita itu. Alisnya sedikit terangkat saat berkata dengan nada tidak puas, "Datangnya terlambat sekali. Masa munculnya setelah pertarungan selesai? Hah, benar-benar pandai pilih waktu.""Ketua kami datang dari ujung paling timur dunia awani. Jaraknya puluhan juta kilometer. Senior Selvi nggak perlu menyalahkan ketua kami." Yumika segera membela.Karena dia sangat paham, sejak Afifah menjadi penguasa istana, inilah pertama kalinya dia sendiri meninggalkan sekte untuk mencari muridnya.Baru saja kata-kata itu selesai diucapkan, aroma harum pun menyebar. Afifah telah tiba di hadapan mereka.

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3377

    Bakrie pun tidak bersikap sungkan. Dia menerima beberapa tanaman spiritual itu, lalu langsung menelannya dalam beberapa suapan, bahkan tanpa sempat memurnikan khasiatnya.Kemudian, dia bangkit dari dasar kawah."Bawa aku temui anak itu." Meskipun suaranya terdengar lemah, nada bicaranya sama sekali tidak memberi ruang untuk dibantah."Kakek Buyut ... berniat membunuh Tirta saat dia nggak sadar?""Nggak boleh, nggak boleh! Aku nggak akan bawa Kakek Buyut ke sana!" Memikirkan kemungkinan itu, Irena buru-buru menggeleng dan menghalanginya."Kamu mikir terlalu jauh. Junior sehebat itu setidaknya sepuluh ribu kali lebih hebat daripada Tuan Muda Sekte Bulan Berdarah. Aku bahkan belum puas mengaguminya. Mana mungkin kubunuh?"Bakrie berkata sambil menahan seteguk darah yang hampir menyembur keluar dari tenggorokannya. Khasiat tanaman spiritual berusia puluhan ribu tahun itu terlalu kuat. Setelah menelannya sekaligus, bahkan dia sendiri hampir tidak sanggup menahannya.Namun, ketika khasiat ob

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3376

    Swoosh!Tak seorang pun membuka mulut, tetapi tanpa dikomando, semuanya serempak melesat menuju pusat pertarungan untuk melihat keadaannya.Hanya saja, sebelum mereka sempat mendekat, dari balik debu yang masih memenuhi udara, dua sosok telah melayang dan terempas keluar bersama gelombang kejut yang belum sepenuhnya mereda."Yang di sebelah kiri itu Tirta." Sambil berkata demikian, Selvi mengerahkan seberkas kekuatan spiritual dan menarik Tirta ke dalam pelukannya.Terlihat darah mengalir dari sudut bibir Tirta. Tulang tangan kanannya retak, sementara telapak tangannya berlumuran darah dan koyak. Matanya terpejam rapat. Dia terlihat sangat lemah."Suamiku ... kamu nggak apa-apa, 'kan?""Tirta ....""Cepat keluarkan obat spiritual dan berikan kepada Tuan Tirta!"Ketiga gadis itu segera mengerumuninya. Untungnya setelah memeriksanya, mereka mendapati bahwa luka Tirta tidak terlalu parah. Hanya saja, energi dan darahnya terkuras cukup hebat.Semua orang menghela napas lega. Setelah itu, m

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3375

    Kekuatan tempurnya terus meningkat tanpa henti. Energi dan darahnya hampir berubah menjadi wujud nyata, bagaikan pita merah darah yang melayang di sekelilingnya.Walaupun tingkat kultivasinya belum mencapai tingkat pencapaian agung, kekuatan yang mampu dia keluarkan sudah cukup untuk bertarung langsung melawan seorang kultivator tingkat pencapaian agung!"Bagus, sangat bagus!" Rambut panjang Bakrie berkibar tanpa tertiup angin. Dia merasakan kegembiraan karena akhirnya bertemu lawan yang sepadan dan jurus pedang yang setara, lalu tertawa terbahak-bahak."Nggak kusangka, dunia awani ternyata melahirkan seorang junior sehebat ini.""Benar kata pepatah, setiap generasi selalu melahirkan orang-orang berbakat yang memimpin zamannya selama ratusan tahun. Cicitku ini juga benar-benar diberkahi keberuntungan.""Bocah, terimalah satu tebasan pedang dariku!"Saat mengucapkan kalimat terakhir, segel pedang di tangannya berubah, lalu dia mengarahkannya lurus ke Tirta.Pada detik berikutnya ....Bu

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3374

    Langit siang yang semula cerah seketika berubah menjadi langit malam yang gelap gulita.Satu demi satu bintang raksasa menggantung rendah di langit, seolah-olah akan turun ke dunia ini kapan saja. Tekanan yang dipancarkan begitu mengerikan hingga membuat jiwa bergetar.Ini bukan ilusi, melainkan pemandangan yang nyata.Siapa pun kultivator yang datang ke sini pasti akan berseru kaget dan ingin segera menjauh dari tempat ini.Yang lebih mengerikan lagi, di bawah hamparan langit berbintang itu, Bakrie menggunakan energi dan darahnya sendiri sebagai pemicu untuk menarik kekuatan bintang-bintang di sembilan lapis langit.Perlahan-lahan, sebuah pedang pemusnah dunia pun terbentuk.Tubuh pedang itu sangat besar, bahkan sebanding dengan pilar penyangga dunia. Benar-benar memenuhi seluruh cakrawala hingga ujungnya sama sekali tak terlihat!Krak! Krak! Bahkan sebelum pedang itu benar-benar terbentuk, ruang hampa dalam radius ribuan kilometer sudah tak sanggup menahan tekanan yang mengerikan itu

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3373

    Namun, bentrokan sengit antara Tirta dan Bakrie barusan langsung memicu gejolak energi spiritual di dalam tubuh Tabib Suci.Dia tidak lagi memiliki tenaga untuk terus menekan terobosan kultivasinya yang sudah di ambang batas.Setelah berseru keras, dia segera mencari tempat yang relatif tenang untuk bersiap menerobos ke tingkat pencapaian agung!"Tenang saja, kami pasti akan mempertaruhkan nyawa demi melindungi kalian."Begitu Tabib Suci berhasil menerobos, kekuatan tempur kelompok Tirta akan benar-benar berdiri di puncak dunia awani.Tiga orang suci dunia awani tentu juga menyadari hal itu. Mereka segera menunjukkan kesetiaan mereka dengan lebih sungguh-sungguh.Kini, sekalipun harus berada di bawah pimpinan Tirta, mereka benar-benar menerimanya dengan sepenuh hati."Kalian jaga Nona Lavanya. Aku akan pergi melihat keadaan suamiku."Irena dan yang lainnya, termasuk Priya, sama-sama merasa gelisah. Mereka segera terbang menuju arah medan pertempuran tadi. Semuanya khawatir sesuatu terj

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1131

    Tirta meninggalkan Desa Persik pada pukul 1 siang. Dia pergi ke labirin obat untuk melihat pertumbuhan bahan obat-obatan. Untung saja, Nia mengikuti gambar yang diberikan Tirta dengan menggabungkan cara penanaman bibit bahan obat di buku kuno pengobatan.Jika bukan karena Tirta memahami keistimewaan

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1183

    "Kamu sudah menyelamatkan nyawaku. Aku akan cari cara untuk membalas budi ini." Elisa mengalihkan pandangannya dan menghindari tatapan Tirta. Di balik sikapnya yang dingin, terdengar helaan napas yang nyaris tak terdengar.Setelah mengatakan itu, Elisa segera berjalan melewati Tirta dan turun dari g

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1127

    Di atas tempat tidur yang empuk dan luas, Melati berbaring sendirian, memegang ponselnya. Dia gelisah, terus membolak-balikkan tubuhnya, tidak bisa tidur sama sekali.“Andai aku tahu Tirta akan pergi begitu lama, aku pasti ikut dengannya. Aku nggak akan seperti sekarang, hanya bisa diam-diam menonto

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1141

    Tirta sering memandangi pemandangan gunung dari kamar Bella. Dia memutuskan untuk memancing Kurnia ke daerah pegunungan yang belum dikembangkan. Tirta akan melawannya di tempat itu.Tirta berseru, "Kurnia, aku ini orang yang kamu cari! Kalau kamu ingin tahu rahasiaku, ikut aku!"Tirta segera berpesa

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status