เข้าสู่ระบบ(Cerita hanya fiktif belaka berlatar sejarah) Erland Bagaskara, pria berusia 28 tahun yang sudah memiliki anak dan istri, ditambah dengan pekerjaannya yang seorang dokter membuat hidupnya begitu sempurna. Kesempurnaan itu tidak bertahan selamanya. Perjalanan ke Bogor ternyata mengubah hidup Erland dalam sekejap mata. Liburan berkemah yang ia jalani bersama anak dan istrinya berubah menjadi tragedi ketika Erland tersesat dan jatuh ke jurang yang dalam. Erland tersadar dan mendapati dirinya berada di ruangan yang megah, ditemani seorang wanita yang menangis bahagia di sampingnya. Erland baru mengetahui kalau dirinya adalah anak selir Raja yang lama tak sadarkan diri. Ia diangkat menjadi Pangeran tepat ketika Raja mengangkat ibunya menjadi salah satu Ratu. Hal ini juga yang menyebabkan Erland harus berurusan dengan kejamnya politik istana dalam perebutan tahta Kerajaan Sunda. Apakah dia mampu menghentikannya? Credit: Rafaiir
ดูเพิ่มเติมAuthor Note:
Dear Readers,
Since English is not my first language, there will be tons of grammatical mistakes. Please continue reading this book only if you don't have any issue with that. Rest I could guarantee you that you won't get bored with the storyline.
The following are my books which are completed until now if interested do give a look over them.
.
Chapter 1
Vince’s POV
The sun is setting low in the sky, with the wind blowing ever so slightly through the trees as I watch a couple of wolves tumble and play in the backyard. I sigh and run my fingers through my tousled brown Hair in frustration—It’s not fair! Why didn’t I shapeshift when I turned sixteen? Dang it, why didn’t I shift when I turned twenty-three?
What makes me so different from them? I always wanted to be an Alpha of my pack, White Moon Pack. But last night, I ended up becoming Omega of the pack, and my eighteen months younger brother became the Alpha.
Flashback
“Vince, as you know that I am getting old now, and our pack needs a unique and youthful Alpha. As the eldest child of mine, the Alpha title was supposed to pass to you. But I have to think of the Pack and what’s best for them.” He mumbled.
Whatever was going on, whatever he was going to say, I don’t think I would like it. I took a deep
breath, trying to steady my rapidly beating heart.
“Given the circumstances, I’m passing the title of the new Alpha to Andrew” He said.
I knew this would come someday if I didn’t Shapeshift. After all, a human can’t lead a wolf pack. I thought.
“A thing like has never happened ever in this pack. I must say that I was displeased at the turn of events. It is a shame coming from the bloodline family of this pack. An offspring of theirs has failed to shift into his wolf, which only
indicates that your body is too weak to harbour a wolf. I will not send off this pack lands as tradition demands, and you are my son. Henceforth you are demoted to the Rank of an Omega.”
I felt my whole world crumble under me. An Omega? Can I even be called one? At the very least, I'm no more than a lowly taboo human. This can’t be happening to me; I mumble under my breath as I could feel tears trickling down my face. I cried in shame and pain of being nothing less than a lowly human omega.
My mother placed a comforting hand on my father’s shoulders. Her face was stained with tears; she was crying, but I couldn’t tell if her tears were that of her disappointment in me or if it was out of pity for what I had become. Why me? Oh moon goddess, what offence am I being punished for? Where have I gone wrong?
I needed some time to accept this news. I slowly walk away from them. I need no one to tell me my entire life had just taken a 360-degree turn, with no specific idea of what awaited me. I was aware of what the pack members have in store for me being a human omega. I knew the treatment omegas get in this pack.
“Hey, baby.” There came the sound of my mate, Rachel. She is the daughter of our pack’s beta.
Well, I don’t recognize her as my mate. It was her to figure it out, and I used to feel the spark all Over my body whenever she touched me. So with or without the wolf. I loved her with my
everything.
She hugged me from the back. I tried my best to wiggle out of her grip, but I didn’t get very far.
Stupid Beta Strength. When I didn’t answer, she turned me to face her. As soon as our eyes locked, her smile vanished From her face, and her eyes glowed with worry.
“What happened?” Her hands moved to cup my face firmly but gently in her hands. “No one
makes my mate upset. Whose ass do I have to kick?” She asked; after all, she is the best female Warrior of our pack.
“It doesn’t matter, Rachel.” my voice was thick with emotion, and she hugged me quickly to make me feel good, and it worked. Her hand smooths down my back and she kissed on chest, right above my heart.
“It does matter. It is my duty as mate and future Luna to make my future Alpha feel good.” Her voice was slightly teasing, but she didn’t realize she hit the score spot right on the head. My vision blurs with fresh tears and using every ounce of strength I have; I push her away.
“Then go and make Andrew feel goods. He is the future Alpha now! And now onwards I am an
Omega.” I yelled and lefther presence. I knew it was not her fault, but I couldn’t control my temper.
—
I stayed in my room for god knows how long. I recalled everything that happened today and
thought to apologize to Rachel. I should not have behaved in that way. I started looking for her in
the pack house because she was not in her room. I heard her moan from Andrew’s room. Maybe My ears are working correctly. And then I heard it again. I touch the doorknob to open the door.
I hope whatever I am thinking is just my imagination—I thought and opened the door. My mate. The one who is supposed to love me for the last five years is butt naked on my brothers bed. Andrew smirked, watching my expression. He was always jealous that I was more perfect than him and was blessed with everything perfect, but never in my life, I think That he would have everything that used to be mine.
“Rachel…” I whispered her name in my shattered voice.
“Did you tell me that I should make Andrew feel good? After all, he is the future alpha now.”
“But…” I tried to speak, but no words came out of my mouth. The last few words that I heard from Her were more painful than the incident I just saw in front of my eyes.
“I, Rachel Jonson, reject you, Vince Cornell as my mate.”, She spat. “I don’t know why the moon Goddess would do such a thing as to pair me with such trash like you. I'm a Beta's daughter, and Born to be Luna and Andrew is going to lead me to the Luna position and keep me happy and satisfied, which you can never do.” She added.
I smiled after listening to her words. I won’t give anyone satisfaction after hurting me. “Thank you.”
“What?” She asked, surprised at my reply.
“Thank you,” I repeated. “You have no idea how happy it makes me that you rejected me. You Have saved me from the misery of being tied to you at the hip because of the stupid mate bond. I deserve much better than you.” I said with resentment in my voice.
“I, Vince Cornell, first son of Alpha Damien, at this moment accept your rejection,” I muster up the strength in me.
It broke my heart while taking her rejection, but it was better to let go of that relation which is not meant to be mine.
TBC
***“Apa kau baik-baik saja?”Saraswati datang menghampiri bersama dengan Danar yang berada di sampingnya. Anak laki-laki itu, Cantaka belum kesampaian untuk membawanya menghadap Adibaya. Rencana demi rencana yang sudah ia susun sedemikian tertata harus hancur karena dugaan keterlibatannya dalam pembunuhan para penyusup.“Aku baik.”“Pangeran Cantaka. Aku membuatkan sesuatu untukmu,” ungkap Danar, membuka kedua telapak tangannya yang semula tertutup.Terlihat sebuah kalung yang terbuat dari kayu ukiran terpampang jelas di tangan lembut Danar. Tertulis kata-kata yang menyayat hati Cantaka ketika membacanya, “Aku sayang padamu.”“Itu manis sekali. Aku akan menjaga kalung ini seperti aku menjaga dirimu,” jelas Cantaka, berterima kasih seraya tersenyum.Danar bisa dibilang adalah anak laki-laki yang ceria, dia sudah melupakan kejadian mengerikan di rumahnya dan mengatakan kalau k
***Keadaan Cantaka semakin memburuk di dalam sel penjara. Sejak semalam hingga pagi datang, belum ada satu makanan pun yang masuk ke tubuhnya.Ia masih melihat noda darah yang mengering menempel di jeruji besi tempatnya menginap semalam. Pangeran muda itu bisa membayangkan betapa keji dan brutal pembunuhan yang terjadi di tempat ini.Pintu penjara terbuka, secercah cahaya masuk memantik reaksi terkejut dari diri Cantaka. Derap langkah yang kuat terdengar jelas, menimbulkan bayangan kilat tentang betapa kuasanya orang di hadapannya.Raja Sunda.Matanya berkeliling, begitu juga dengan kepala dan tubuhnya, ikut memutar. Sorot mata Raja memicing memandang pedang khusus milik pangeran tergeletak di atas tanah.“Kenapa pedangmu ada di sini?” tanya Raja, berwibawa.“Karena aku dijebak. Aku tidak mungkin membunuh mereka ketika para tahanan itu mendapatkan pengawasan tentara kerajaan yang ketat,” balas Cantaka, berargu
Mereka bertiga sepakat untuk kembali ke istana, bersama Jayagiri yang berjalan berbarengan dengan Danar.Saraswati masih syok dengan pembunuhan yang terjadi di depannya, apalagi ketika mengetahui kalau pria yang tewas terbunuh tak lain adalah pelayan istana.Pada awalnya, Saraswati menduga kalau Cantaka yang berada di balik semua ini. Setelah melihat ekspresi pemuda itu barusan, ia yakin pelayan pria itu salah satu anak buah Cantaka.Saraswati dengan tegap memegang tangan Cantaka, menghentikan langkah pemuda itu dan menatapnya lekat-lekat.Ada sesuatu yang ingin Saraswati pastikan, hal itu berkaitan dengan kejadian barusan yang mengejutkannya.“Apa ada sesuatu, Saraswati?” tanya Cantaka, bingung.“Iya dan ini berkaitan dengan kejadian penculikan tadi. Aku yakin, itu tidak terjadi atas dasar kebetulan semata.”Mereka berhenti melangkah dan pergi setelah Saraswati memberitahu Jayagiri. Danar mengiyakan karena dia
***Para penyusup itu enggan untuk berbicara, bahka membuka mulut mereka meskipun Jayadharma sudah menginterogasi dengan keras.Hal itu akan sia-sia belaka jika diteruskan, tujuan awal mereka ketika tertangkap adalah mati, maka masuk akal jika mereka tidak berbicara jika tujuan interogasi yang dilakukan adalah kematian.“Ini sulit, mereka masih tidak mau berbicara. Apa perlu aku potong kaki dan tangan mereka untuk membuatnya bicara?” tanya Jayadharma, pria itu berdiri di samping Cantaka.“Tidak perlu, itu justru akan memudahkan rencana mereka untuk mati,” jelas Cantaka, tegas.“Lalu apa yang akan kita lakukan?” tanya Jayadharma, bingung.Ia masih memandang para penyusup yang tertangkap dengan pandangan kuat. Satu persatu dari para pelaku mendapatkan cap dan siksaan yang sama dari Jayadharma, tidak satu pun dari mereka yang memiliki ruang bebas di kulit mereka dari cap besi.“Aku tahu.”
*** “Apa maksudmu?” tanya Cantaka. Citraloka memberikan secarik kain yang bernodakan darah merah yang sudah mengering, kain itu terlihat bersih dan terjaga dengan baik. Tidak mungkin jika Saraswati mencoba melakukan pembunuhan terhadap Cantaka, semuanya tidak berdasar jika
*** “Jangan beritahu siapa pun tentang keadaanku,” pinta Raja kepada Cantaka, keduanya berada di ruangan kamar Raja, Cantaka ditugaskan untuk memeriksa kesehatan Raja untuk terakhir kalinya. “Memangnya kenapa, Yang Mulia?” tanya Cantaka. Raja menghela napas sambil kedua ta
“C-Cacing?! Apa kamu bercanda?! Raja tidak mungkin mengkonsumsi hewan seperti itu!” bentak Purana. Pria itu kembali berjalan mendekati Cantaka dan dengan cepat mencekik leher pemuda asing tersebut. Semua orang yang berada di ruangan tersebut tersentak dan beberapa ada yang mencegah Purana
*** “Apa? Raja semakin melemah?” Cantaka yang berada di dalam kamarnya tak sengaja mendengar desas desus tentang kesehatan Raja, ia hanya tahu kalau Raja Sunda-Galuh sedang menderita sakit yang parah. Pintu kamar Cantaka terbuka, orang-orang yang berada di depan kamar Cant
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
ความคิดเห็นเพิ่มเติม