Share

Bab 1404

Author: Hazel
"Aku nggak akan pergi lagi. Jangan tiduri aku, ya?" mohon Selina. Wajahnya memerah setelah mendengar ucapan Tirta.

Selina berusaha menggerakkan pinggangnya untuk menjauhi sumber masalah itu. Napas Tirta yang hangat membuat wajah Selina merah padam.

Tirta menegaskan, "Aku nggak peduli, pokoknya sekarang aku harus menidurimu sampai puas. Terserah kamu mau pergi atau tetap tinggal, aku tetap akan melakukannya!"

Hasrat Tirta membara karena pinggang Selina terus bergerak. Dia segera mengerahkan 2 tek
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
hans
***** mantabpff lanjut
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3370

    Sombong! Setelah mendengar perkataan Tirta, pikiran pertama yang muncul di benak Bakrie adalah bocah ini terlalu sombong.Seorang bocah yang hanya mengandalkan teknik rahasia untuk memaksa peningkatan kultivasinya, justru ingin bertarung satu lawan satu melawan dirinya, seorang senior terkenal yang benar-benar berada di tingkat semi pencapaian agung.Benar-benar cari mati.Tidak berlebihan jika dikatakan kalau tadi Selvi tidak menggunakan kekuatan tingkat pencapaian agung, bahkan Selvi sendiri belum tentu bisa memperoleh keuntungan dalam pertarungan itu."Hahaha! Bocah, kamu yakin kamu nggak salah minum obat? Kamu benar-benar ingin bertarung satu lawan satu denganku?" Bakrie tertawa terbahak-bahak.Para pembunuh di belakang Bakrie juga tercengang. Tak lama kemudian, mereka mencibir dan mengejek tanpa ampun."Hehe. Jangan-jangan dia marah sampai kehilangan akal? Kalau begitu, apa bedanya dengan langsung menyerahkan tanaman spiritual, roh naga sejati, dan Mutiara Naga kepada Ketua?""Pas

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3369

    Kali ini Irena sudah belajar dari pengalaman. Dia tidak mengatakan bahwa sebenarnya Tirta memiliki 60 hingga 70 tanaman spiritual berusia puluhan ribu tahun."Aku mau lihat barangnya dulu. Suruh dia keluarkan. Aku akan memeriksanya sebelum memutuskan." Bakrie berkata sambil memikirkan berbagai rencana di dalam benaknya.Swoosh! Tirta juga tidak ragu sedikit pun. Dia segera mengeluarkan tiga tanaman spiritual berusia puluhan ribu tahun dari Cincin Penyimpanan dan meletakkannya di telapak tangan.Dahan dan daunnya sebening batu giok. Buahnya yang merah menyala berkilau laksana batu akik. Aroma obat yang harum dan pekat terus menghantam indra seluruh anggota Dinasti Pembunuh.Bahkan Bakrie sendiri sampai terbelalak."Hiss .... Aroma obat yang begitu pekat. Setiap tanaman hanya menghasilkan satu buah. Ini memang tanaman spiritual berusia puluhan ribu tahun.""Tapi ... kenapa tanaman spiritual ini nggak mengandung fragmen hukum alam? Kalau nggak ada fragmen hukum alam, tanaman spiritual ini

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3368

    Begitu kata-kata itu selesai diucapkan, firasat buruk langsung muncul di hati Tirta.Swoosh! Terlihat lelaki tua yang berdiri di sisi kiri belakang Bakrie tersenyum dingin. Dari telapak tangannya, dia mengeluarkan sebuah artefak berbentuk kurungan.Artefak itu membesar, lalu melayang di depan Bakrie. Orang yang dipenjara di dalamnya ternyata adalah Lavanya yang sudah lama menghilang.Wajahnya pucat pasi. Dia tidak sadarkan diri dan bersandar lemah di salah satu sisi kurungan. Auranya juga sangat lemah, hampir tidak dapat dirasakan."Istriku!" seru Tirta dengan keras. Namun, dia tidak berani bertindak gegabah. Sebab saat ini, Lavanya berada terlalu dekat dengan Bakrie. Lawan hanya membutuhkan satu jurus untuk merenggut nyawanya."Nona Lavanya ditangkap oleh mereka!" Yumika dan Priya juga berseru kaget."Kakek Buyut! Gimana bisa Kakek Buyut melakukan hal yang begitu hina? Cepat lepaskan Nona Lavanya!" teriak Irena dengan cemas.'Bocah ini kenapa punya begitu banyak wanita? Sekarang muncu

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3367

    Kalau tidak, mereka pasti sudah mati sejak tadi....."Bagus! Begini baru menarik!"Di saat yang sama, menghadapi serangan Bakrie, Selvi bukannya mundur, malah maju menyongsongnya. Dia melepaskan sebagian dari kekuatan yang selama ini ditekannya.Kepalan tangannya yang tampak mungil dan mulus justru memancarkan kekuatan dahsyat yang seolah mampu menghancurkan segalanya.Tang! Tang! Menghadapi energi pedang raksasa yang menebas ke arahnya, Selvi menghindar jika masih memungkinkan. Kalau tidak bisa dihindari, dia langsung menghantamnya dengan tinjunya.Energi pedang itu benar-benar dihancurkan olehnya hingga buyar. Benturan keduanya bahkan menghasilkan suara keras bagaikan dewa sedang menempa besi."Guncangan Seluruh Langit!" Bakrie menyipitkan matanya. Dia benar-benar tidak percaya. Sebab, sampai sekarang Selvi masih terlihat seolah belum mengeluarkan seluruh kemampuannya.Kalau lawannya adalah kultivator tingkat semi pencapaian agung biasa, mereka sudah lama tewas di bawah pedangnya.B

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3366

    "Ah .... Bocah ini terlalu mengerikan! Ketua, cepat datang bantu kami!"Tirta terus-menerus menarik busur dan menembakkan anak panah seolah tidak ada habisnya.Di antara lima atau enam kultivator tingkat semi pencapaian agung yang bertarung melawan tiga orang suci dunia awani, tubuh tiga orang langsung tertembus dan terbakar hingga menjadi abu.Pemandangan seperti itu benar-benar mengerikan. Bahkan para pembunuh yang sudah lama berhati kejam pun tak kuasa menahan rasa takut yang luar biasa.Melihat keadaan itu, para pembunuh yang tersisa segera melarikan diri menuju Bakrie, yang menjadi sandaran mereka. Sambil terbang, mereka berteriak meminta pertolongan.Dalam sekejap, situasi di medan perang berubah menjadi berat sebelah. Keunggulan mutlak itu pun sepenuhnya berada di pihak Tirta."Bagus, bocah! Bagus sekali! Kamu ternyata sudah membunuh begitu banyak anak buah eliteku! Kalau begitu, biar aku sendiri yang menghadapimu!"Amarah Bakrie langsung membubung tinggi. Di saat yang sama, dia

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3365

    Puft!"Irena, Kak Yumika, Nona Priya, hati-hati!" seru Tirta. Melihat dua pembunuh itu sudah mendekat dengan senyuman kejam di bibir mereka, dia sama sekali tidak menghindar. Dalam sekejap, dia mengaktifkan Teknik Rahasia Delapan Gerbang dan menaikkan kekuatannya hingga tingkat semi pencapaian agung.Pembunuh yang berada di paling depan memang sempat merasakan firasat bahaya. Namun, saat dia hendak mundur, semuanya sudah terlambat karena Tirta langsung menghancurkan kepalanya dengan satu pukulan. Saat jiwa spiritualnya terbang mundur dengan ketakutan, Tirta mengeluarkan Busur Matahari yang telah lama tidak digunakannya.Tirta mengayunkan Busur Matahari hingga bunga api beterbangan, lalu seorang pembunuh lainnya langsung dipukul mundur. Lengan pembunuh itu mati rasa karena benturan itu, bahkan tulangnya pun hampir retak."Bocah ini ternyata bisa keluarkan kekuatan sebesar ini," kata salah satu pembunuh yang menyadari situasinya mulai memburuk itu, lalu segera melesat keluar dari kepunga

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1776

    Sementara itu, di mobil taksi. Sebelumnya Tirta mengendarai mobil Mercedes Maybach, jadi dia sedikit kewalahan saat mengendarai mobil manual pertama kali di jalanan yang padat. Bahkan, dia tidak sempat memikirkan Linda lagi.Ketika melewati belokan terakhir menuju mal, mesin mobil sudah mati keempat

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1799

    Akan tetapi, sebelum para dokter menyelesaikan ucapan mereka, Gaurav melambaikan tangannya untuk mengisyaratkan mereka keluar. Dia berkata, "Cukup. Pemuda ini sudah datang, kalian nggak usah obati lukaku lagi. Kalian keluar saja."Para dokter merasa tidak tenang melihat Tirta masih begitu muda dan t

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1675

    Tirta tidak tahu Devika mencari Marila untuk menanyakan kejadian semalam. Kalaupun sekarang Tirta tahu, dia juga tidak bisa menghalangi Devika.Setelah Tirta menggendong Bella masuk ke vila, ada orang yang menyambutnya dan membawanya ke halaman belakang vila. Tirta melihat Saba dan Yahsva di gazebo.

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1711

    Tirta tertawa melihat anjing hitam menutupi bagian vital dengan ekornya. Dia juga terus mundur dengan ekspresi waswas. Hal ini karena seekor anjing yang menunjukkan gerak-gerik seperti ini sangat lucu.Tirta berujar, "Anjing hitam, jangan begitu. Aku nggak akan menyerangmu lagi. Turunkan kewaspadaan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status