Compartilhar

Bab 1423

Autor: Hazel
Susanti menambahkan, "Kalau nggak, gimana kalau sekarang saja kamu langsung ceritakan pada aku dan Bibi Ayu? Aku khawatir kalau Tirta terus seperti ini, tubuhnya nggak akan kuat menahan."

Mendengar ucapan itu, Elisa pun jadi ragu dan terlihat sedikit bimbang. "Ini ...."

Namun pada akhirnya, di bawah desakan Ayu yang ikut memintanya menjelaskan, Elisa pun akhirnya menceritakan ide yang dia pikirkan.

Elisa memberi tahu, "Sebenarnya aku juga nggak yakin apakah cara ini bisa berhasil atau nggak, tap
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado
Comentários (7)
goodnovel comment avatar
hans
***** seru lanjut
goodnovel comment avatar
Mas Day
kira2 narkoba jenis apa sih yg dikonsumsi penulis?
goodnovel comment avatar
Jack
lanjut min
VER TODOS OS COMENTÁRIOS

Último capítulo

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3090

    "Begitu ya?" gumam Tirta yang pikirannya mulai goyah saat mendengar Genta berkata seperti itu. Melihat betapa kuatnya para kultivator itu, dia makin sadar betapa lemahnya dirinya. Meskipun dia merasa tidak nyaman dengan adanya kepala wanita itu di lautan kesadarannya, dia masih bisa menahannya selama bisa mendapatkan keuntungan besar."Baiklah, aku akan turuti kata Kakak. Oh ya. Kak, sekarang kekuatanmu sudah pulih sampai tingkat apa?" tanya Tirta. Genta sudah menyerap ratusan ribu batu spiritual tingkat menengah, lima ribu lebih batu spiritual tingkat tertinggi, dan tiga puluhan obat spiritual, dia sangat ingin tahu sejauh mana pemulihannya."Tingkat pemurnian tahap puncak, belum begitu kuat. Apalagi kamu sudah memberiku tiga puluhan obat spiritual, jadi kesadaran spiritualku sudah pulih sepenuhnya," jawab Genta.Situasi ini sudah cukup membuat Tirta puas."Masih tingkat pemurnian tahap puncak ya. Kak, kalau kamu serap semua sisa obat dan batu spiritual itu, kira-kira bisa pulih sampa

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3089

    "Ini sudah kejadian yang lama, kamu masih belum mati? Mereka nggak menemukanmu?" tanya Genta yang sangat terguncang."Kak, apa maksudmu? Dengan bantuan wanita itu, aku sudah berhasil memurnikan pedang ini. Jejak pemilik sebelumnya juga sudah terhapus sepenuhnya, siapa yang bisa menemukanku?" tanya Tirta yang benar-benar bingung."Ternyata begitu, pantas saja kamu belum dimusnahkan," kata Genta yang kembali mengucapkan kalimat yang membuat Tirta makin tidak mengerti."Kak, sejujurnya aku sudah pernah mati sekali. Seorang senior yang menyelamatkanku," kata Tirta dengan jujur."Aku sepertinya ingat soal hal itu. Tapi, aku bisa pastikan, kalau mereka sempat tahu apa yang sudah kamu lakukan .... Bahkan sosok itu pun akan sulit melindungimu," kata Genta dengan tegas.Mendengar itu, Tirta sangat terkejut. "Benarkah? Siapa mereka sebenarnya? Kak, tolong jelaskan padaku."Setelah memperingatkan Tirta, Genta akhirnya mulai menjelaskan, "Aku hanya bisa memberimu sedikit petunjuk. Dengarkan aku da

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3088

    Yunda segera berkata, "Tapi, kalau sekarang dipikirkan kembali, memang sangat aneh. Pedang itu mengeluarkan kabut hitam pekat, seperti senjata milik kultivator jalur iblis ....""Ya. Di dunia ini memang ada beberapa jenis senjata spiritual yang bisa menekan energi spiritual dan kesadaran spiritual seseorang, tapi senjata seperti itu sangat langka. Nggak disangka, bocah itu ternyata punya satu memilikinya. Hehehe," kata Shindy yang tiba-tiba tertawa pelan."Jangan-jangan Guru berniat merebut senjata spiritual itu untuk jadi milik diri sendiri?" tanya Yunda dengan kilatan membara di tatapannya."Aku hanya nggak mau lihat harta seperti itu disia-siakan. Kalau benda itu ada di tanganku, aku pasti bisa menggunakannya dengan jauh lebih baik," kata Shindy sambil tersenyum."Aku bersedia bantu Guru," kata Yumika segera. Dia juga sangat tergoda dengan senjata spiritual seperti itu."Bagus bagus bagus. Aku sudah pikirkan sebuah rencana dan memang butuh bantuan Yumika untuk melaksanakannya," kat

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3087

    Arshala melakukan itu untuk mencegah identitasnya terbongkar dan ada orang yang datang mencarinya. Namun, setelah menunggu cukup lama, keadaan seperti itu tetap tidak terjadi. Hal ini membuatnya mulai curiga mungkin dia yang sudah berpikir terlalu banyak dan secara refleks teringat pada Tirta."Tapi, suamiku punya banyak metode, harusnya nggak akan terjadi masalah apa pun. Identitasku terlalu sensitif. Untuk menghindari keributan yang nggak perlu, lebih baik besok pagi aku baru pergi mencari suamiku lagi," gumam Arshala.....Di saat yang bersamaan, Yunda dan Yumika terus menunggu hingga langit mulai gelap baru bisa bertemu Shindy yang keluar dari istana tempat ketua istana tinggal.Yunda yang sudah tidak sabar pun segera maju dan hendak menjelaskan situasinya. "Guru, aku ....""Di sini bukan tempat untuk berbicara, ikut aku ke tempat lain," kata Shindy dengan nada muram. Begitu melihat luka di wajah Yunda dan ekspresi Yunda yang penuh kebencian, dia langsung mengerti apa yang sudah te

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3086

    "Cepat hentikan. Kalau kamu masih berani menyerap energi spiritual ini sedikit saja lagi, aku akan tendang kamu kembali ke dasar Tebing Maut. Kalau nggak percaya, coba saja."Melihat situasi itu, Tirta tentu saja tidak bisa memaklumi kepala wanita itu. Dia segera mengeluarkan pedang kecilnya dan bersiap menusukkannya ke kepala wanita itu, meskipun dia juga tidak tahu apakah ancaman itu bisa menakuti kepala wanita itu. Lawannya itu hanya perlu satu pikiran saja sudah mampu membuatnya kehilangan kemampuan bertarung."Aku nggak berniat buruk, kenapa kamu begitu emosional? Aku hanya merasakan energi spiritual yang banyak, jadi secara naluriah keluar untuk menyerapnya," kata kepala wanita itu yang hanya mengirimkan satu kesadaran spiritual seperti itu, lalu kembali masuk ke dalam lautan kesadaran Tirta dan melanjutkan tidurnya. Dia membuat dunia luar tidak bisa merasakan auranya, seolah-olah sedang menghindari sesuatu."Huf ...."Situasi itu membuat Tirta menghela napas lega, tetapi dia tet

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3085

    "Guru, jangan lupa tutup pintu kediaman gua ini. Kalau nggak, nanti orang lain lihat muridmu tidur di ranjangmu tanpa sehelai benang pun. Mereka bisa salah paham soal moralmu," kata Tirta."Diam! Aku nggak mau dengar satu kata pun lagi darimu. Kalau nggak, kamu sendiri saja yang selesaikan urusan Nenek Shindy," balas Suryana.Gedubrak.Pintu kediaman gua pun tertutup di bawah kendali Suryana."Rencanaku akhirnya berhasil," kata Tirta menyeringai saat melihat itu. Menggoda dan mengusir Suryana keluar hanya tujuan pertamanya. Tujuannya yang sebenarnya adalah memanfaatkan kediaman gua milik Suryana untuk bersembunyi dari seluruh pergerakan dan membantu Genta pulih kembali.Begitu mengambil keputusan, Tirta langsung bergerak. Dia segera mengeluarkan seluruh batu spiritual tingkat menengah dan batu spiritual tingkat tertinggi, serta puluhan hingga ratusan obat spiritual. Dia mengeluarkan semuanya, lalu menatanya di depan mata.Gedubrak.Seratus ribu lebih batu spiritual menumpuk seperti gun

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1889

    Arianda berbalik dan melihat Tirta masih mengejarnya. Dia mencibir dan berujar, "Hei, kejar aku saja. Kamu kira aku takut padamu?"Waktu 1 jam berlalu lagi. Mereka berdua sudah sampai di tengah gunung, tidak ada seorang pun di tempat ini. Sekarang makin banyak energi spiritual di dalam tubuh Arianda

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1922

    Anggota sekte lain juga bertanya, "Kenapa kamu melarang kami mencari barang berharga sekte yang hilang?"Gatra hanya mendesah dan tidak ingin menjelaskan, "Hais ...."Dari keempat anggota sekte yang datang, pria tua yang merupakan pesilat tingkat semi abadi bertanya kepada belasan murid dengan ketus

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1863

    Pembawa acara hanya bisa mendekati Tirta untuk bicara karena mikrofonnya direbut Tirta. Dengan begitu, suaranya baru bisa didengar semua orang. Dia bertanya dengan ekspresi canggung, "Air spiritual istimewa? Apa itu?"Satu tangan Tirta memegang mikrofon, satu tangannya lagi mengeluarkan batu giok ya

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1828

    Sekarang giliran anggota pasukan khusus Negara Darsia yang tertawa terbahak-bahak. Salah satu dari mereka menambahkan, "Benar, bersujud 10 kali dan panggil pelatih kami 'kakek' 3 kali! Mungkin pelatih kami akan keluar untuk bertemu dengan kalian!"....Di kursi penonton, Devika tiba-tiba tertawa hin

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status