Mag-log inMelihat Tirta berbicara dengan santai dan tidak menganggap masalah ini serius, Nayara yang awalnya memang tidak banyak berharap merasa sangat putus asa.Nayara menggeleng, lalu menghela napas dan bergumam, "Nova, jangan salahkan aku. Cuma ini yang bisa kulakukan."Nayara meninggalkan gua Nova dengan lesu. Sudah jelas, sejak awal dia tidak percaya ucapan Tirta serius.Sebenarnya bukan hanya Nayara yang tidak percaya, bahkan Shanaya dan beberapa murid yang ikut keluar tadi juga tidak percaya Tirta bisa membunuh penguasa agung.Jadi, mereka juga tidak menanyakan nama Tirta. Bagi mereka, Tirta pasti mati setengah bulan lagi.Sementara itu, Tirta terkejut setelah masuk ke dalam gua. Ternyata di dalam gua tidak terdapat apa pun selain meja batu, kursi batu, dan tempat tidur batu."Apa gua seperti ini bisa dijadikan tempat tinggal? Selain energi spiritualnya yang melimpah, gua ini nggak ada bedanya dengan penjara," komentar Tirta.Tirta yakin bahkan anjing hitam juga akan menggila dalam waktu
Bisa dibilang, waktu setengah bulan adalah momen terakhir bagi Nova. Namun, Tirta malah tidak ingin melepaskannya. Tindakan Tirta benar-benar keterlaluan!Shanaya berkomunikasi melalui kesadaran spiritual, 'Pemuda ini benar-benar keterlaluan! Tetua Nayara, apa kita bisa langsung membunuhnya kalau bekerja sama sekarang?'Nayara menolak melalui kesadaran spiritual, 'Sudahlah. Kalau kita bertindak, dia pasti akan membunuh Nova. Sebaiknya kita tahan dulu. Dia sudah datang ke Sekte Hala.'Nayara meneruskan, 'Setengah bulan kemudian, penguasa agung pasti akan melawannya. Hanya saja, kasihan Nova.'Kemudian, Nayara berucap kepada Tirta, "Oke. Kalau kamu begitu mengkhawatirkan Nova, kami turuti kemauanmu. Kamu ikut aku saja, aku bawa kamu ke tempat tinggal Nova secara diam-diam."Selesai bicara, Nayara melompat dan Pedang Terbang langsung muncul di bawah kakinya. Pedang Terbang membawa Nayara ke belakang gunung Sekte Hala. Dia berencana masuk melalui pintu belakang secara diam-diam.Whoosh! Ti
Ketika Tirta dan lainnya sudah pergi sekitar sepuluh menit, tiba-tiba seekor anjing hitam besar yang bulunya mengilap melompat keluar dengan lincah dari hutan luas di belakang.Saat ini, wajah anjing hitam tidak membengkak lagi. Dia kembali terlihat gagah seperti sebelumnya. Anjing hitam memandangi titik hitam di langit yang perlahan menjauh.Anjing hitam yang terkejut bergumam, "Eh? Kenapa pemuda itu meninggalkanku tanpa berpamitan? Sepertinya dia jatuh cinta pada wanita yang ditidurinya. Hais, manusia memang repot. Mereka harus bertanggung jawab."Anjing hitam meneruskan, "Nggak seperti aku yang meniduri banyak wanita selama ribuan tahun, tapi nggak ada yang meminta pertanggungjawaban padaku. Kalau dia mau membereskan masalahnya, lebih baik aku berkeliling saja untuk mencari jejak majikanku dulu. Nanti aku baru cari dia dan mengembalikan peta bintang kepadanya waktu senggang."Anjing hitam menambahkan, "Sayang sekali, semua obat spiritual itu dibawa Tirta. Aku baru mengonsumsi satu k
Nayara terpaksa berbuat seperti ini karena Nova ditangkap Tirta.Mendengar perkataan Nayara, Tirta langsung cemas. Dia membalas, "Nggak usah bicara omong kosong. Gambar itu milikku, cepat kembalikan padaku. Aku sudah kembalikan obat spiritual pada kalian, jadi kalian juga nggak boleh menyimpan barangku."Peta bintang adalah barang berharga yang bisa membawa Tirta kembali ke Desa Persik kapan saja. Mana mungkin dia membiarkan peta bintang diambil orang lain?Nayara menegaskan, "Kamu mau aku mengembalikan gambarmu, aku juga ingin kamu mengembalikan kesucian muridku. Kalau kamu bisa memberi kompensasi pada muridku, aku akan mengembalikan gambarmu. Kamu nggak tahu Nova itu wanita suci di sekte kami. Di masa depan, dia akan dibawa ke Gunung Dewa untuk dipersembahkan kepada penguasa agung."Nayara menambahkan, "Tapi, mana mungkin penguasa agung mau menerima Nova dengan kondisi seperti ini? Mungkin dia yang mengamuk akan melenyapkan sekte kami!"Nova yang berstatus sebagai wanita suci dipilih
Danendra menebas pedangnya. Jurus ini adalah yang terhebat di dalam Teknik Pedang Galaksi Sekte Hala. Seluruh kekuatan pengguna jurus ini bisa dikerahkan dalam waktu singkat! Cahaya pedang yang terlihat seperti galaksi terpancar dan kekuatannya sangat luar biasa."Untuk apa kamu menghabiskan tenagamu? Biarpun kamu berjuang mati-matian, kamu tetap nggak mampu melawanku," komentar Tirta sambil menggeleng. Dia berkelebat dan menghindari serangan pedang Danendra dengan mudah.Bruak! Muncul lubang besar sedalam sepuluh meter dan selebar ratusan meter karena tebasan pedang Danendra. Namun, tidak ada jejak Tirta di dalam lubang."Mana orang itu?" tanya Danendra dengan ekspresi muram.Tiba-tiba, terdengar suara Nayara yang mengingatkan, "Tuan Muda, hati-hati! Dia menyerang dari belakang!"Saat Nayara bicara, terdengar suara deru. Danendra masih belum sempat bereaksi, tetapi bokongnya sudah ditendang Tirta.Tubuh Danendra terpental dan tertancap di lumpur bagaikan lembing yang dilempar. Hanya k
Shanaya mengeluarkan tungku kecil merah. Tungku itu melayang di udara dan tidak berhenti mengeluarkan energi spiritual alami.Di dalam tungku, bara api bergejolak seperti gunung berapi yang bisa meletus kapan saja. Kekuatannya sangat mengerikan.Shanaya dan lainnya melihat Tirta menggendong Nova yang tidak sadarkan diri sehingga tidak berani bertindak gegabah. Mereka takut Tirta membunuh Nova demi melawan mereka.Jadi, mereka menahan amarah dan tidak langsung bertindak. Kalau tidak, mereka tidak akan bicara omong kosong dengan Tirta. Tentu saja tindakan Tirta membuat mereka makin membencinya.Sebenarnya mereka salah paham. Tirta tahu mereka tidak mungkin percaya, tetapi dia terpaksa menjelaskan, "Kalian dengarkan penjelasanku dulu. Ini cuma salah paham, aku nggak tahu obat spiritual di sini milik sekte kalian. Selain itu, aku bukan sengaja ingin menidurinya. Tapi, semua sudah terjadi dan aku mau bertanggung jawab ...."Danendra yang tampak murka maju. Wajahnya merah padam dan urat di d
Wanita cantik yang terpojok di sudut itu tak lain adalah Ayu. Sebenarnya, ketika Ayu keluar dari toilet, dia kebetulan bertemu dengan kedua pria ini.Namun, Ayu sama sekali tidak memercikkan air dari wastafel ke salah satu dari mereka. Mereka hanya melihat Ayu sangat cantik dan seksi, sehingga tidak
Saat itu, Tirta yang sedang makan melirik sekilas tulisan Camila di kertas. Dia mendengus ringan, lalu menegur."Kamu ...." Camila hampir saja melempar kertas dan pena di tangannya. Dadanya pun naik turun karena menahan emosi."Kenapa? Kalau merasa permintaanku terlalu berlebihan, kamu boleh nggak m
Tirta menambahkan, "Tadi aku sudah menghubungi Pak Saba. Dia bilang dia akan bantu aku selesaikan masalah ini."Camila mencibir saat mendengar Tirta mengakui dirinya memang mempunyai sokongan hebat. Ketika hendak menyindir Tirta dan Bella, tiba-tiba Simon mengernyit.Simon yang mempunyai firasat bur
Simon menambahkan, "Kamu boleh minta kompensasi apa pun. Aku pasti akan memenuhinya."Mendengar ucapan Simon, wajah Camila menjadi tegang. Dia langsung bersandar di pelukan Simon dan memelas, "Simon, kamu pasti bercanda, 'kan? Ini nggak lucu, jangan takut-takuti aku, ya?"Simon mendorong Camila deng







