分享

Bab 1510

作者: Hazel
Irene tampak agak gugup saat berhadapan dengan Bella.

"Kamu nggak perlu tegang begitu. Aku bukan sedang menginterogasimu kok. Nanti kita bakal jadi sahabat yang baik. Harus sering-sering ngobrol ya," ucap Bella sambil tersenyum.

"Kalau begitu, aku panggil kamu Kak Bella saja seperti Nabila ya?" Irene akhirnya mulai tenang dan berkata demikian dengan lega.

"Tirta, punya anak itu urusan besar, kenapa kamu nggak bilang dari awal ke aku? Kalau Nabila nggak ngomong, aku nggak akan tahu lho!" Begitu p
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節
評論 (1)
goodnovel comment avatar
hans
***** lanjut
查看全部評論

最新章節

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3392

    Hingga sosok Priya benar-benar menghilang dari pandangannya, Tirta baru kembali ke hadapan semua orang sambil bersenandung riang.Irena mendengus jijik, lalu berkata dengan nada yang dibuat-buat, "Dasar rubah betina. Tadi bilang nggak mau menyatakan perasaan, akhirnya? Bukan hanya cium suamiku, bahkan bilang mau doakan suamiku siang dan malam di Paviliun Ufuk. Huh. Benar-benar nggak jujur. Menyebalkan sekali."Tirta mengangkat tangan dan hendak menjentik dahi Irena lagi, tetapi tangannya yang sudah terangkat akhirnya diturunkan kembali. "Kamu nggak mengerti apa-apa, itu namanya tahu balas budi."Irena cemberut. "Tahu balas budi itu berarti harus mencium suamiku ya?"Tirta berkata sambil tersenyum, "Ckck. Gadis secantik itu menciumku, aku rela kok."Irena langsung mengamuk dan memukul Tirta berkali-kali dengan kedua tangannya. "Suami bau! Suami jahat! Kamu benar-benar menyebalkan. Rubah betina itu saja sudah buat aku sangat kesal, kamu malah sengaja menggodaku."Tirta langsung mengangka

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3391

    "Kalau mereka nggak setuju juga nggak apa-apa."Tirta berpikir sejenak setelah mengatakan itu, lalu menyerahkan peta bintang pada Priya. "Simpan baik-baik senjata spiritual ini. Kalau nanti ada bahaya, minta semua orang yang benar-benar bisa dipercaya untuk teteskan darah dan kekuatan spiritual mereka ke bintang berwarna biru ini. Itu adalah kampung halamanku. Hampir nggak ada kultivator di tempat itu, jadi kalian akan aman saja."Priya secara refleks menolak. "Tuan Tirta, ini terlalu berharga, mana mungkin aku menerimanya. Kamu nggak takut aku bawa pergi senjata spiritual ini dan sengaja nggak kembalikan ini padamu?"Di reruntuhan era surgawi, senjata spiritual ini dan kertas emas yang berhasil membuat roh-roh ganas itu gentar. Priya tidak mungkin tidak tahu betapa berharganya benda itu.Tirta tersenyum dan berkata dengan tenang, "Kalau aku takut, aku nggak akan berikan ini padamu. Karena aku serahkan ini, berarti aku memang memercayaimu. Lagi pula, ini hanya langkah untuk berjaga-jag

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3390

    "Terima kasih, Kak Tabib Suci. Terima kasih juga untuk bantuan Senior Selvi dan ketiga senior," kata Tirta sambil membungkuk."Terima kasih, para senior. Kalau Istana Samara berhasil lewati bencana ini, kami pasti akan berikan balasan yang setimpal," kata Afifah yang juga membungkuk untuk berterima kasih saat melihat dua ahli tingkat pencapaian agung dan tiga Orang Suci dunia awani akan berangkat bersama mereka."Nggak perlu sungkan. Hal sekecil ini nggak perlu dipermasalahkan."Semua orang tahu Tirta sedang terburu-buru untuk kembali ke Istana Samara. Oleh karena itu, mereka hanya mengucapkan beberapa patah kata selamat pada Tabib Suci atas keberhasilannya melewati tribulasi petir dan mengalihkan pandangan pada Lavanya."Tirta, bagaimana kalau sekarang kita mulai susun formasinya?" tanya Lavanya yang juga sudah lama sadar saat Tabib Suci menghadapi tribulasi petir. Saat ini, dia menatap Tirta dan meminta pendapatnya.Mengenai bagaimana Tirta menunjukkan perhatiannya setelah Lavanya sa

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3389

    Kedua pria itu menatap semua yang terjadi dengan mata berbinar penuh kegembiraan."Tuan, Sekte Formasi Surgawi dan Istana Samara sedang bertarung sengit. Begitu kekuatan kedua belah pihak habis terkuras, itu saatnya kita ambil keuntungan setelah menunggu lama. Semua ini juga berkat Tuan, Tuan yang sudah susun rencana dan menyusupkan mata-mata ke Sekte Formasi Surgawi sejak lama. Kalau nggak, Sekte Bulan Berdarah kita juga nggak mungkin tahu kejadian sebesar ini."Saat mengatakan itu, tetua tua itu terkekeh-kekeh aneh dan nada bicaranya terdengar menyanjung pemuda di sampingnya.Plak!Pemuda itu adalah Stefan, Tuan Muda Sekte Bulan Berdarah dan juga tunangannya Irena. Dia mengibaskan tangan kanannya untuk membuka kipas lipat, lalu mengayunkannya dua kali sambil tersenyum licik.Stefan berkata, "Hehe. Perlu diketahui, selalu ada intrik dan perebutan kepentingan di sekte mana pun di dunia ini. Nggak mungkin ada pihak yang benar-benar bersatu. Kalau Sekte Bulan Berdarah mau satukan dunia a

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3388

    "Bunuh Kamil si anjing tua pengkhianat itu. Bunuh siapa pun yang berniat memusnahkan Istana Samara. Lindungi Istana Samara. Bertarung hingga tetes darah terakhir," seru Suryana berkali-kali, lalu menjadi orang pertama yang menerjang maju."Kami rela menumpahkan tetes darah terakhir demi Istana Samara!""Bunuh!""Bertarung sampai mati, pantang mundur!""Bunuh Kamil si anjing tua pengkhianat!"Swing swing swing!Para tetua dan murid yang dipenuhi semangat mengabdi pada Istana Samara segera mengikuti Suryana untuk menyerbu. Berbagai artefak beterbangan dan memancarkan cahaya berwarna-warni serta aura yang menjulang ke langit, tetapi yang paling terasa adalah niat membunuh yang meluap-luap. Seluruh langit dan bumi seolah-olah dipenuhi olehnya."Ja ... jangan bunuh aku!" seru Kamil yang hendak mundur. Namun, tangan Ditto malah menepuknya dari belakang dan mendorongnya langsung ke tengah medan pertempuran. Hanya dalam sekejap mata, tubuhnya sudah dihantam artefak yang memenuhi langit hingga

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3387

    "Guru, karena Tetua Kamil nggak mau bantuan kita, aku rasa sebaiknya kita pergi saja. Biarkan Tetua Kamil selesaikan semua ini sendirian," kata Parus, Ketua Sekte Formasi Surgawi, sambil menggelengkan kepala dan ekspresi kecewa."Baik," jawab Ditto sambil menganggukkan kepala dan hendak berbalik pergi bersama rombongannya."Tunggu. Senior, jangan pergi. Aku akan ikuti saran Senior. Lagi pula, apa yang Senior bilang memang masuk akal. Dengan kemampuanku sendiri, aku memang nggak sanggup tundukkan mereka. Paling-paling nanti aku bina lagi murid-murid dan para tetua kepercayaanku. Nggak akan butuh waktu lama, Istana Samara akan kembali berjaya," kata Kamil yang segera menghentikan orang-orang itu.Kamil tentu saja tidak ingin Istana Samara yang akan segera diwariskan padanya hanya tinggal nama. Namun, jika Ditto dan yang lainnya benar-benar pergi, dia bisa langsung menebak para tetua dan Tetua Agung Istana Samara itu pasti akan membunuhnya hingga tak bersisa. Bahkan menghancurkan jiwa spi

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 712

    Tirta dan Irene kembali berkeliling di sekitar pusat perbelanjaan. Mereka memilih beberapa hadiah untuk Naura. Tirta juga memilihkan beberapa aksesori indah untuk Irene.Setelah menerima hadiah, Irene baru merasa puas. Dia tidak lagi mengomel karena Tirta yang "tidak setia"."Kak Irene, temani aku ke

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 728

    Suasana hati Shinta awalnya sangat baik. Dia mengira dirinya bisa mendapat Pil Kecantikan setelah bertemu Tirta. Dia ingin melihat sehebat apa khasiat pil itu.Siapa sangka, sebelum dirinya melangkah masuk, dia mendengar Darian hendak menangkap Tirta. Seketika, ekspresinya menjadi masam."Dik. Apa yan

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 812

    Sekitar satu jam kemudian, Tirta tiba di klinik. Namun, dia sedikit heran karena tidak melihat mobil polisi Susanti.Apa Susanti tahu dirinya tidak berada di tempat, jadi wanita itu pergi menyelidiki ke rumah sakit kota sendiri? Sambil membawa pertanyaan di hatinya, Tirta berjalan masuk ke klinik."Bi

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 749

    Tirta berkata sambil meletakkan jarum perak di meja kecil dekat tempat tidur, lalu menggulung lengan bajunya untuk memeriksa nadi Arum."Baiklah, tolong periksa apa yang bermasalah di tubuhku," kata Arum sambil menganggukkan kepala dan wajah merona. Dalam sekejap, tangannya yang putih mulus diulurkan

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status