Share

Bab 1843

Author: Hazel
Akhirnya, Linda bertanya dengan ekspresi polos, "Apa kamu bisa beri tahu aku lokasinya? Aku ingin langsung memberikan uangnya kepada kakanda."

Tirta berdeham, lalu berusaha tenang saat menimpali ke arah ponsel, "Itu ... Dik Linda, aku nggak butuh uang itu. Kamu simpan saja. Nggak usah temui aku lagi."

"Tunggu. Namamu Linda, 'kan? Aku dan Tirta duduk di kursi penonton barisan ketiga nomor 10. Kalau ada waktu, kamu datang sebentar. Tirta juga sangat membutuhkan uangmu. Kalau kamu nggak beri dia ua
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
hans
***** Lanjut
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3078

    Sebenarnya menurut aturan, orang dengan bakat serendah Tirta tidak akan diterima sebagai murid oleh Istana Samara.Karena orang seperti itu pada dasarnya mustahil memiliki pencapaian besar di masa depan. Kalaupun berkultivasi di sekte tingkat tertinggi, hal itu tetap tidak akan berubah.Namun, nenek tua itu berpikir, bagaimanapun Tirta adalah orang yang dipilih langsung oleh penguasa istana, jadi dia tidak mengusirnya begitu saja."Mencari guruku?" Tirta terpikir akan sesuatu, lalu dia mengangguk sambil berkata, "Baiklah."Dia memang perlu mendapatkan beberapa informasi dari Suryana secara tidak langsung."Suamiku, suruh Guru atur kamu masuk ke istana elemen emas juga. Dengan begitu, kita bisa bertemu setiap hari," kata Nova."Eh? Tetua Suryana belum kasih tahu kalian peraturan di sini ya?" tanya nenek tua itu dengan heran."Peraturan apa?" tanya Tirta."Antara murid pria dan wanita nggak boleh terlibat hubungan perasaan agar nggak mengganggu kultivasi. Karena kalian sudah menjadi muri

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3077

    Jangankan mendapatkan Mutiara Naga dan roh naga sejati, bahkan pendiri Istana Samara yang sangat hebat itu pun hanya memperoleh sepasang mata naga purba."Dewa yang dulu membimbing leluhur pernah menunjukkan kitab emas yang persis seperti itu kepadanya.""Sayangnya, keberuntungan leluhur kurang dalam, sehingga beliau nggak berhasil memahaminya dan akhirnya melewatkan kesempatan itu.""Tapi karena hal itu, leluhur juga memperoleh banyak pencerahan. Itu sebabnya basis kultivasinya kemudian melesat maju tanpa hambatan," jelas Afifah dengan emosional."Nggak kusangka setelah bertahun-tahun berlalu, aku masih punya kesempatan melihat kitab emas itu dengan mata kepalaku sendiri."Suryana bertanya dengan kaget, "Maksud Ketua, bocah itu juga mendapat petunjuk dari dewa?""Seharusnya begitu." Afifah berkata, "Karena itulah aku ingin menjalin hubungan baik dengannya dan memutuskan menggunakan pusaka rahasia peninggalan leluhur untuk memperbaiki bakatnya.""Tentu saja, itu juga bergantung apakah

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3076

    Mereka adalah kekuatan paling mengerikan di bawah tiga tanah suci besar. Yang paling utama, penyamaran mereka sangat sempurna dan sistem intelijen mereka juga sangat kuat. Selama bayarannya cukup besar, mereka berani membunuh siapa pun.Begitu suatu target telah diincar, kecuali target itu mati, tugas itu tidak akan pernah dihentikan.Dahulu pernah ada seorang Tetua Agung Istana Samara yang menyinggung Dinasti Pembunuh saat berlatih di luar. Pihak lawan bahkan menyamar menjadi salah satu tetua agung dan menyusup masuk ke Istana Samara.Kemudian, mereka secara diam-diam membunuh tetua agung itu beserta muridnya tanpa meninggalkan jejak.Itu adalah tragedi besar, sekaligus membuat nama Dinasti Pembunuh menjulang tinggi di dunia awani.Saat orang-orang Istana Samara menyadarinya, pembunuh itu sudah lama melarikan diri tanpa jejak. Meskipun setelahnya Istana Samara menghancurkan tiga markas Dinasti Pembunuh, tetua agung itu dan muridnya telah mati, tidak mungkin bisa hidup kembali.Karena

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3075

    Sang penguasa istana memberi perintah."Baik, Ketua."Begitu suara itu terdengar, seorang nenek tua segera berjalan masuk dari luar pintu dan berkata kepada Tirta serta yang lainnya, "Silakan ikut denganku.""Nggak perlu mengadakan upacara penerimaan murid?" tanya Tirta dengan penasaran.Nova dan Nivia juga merasa bingung. Di antara mereka, Arshala adalah yang paling heran.Jelas-jelas kultivasi sang penguasa istana berada di atas dirinya. Kalaupun dia memakai formasi untuk menyembunyikan diri, kemungkinan besar pihak lain tetap bisa menembusnya dalam sekali pandang.Namun, ternyata dia juga diterima masuk sebagai murid. Ini benar-benar tidak normal."Karena sudah bertemu Ketua dan mendapat izinnya, tentu nggak perlu lagi. Istana Samara nggak memiliki terlalu banyak aturan," kata Suryana."Nggak, nggak, Guru salah paham. Maksudku, upacara penerimaan murid memang nggak perlu diadakan. Tapi sebagai guru, setidaknya kamu harus kasih kami hadiah pertemuan yang lumayan bagus, 'kan?" Tirta m

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3074

    "Anak Muda, beraninya kamu bersikap begitu lancang pada Ketua. Dengan sikapmu yang begitu arogan, kurasa akan sulit bagiku menerimamu sebagai murid!"Sebelum sosok itu berbicara, Suryana sudah lebih dulu menatap Tirta dengan dingin sambil memarahinya.Padahal sebelumnya saat Tirta menggeledah tubuhnya, Suryana bahkan tidak semarah ini. Jelas, dia sedang memperingatkan Tirta, jangan sampai menyinggung penguasa istana!Dalam pandangannya, Tirta hanyalah bocah yang sama sekali tidak mengerti betapa mengerikannya pemimpin mereka dan itu bisa membuatnya celaka besar!"Aku arogan? Bukannya kamu tadi juga dengar? Jelas-jelas dia yang lebih dulu bilang bakatku jelek," ucap Tirta dengan acuh tak acuh."Memangnya yang dikatakan Ketua bukan fakta?" Suryana balik bertanya."Bakat itu bawaan lahir, sama sekali nggak bisa diubah setelah lahir. Kamu pikir aku ingin punya bakat jelek? Mengejek kekurangan bawaan orang lain, menurutmu ketua kalian itu sangat mulia?" Walaupun Tirta berbicara kepada Surya

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3073

    "Status tetua agungmu benar-benar nggak punya wibawa sama sekali ya?"Mendengar itu, kedua murid penjaga gunung langsung memandang Tirta dengan tidak senang. Namun, tampaknya demi menjaga wibawa Suryana, mereka tidak mengatakan apa-apa, hanya mendengus dingin."Jangan bicara sembarangan." Suryana mengernyit sambil memarahi, "Ini berkaitan dengan masa lalu menyakitkan di sekte kami. Nanti kamu akan tahu.""Baiklah." Tirta hanya bertanya asal saja. Karena pihak lain tidak ingin menjelaskan, dia juga tidak tertarik terus bertanya.Mereka mengikuti Suryana berjalan melintasi wilayah Istana Samara. Tak lama kemudian, mereka tiba di sebuah paviliun di lereng gunung.Terlihat Suryana mengeluarkan lempengan giok itu dan paviliun itu seketika memancarkan cahaya menyilaukan. Ternyata itu adalah sebuah formasi teleportasi.Sret! Begitu formasi teleportasi diaktifkan, cahaya berkilat, Tirta beserta rombongannya langsung menghilang dari tempat semula.Saat penglihatan mereka kembali normal, sebuah

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 761

    "Dik, Ini bahaya sekali. Sebaiknya kita pergi saja." Rauf dan Dhio adalah pelaku yang melukai harimau besar itu. Kini, mereka ketakutan hingga bercucuran keringat dingin saat melihat keganasan harimau. Apalagi, mereka tidak punya senjata sekarang."Kalian menjauh sedikit. Biar aku saja yang maju." Ti

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 722

    Enam triliun bukan jumlah yang kecil. Bank setempat pun tidak mau meminjamkan dana pada orang tua Aiko saat tahu bahwa perusahaan mereka hampir bangkrut.Jika orang tua Aiko memiliki cara lain, mereka juga tidak akan memohon Keluarga Sutejo untuk menjodohkan Billy dan Aiko.Di tengah keputusasaan Aiko

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 753

    "Jadi kamu pikir tubuh kecilmu itu bisa bertahan seharian? Setengah hari saja mungkin sudah ngos-ngosan. Nanti pas di bukit, kamu bakal tahu rasanya capek," ujar Tirta sambil mengangkat alis, mengingat pengalaman sebelumnya.Dia teringat saat Melati ikut ke bukit untuk mencari tanaman obat dengannya.

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 763

    iTirta tertawa terbahak-bahak, lalu menggendong ketiga anak harimau itu keluar dari gua. Harimau besar dan induk harimau mengikuti di belakang."Eee ... ini benar-benar sulit dipercaya. Jangan-jangan Tirta sebenarnya adalah siluman harimau? Kalau nggak, kenapa mereka begitu nurut padanya?"Ini adalah

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status