Partager

Bab 1712

Auteur: Hazel
"Aku nggak mau bertarung denganmu lagi. Ambil saja Tungku Petani Suci ini. Ke depannya jangan cari masalah denganku lagi! Aku nggak mungkin jadi penjaga rumahmu!" tegas anjing hitam.

Anjing hitam merasa gusar diserang Tirta. Meskipun tidak benar-benar terluka, sebagian bulunya terbakar hingga gosong. Salah satu kakinya juga membeku. Dia harus membuka segel jika ingin melawan Tirta.

Namun, anjing hitam berpikir sosok mengerikan di dalam tubuh Tirta pasti tidak akan diam saja begitu dia membuka se
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3178

    "Tuan. Semuanya cepat kemari, Tuan sudah kembali.""Tuan Tirta ....""Tuan Tirta benar-benar sudah kembali!"Beberapa wanita dari Negara Raigorou yang sedang sibuk bekerja di kebun buah adalah orang-orang yang melihat Tirta terlebih dulu. Sambil berlari mendekat, mereka berseru dengan penuh kegembiraan. Kini, mereka sudah tinggal di Negara Darsia cukup lama, sehingga kemampuan bahasa Darsia mereka juga sudah sangat jelas dan lancar."Hehe, sudah lama nggak bertemu. Kalian sepertinya sama sekali nggak berubah, ini agak nggak wajar. Ada yang butuh bantuanku untuk periksa perkembangan kondisi tubuh nggak?" kata Tirta sambil tersenyum."Aduh. Tuan ini benar-benar menyebalkan, baru bertemu saja sudah menggoda kami.""Kalau Tuan mau periksa tubuh kami, itu juga bukannya nggak boleh. Kami hanya takut Tuan nggak berani saja."Makin banyak wanita yang berdatangan, sehingga suasananya menjadi ramai dan sangat indah. Apalagi para wanita dari Negara Raigorou memiliki wajah yang tegas serta menawan

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3177

    "Baiklah. Kalau begitu, terima kasih banyak," kata Tirta yang tidak memaksa lagi sambil tersenyum, lalu memimpin para wanitanya berjalan menuju bagian dalam Desa Persik Saat terakhir kali Tirta datang ke sini, Arshala telah menggunakan banyak tulang formasi untuk membangun formasi pelindung desa yang sangat kuat. Roh formasi itu berwujud seorang gadis kecil.Begitu melihat Tirta kembali bersama para wanita, roh formasi itu langsung melambaikan tangannya. Setelah itu, sebuah celah langsung terbuka pada formasi besar itu.Setelah Tirta dan rombongannya masuk, gadis kecil itu kembali melambaikan tangannya dan sosok Tirta serta yang lainnya langsung menghilang tanpa jejak."Waduh. Desa Persik ini benar-benar ajaib sama seperti yang diceritakan orang-orang," gumam sopir itu yang memastikan dirinya tidak salah lihat dan tidak berhalusinasi.Karena tidak berani berlama-lama di sana, sopir itu segera menyalakan mobil dan pergi meninggalkan tempat itu. Setelah melaju sekitar puluhan mil, dia m

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3176

    "Tirta, saat kembali lagi nanti, kamu harus tinggal lebih lama. Kalau memang nggak perlu, jangan terus berkeliaran. Sekeluarga bisa tinggal bersama dengan damai jauh lebih penting daripada apa pun."Sebelum berpisah, air mata Shazana, Orion, dan juga Prita pun terus mengalir. Bahkan Saba, Yahsva, dan juga Gaurav juga datang untuk mengantar kepergian Tirta.Saat menaiki pesawat, mata Tirta masih berkaca-kaca. Dia sebenarnya juga ingin selalu tinggal di sisi kedua orang tuanya. Namun, karena telah menerima warisan dari ketua Istana Batara, dia harus menyelesaikan sebab akibat yang menyertainya."Aku harus jadi lebih kuat. Hanya dengan segera selesaikan semua sebab akibat ini, aku baru bisa lebih cepat pulang dan jalani kehidupan yang tenang," pikir Tirta dalam hati.Selain Irena dan Yumika, Devika, Marila, dan Shinta juga ikut menemani Tirta dalam perjalanan kali ini menuju Desa Persik. Tujuan mereka adalah agar bisa menghabiskan lebih banyak waktu bersama dengan Tirta.Setelah perjalana

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3175

    Saat Prita mundur selangkah, Tirta maju selangkah. Tak lama kemudian, dia sudah terpojok di sudut dinding dan tubuhnya meringkuk seperti anak kucing kecil."Aku ... nggak mau mencobanya denganmu. Punyamu begitu besar, aku pasti akan mati," kata Prita yang terlihat seperti seorang tahanan yang menunggu hukuman di tempat eksekusi. Namun, dia adalah tahanan wanita yang sangat cantik dan sangat kasihan. Dengan rasa cemas sekaligus menyimpan sedikit harapan, dia memejamkan matanya."Wah. Paman Prita, kamu bahkan sudah tahu ini. Hmm, sepertinya waktunya memang sudah tepat. Ayo. Aku buat kamu merasakan sendiri, biar kamu lihat apa itu bisa buat kamu mati atau nggak," kata Tirta yang justru merasa harus mencobanya saat melihat reaksi Prita. Dia langsung menggendong Prita dan membawanya ke kamar tempat wanita itu beristirahat.Beberapa saat kemudian, hari sudah menjelang sore dan itu sekitar pukul tiga atau empat.Prita memeluk Tirta dengan erat, lalu bergumam, "Tirta, kamu ini benar-benar jaha

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3174

    "Eh, aku nggak mau. Kamu pasti punya niat buruk, ini jelas hanya alasanmu yang mengincar tubuhku," kata Prita sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada untuk melindungi bagian vitalnya sambil menatap Tirta dengan tatapan waspada."Paman Prita, penilaianmu padaku terlalu buruk. Aku sudah punya begitu banyak wanita, untuk apa aku masih repot-repot datang untuk menipumu? Memangnya apa untungnya bagiku?" balas Tirta sambil merentangkan kedua tangannya."Benarkah?" tanya Prita. Melihat Tirta berbicara dengan begitu tulus, entah mengapa dia malah merasa sedikit tidak nyaman. Bagaimanapun juga, dia pun termasuk gadis yang sangat cantik, mana mungkin dia tidak memiliki daya tarik di mata Tirta."Tentu saja benar," kata Tirta."Baiklah. Kalau kamu memang mau tunjukkan sesuatu, tunjukkan saja di sini," kata Prita sambil memainkan sehelai rambutnya dengan jarinya dan cemberut."Sebenarnya bukan apa-apa, aku hanya punya 100 batu spiritual kualitas terbaik. Aku mau titip kamu untuk disimpan

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3173

    "Tunjukkan rasa terima kasih apa? Aku sudah jadi istrimu. Jangan-jangan kamu masih mau memeras batu spiritual dan obat spiritual dariku?" tanya Irena sambil mengernyitkan alis."Tentu saja nggak, aku mana begitu tega. Maksudku, di sini kan pemandangannya indah, burung-burung berkicau, dan bunga-bunga bermekaran. Bagaimana kalau kalian temani aku lakukan sesuatu yang lebih berarti?" kata Tirta sambil tersenyum."Sesuatu yang berarti ...."Irena masih belum memahami maksud dari ucapan Tirta, tetapi wajah Yumika sudah langsung berubah. Dia langsung mengendalikan pedangnya dan segera terbang meninggalkan tempat itu."Yumika, kenapa kamu lari?" tanya Irena yang kebingungan."Hehe. Nggak apa-apa, nggak akan bisa pergi jauh. Pada akhirnya, Kak Yumika tetap akan jatuh ke tanganku dengan patuh. Tapi Sayang, sekarang giliranmu yang akan diuji," jawab Tirta.Irena langsung mengeluh, "Ah! Dasar bajingan! Kamu masih berani bilang kamu nggak tega. Kamu ini bukan manusia, kamu ini binatang berbentuk

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1264

    Orang yang berbicara adalah ibunya Camila, Davina. Begitu Davina melontarkan ucapannya, suasana di aula menjadi canggung. Tentu saja semua orang tahu Davina sengaja menyindir Darwan, Tirta, dan lainnya. Dia ingin mempermalukan Darwan dan lainnya di depan umum.Hanya saja, semua tamu di aula datang u

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1266

    "Baiklah ...." Darwan tahu Tirta pasti tidak bisa menelan amarah ini begitu saja. Sekarang dia tidak mengamuk karena menghormati Bella dan dirinya, makanya dia memilih untuk tidak banyak bicara lagi.Terlebih lagi, dia sendiri sangat mendukung tindakan Tirta untuk memberi pelajaran kepada Davina dan

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1362

    "Pak Tirta, aku sudah sampaikan beritanya ke kantor kepolisian Provinsi Naru. Tapi, sepertinya pencarian baru bisa dilakukan besok. Soalnya sekarang sudah tengah malam.""Di daerah Provinsi Naru banyak pegunungan, jadi susah kalau harus cari orang malam-malam ...." Melihat Selina turun dari mobil t

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1359

    "Hah? Tirta mau ke sini? Tapi tadi Ibu sudah telepon nenekmu. Katanya kita disuruh jalan sedikit lagi, nggak jauh dari sini ada sebuah kota kecil. Dari sana kita bisa langsung naik mobil ke Desa Benad," kata Yuli yang baru saja mengakhiri panggilan dan tampak sedikit terkejut."Tempat ini terpencil

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status