Share

Bab 1871

Author: Hazel
Orion masih ingin menolak. Bella menghampirinya dan membujuk, "Paman, mereka yang bersikeras memberikan uang ini. Paman terima saja. Orang lain yang menginginkan uang ini juga nggak punya kesempatan."

Saat bicara, Bella melihat Tirta sekilas dengan mata berbinar-binar. Mata Bella sangat jernih bagaikan bintang di langit.

Orion adalah orang yang berpendirian kuat. Namun, akhirnya dia tidak menolak lagi. Orion berucap, "Oke ... aku terima uangnya."

Sekitar 1 jam kemudian, ribuan cek baru selesai d
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3178

    "Tuan. Semuanya cepat kemari, Tuan sudah kembali.""Tuan Tirta ....""Tuan Tirta benar-benar sudah kembali!"Beberapa wanita dari Negara Raigorou yang sedang sibuk bekerja di kebun buah adalah orang-orang yang melihat Tirta terlebih dulu. Sambil berlari mendekat, mereka berseru dengan penuh kegembiraan. Kini, mereka sudah tinggal di Negara Darsia cukup lama, sehingga kemampuan bahasa Darsia mereka juga sudah sangat jelas dan lancar."Hehe, sudah lama nggak bertemu. Kalian sepertinya sama sekali nggak berubah, ini agak nggak wajar. Ada yang butuh bantuanku untuk periksa perkembangan kondisi tubuh nggak?" kata Tirta sambil tersenyum."Aduh. Tuan ini benar-benar menyebalkan, baru bertemu saja sudah menggoda kami.""Kalau Tuan mau periksa tubuh kami, itu juga bukannya nggak boleh. Kami hanya takut Tuan nggak berani saja."Makin banyak wanita yang berdatangan, sehingga suasananya menjadi ramai dan sangat indah. Apalagi para wanita dari Negara Raigorou memiliki wajah yang tegas serta menawan

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3177

    "Baiklah. Kalau begitu, terima kasih banyak," kata Tirta yang tidak memaksa lagi sambil tersenyum, lalu memimpin para wanitanya berjalan menuju bagian dalam Desa Persik Saat terakhir kali Tirta datang ke sini, Arshala telah menggunakan banyak tulang formasi untuk membangun formasi pelindung desa yang sangat kuat. Roh formasi itu berwujud seorang gadis kecil.Begitu melihat Tirta kembali bersama para wanita, roh formasi itu langsung melambaikan tangannya. Setelah itu, sebuah celah langsung terbuka pada formasi besar itu.Setelah Tirta dan rombongannya masuk, gadis kecil itu kembali melambaikan tangannya dan sosok Tirta serta yang lainnya langsung menghilang tanpa jejak."Waduh. Desa Persik ini benar-benar ajaib sama seperti yang diceritakan orang-orang," gumam sopir itu yang memastikan dirinya tidak salah lihat dan tidak berhalusinasi.Karena tidak berani berlama-lama di sana, sopir itu segera menyalakan mobil dan pergi meninggalkan tempat itu. Setelah melaju sekitar puluhan mil, dia m

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3176

    "Tirta, saat kembali lagi nanti, kamu harus tinggal lebih lama. Kalau memang nggak perlu, jangan terus berkeliaran. Sekeluarga bisa tinggal bersama dengan damai jauh lebih penting daripada apa pun."Sebelum berpisah, air mata Shazana, Orion, dan juga Prita pun terus mengalir. Bahkan Saba, Yahsva, dan juga Gaurav juga datang untuk mengantar kepergian Tirta.Saat menaiki pesawat, mata Tirta masih berkaca-kaca. Dia sebenarnya juga ingin selalu tinggal di sisi kedua orang tuanya. Namun, karena telah menerima warisan dari ketua Istana Batara, dia harus menyelesaikan sebab akibat yang menyertainya."Aku harus jadi lebih kuat. Hanya dengan segera selesaikan semua sebab akibat ini, aku baru bisa lebih cepat pulang dan jalani kehidupan yang tenang," pikir Tirta dalam hati.Selain Irena dan Yumika, Devika, Marila, dan Shinta juga ikut menemani Tirta dalam perjalanan kali ini menuju Desa Persik. Tujuan mereka adalah agar bisa menghabiskan lebih banyak waktu bersama dengan Tirta.Setelah perjalana

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3175

    Saat Prita mundur selangkah, Tirta maju selangkah. Tak lama kemudian, dia sudah terpojok di sudut dinding dan tubuhnya meringkuk seperti anak kucing kecil."Aku ... nggak mau mencobanya denganmu. Punyamu begitu besar, aku pasti akan mati," kata Prita yang terlihat seperti seorang tahanan yang menunggu hukuman di tempat eksekusi. Namun, dia adalah tahanan wanita yang sangat cantik dan sangat kasihan. Dengan rasa cemas sekaligus menyimpan sedikit harapan, dia memejamkan matanya."Wah. Paman Prita, kamu bahkan sudah tahu ini. Hmm, sepertinya waktunya memang sudah tepat. Ayo. Aku buat kamu merasakan sendiri, biar kamu lihat apa itu bisa buat kamu mati atau nggak," kata Tirta yang justru merasa harus mencobanya saat melihat reaksi Prita. Dia langsung menggendong Prita dan membawanya ke kamar tempat wanita itu beristirahat.Beberapa saat kemudian, hari sudah menjelang sore dan itu sekitar pukul tiga atau empat.Prita memeluk Tirta dengan erat, lalu bergumam, "Tirta, kamu ini benar-benar jaha

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3174

    "Eh, aku nggak mau. Kamu pasti punya niat buruk, ini jelas hanya alasanmu yang mengincar tubuhku," kata Prita sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada untuk melindungi bagian vitalnya sambil menatap Tirta dengan tatapan waspada."Paman Prita, penilaianmu padaku terlalu buruk. Aku sudah punya begitu banyak wanita, untuk apa aku masih repot-repot datang untuk menipumu? Memangnya apa untungnya bagiku?" balas Tirta sambil merentangkan kedua tangannya."Benarkah?" tanya Prita. Melihat Tirta berbicara dengan begitu tulus, entah mengapa dia malah merasa sedikit tidak nyaman. Bagaimanapun juga, dia pun termasuk gadis yang sangat cantik, mana mungkin dia tidak memiliki daya tarik di mata Tirta."Tentu saja benar," kata Tirta."Baiklah. Kalau kamu memang mau tunjukkan sesuatu, tunjukkan saja di sini," kata Prita sambil memainkan sehelai rambutnya dengan jarinya dan cemberut."Sebenarnya bukan apa-apa, aku hanya punya 100 batu spiritual kualitas terbaik. Aku mau titip kamu untuk disimpan

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3173

    "Tunjukkan rasa terima kasih apa? Aku sudah jadi istrimu. Jangan-jangan kamu masih mau memeras batu spiritual dan obat spiritual dariku?" tanya Irena sambil mengernyitkan alis."Tentu saja nggak, aku mana begitu tega. Maksudku, di sini kan pemandangannya indah, burung-burung berkicau, dan bunga-bunga bermekaran. Bagaimana kalau kalian temani aku lakukan sesuatu yang lebih berarti?" kata Tirta sambil tersenyum."Sesuatu yang berarti ...."Irena masih belum memahami maksud dari ucapan Tirta, tetapi wajah Yumika sudah langsung berubah. Dia langsung mengendalikan pedangnya dan segera terbang meninggalkan tempat itu."Yumika, kenapa kamu lari?" tanya Irena yang kebingungan."Hehe. Nggak apa-apa, nggak akan bisa pergi jauh. Pada akhirnya, Kak Yumika tetap akan jatuh ke tanganku dengan patuh. Tapi Sayang, sekarang giliranmu yang akan diuji," jawab Tirta.Irena langsung mengeluh, "Ah! Dasar bajingan! Kamu masih berani bilang kamu nggak tega. Kamu ini bukan manusia, kamu ini binatang berbentuk

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1429

    Irene berujar, "Aku ... aku juga bisa kok. Meskipun sebenarnya aku nggak pernah terpikir buat benar-benar bersama Tirta. Bagaimanapun, aku dan dia sudah punya ikatan perasaan sejak dulu. Aku juga berharap dia bisa cepat pulih. Hanya saja, orangnya banyak banget. Aku takut ... takut nanti aku ...."I

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1455

    Yasmin tidak bercanda. Setelah meninggalkan kamar Bella, dia membereskan barangnya. Yasmin mengikuti alamat yang diberitahukan Tirta sebelumnya dan diam-diam keluar dari vila Keluarga Purnomo. Dia pergi ke Desa Persik sendirian untuk mencari Tirta.Sekarang Yasmin sudah berkultivasi. Dia tidak takut

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1452

    Setelah Tirta melontarkan perkataannya, lingkaran cahaya berkabut yang tidak dapat dilihat secara kasatmata menyelimuti daerah sejauh puluhan kilometer di Desa Persik. Belasan pegunungan yang luas juga diselimuti lingkaran cahaya itu.Bahkan, di daerah paling atas Desa Persik terdapat bayangan samar

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1496

    Jika jawaban Tirta bisa membuat Bella puas, tentu saja Bella akan menelepon Darwan untuk memberitahunya kabar ini."Tentu saja bukan begitu. Bella, bukan itu maksudku. Aku cuma nggak ingin Paman Darwan khawatir," ucap Tirta.Tirta yang tidak mengetahui kebenaran seketika merasa gugup setelah mendeng

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status