Partager

Bab 1975

Auteur: Hazel
Murid lain tentu sudah menjadi mayat. Sementara itu, Tirta tidak terluka sedikit pun. Dia tetap menghampiri para murid dengan ekspresi datar.

Belasan murid Sekte Mujarab ketakutan. Mereka baru menyadari Tirta sangat mengerikan. Para murid segera berlari ke arah ketua Sekte Mujarab dan kedua tetua sambil berseru.

"Ah ... pemuda ini nggak mati! Bukan cuma itu, dia juga membunuh kakak dan adik seperguruan kita dalam sekejap!"

"Pak, tolong kami! Kami nggak mau mati!"

Sebelum para murid mendekatinya,
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3452

    Ternyata, posisi Tirta dan Selvi saat ini tepat berada di atas lokasi Paviliun Ufuk yang sekarang, setelah dikirim oleh formasi teleportasi. Namun, saat mereka melihat ke bawah, formasi pelindung sudah hancur dan bangunan megah milik sekte telah dihantam hingga porak-poranda serta menjadi reruntuhan.Selain itu, sosok-sosok hitam yang bagaikan iblis itu sedang merenggut nyawa satu per satu anggota Paviliun Ufuk dengan kejam. Priya dan ayahnya bersama para tetua dan murid lainnya telah dipaksa berkumpul dalam satu kelompok di bawah Tirta dan Selvi. Dengan darah yang menggenang di mana-mana, pemandangan itu benar-benar terlihat mengerikan."Iblis! Binatang! Berhenti sekarang juga!" teriak Tirta yang sudah tidak mampu menahan diri lagi dan langsung marah.........Tepat saat Tirta dan Selvi masih sedang mencari formasi teleportasi, Sodam sudah membawa dua puluhan roh ganas dan muncul di atas Paviliun Ufuk dengan kuat. Radif juga sedang menyerahkan peta bintang untuk menyerah."Radif tua

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3451

    "Tempat ini memang di wilayah timur dunia awani, tapi pasti ada mata laut jauh di bawah tanah yang terhubung dengan lokasi Paviliun Ufuk saat ini. Kalau nggak, mereka juga nggak mungkin susah payah pindahkan sekte dari sini ke wilayah utara yang begitu jauh," jelas Selvi.Mendengar itu, Tirta merasa tercengang. Namun setelah dipikir-pikir, perkataan Selvi memang bukan tanpa alasan. Meskipun terdengar cukup tidak masuk akal.Meskipun berpikir demikian, keduanya tetap tidak membuang waktu dan langsung masuk ke dalam laut. Air laut berwarna biru serta sangat jernih dan berbagai monster laut biasa berenang dengan cepat di dalam air, seolah-olah sedang menghindari dua tamu tak diundang ini.Alasan utamanya adalah kesadaran spiritual Selvi yang menyebar ke segala arah. Meskipun tidak ingin melarikan diri, para monster itu juga tidak memiliki pilihan lain."Di bawah sana memang ada mata laut. Bocah, tebakanku tepat. Formasi teleportasinya pasti ada di bawah sana," kata Selvi sambil menunjuk t

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3450

    Mendengar perkataan Selvi, Tirta juga mulai merasa sedikit gelisah. Dia berpikir jika sejak awal tahu ada kemungkinan seperti ini, mungkin lebih baik membawa Lavanya bersamanya.Namun, setelah kejadian sebelumnya saat Lavanya jatuh ke tangan Dinasti Pembunuh dan hampir terjadi sesuatu yang tak bisa diperbaiki, Tirta benar-benar tidak ingin kejadian seperti itu terulang lagi. Oleh karena itu, kali ini dia hanya membawa Selvi seorang. Sementara itu, Irena dan Yumika ditinggalkan di tempat yang aman."Saat ini, Nova dan Arshala juga harusnya sudah kembali dengan selamat ke Istana Samara, 'kan?" gumam Tirta. Setelah teringat dengan Irena, dia tentu saja juga teringat dengan Nova, Arshala, dan gadis kecil bernama Nivia.Namun, Tirta tidak begitu mengkhawatirkan keselamatan ketiga wanita itu karena kini Sekte Bulan Berdarah pada dasarnya sudah musnah sepenuhnya. Dinasti Pembunuh pun sudah tidak menargetkan Istana Samara lagi dan Sekte Formasi Surgawi yang penuh ambisi itu juga telah kehilang

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3449

    Namun, tepat pada saat itu, tiba-tiba terjadi perubahan yang tak terduga.Entah sejak kapan, sudah muncul satu per satu sosok aneh yang tubuhnya diselimuti aura hitam di atas formasi pelindung. Mereka sekilas terlihat seperti orang-orang dari Sekte Bulan Berdarah, tetapi mereka sangat berbeda jika diperhatikan lebih teliti. Mereka adalah para roh ganas yang sebelumnya dipenjara di reruntuhan surgawi dan telah dibebaskan Sodam. Jumlah mereka ada dua puluhan orang.Selain itu, soal tingkat kultivasi kelompok itu. Meskipun baru beberapa hari berlalu, kekuatan mereka sudah pulih hingga tingkat yang sangat mengerikan. Hampir setengah dari mereka telah kembali mencapai tingkat pencapaian agung. Sodam bahkan langsung melewati tingkat pencapaian agung tahap awal dan mencapai batas berikutnya, yaitu tahap menengah."Paviliun Ufuk ... Priya. Huh. Saatnya aku balas dendam akhirnya tiba juga. Hanya sebuah formasi pelindung seperti ini, sekarang sudah nggak mampu halangi aku lagi," kata Sodam, soso

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3448

    Teriakan itu membuat banyak tetua secara refleks mengira Radif sedang mempermainkan mereka. Mereka mengira dia ingin memanfaatkan kesempatan saat perhatian semua orang teralih untuk langsung melarikan diri.Namun, di antara tujuh Tetua Agung itu, tetap ada yang tidak bisa menahan diri untuk menoleh ke belakang. Mereka melihat sosok-sosok yang datang itu memang para tetua yang sebelumnya keluar dari aula utama dan sedang bergegas ke arah sini dengan ekspresi penuh amarah."Gawat, mereka benar-benar datang.""Dan jumlah mereka ada empat belas orang. Tetua Radif, kita harus segera pergi."Karena pihak lawan unggul dalam jumlah dan pihak mereka sendiri berada di posisi yang kalah, Radif dan kelompoknya tentu saja tidak ada yang berani bentrok secara langsung. Mereka yang mulai panik pun buru-buru berbalik dan hendak meninggalkan tempat itu untuk menghindari konflik. Namun, saat mereka berbalik, Radif sudah tidak berada di tempat semula.Swoosh!"Sialan! Orang tua itu benar-benar menipu kit

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3447

    "Penyebab utama berakhirnya era surgawi kemungkinan besar adalah roh-roh ganas yang tersegel di dalam buku rahasia, seperti yang diceritakan Priya. Kalau mau tahu detail sebenarnya sekarang, mungkin kita hanya bisa dapatkan jawabannya dari Pegunungan Belantara atau wilayah terlarang Laut Utara. Tapi, itu sama sekali nggak mungkin dilakukan."Setelah mendengar penjelasan tetua itu dalam diam, Zuhair mengepalkan jemarinya erat-erat. Dengan perasaan tak berdaya dan penuh penyesalan, dia berkata, "Kalau begitu ... apa yang dikatakan Priya pada dasarnya memang benar. Menghadapi sosok sekuat itu, Paviliun Ufuk yang merupakan salah satu dari tiga tanah suci dan punya kedudukan luar biasa pun nggak mampu melawannya.""Kita hanya bisa bekerja sama dengan tanah suci lainnya atau tinggalkan sekte untuk sementara waktu, lalu bersembunyi."Tetua senior lainnya yang adalah gurunya Zuhair pun ekspresinya terlihat tidak santai. Sambil mondar-mandir, dia berkata, "Zuhair, meskipun kamu ikuti perkataan

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1936

    Gadis harimau putih menyeka air matanya dan menjawab dengan ekspresi sedih, "Itu giok berisi banyak teknik yang ditinggalkan pemurni energi ras manusia. Nggak ada barang lain lagi ...." "Mengenai batu spiritual, obat spiritual, dan artefak yang kamu bilang, semua itu ada di tempat terlarang Sekte A

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 361

    Irene malah menyetujui persyaratan yang begitu tidak adil. Hal ini membuat Afrian tertegun sejenak, lalu menoleh pada Tirta. "Tirta, bagaimana menurutmu?"Tirta mengangguk. "Aku nggak keberatan. Lagi pula aku nggak akan kalah. Biarkan orang kampungan ini membuka wawasannya." Bisa memenangkan satu tri

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 391

    Aina berlari sambil menangis. Dia benar-benar menyesal telah menyinggung Tirta. Tirta adalah tipe orang yang pasti akan membalas dendam jika disinggung. Pelajaran dari kejadian sebelumnya seharusnya membuatnya berhati-hati, tetapi sekarang sudah terlambat.Yang membuatnya semakin putus asa adalah dil

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 203

    "Nggak apa-apa, Kak. Tenang saja!" ujar Tirta lagi sambil menepuk pundaknya saat melihat Arum terkejut."Ya ... aku akan tenang!" Tiba-tiba, muncul sebuah pemikiran dalam benak Arum! Tirta yang mengocok kartu ini dengan menggunakan tangannya! Meski Arum sendiri tidak mengerti bagaimana caranya, dia t

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status