LOGIN"Hari ini akan kubuat kamu melihat dengan jelas, betapa jauhnya perbedaan antara tingkat penebas dewa tahap awal dan tingkat penebas dewa tahap akhir!" Lorenzo sama sekali tidak marah. Dia bahkan mencibir.Kemudian, sebuah tangan hitam pekat menjulur ke depan, berubah menjadi telapak tangan raksasa berdiameter ratusan meter, lalu menghantam turun seperti gunung iblis!Bum! Ruang hampa pun meraung, seolah pada detik berikutnya akan pecah dan runtuh seperti kaca."Aku sudah bilang, kamu masih belum cukup kuat. Sama sekali belum cukup."Wajah Tirta tetap tenang tanpa sedikit pun perubahan. Bahkan, dia tidak menggunakan ilmu rahasianya. Dia hanya melayangkan satu pukulan dengan jurus Guncangan Seluruh Langit.Bam! Energi pedang yang dahsyat langsung menebas telapak tangan lelaki tua itu hingga putus. Darah hitam pun mengalir dan langsung mengikis tanah, meninggalkan lubang-lubang tak beraturan."Ck, ck. Pantas saja kamu begitu percaya diri. Ternyata memang punya sedikit kemampuan. Baiklah.
Nama asli penasihat negara muda itu adalah Kaysan. Dia bukan anak haram Ketua Sekte Asura, melainkan putra bungsu yang baru dilahirkan oleh Ketua Sekte Asura di usia senjanya.Di antara banyaknya putra sang Ketua Sekte Asura, Kaysan memiliki gaya bertindak yang paling mirip dengannya. Tak mengherankan jika Kaysan menjadi putra yang paling disayang.Karena sudah cukup lama tinggal di sekte, Kaysan pun keluar dan menikmati kebebasannya. Ketua Sekte Asura bahkan secara khusus mengutus seorang lelaki tua yang berada di tingkat penebas dewa tahap akhir untuk diam-diam melindunginya."Nggak masalah. Tuan nggak perlu khawatir. Dalam sepuluh jurus, aku pasti akan memenggal kepala bocah ini dan membawanya ke hadapan Tuan."Dari sudut ruangan, seorang lelaki tua bertubuh kurus kering, dengan rambut yang bahkan hanya tersisa beberapa helai, tiba-tiba muncul di dalam aula dengan tubuh membungkuk. Tawanya terdengar serak.Melihat Kaysan masih tampak tidak terima, Lorenzo kembali menghiburnya. "Tuan
Kematian sebenarnya tidak menakutkan. Jika seseorang bisa langsung mati tanpa merasakan sakit apa pun, mungkin kematian itu justru adalah sebuah bentuk pelepasan yang terbaik. Namun, proses menunggu kematian itu yang sangat mengerikan, seperti para pejabat sipil dan militer yang melarikan diri dan kini berhasil dikejar Tirta.Saat ini, para pejabat itu sudah tidak mempertahankan sedikit pun wibawa mereka sebagai pejabat lagi, melainkan sudah seperti anjing yang kehilangan majikan. Mereka berusaha memeluk kaki Tirta sambil menangis tersedu-sedu dan memohon belas kasihan dengan hina.Pufft pufft pufft!"Dinasti Darminan bukan milik kalian, jadi kalian nggak berhak bilang hal-hal seperti itu padaku," kata Tirta dengan ekspresi yang tetap dingin.Kekuatan spiritual berkelebat dari ujung jari Tirta, lalu berubah menjadi beberapa energi pedang yang langsung menghancurkan pusat energi para pejabat itu dan memutus urat tangan serta kaki mereka. Dia membuat mereka menjadi orang cacat sepenuhnya
Kembali ke pihak Tirta.Saat melihat naga darah raksasa itu membuka mulut lebar-lebar dan terbang turun, Yuna yang berada di belakang jelas merasakan aura kematian menyelimuti seluruh tubuhnya. Dia sama sekali tidak mampu membangkitkan sedikit pun niatnya untuk melawan. Tubuh dan jiwanya seolah-olah tidak mampu menahan tekanan dan hampir retak sedikit demi sedikit.Ini benar-benar serangan yang setara dengan tingkat penebas dewa. Kekuatan itu diperoleh dengan mengekstraksi esensi darah dari dua puluhan ribu prajurit, lalu menyatukannya menjadi satu serangan.Namun, pada saat yang bersamaan, jurus yang melanggar kewajaran seperti ini tentu saja memiliki harga yang sangat besar. Setiap kali menggunakannya, para prajurit itu setidaknya harus kehilangan sepuluh tahun lebih umur mereka.Hanya saja, meskipun para prajurit itu mati setelah menggunakan jurus ini, para pejabat sipil dan militer serta Penasihat Negara muda di dalam Aula Fenglis itu juga sama sekali tidak peduli. Selama mereka bi
Dalam radius sepuluh meter di sekitar, hanya ada Tirta dan Yuna."Siapa pun yang bersedia kembali ke jalan yang benar, hancurkan kultivasi kalian sendiri dan potong satu lengan untuk menebus dosa. Aku akan ampuni nyawa kalian," kata Tirta dengan tenang sambil melihat seluruh orang. Suaranya tidak keras, tetapi puluhan ribu prajurit yang berada di tempat itu bisa mendengarnya dengan sangat jelas."Kenapa kalian masih bengong? Cepat serang bersama-sama dan bunuh pemberontak ini untukku.""Kalian lupa siapa yang berikan kemewahan dan kekayaan yang kalian nikmati sekarang?""Itu semua dari Penasihat Negara. Sekarang waktunya kalian balas jasanya. Siapa pun yang bisa bunuh pemberontak ini akan diberi hadiah, dianugerahi gelar bangsawan, dan dapat wanita cantik serta kediaman."Melihat semuanya sudah terbongkar, beberapa pejabat sipil dan militer yang tersisa pun tidak menyembunyikan niat mereka lagi. Satu per satu dari mereka mundur sambil terus berteriak dan menunjukkan ekspresi buas merek
Mendengar Tirta setuju untuk berunding dengan orang-orang itu, hati Yuna langsung bergetar. Rasanya seperti kehilangan pijakan, lalu jatuh ke jurang sedalam puluhan ribu meter.Sehebat apa pun seorang kultivator, mereka juga seorang manusia. Mereka juga memiliki emosi serta keinginan dan bisa tergoda kemewahan serta kekayaan. Namun, Yuna tidak menyangka Tirta tiba-tiba mengalihkan arah pembicaraan dan jelas-jelas sedang mempermainkan pihak lawan.Hal itu benar-benar membuat Yuna merasa seperti menemukan jalan keluar setelah berada di ujung jurang putus asa. Hanya dengan beberapa kalimat sederhana dari Tirta, suasana hatinya tanpa sadar sudah ikut terombang-ambing."Uhuk uhuk ....""Anak Muda, arak ini memang disiapkan khusus untukmu, kami mana mungkin punya kehormatan untuk minum itu.""Masalah ini tentu saja ada kesalahan dari pihak kami juga. Tadi kami memang nggak seharusnya kirim orang untuk menghalangimu. Begini saja. Kalau kamu mau kami minum ini sebagai permintaan maaf, bagaiman
"Gila .... Wanita ini kelihatannya cantik, tapi kejam banget!""Aku bahkan bisa mendengar suara sesuatu pecah tadi. Untung tadi aku nggak coba mendekatinya!""Cuma kejam nggak cukup. Yang dia pukul itu Doddy.""Ayahnya punya saham di semua toko emas lantai ini. Dia kaya dan punya pengaruh besar!""A
Pada akhirnya, suasana di kantor polisi menjadi sunyi senyap. Dari ibu kota provinsi, yang tersisa hanya Amal yang tidak sadarkan diri dan Budi yang mengikuti di belakang Tirta tanpa mengatakan apa pun sejak tadi.Lutfi menyuruh pengawalnya untuk mengangkat Amal ke tumpukan sampah yang tidak jauh dar
Taymur yang kaget berkomentar, "Pemahaman pemuda ini sangat mengerikan. Padahal dia baru pertama kali menghadapi teknik andalan sekte kita, tapi dia bisa langsung menemukan cara untuk melawannya dalam waktu singkat!'Kael menghela napas dan menimpali, "Masalahnya tubuh pemuda itu terlalu tangguh. Or
Memang terdapat segumpal awan hitam yang pekat di langit. Warnanya sangat gelap sampai-sampai terlihat seperti lubang besar yang menggantung di langit.Walaupun sekarang awan hitam itu tidak begitu mengerikan seperti kemarin, suara petir yang menggelegar tetap terdengar tanpa henti. Suaranya benar-b







