Share

Bab 2774

Auteur: Hazel
Tirta merasa ekspresi Kamala yang malu sangat menawan. Dia menggodanya, "Cantik, omonganmu agak ambigu. Kamu mau lakukan apa setelah tunggu aku ganti baju?"

Kamala makin malu sehingga tetap menunduk. Dia mengalihkan topik pembicaraan, "Aku nggak mau melakukan apa-apa. Setelah kamu ganti baju, kita bisa pergi ke tempat tujuan selanjutnya. Sebenarnya kamu lebih familier dengan tempat ini daripada aku."

Kamala merasa pandangan Tirta terhadapnya mulai berubah. Tatapan Tirta menjadi intens. Apa Kamal
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Latest chapter

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3066

    Begitu pedang itu dikeluarkan oleh Tirta, kabut hitam pekat mulai menyebar. Meskipun tidak sepekat yang ada di Tebing Maut, kabut itu tetap membawa kekuatan misterius yang mengerikan.Ruang hampa yang sebelumnya hancur di sekitar Tirta pun terpengaruh, lalu kembali pulih ke bentuk semula.Buzz! Pedang kecil itu bergetar pelan, secara otomatis menyerap dan mengeluarkan energi spiritual langit dan bumi. Hukum alam yang terukir di dalamnya ikut teraktifkan sebagian.Dalam radius 50 kilometer, segala sesuatu yang berwujud bergetar, ketakutan, seolah-olah ingin tunduk tanpa sadar."Senjata pusaka apa itu? Hanya aura yang terpancar secara alami saja sudah membuat orang merasa sangat gelisah!""Anak ini sebenarnya berasal dari mana? Senjatanya terlalu hebat!"Pupil wanita bergaun putih menyempit. Dia hanya merasa aliran energi spiritual di tubuhnya menjadi sangat lambat, bahkan gerakannya pun sangat kaku, seolah-olah dia jatuh ke dasar rawa sedalam puluhan ribu meter.Di sisi Tirta, Arshala j

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3065

    "Kenapa kamu begitu sewenang-wenang? Apa kamu penguasa dunia awani ini? Dan bagaimana kamu bisa pastikan masa depan Nova akan hancur kalau dia bersamaku? Tingkat semi pencapaian agung itu hebat sekali ya? Aku bisa pastikan kalau Nova bersamaku, masa depannya nggak terbatas. Baru tingkat semi pencapaian agung saja kamu sudah bangga seperti itu?""Menurutku, kalau kamu bawa pergi Nova, justru itu yang akan menghancurkan masa depannya."Menghadapi sikap wanita bergaun putih yang meremehkannya, Tirta pun membalas tanpa menahan diri sedikit pun.Sebelum Genta tertidur, Genta pernah memberi tahu Tirta dengan jelas tentang kondisi tubuh Nova. Nova memang punya Fisik Tujuh Roh dengan masa depan tak terbatas. Jika tidak, Nova juga tidak akan dipilih sebagai wanita suci.Lagi pula, Genta sudah menyiapkan satu teknik kultivasi kuat yang cocok khusus untuk Nova. Hanya saja, saat itu Tirta sibuk menangani urusan dewa utama, sehingga tidak sempat menyampaikannya pada Nova. Setelah itu, Genta pun ter

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3064

    "Huhu ...."Saat ini, Nova hanya merasa dunianya telah runtuh, dia mana mungkin masih bisa mendengarkan perkataan wanita bergaun putih itu."Nak, hidup dan mati itu sudah ada takdirnya. Kamu harus mengerti. Selain dirimu sendiri, di dunia ini nggak akan ada yang bisa menemanimu selamanya. Kini, aku juga sudah memenuhi janjiku untuk membantumu mencari orang yang kamu cari. Kini, kamu harus ikut aku pergi."Setelah mengatakan itu, wanita bergaun putih itu menghela napas dan menggerakkan telapak tangannya. Sekumpulan cahaya yang lembut langsung menyelimuti tubuh Nova, lalu dia membawa Nova menembus udara.Nova yang dalam kondisi linglung bahkan tidak menyadari situasinya saat ini. "Guru sudah mati, suamiku juga mati. Apa artinya aku hidup sendirian?"Saat ini, hanya ada satu pikiran itu yang terus berputar-putar di benaknya. Karena terlalu sedih, dia pun akhirnya pingsan."Hah. Anak ini memang berbakat, tapi hatinya nggak cukup kuat. Dia sampai terluka karena perasaan. Tapi, ini wajar jug

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3063

    Melihat sikap Nova yang begitu tegas, wanita bergaun putih itu menghela napas terpaksa menyetujuinya."Terima kasih, Tetua," kata Nova dengan penuh rasa syukur. Dia mana mungkin tidak tahu betapa berbahayanya Tebing Maut, hanya saja itu adalah satu-satunya tempat yang belum mereka cari. Bagaimana jika Tirta sebenarnya belum mati dan berada di sekitar Tebing Maut? Meskipun kemungkinannya hanya satu banding sepuluh ribu, dia tetap tidak ingin melewatkannya.Tak lama kemudian, wanita bergaun putih itu membawa Nova menembus udara dan bergerak menuju Tebing Maut. Bagi seorang ahli tingkat semi pencapaian agung, jarak hampir delapan ribu mil itu hanya butuh waktu sekejap. Dalam sekejap, mereka sudah tiba di lokasi yang berjarak lima puluh mil dari Tebing Maut."Di sini sudah sangat dekat dengan Tebing Maut, kamu cukup menyebarkan kesadaran spiritual untuk memindai. Jangan coba-coba mendekat. Konon, tempat ini bisa mengganggu pikiran manusia. Kalau kamu merasa ada yang nggak beres, segera ber

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3062

    "Ternyata benar-benar ada formasi yang begitu ajaib?"Tirta awalnya terkejut saat mendengar itu, lalu mulai mencari-cari di tubuhnya. Pada akhirnya, dia menyerahkan sesuatu pada Arshala dengan ekspresi aneh. "Ini bisa?"Benda yang diberikan Tirta itu sangat halus, seperti sehelai rambut."Ini ... masih bisa," jawab Arshala dengan wajah yang tiba-tiba memerah dan tangannya agak gemetar saat menerima benda itu. Butuh waktu yang cukup lama baginya untuk menenangkan diri.Setelah itu, Arshala mengikuti warisan Darwin. Dia mengeluarkan puluhan tulang formasi yang aneh, lalu menyusunnya sesuai urutan tertentu.Tak lama kemudian, formasi pun terbentuk. Formasi itu mengecil berkali-kali lipat, lalu menempel pada benda yang diberikan Tirta. Setelah itu, benda itu terlihat seperti ikan yang hidup kembali dan melesat menuju arah barat dengan cepat."Ikuti saja itu, dia akan bawa kita menemukan Nova," kata Arshala dengan ekspresi aneh."Uhuk uhuk. Terima kasih, Arshala," kata Tirta. Meskipun biasa

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3061

    "Sayang, kenapa kamu harus mempertaruhkan nyawamu demi aku? Kalau bukan karena bertemu dengan orang sekuat itu, mungkin aku benar-benar nggak akan pernah bisa melihatmu lagi," kata Arshala yang merasa terkejut sekaligus sangat terharu.Saat jatuh ke Tebing Maut, Arshala sebenarnya mengira Tirta sudah pasti mati dan dia juga kehilangan keinginan untuk terus hidup.Namun, saat jatuh, warisan dan tulang formasi yang ditinggalkan Darwin otomatis menyerap Arshala masuk ke gua karena merasa dia juga berasal dari Sekte Formasi Surgawi. Justru karena menyadari itu, dila melihat ada harapan untuk balas dendam dan kembali memiliki keinginan untuk hidup. Apalagi saat tahu demi mencarinya, Tirta melompat ke Tebing Maut dan mencarinya selama sehari semalam.Air mata Arshala langsung tak terbendung, lalu memeluk erat Tirta dan berkata terbata-bata, "Sayang, aku memang sudah hidup ribuan tahun, tapi belum pernah ada yang begitu peduli padaku seperti kamu .... Kalau aku nggak bertemu denganmu, apa art

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2122

    Semua orang yang bersembunyi sambil mengintip mengutarakan pemikiran mereka."Apa yang terjadi?""Rumah Keluarga Gomies termasuk tempat suci di Negara Yumai. Kenapa ada banyak pasukan mengepung rumah mereka?"Anggota Keluarga Gomies juga ketakutan. Krek! Pintu kayu rumah Keluarga Gomies dibuka. Seor

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2216

    Brianna tidak memercayai ucapan Lilian. Dia membalas, "Apa? Lilian, kamu pasti salah lihat. Pria berengsek itu bukan siapa-siapa, mana mungkin dia menyelamatkan kita?"Namun, Kinsella melihat ekspresi Lilian menunjukkan dia tidak seperti berbohong. Jadi, Kinsella berusaha sabar saat bertanya, "Lilia

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2146

    Baswara dan Mahesa yang berada di pihak sama untuk sementara waktu tidak tahan mendengar ucapan anjing hitam. Akhirnya, mereka memarahinya."Anjing sialan, jangan bicara sembarangan! Untuk apa kami curi kotoranmu tanpa alasan? Kamu kira kotoranmu terbuat dari emas?""Jangan asal tuduh orang! Kalau n

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2185

    Mendengar suara wanita itu, Tirta langsung tahu Devika yang berbicara. Dia menoleh dan melihat Devika datang dengan meletakkan kedua tangannya di belakang punggung. Marila dan Shinta mengikuti di samping Devika.Tirta bertanya, "Bu Devika? Kenapa kalian juga datang?"Sebelum Marila dan Shinta bicara

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status