Share

Bab 2774

Author: Hazel
Tirta merasa ekspresi Kamala yang malu sangat menawan. Dia menggodanya, "Cantik, omonganmu agak ambigu. Kamu mau lakukan apa setelah tunggu aku ganti baju?"

Kamala makin malu sehingga tetap menunduk. Dia mengalihkan topik pembicaraan, "Aku nggak mau melakukan apa-apa. Setelah kamu ganti baju, kita bisa pergi ke tempat tujuan selanjutnya. Sebenarnya kamu lebih familier dengan tempat ini daripada aku."

Kamala merasa pandangan Tirta terhadapnya mulai berubah. Tatapan Tirta menjadi intens. Apa Kamal
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2776

    Akhirnya, dua burung gereja itu bersembunyi di hutan yang lebat. Mereka sama sekali tidak bersuara.Suasana menjadi tenang sesaat. Rombongan terakhir datang ke Sekte Kebebasan. Salah satu orang dari rombongan itu adalah pemimpin Sekte Kebebasan, Althea. Elisa dan Luvia juga mengikutinya.Sebenarnya mereka datang dengan menaiki Pedang Terbang. Kecepatan mereka cukup tinggi.Namun, mereka melihat beberapa pertarungan yang terjadi karena perebutan warisan sekte di perjalanan. Kultivator tingkat inti emas tahap ketujuh dan kedelapan turun tangan sehingga pertarungannya sangat intens.Dibandingkan kekuatan mereka, tentu saja Althea dan lainnya lebih lemah. Jadi, mereka memutuskan untuk turun ke darat dan berjalan karena takut terlibat. Itulah sebabnya mereka baru sampai sekarang. Kalau tidak, mungkin mereka bisa bertemu dengan Tirta.Melihat sederet mayat dan tulisan di dinding, Althea sama sekali tidak merasa takut atau tidak nyaman. Sebaliknya, dia merasa terhibur.Althea bergumam, "Semua

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2775

    Namun, bagian punggung mereka yang ditempeli jimat tidak terlihat dari bawah. Sudah jelas mereka dikendalikan.Setelah terbang sampai di Sekte Kebebasan, mereka dikejutkan oleh 30 lebih mayat di depan pintu. Burung di sebelah kiri terbang sambil bicara dengan suara pemuda, "Wah .... Kak, cepat lihat! Sepertinya semua murid Sekte Lumen ada di sini. Siapa yang begitu kejam sampai-sampai membunuh mereka semua dan menggantung mereka di depan pintu sekte? Jangan-jangan Tetua Taymur dan Tetua Kael dari Sekte Lumen nggak menghentikan pelakunya?"Burung di sebelah kanan mengelilingi mayat-mayat itu, lalu kembali. Dia bicara dengan suara pria paruh baya, "Karena mereka berdua juga sudah mati. Dua mayat tanpa kepala itu Tetua Taymur dan Tetua Kael."Burung di sebelah kiri yang terkejut menanggapi, "Apa? Kak, dua mayat tanpa kepala itu .... Siapa yang begitu berani? Puluhan murid dan dua tetua Sekte Lumen dibunuh dengan kejam?"Burung di sebelah kanan menimpali, "Seharusnya ini perbuatan sembila

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2774

    Tirta merasa ekspresi Kamala yang malu sangat menawan. Dia menggodanya, "Cantik, omonganmu agak ambigu. Kamu mau lakukan apa setelah tunggu aku ganti baju?"Kamala makin malu sehingga tetap menunduk. Dia mengalihkan topik pembicaraan, "Aku nggak mau melakukan apa-apa. Setelah kamu ganti baju, kita bisa pergi ke tempat tujuan selanjutnya. Sebenarnya kamu lebih familier dengan tempat ini daripada aku."Kamala merasa pandangan Tirta terhadapnya mulai berubah. Tatapan Tirta menjadi intens. Apa Kamala yang memakai baju wanita sangat menarik?Di Sekte Zeru, tidak ada yang berani memandangi Kamala seperti Tirta. Kamala merasa malu dan juga gugup.Kamala mendengar Tirta menyahut, "Oke."Setelah Tirta pergi, Kamala baru mengangkat kepalanya. Dia mengeluarkan cermin perunggu untuk melihat paras dan bodinya.Kemudian, Kamala mengangguk dengan perasaan puas sambil bergumam, "Sepertinya memang sedikit menarik. Hanya saja, penampilanku kurang rapi."Selagi Tirta mengganti baju, Kamala melepaskan tus

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2773

    Kael mundur terhuyung-huyung saking takutnya. Begitu menunduk, dia baru sadar kedua lengannya sudah putus.Sebenarnya siapa pelakunya? Kapan orang itu bertindak? Kenapa mereka berdua tidak menyadarinya? Jangan-jangan ada kultivator tingkat pembentukan jiwa tahap akhir yang bersembunyi di dekat sini?Kamala segera berlari ke belakang Tirta untuk bersembunyi selagi Taymur dan Kael lengah. Dia tetap berbicara dengan ekspresi takut, "Tirta, aku ...."Tirta menghibur, "Kamu sudah aman. Seka darah di lehermu. Kita lihat mereka dibunuh saja."Terdengar jeritan histeris Taymur dan Kael. Mereka sangat ketakutan dan kebingungan."Jangan .... Kenapa inti emasku meninggalkan pusat energiku?""Siapa yang merebut inti emasku?"Tampak dua cahaya emas melintas, lalu masuk ke pusat energi Tirta.Taymur dan Kael yang kehilangan inti emas langsung kehabisan tenaga. Mereka jatuh ke tanah dengan ekspresi panik. Keduanya berteriak dengan perasaan tidak rela."Kamu ... yang merebut inti emas kami?""Sebenarn

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2772

    Taymur yang kaget berkomentar, "Pemahaman pemuda ini sangat mengerikan. Padahal dia baru pertama kali menghadapi teknik andalan sekte kita, tapi dia bisa langsung menemukan cara untuk melawannya dalam waktu singkat!'Kael menghela napas dan menimpali, "Masalahnya tubuh pemuda itu terlalu tangguh. Orang biasa pasti sudah panik dan dibunuh kalau menghadapi serangan kita. Mereka nggak mungkin masih sempat berpikir seperti pemuda itu."Sekarang Tirta sudah bisa menebak serangan mereka, jadi tidak ada gunanya lagi mereka mengerahkan teknik rahasia itu. Mereka langsung menunjukkan diri.Taymur berkomunikasi dengan Kael melalu kesadaran spiritual, 'Kita coba serang kelemahannya, kita serang wanita di belakang pemuda itu. Wanita itu ikut dia datang, mungkin wanita itu kekasihnya!'Taymur menerjang Tirta untuk menahannya. Tirta yang tidak tahu trik Taymur pun melawannya.Sementara itu, Kael segera menyerang Kamala.Kamala menjerit histeris. Dia yang panik buru-buru mundur, tetapi dia baru menca

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2771

    Tiba-tiba, Pedang Terbang lain muncul di depan Tirta secepat kilat. Tirta berseru, lalu meninju pedang itu.Pedang Terbang lain memanfaatkan kesempatan ini untuk menusuk leher Tirta. Untung saja, fisik Tirta sangat tangguh. Kultivator biasa pasti mati jika ditusuk pedang ini.Tirta memang tidak terluka, tetapi dia tetap kesakitan. Saat hendak menyerang balik, dua Pedang Terbang memelesat di udara lagi.Setelah diserang Pedang Terbang beberapa kali, baju Tirta sudah robek. Kondisi Tirta agak menyedihkan. Beberapa bagian tubuhnya terasa sakit.Tentu saja Taymur dan Kael yang mengendalikan dua Pedang Terbang ini. Hanya saja, sekarang Tirta tidak bisa merasakan energi mereka.Tirta juga tidak bisa memperkirakan arah serangan mereka. Dia mengernyit.Tirta baru pertama kali melawan dua kultivator tingkat inti emas tahap kedelapan. Saat bertarung tadi, Tirta merasa kemampuan dan kekuatan artefak mereka berdua masih kalah dari Razin. Bahkan, Neoma lebih hebat dari mereka.Tirta berpikir mereka

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status