LOGINTerbunuh di dunia asal, Bianca Isolde Romano terbangun di tubuh seorang wanita bangsawan bernama Isolde von Valmont. Ternyata, ia masuk ke dalam novel pria yang sering dibacakan anak buahnya dulu. Sayang, tidak pernah ada nama Isolde tercatat dalam novel bertema pembalasan dendam itu. Menganggap dirinya adalah pemeran sampingan, iapun berniat hidup nyaman sebagai istri seorang Duke. Namun, kenyataan berkata lain, ketika terungkap bahwa ia adalah wanita pembunuh suaminya sendiri.
View MoreHello! Para pembaca setia! Author mau say thanks buat para pembaca yang sudah setia menemani buku ini sampai akhir. Terima kasih untuk komentar-komentar yang mungkin belum sempat dibalas author, karena kadang author tidak tahu di mana komennya berada. Terima kasih juga untuk hadiah dan Gem yang kalian kirim ya ^_^ Semoga kalian diberkati lebih banyak! Mohon maaf jika ada yang tidak berkenan, baik dari komentar, cerita atau apapun. Sampai ketemu di buku baru yang tidak tahu kapan ada lagi. Hohoho! Bye!
16 tahun berlalu. “Kau bilang apa?!” pekik Isolde panik. “Putraku tidak datang tes penerimaan ksatria suci?!”Alfonsius terlihat panik berdiri di depan Isolde. “Benar, Nyonya. Surat ini datang dari kota suci Luminaris. Pontifex sudah mendesak agar tuan muda segera mengikuti tes.”Isolde memijat dahinya yang mulai terasa pening. Padahal ia mengirim Dietrich ke kota Luminaris 2 hari lalu untuk mengikuti tes itu. Memang, Isolde tidak memaksakan Dietrich untuk menjadi ksatria suci. Ia hanya bermaksud membuat Pontifex mendengar keputusan itu dari Dietrich sendiri. Pontifex menuduh Isolde dan Bastiven yang melarang Dietrich untuk menjadi Ksatria suci.“Lalu, sekarang dia ada di mana?” tanya Isolde lemas. Baru saja Alfonsius berniat menjawab, kristal penghubung milik Isolde berpendar. Bastiven menghubunginya dari kamp hutan perbatasan. “Honey, maaf aku tidak bisa banyak bicara. Dietrich buat masalah—”“Dear,” potong Bastiven dengan suara tenang. “Dietrich di sini. Dia sedang bersenang-s
“Sudah kuduga!”Wajah Magnus sang Pontifex Agung berbinar setelah menyentuh dahi kedua bayi Isolde. “Mereka masing-masing membawa kekuatan berbeda.”Dahi Isolde dan Bastiven berkerut. “Kekuatan seperti apa?”Magnus mengangguk. “Anak perempuan kalian membawa kekuatan yang disebut Dewa Orvanys sebagai aura. Dia akan menjadi wanita yang luar biasa tangguh!”Wajah Isolde turut berbinar mendengarnya. “Setidaknya dia tidak sepertiku yang lemah! Lalu bagaimana dengan Dietrich, Pontifex?”Magnus tersenyum penuh kebanggaan ketika menjelaskan, “Aku juga tidak menyangka, Dietrich membawa kekuatan penyembuh yang sangat kuat. Ini berbeda dengan cahaya putih yang ada di dalam diri seorang Santa. Dia bisa menjadi ksatria suci pelindung santa.”Kali ini Isolde tak sepenuhnya senang. “Maksudmu, dia akan tinggal di kuil?”Tanpa rasa bersalah, Magnus mengangguk.Tentu saja, semua orang tidak setuju. Yang paling menolak dan murka adalah Rolande. “Jangan gila, Old man! Dia akan jadi penerus keluarga Deve
“Dia ada di sofa sebelah. Sepertinya kehabisan manna, setelah membantu persalinanmu, Sol.”Isolde mengangguk paham. Ia ingin melihat seperti apa santa yang sekarang datang di dunia itu, tetapi tubuhnya tidak mendukung. Disamping memang terlalu lemah, persalinan panjang membuatnya semakin tak bertenaga. “Apa aku bisa melihat bayi-bayiku, Bas?” tanya Isolde dengan wajah penuh harap. Bastiven mengamati sesaat kondisi yang nampak dari wajah istrinya. Jelas tidak memungkinkan untuk berjalan menuju ranjang bayi yang ada di ruangan sebelah. “Kalau begitu, tunggu sebentar.” Bastiven menggulung lengan kemejanya dan mengangkat tubuh Isolde tanpa masalah, membuat Isolde memekik kaget. Spontan Isolde melingkarkan tangannya di leher Bastiven. Kemudian mengeluh, “Astaga! Bilang dulu kalau mau gendong aku, Honey! Aku kaget!”“Oh! Maaf, Sol. Mereka sedang tidur, jadi tidak bisa kubawa mereka ke sini. Aku langsung putuskan untuk membawamu ke sana.”Isolde terkekeh geli mendengarnya. “Oke, oke. Ay
“Sebaiknya kubakar saja!” gumam Isolde setelah menganalisa daun teh yang ada di tangannya. Karena beberapa racun justru berbahaya ketika dilemparkan ke dalam perapian. Untungnya, racun ini termasuk yang tidak menimbulkan jejak. Ia pun segera menuang daun teh yang bercampur racun itu ke dalam pera
“Oh Tuhan, oh Tuhan! Jadi, aku masuk ke masa di mana cerita novelnya sama sekali belum dimulai?” Isolde mulai menata ulang rencananya. Ia terlihat mondar-mandir di dalam kamarnya dengan raut wajah gusar, sambil menggigiti kuku.“Pantas saja aku tidak kenal nama Isolde!”Tengah pusing dengan pikira
“Hey, Duke! Apa kau tidak mau menemaniku di dalam sini?”Isolde tengah merasa bosan, duduk di dalam kereta kuda sendirian. Hampir satu minggu perjalanan mereka lewati.Setelah menandatangani lembaran kertas yang menurut seorang pendeta adalah akta pernikahan Isolde dengan Duke Devereux, mereka sege
“Astaga! Kenapa sih kau ini, Nona Isolde?!” Seorang wanita muda berpakaian pelayan menyentak kesal. Ia kaget karena majikan mudanya tiba-tiba seperti orang kerasukan. Sejak tadi majikan wanitanya itu tertunduk saja, tetapi tiba-tiba menyentak naik kepalanya, seperti terkesiap. Wanita berparas mu

![Thai Qu Cing Si Anak Kotoran 2 [Penyembuh yang Terkutuk]](https://www.goodnovel.com/pcdist/src/assets/images/book/43949cad-default_cover.png)










Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore