Share

Bab 3146

Penulis: Hazel
"Penglihatanku bagaimana, Nenek Shindy nggak perlu peduli. Karena kita dari sekte yang sama, aku sudah sampaikan semua yang perlu aku katakan. Kalau Nenek Shindy tetap keras kepala, aku juga nggak akan membujukmu lagi."

Mendengar perkataan Shindy itu, Suryana tentu saja bisa menebak Shindy pasti masih akan diam-diam menargetkan Tirta. Oleh karena itu, dia juga tidak berkata apa-apa lagi.

"Hehe."

Menanggapi hal itu, Shindy hanya tersenyum sinis.

Hanya saja, Shindy sama sekali tidak tahu semua ora
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3154

    Shindy berjalan masuk ke dalam aula utama. Saat melihat Suryana dan yang lainnya ternyata juga berada di sana dengan ekspresi yang terlihat cukup tenang, dia tidak bisa menahan diri dan tersenyum sinis. Dia merasa seolah-olah mereka sedang mengejeknya karena bencana sudah di depan mata, tetapi dia masih belum menyadarinya.Namun, saat menghadapi Afifah, Shindy langsung berkata dengan ekspresi penuh kasih dan khawatir, "Kepala Istana, aku mau lapor murid yang diterima Tetua Suryana ini sebenarnya adalah pengkhianat dari Sekte Formasi Surgawi. Saat aku pergi ke Rawa Besar untuk mencari muridku, aku lihat sendiri orang-orang dari Aula Penegak Hukum Sekte Formasi Surgawi minta orang itu dari Tetua Suryana.""Saat itu, aku juga sudah langsung menasihatinya agar jangan sampai hubungan dari dua sekte tanah suci besar ini rusak hanya karena seorang pengkhianat. Tapi, aku nggak menyangka Tetua Suryana bukan hanya nggak mendengarkan, dia malah menatap orang-orang dari Sekte Formasi Surgawi denga

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3153

    Pembunuh wanita itu langsung memelotot dengan marah.Namun, begitu pembunuh wanita itu selesai berbicara, Tirta tanpa basa-basi langsung membungkam mulutnya sampai rahangnya hampir terlepas. "Celaka .... Ternyata tempat ini bukan bumi, kali ini benar-benar gawat ...."Pada saat yang bersamaan, Yumika juga sudah sadar dan mendengar seluruh percakapan keduanya dengan jelas."Tirta ini sebenarnya pakai cara apa sampai bisa membawaku ke tempat asing seperti ini? Apa aku masih bisa kembali ke Istana Samara? Saat ini, apa Yudha si binatang itu sudah menyebarkan aibku? Aku benar-benar kehilangan kesucianku padanya. Kalau tahu akan jadi begini, lebih baik dulu aku nggak terima tugas ini dari Guru," gumam Yumika yang pikirannya benar-benar kacau.Namun, setelah menyadari Yumika sudah bangun, Tirta malah langsung menggendong pembunuh wanita itu dan berjalan mendekat. Dia berniat mempererat hubungan sekaligus menambah rasa cinta mereka. "Kak Yumika, jangan takut. Mulai sekarang, aku yang akan mel

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3152

    Buzz!Dalam sekejap, ribuan pedang tajam muncul begitu saja di sekitar Tirta dan langsung menenggelamkannya.Wanita itu sama sekali tidak banyak basa-basi. Begitu sadar, dia langsung ingin mengambil nyawa Tirta."Berhenti! Kamu tahu nggak, kamu sudah lama mati karena keracunan kalau nggak ada aku. Tapi, begitu sadar, kamu malah mau balas budi dengan membunuhku. Benar-benar nggak punya hati nurani," kata Tirta.Namun, setelah pertarungan sengit selama sebulan penuh, jiwa wanita itu sudah menunjukkan tanda-tanda hampir runtuh. Dengan kekuatannya yang sekarang, dia bahkan tidak bisa mengeluarkan 20% atau 30% dari kekuatan aslinya. Oleh karena itu, Tirta bisa menghindari semua serangan itu dengan santai dan berbicara dengan nada penuh keadilan."Huh, memangnya kenapa kalau begitu? Kamu sudah lakukan hal yang seharusnya nggak kamu lakukan, aku harus membunuhmu. Paling-paling aku akan tinggalkan mayatmu dengan utuh. Aku ini pembunuh berdarah dingin, bisa buat sampai seperti itu saja sudah te

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3151

    Arshala berbicara dengan penuh rasa bersalah."Kamu nggak perlu mengkhawatirkan itu. Walau langit runtuh pun masih ada gurumu ini yang menahannya. Kalau aku nggak mampu menahan, masih ada Kepala Istana. Lagi pula, melindungimu bukan keputusanku, ini permintaan langsung dari Kepala Istana. Tapi, hanya kamu saja yang tahu, jangan sembarangan membicarakannya," kata Suryana."Ternyata begitu," kata Arshala yang akhirnya mengerti. Namun, setelah hidup selama tiga ribu tahun lebih dan melihat Suryana sangat menghargai Tirta, dia bisa memahami inti masalahnya dengan mudah. Jika pihak lain bersedia melindunginya, itu juga pasti karena Tirta."Bagus sekali, Tetua Suryana.""Bagus sekali, Istana Samara. Kalian kira Sekte Formasi Surgawi mudah ditindas?""Sesama tiga tanah suci besar, tapi kalian sama sekali nggak menghargai kami. Ini benar-benar keterlaluan.""Ayo, kita kembali sekarang juga dan lapor pada Tetua Agung. Biar mereka sendiri yang bawa orang untuk turun tangan."Sikap Suryana membua

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3150

    Mendengar perkataan Shindy, Suryana dan orang-orang dari Aula Penegak Hukum Sekte Formasi Surgawi langsung merasa kesal."Nenek tua, coba saja kalau kamu berani. Mau melukai muridku? Kamu punya kekuatan dan hak itu?" bentak Suryana langsung dengan marah. Sebelum Shindy sempat bergerak, dia sudah langsung melindungi Arshala dan Nova di belakangnya.Boom!Saat Suryana melepaskan aura kuat seorang ahli tingkat semi pencapaian agung dalam radius ribuan mil, seluruh makhluk hidup langsung terdiam ketakutan. Permukaan danau yang tadinya beriak pelan dan rerumputan yang bergoyang karena tertiup angin, semuanya tiba-tiba membeku seperti lukisan."Nenek, mohon kemurahan hatimu.""Wanita ini sudah mengkhianati Sekte Formasi Surgawi, dia tentu saja akan terima hukuman dari sekte kami sendiri. Mohon Nenek berbaik hati. Kalau nggak, kami akan sulit menjelaskannya setelah kembali nanti."Saat perwakilan dari Sekte Formasi Surgawi terus mundur, yang lainnya ikut membujuk. Namun, nada bicara mereka sa

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3149

    Ekspresi Suryana terlihat agak santai. "Eh ...."Namun, Arshala tahu itu adalah bahasa dari Negara Darsia. Jika bukan karena dia pernah melihat bahasa itu di Desa Persik dan sempat memahami sebagian darinya, dia juga tidak akan bisa mengenalinya. Oleh karena itu, banyak kultivator di tempat itu yang tiba mampu membacanya padahal mereka sudah melihat barisan tulisan itu."Kak Arshala, kamu tahu sesuatu? Suamiku pergi ke mana?" tanya Nova sambil buru-buru maju.Tatapan Shindy terus terpaku pada tulisan itu, seolah-olah menyadari sesuatu.Oleh karena itu, Arshala yang melihat itu langsung menggelengkan kepala dan berkata, "Ini bukan tempat yang bagus untuk berbicara. Setelah kembali nanti, kita baru bicara.""Baik, kita bicarakan lagi setelah pulang," balas Suryana dan Nova sambil menganggukkan kepala secara bersamaan.Shindy baru saja ingin maju dan menggunakan Yumika sebagai alasan untuk bertanya lebih jauh.Namun pada saat itu, orang-orang dari Sekte Formasi Surgawi tiba-tiba mengepung

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2193

    Tirta tertawa, lalu menanggapi, "Pak Jawara ... boleh. Kamu panggil aku begitu saja."Tirta tidak terlalu suka orang lain memanggilnya "Pak Tirta", tetapi "Pak Jawara" terdengar lucu. Jadi, dia menyetujuinya.Akhirnya, Tirta menambahkan, "Tentu saja kamu juga boleh memanggil nama lengkapku, Jawara C

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2147

    Melihat tindakan mereka, orang yang tidak tahu kebenarannya pasti mengira mereka sedang merebut barang berharga atau obat mujarab.Termasuk Nabila, dia juga mulai percaya. Nabila mengipas-ngipas hidungnya sambil bertanya kepada Tirta, "Tirta, jangan-jangan kotoran anjing ini memang mengandung air sp

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2131

    Gluk! Mendengar Tirta sudah memastikan identitasnya, Giyarto menelan ludah. Dia bergidik dan perutnya mulas.Giyarto memang baru pertama kali bertemu dengan Tirta, tetapi dia pernah mendengar kekejamannya. Padahal pesawat terbang hanya berhenti sebentar. Giyarto tidak menyangka dia bisa bertemu deng

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2114

    Sudah jelas Farida merasa kelemahannya masih sangat banyak. Tirta menyahut, "Boleh."Tirta memandang para wanita sembari bertanya, "Siapa yang mau bertarung denganku selanjutnya?"Ayu segera maju dan menjawab, "Tirta, aku yang maju. Aku mau minta pedang juga.""Oke," balas Tirta seraya mengangguk.U

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status