Share

Bab 3199

Penulis: Hazel
"Kalaupun harus bersembunyi dari kejaran musuh bebuyutan, aku tetap nggak sudi tinggal di tempat seperti ini."

"Jadi di saat segenting ini, di dunia kecil yang begitu tandus ini, siapa sebenarnya orang yang hendak dia temui?"

Tetua agung yang membuntuti itu hampir keluar bersamaan dengan Lavanya, jadi sama sekali tidak terkena dampak runtuhnya jalur itu.

Tentu saja, dengan tingkat kultivasinya, sekalipun terkena dampaknya, dia tidak akan mengalami cedera apa pun.

Ketika melihat Lavanya menghancu
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3620

    "Cuma bidak, tapi sudah menganggap dirinya hebat? Berani sekali dia marah-marah di Pegunungan Belantara.""Benar-benar konyol. Kultivator manusia memang seperti itu, selamanya nggak tahu posisi mereka sendiri."Melihat kemarahan Taufik, rubah iblis berekor sembilan dan yang lainnya sama sekali tak menganggapnya serius. Bahkan, sudut bibir mereka menyunggingkan senyuman merendahkan.Menurut mereka, membunuh Tirta bukanlah hal yang sulit. Kekalahan kali ini hanya karena mereka belum mengetahui kemampuan Tirta dengan jelas. Tirta hanya sedang beruntung."Lapor! Tujuh dari monster iblis yang pergi untuk membunuh keturunan Raja Monster terdahulu sudah tewas. Satu-satunya yang berhasil kembali juga terluka parah dan sekarang sedang diobati."Tepat saat itu, seekor monster iblis tiba-tiba berlari menghampiri dengan panik dan melaporkan hal itu."Hm? Ternyata mereka juga gagal? Ini nggak mungkin, 'kan? Raja Monster pernah bilang, keturunan Raja Monster terdahulu itu cuma berada di tingkat penc

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3619

    "Pergi sana, cepat tinggalkan tempat ini. Aku juga harus pergi." Setelah berkata begitu, Selvi menggerakkan pikirannya.Sekumpulan besar pola formasi langsung muncul dan membentuk sebuah formasi teleportasi. Cahaya berkilat, lalu sosoknya seketika menghilang dari tempat itu.Tak lama kemudian, banteng iblis dan macan tutul petir juga pergi dari sana dengan perasaan masih diliputi ketakutan.....Tentu saja, Tirta sama sekali tidak mengetahui kejadian itu. Saat ini, dia dan anjing hitam besar juga tidak tinggal diam.Anjing hitam besar menemukan cukup banyak tanaman obat spiritual berusia 8.000 tahun di sekitar sana. Selain itu, tanaman obat spiritual yang tumbuh di tempat ini memiliki khasiat obat yang sangat kuat.Ini jauh lebih baik daripada yang dibudidayakan secara buatan. Hal ini benar-benar membuat anjing hitam besar sangat senang. Dia langsung memakannya dan terus berkata bahwa perjalanan ini sama sekali tidak sia-sia.Dia bahkan tak lagi membicarakan betapa berbahayanya tempat

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3618

    "Sialan .... Ular tua itu benar-benar nggak punya solidaritas! Dia malah meninggalkan kita dan kabur sendirian!"Melihat keadaan itu, banteng iblis dan macan tutul petir sama-sama gemetar ketakutan. Pemandangan ini terlihat seolah Selvi adalah monster iblis yang kuat, sedangkan mereka adalah manusia lemah yang tak berdaya dan bisa disembelih sesuka hati.Mereka takut Selvi akan melakukan sesuatu yang mengerikan kepada mereka setelah ini."Kenapa kalian menatapku dengan takut begitu? Memangnya aku sangat menakutkan?" Selvi merasa agak tidak berdaya. Dia menyelipkan rambut ke belakang telinganya sambil berkata."Nggak, kamu sangat cantik, sampai-sampai bunga pun kalah. Kamu wanita tercantik yang pernah kulihat sepanjang hidupku." Macan tutul petir menahan rasa takutnya dan buru-buru berkata demikian."Ya! Aku juga berpikir begitu!" Banteng iblis berusaha mengucapkan kata-kata pujian. Hanya saja, meski sudah memeras otak, dia tetap tak mampu menemukan kata-kata yang tepat."Huh, untung ka

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3617

    "Masih berani maju untuk cari mati? Huh. Kalau begitu, aku akan kabulkan keinginanmu!" Banteng iblis itu sangat percaya diri. Dia mengayunkan ekornya, berniat membuat Selvi hancur berkeping-keping hanya dengan sekali kibasan ekornya.Wusss! Udara kosong seketika retak. Harus diakui, banteng iblis ini memang cukup tangguh.Swish! Namun, kecepatan Selvi sangat tinggi. Dalam sekejap, dia sudah menghindari serangan musuh.Dia langsung muncul tepat di atas kepala banteng iblis itu, lalu menghantamnya dengan satu pukulan keras.Buk! Tulang kepalanya langsung retak!"Aah ...! Kepalaku rasanya mau pecah! Sakit sekali!" Mata banteng iblis itu memerah. Dia berteriak marah, lalu menggerakkan tanduknya yang tajam seperti pedang dan menerjang dengan brutal.Kalau yang menghadapinya adalah kultivator biasa di tingkat pencapaian agung, sedikit saja terkena serangannya, tubuh mereka pasti akan tertusuk dan berubah menjadi lubang-lubang penuh darah."Dasar banteng bodoh. Dengan kecepatan seperti ini, j

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3616

    Tujuh monster iblis itu awalnya menghadapi Jade dengan sikap meremehkan, seolah hanya ingin bermain-main dengannya.Namun tak lama kemudian, setelah menyadari bahwa Jade mampu mengancam mereka, mereka langsung bertarung dengan segenap kekuatan.Masing-masing mengerahkan seluruh jurus andalan dan kemampuan supranatural mereka tanpa sedikit pun menahan diri, lalu menyerang secara bertubi-tubi.Groarrr ...! Awuuu ...!Tempat itu seketika dilanda pertarungan dahsyat. Langit dan tanah berguncang, gunung-gunung dan sungai-sungai hancur. Segala sesuatu yang berwujud berubah menjadi debu sebelum ditelan oleh celah kehampaan. Tak sedikit pun jejak yang tersisa.Bahkan setelah bersembunyi hingga ribuan kilometer jauhnya, Priya masih bisa merasakan dengan jelas gelombang energi yang berasal dari medan pertempuran."Jade seharusnya nggak akan kenapa-napa, 'kan?" Priya sangat mengkhawatirkan Jade, sekaligus merasa bersalah karena dirinya sama sekali tidak bisa membantu.Pertarungan mengerikan itu b

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3615

    Selain itu, kalaupun Priya berhasil mencapai tingkat pencapaian agung, mereka tetap tidak akan menganggapnya sebagai ancaman."Jade, kamu yakin bisa menghadapi mereka sendirian?" Priya juga tahu bahwa dirinya hanya akan menjadi beban. Namun, dia tetap merasa khawatir. Sambil menggigit bibir dan mengernyit, dia bertanya demikian."Bisa. Kamu pergi saja. Mundur dari sini sejauh mungkin. Setelah membunuh mereka, aku akan menyusulmu." Jade mengangguk kepada Priya. Aura yang terpancar dari tubuhnya semakin tajam, seperti sebilah pedang yang nyaris menembus langit."Baik. Kamu harus hati-hati." Priya menghela napas, mau tak mau segera pergi.Tak lama kemudian, sosok Priya menghilang dari pandangan dan akhirnya tiba di tempat yang aman."Mantan Putri, sudah memikirkan bagaimana caranya kamu mati? Tadi aku belum mengerahkan kekuatan penuh. Itu belum bisa disebut pemanasan." Monster iblis berkepala banteng dan berbadan manusia itu melangkah maju dan menantang Jade."Belum. Aku juga nggak perlu

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status