Mag-log inBegitu kata-kata itu selesai diucapkan, Tirta langsung melancarkan serangan tanpa ragu-ragu sedikit pun.Sret!Tirta menembakkan sebuah cahaya pedang yang jauh lebih padat dan hanya sepanjang sekitar tiga meter. Cahaya pedang yang berkilauan itu menembus kehampaan dan mengabaikan jarak serta ruang, lalu langsung menebas salah satu kepala kera iblis. Kecepatannya benar-benar tak tertandingi dan ketajamannya lebih menyilaukan daripada matahari.Hanya serangan santai, tetapi kekuatan cahaya pedang itu sudah sama seperti kekuatan supranatural bawaan dari seorang ahli tingkat pencapaian agung tahap puncak dengan kekuatan penuh.Krek!Pufft!Keturunan kera iblis itu langsung menjadi pucat karena terkejut. Zirah yang terbuat dari tulang putih langsung muncul di sekujur tubuhnya dan melindungi seluruh tubuhnya. Kedua lengannya yang besar disilangkan dan diposisikan di depan kepala untuk menahan serangan.Hasilnya, zirah tulang yang kokoh itu tertebas cahaya pedang. Bahkan salah satu lengannya
"Huh. Sekarang baru terpikir untuk melarikan diri? Mimpi. Anjing sialan, awasi ratusan monster iblis ini. Sebelum aku kembali, jangan biarkan satu pun dari mereka melarikan diri," kata Tirta, lalu langsung mengejar keturunan kera iblis itu dan yang lainnya dengan kecepatan yang begitu luar biasa hingga sulit dipercaya.Swoosh!"Gila .... Para monster iblis ini semuanya ada di tingkat pencapaian agung, bagaimana aku bisa awasi mereka? Bocah, cepat kembali. Begitu kamu pergi, aku merasa sangat bahaya," kata anjing hitam besar saat melihat Tirta langsung menghilang.Saat melihat ratusan monster iblis, keempat kaki anjing hitam besar itu gemetar hebat dan bahkan langsung terkencing-kencing karena ketakutan. Bagaimanapun juga, dia adalah obat spiritual berusia tiga puluh ribu tahun yang hidup di mata para monster iblis ini. Yang lebih menyedihkannya lagi, dia tidak memiliki kemampuan untuk melawan."Nggak .... Tuan Kaisar Anjing, kami sama sekali nggak berniat melarikan diri.""Jangan takut
Situasi seperti ini bukan hanya sulit dipahami para monster iblis itu, kejadian yang begitu tidak masuk akal dan aneh bahkan belum pernah terjadi di seluruh dunia awani.Terlihat makin banyak kekuatan supranatural bawaan monster iblis yang berhasil ditunjukkan Tirta. Hanya dalam waktu lima belas menit, dia sudah berhasil meniru setengah lebih monster iblis yang berada di tempat itu."Bocah ini ... bocah ini .... Jangan-jangan kekuatannya sudah naik pesat dan langsung mencapai tingkat pengguncang langit?" kata keturunan kera iblis yang merasa makin tidak tenang dan ketakutan. Bahkan tanpa bantuan Api Ilahi Vermilion pun, dia merasa kini Tirta sudah mampu bertarung melawannya dengan mudah."Nggak mungkin, sama sekali nggak mungkin .... Untuk mencapai tingkat pengguncang langit, orang itu harus memahami setidaknya satu hukum langit dan bumi. Dia sama sekali nggak mungkin berhasil menerobos," kata keturunan monster iblis lainnya.Keturunan monster iblis ini memang berkata seperti itu, suar
"Kalian semua ini bodoh ya, kenapa masih berdiri bengong? Cepat maju dan hentikan dia."Yang dimaksud tentu saja adalah keturunan kera iblis yang sebelumnya paling banyak angkuh. Saat Tirta menerjang sambil membawa Api Ilahi Vermilion, dia langsung berteriak dengan marah dan malu. Bahkan dia pun takut dengan api itu, kecuali dia sudah memasuki tingkat pengguncang langit dan memiliki energi asal yang memungkinkan dia bisa menggunakan hukum untuk memutus kekuatan itu."Tuan Kera Iblis Kecil, bagaimana kalau kita tetap melarikan diri? Menghadapi Api Ilahi Vermilion, kita hanya akan mati sia-sia."Ratusan monster iblis yang ada di tempat itu sebenarnya juga sangat takut pada Api Ilahi Vermilion. Bagaimanapun juga, sebelumnya serigala tua dan kera berlengan panjang adalah yang terkuat di antara mereka, tetapi keduanya akhirnya tetap tidak bisa lolos dari kematian akibat terbakar.Oleh karena itu, para monster iblis itu ragu-ragu dan tidak berani maju. Mereka malah mundur dan menjaga jarak y
"Baik, Tuan!"Di bawah tatapan iri dari banyak monster iblis, kedua monster iblis itu bergerak menuju lubang tempat Tirta berada dan bersiap untuk mengakhiri semuanya. Bisa dibayangkan, sebentar lagi mereka pasti akan mendapatkan jasa besar dan kedudukan mereka di Pegunungan Belantara pun akan makin tinggi.Melihat hal itu, anjing hitam besar langsung melompat dan berteriak, "Sialan. Bocah sialan, kamu nggak mati semudah itu, 'kan? Bagaimanapun juga, kamu adalah pewaris dari sosok itu. Nggak bisakah kamu bertahan lebih lama?"Sampai pada titik ini, anjing hitam besar itu benar-benar hampir menangis dan bahkan sudah tidak berminat untuk terus berpura-pura mati. Itu karena jika Tirta mati, berarti sebentar lagi dia pasti akan menyusul Tirta ke alam baka."Tentu saja nggak akan mati semudah itu. Hanya dua monster iblis saja, masih belum berhak untuk membunuhku," kata sebuah sosok tiba-tiba. Dengan seluruh tubuh yang diselimuti Api Ilahi Vermilion, dia melesat keluar dari lubang dan langsu
"Niat Pedang Bergelora!"Tirta seolah-olah sudah memperkirakan hal itu sejak awal. Meskipun tidak ada pedang di tangannya, dia tetap mengayunkan tangannya ke belakang dan melepaskan aliran sungai cahaya pedang yang panjang. Seperti seekor naga yang sedang berenang, cahaya pedang itu melesat lurus menuju kepala serigala tua. Terlebih lagi, dia sama sekali tidak berniat untuk bertahan.Bagi serigala tua, ini adalah gaya bertarung yang mempertaruhkan nyawa untuk membunuh lawan. Ini adalah hal yang sangat berbahaya."Huh. Aku mau lihat apa kamu memang benar-benar nggak takut mati!" seru serigala tua itu yang tidak percaya begitu saja, lalu langsung menggerakkan sepasang sayapnya dan melindungi kepalanya. Cakar besarnya yang mengerikan hanya berjarak tidak sampai setengah meter dari kepala Tirta. Dia seolah-olah sudah bisa membayangkan bagaimana nanti kepala Tirta dihancurkan."Argh! Kenapa bisa kepala bocah ini lebih keras daripada cakarku?"Namun, tepat pada saat yang sangat genting itu,







