INICIAR SESIÓNJenderal tingkat pemurnian dewa yang sebelumnya masih berbicara besar itu kini tiba-tiba terkejut hingga hampir jatuh dari kuda perang dan berteriak dengan keras."Huh. Tenang saja, kita punya artefak yang diberikan Penasihat Negara. Bocah ini nggak akan mampu buat masalah besar. Dia hanya bisa mati di bawah Formasi Lima Hantu Pelahap Jiwa dan jadi makanan bagi artefak spiritual," kata salah satu jenderal tingkat pemurnian dewa tahap akhir yang masih meremehkan Tirta. Hanya saja, meskipun mulutnya berkata demikian, gerakan tangannya tidak lambat.Sret sret sret!Kelima orang itu melempar bendera formasi di tangan mereka ke udara secara bersamaan, lalu memasukkan kekuatan spiritual mereka ke dalamnya secara liar untuk mengaktifkan formasi.Roar ....Dalam sekejap, angin bertiup dengan kencang dan energi hantu memenuhi udara. Lima bendera hitam itu membesar saat tertiup angin hingga tingginya menjadi tiga meter lebih. Dari masing-masing bendera itu, sebuah kerangka yang diselimuti asap h
"Ini kan artefak dari Sekte Penguasa Akhirat?" tanya Tirta dengan dingin karena bisa merasakan aura yang familier dari benda-benda itu.Bendera-bendera kecil berwarna merah kehitaman yang dipegang kelima jenderal tingkat pemurnian dewa itu terus mengeluarkan asap hitam pekat. Hanya sekilas saja, sudah terlihat benda-benda itu adalah artefak aliran iblis.Namun, Tirta ingat dengan jelas dia sudah memusnahkan Sekte Penguasa Akhirat hingga bersih. Jika begitu, artefak ini berasal dari mana?Salah satu jenderal berkata dengan ekspresi bangga, "Eh. Bocah, ternyata kamu cukup tahu barang-barang. Tapi, pengetahuanmu masih belum cukup. Entah karena sudah menyinggung sekte besar mana, Sekte Penguasa Akhirat sudah lama dimusnahkan sampai bersih hanya dalam satu malam. Beri tahu kamu juga nggak masalah.""Artefak ini dari pihak yang bahkan lebih terpandang daripada Sekte Penguasa Akhirat. Sekte Asura, sekte nomor satu di antara sepuluh sekte super besar dunia awani. Dan identitas Penasihat Negara
"Bunuh!" teriak sembilan prajurit yang tersisa dengan keras. Tombak panjang di tangan mereka berputar dan menghindari Yuna, lalu langsung menusuk berbagai titik vital di tubuh Tirta.Di Dinasti Darminan, sembilan prajurit tingkat pembentukan dewa menyerang bersama-sama sudah termasuk susunan kekuatan yang sangat mengerikan. Namun, di hadapan Tirta, mereka sama sekali tidak berarti."Huh. Kalian juga pantas bunuh aku? Enyah!" bentak Tirta dengan dingin. Suaranya bagaikan delapan dentuman petir surgawi dan halilintar di siang bolong hingga seluruh istana kekaisaran bisa mendengarnya.Boom!Gelombang suara berubah menjadi bilah mematikan yang tak terlihat.Pufft pufft pufft!Dalam satu bentakan saja, meridian jantung dari seluruh prajurit itu langsung putus dan jiwa mereka bahkan remuk menjadi debu. Tubuh mereka terlempar mundur seperti orang-orangan sawah, lalu mati sepenuhnya."Argh .... Kamu ini ... sebenarnya siapa? Kenapa bisa sekuat ini? Nggak. Senior, jangan bunuh aku, aku salah ..
Mendengar tawaran Tirta, hati Yuna langsung tergerak. "Terima kasih atas niat baik Senior .... Tapi Senior, sekarang seluruh Dinasti Darminan ada di bawah kendali Penasihat Negara. Selain itu, dia sendiri juga mempraktikkan semacam teknik sesat, jadi kekuatannya begitu dalam hingga sulit diukur.""Bahkan Pengawal Wremas terkuat yang diam-diam dibina Ayahanda, jumlahnya ada tiga puluh orang, dan semuanya tingkat pembentukan dewa tahap puncak pun tetap bukan tandingannya. Aku khawatir Senior seorang diri ...."Setelah memastikan Tirta sangat kuat dan tidak berniat jahat padanya, pikiran seperti ini sebenarnya sudah muncul di benak Yuna. Hanya saja, dia tidak menyangka sebelum dia sempat meminta bantuan, Tirta justru menawarkan bantuan terlebih dulu. Namun, begitu teringat pada metode Penasihat Negara yang hampir seperti iblis, wajah cantiknya segera dipenuhi perasaan khawatir."Nggak masalah. Sebanyak apa pun jumlah mereka, mereka tetap bukan lawanku," kata Tirta sambil tersenyum tipis.
"Ini batu spiritual kelas tertinggi? Astaga. Bahkan perbendaharaan seluruh Dinasti Darminan pun hanya punya sekitar seribu batu spiritual kelas tertinggi. Kamu ... benar-benar yakin mau berikan sebanyak ini padaku?" kata wanita cantik itu dengan sangat terkejut hingga mulut mungilnya ternganga."Aku yakin. Untuk hal sekecil ini, aku nggak perlu bohongi kamu," jawab Tirta dengan tenang."Dengan batu-batu spiritual ini, kultivasiku pasti bisa meningkat pesat. Aku bisa balas dendam untuk Ayahanda dan Ibunda. Tapi, sekarang aku ... bahkan nggak bisa keluar dari istana kekaisaran, aku nggak bisa bawa kamu ke formasi teleportasi," kata wanita cantik itu dengan tatapan yang kembali muram."Kenapa? Kamu sedang dalam masalah? Katakan saja, aku bisa bantu bereskan. Begini sudah bisa, 'kan?" tanya Tirta."Kamu benar-benar bisa bantu? Tapi, kamu ...."Sebelum wanita cantik itu sempat menyelesaikan perkataannya, tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang serentak dari luar aula. Bahkan air jernih
"Nona, jangan berteriak, aku bukan orang jahat," kata Tirta. Melihat wanita itu membuka mulut lebar-lebar dan hendak menjerit, dia yang tidak ingin menarik perhatian segera maju dan menutup mulut wanita itu."Mm ...."Wanita cantik itu makin ketakutan hingga mata indahnya membelalak dan air matanya hampir jatuh. Terlihat jelas, tindakan Tirta justru membuatnya makin takut. Bagaimanapun juga, saat ini dia tidak mengenakan sehelai pakaian pun dan jarak Tirta dengannya makin dekat. Bahkan hampir menempel ke tubuhnya."Nona, aku benar-benar bukan orang jahat. Aku hanya mau tanya beberapa hal. Selama kamu jawab dengan jujur, aku akan segera menghilang dari hadapanmu. Kalau kamu setuju, angguk kepala saja. Setelah itu, aku akan lepaskan tanganku dari mulutmu," kata Tirta dengan tak berdaya sambil mencoba berunding.Mengalami kejadian seperti ini, Tirta juga tidak bisa berkata apa-apa. Bagaimanapun juga, semua ini terjadi karena formasi teleportasi Selvi tidak dibangun dengan benar. Selain it
"Gila .... Wanita ini kelihatannya cantik, tapi kejam banget!""Aku bahkan bisa mendengar suara sesuatu pecah tadi. Untung tadi aku nggak coba mendekatinya!""Cuma kejam nggak cukup. Yang dia pukul itu Doddy.""Ayahnya punya saham di semua toko emas lantai ini. Dia kaya dan punya pengaruh besar!""A
Pada akhirnya, suasana di kantor polisi menjadi sunyi senyap. Dari ibu kota provinsi, yang tersisa hanya Amal yang tidak sadarkan diri dan Budi yang mengikuti di belakang Tirta tanpa mengatakan apa pun sejak tadi.Lutfi menyuruh pengawalnya untuk mengangkat Amal ke tumpukan sampah yang tidak jauh dar
"Nggak apa-apa, Kak. Tenang saja!" ujar Tirta lagi sambil menepuk pundaknya saat melihat Arum terkejut."Ya ... aku akan tenang!" Tiba-tiba, muncul sebuah pemikiran dalam benak Arum! Tirta yang mengocok kartu ini dengan menggunakan tangannya! Meski Arum sendiri tidak mengerti bagaimana caranya, dia t
Taymur yang kaget berkomentar, "Pemahaman pemuda ini sangat mengerikan. Padahal dia baru pertama kali menghadapi teknik andalan sekte kita, tapi dia bisa langsung menemukan cara untuk melawannya dalam waktu singkat!'Kael menghela napas dan menimpali, "Masalahnya tubuh pemuda itu terlalu tangguh. Or







