Share

Bab 585

Author: Hazel
Kini, Dipo dan lainnya bisa menebak bahwa Tirta yang memutuskan lengan Resnu. Resnu bukan hanya tidak berani membalas dendam, tetapi juga bersikap begitu rendah diri terhadap Tirta dan teman-temannya.

Setelah mendapat izin dari Tirta, Resnu pun langsung kabur. Resnu belum tentu setakut ini pada ayahnya!

Dipo dan lainnya kembali menatap Tirta. Mereka lagi-lagi merasakan ketakutan mendalam. Saat ini, terdengar bentakan Resnu dari koridor. "Jangan mimpi! Kalian telah menyinggung Pak Tirta. Kalian b
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (2)
goodnovel comment avatar
Hans Silalahi
***** ceritanya mantap lanjut
goodnovel comment avatar
Rian Silaban Rian
ceritanya menarik
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2980

    Tirta tentu memperhatikan beberapa orang yang mengikutinya di belakang. Orang-orang itu hanya mengikuti dari jauh dan sama sekali tidak berniat untuk bertindak.Selain itu, kultivasi orang-orang itu rendah. Mereka hanya mencapai tingkat pembentukan jiwa tahap pertama dan kedua sehingga tidak bisa mengancam keselamatan Tirta. Jadi, Tirta tidak memedulikan mereka.Anjing hitam yang duduk di labu ungu mengamati Nova dengan serius seraya meledek Tirta, "Pemuda sialan, kamu cukup hebat ya. Kamu taklukkan wanita cantik lagi begitu cepat. Sebelumnya kamu bilang nggak berniat macam-macam. Sekarang kamu sudah beraksi. Apa kamu mau berdebat lagi?"Sebelumnya anjing hitam mencium wangi tubuh wanita di hutan lebat. Tentu saja itu adalah wangi tubuh Nova dan lainnya.Anjing hitam yang sudah terlepas dari kejaran langsung menunjukkan ekspresi licik. Tirta mengomel, "Anjing sialan, jangan bicara sembarangan. Kalau bukan karena kamu bersikeras mengganggu lebah nirwana dan membuatku makan anggrek ular

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2979

    Setelah itu, Tirta berkata kepada Shanaya, "Tolong Tetua Shanaya pimpin jalan. Nanti kita berhenti di dekat sana saja.""Oke. Kamu ikut aku saja," timpal Shanaya. Selesai bicara, dia mengeluarkan labu ungu. Sesudah diperbesar, labu itu menjadi perahu yang melayang di langit.Sementara itu, Tirta menggendong Nova dan mengikuti Shanaya dengan menaiki Pedang Terbang.Tiba-tiba, terdengar teriakan anjing hitam dari bawah. "Pemuda sialan, aku dikejar orang. Kenapa kamu kabur? Cepat kemari dan bantu aku bunuh beberapa orang tolol ini!"Anjing hitam sudah berlari ribuan kilometer, bahkan kakinya hampir berasap. Di belakang anjing hitam, puluhan murid tingkat pembentukan jiwa tahap pertama dan kedua terus mengejarnya. Tubuh mereka dibasahi keringat, tetapi mereka tetap tidak menyerah.Dua murid yang berada di paling depan berteriak marah. Mereka merasa sangat sial mengalami hal buruk seperti ini."Anjing sialan, cepat menyerah!""Kamu melahap obat spiritual yang sekte kami siapkan untuk pengua

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2978

    Anca mendengus dan menegaskan, "Kamu benar-benar cari mati! Sekarang kamu sudah melakukan kesalahan yang fatal. Aku pasti akan melaporkan hal ini kepada penguasa agung. Tiga utusan lainnya juga akan bekerja sama untuk mengulitimu dan mencincangmu."Anca menambahkan, "Tapi, kamu sudah menghinaku. Sebelum menyerahkanmu kepada mereka, aku tentu nggak akan melepaskanmu!"Anca tentu tidak tahu apa yang dilakukan Tirta. Dia hanya menganggap kemampuan Tirta sedikit lebih hebat darinya. Jadi, Anca tidak kabur dan ingin bertarung dengan Tirta.Saat menerjang Tirta lagi, kekuatan tempur Anca sangat intens dan kekuatan spiritualnya bergejolak. Serangan yang dilancarkannya sangat dahsyat sehingga membuat langit dan bumi berguncang. Kekuatan Anca jauh lebih kuat berkali-kali lipat daripada Rafif yang menggunakan teknik rahasia secara paksa untuk meningkatkan kekuatannya.Tirta membalas, "Kamu kira energiku terkuras setelah aku menghancurkan formasi dan membunuh Rafif? Makanya kamu mau menggertakku

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2977

    Sudah jelas, Shanaya lebih takut kepada Anca daripada Rafif.Nova yang berdiri di samping juga sangat gugup. Ekspresinya berubah drastis dan kekuatan spiritual di dalam tubuhnya bersirkulasi. Dia terlihat seperti kelinci kecil yang ketakutan.Hanya Tirta yang bersikap tenang di tempat itu. Dia memandangi Anca dengan tatapan sinis yang tidak terlalu kentara.Anca menanggapi dengan ekspresi masam, "Oh? Kamu nggak tahu? Masalah ini sangat penting. Aku baru bisa melapor kepada penguasa agung setelah menyelidiki masalah ini. Kamu yang bantu aku untuk beberapa waktu ini."Sebelum Shanaya sempat menyetujui, tiba-tiba Anca memandang Tirta dan berkata lagi dengan perasaan tidak puas, "Oh iya. Siapa pemuda ini? Aku baru pertama kali melihatnya."Hal ini karena Anca menyadari Tirta sama sekali tidak takut setelah melihatnya. Hal ini membuat Anca tidak senang.Shanaya melihat Tirta sekilas, lalu menyahut dengan ragu-ragu, "Pak Anca, ini murid pria yang baru kurekrut. Hanya saja, kultivasinya terla

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2976

    Shanaya berkata dengan ekspresi ragu, "Lokasi penguasa agung sekitar 450 kilometer dari sini. Aku bisa tunjukkan jalan padamu. Demi keamanan, aku sarankan ... kamu pergi sendiri saja. Tinggalkan Nova di sini biar dia nggak terancam bahaya."Tirta tahu Shanaya tidak terlalu percaya dengan kemampuannya, jadi dia langsung menyetujui, "Tentu saja aku nggak keberatan."Shanaya dan Tirta tidak menyangka Nova malah berbicara dengan tegas, "Nggak .... Tetua Shanaya, sekarang aku sudah jadi ... kekasih Tirta. Aku ini calon istrinya. Sekalipun harus mendatangi tempat yang sangat berbahaya, aku tetap mau pergi bersamanya. Kalau terjadi sesuatu pada Tirta, aku nggak ingin hidup lagi."Ucapan Nova membuat Tirta tersentuh.Shanaya menyarankan dengan serius, "Nova, kamu harus pikirkan baik-baik. Jangan main-main dengan nyawa."Nova menyahut dengan yakin, "Tetua Shanaya, aku tahu kamu berniat baik. Tapi, kamu juga tahu sifatku. Setelah aku membuat keputusan, siapa pun nggak bisa membujukku. Bahkan gur

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2975

    Selesai bicara, air mata Nova mengalir lagi. Tirta ingin menghibur Nova, tetapi sekarang mereka tidak saling mencintai. Jadi, tidak ada gunanya Tirta menghibur Nova. Lebih baik Tirta diam saja.Shanaya menghibur Nova lagi, "Nova, kamu harus menjaga dirimu baik-baik. Ke depannya jalanmu masih panjang. Kalau gurumu tahu di alam baka, dia juga nggak ingin lihat kamu menangis setiap hari."Shanaya yang teringat sesuatu memberi tahu Nova tentang kehidupan Nayara sebelumnya di dunia fana, "Oh iya. Sebelum Tetua Nayara datang ke Sekte Hala, dia itu istri seorang pedagang di dunia fana. Dia juga punya seorang putra. Waktu bertahun-tahun sudah berlalu, kalau keturunan Tetua Nayara masih hidup, mungkin kamu bisa menjaga mereka.""Sebelum meninggal, Tetua Nayara sering diam-diam menceritakan masalah ini padaku. Dia sangat menyesal nggak bisa melihat putranya tumbuh sehat, lalu menikah dan punya anak. Dia juga nggak bisa memenuhi tanggung jawabnya sebagai seorang istri," lanjut Shanaya.Shanaya me

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 801

    Budi harus masuk sekarang juga!Setelah Harwin dan putranya masuk, mereka pasti akan menggunakan namanya untuk menekan Tirta dan tiga keluarga besar lainnya. Jika dia pergi begitu saja, bukankah Tirta nantinya akan balas dendam padanya?Begitu melihat Tirta yang duduk di dalam, langkah Budi menjadi te

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 742

    "Tenang saja, aku sudah ingat semua 30-an gaya itu. Kujamin sekarang aku lebih hebat daripada kamu ...." Mendengar itu, ekspresi wajah Ayu berubah menjadi sedikit malu-malu, tetapi dia tetap menjawab dengan suara pelan."Baguslah. Kalau begitu, semuanya tergantung pada kemampuanmu untuk benar-benar m

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 733

    Saat ini, Agatha masih tertidur lelap. Setelah mendengar suara Tirta, dia membuka matanya yang masih mengantuk."Loh ... Tirta, di mana Bu Naura dan lainnya? Kapan mereka keluar? Kenapa kamu nggak membangunkanku?" Agatha memandang ke sekeliling, lalu bangkit dari sofa."Eee ... kulihat kamu tidur sang

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 712

    Tirta dan Irene kembali berkeliling di sekitar pusat perbelanjaan. Mereka memilih beberapa hadiah untuk Naura. Tirta juga memilihkan beberapa aksesori indah untuk Irene.Setelah menerima hadiah, Irene baru merasa puas. Dia tidak lagi mengomel karena Tirta yang "tidak setia"."Kak Irene, temani aku ke

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status