Share

Bab 675

Author: Hazel
Ketika melihat Saba tidak keberatan, Tirta meneruskan, "Ini Pak Saba, ini Nona Shinta."

Naura sontak terbelalak kaget. Dia bertanya dengan tidak percaya, "Apa? Ini Pak Saba, pahlawan pendiri negara? Astaga! A ... aku nggak nyangka punya kehormatan bertemu Pak Saba di sini! Aku telepon ayahku suruh dia kemari!"

Karena terlalu bersemangat, Naura sampai terbata-bata. Sebagai wali kota, ayahnya tentu harus menyambut kedatangan Saba. Jika tidak, ayahnya bisa dinilai lalai dalam bertugas.

Pada saat ya
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
hans
***** bagus Lanjut
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3194

    "Kapan klan kalian ikut Utusan Suci sebelumnya berperang?" Tirta berpikir sejenak, lalu bertanya."Itu terjadi pada masa yang sangat jauh, kira-kira ratusan ribu tahun yang lalu. Nenek moyang klan kami yang dulu mengikuti Utusan Suci sebelumnya berperang. Untuk tahun pastinya, saya juga nggak terlalu ingat," jawab pemimpin itu dengan hormat."Utusan Suci yang kalian maksud ini, satu orang atau sebuah organisasi? Di atas Utusan Suci, apa masih ada keberadaan yang lebih tinggi?"Ratusan ribu tahun adalah waktu yang terlalu lama. Cukup lama untuk mengubah samudra menjadi daratan, oasis menjadi gurun, bahkan mungkin menghancurkan planet-planet tertentu. Bahkan Tirta merasa kulit kepalanya merinding saat mendengarnya."Utusan Suci nggak tahu soal ini?" Pemimpin itu akhirnya tidak bisa menahan diri dan bertanya dengan bingung.Di rongga matanya, dua nyala api hijau zamrud berkedip-kedip, memancarkan kebingungan layaknya manusia. Jelas, dia mulai meragukan identitas Tirta."Ehem, ehem, aku ju

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3193

    "Tapi fluktuasi aura yang terpancar dari dalamnya sangat mengerikan. Sedikitnya ada lebih dari 100 makhluk tulang putih tingkat penebas dewa tahap akhir!""Semuanya harus dimusnahkan. Kalau salah satu saja berhasil lolos dan memasuki Negara Darsia, itu akan menjadi sebuah bencana."Kini, pedang kecil itu tidak bisa digunakan. Tirta segera mundur dan bersiaga penuh. Dia mengeluarkan kertas emas itu, siap menyerang kapan saja jika makhluk tulang putih dari balik gerbang keluar.Di bumi terdapat hukum penindasan yang ditinggalkan oleh pemilik Istana Batara. Selama makhluk-makhluk tulang putih ini berani menginjakkan kaki di sini, kekuatan mereka pasti akan sangat tertekan.Karena itu, meskipun jumlah mereka banyak dan terlihat sangat mengerikan, Tirta tidak merasa takut.Pada saat yang sama, mengingat hubungan antara Sekte Penguasa Akhirat dan Sekte Asura, Tirta menduga bahwa benda ini mungkin adalah pusaka yang diberikan Sekte Asura kepada Sekte Penguasa Akhirat.Namun, yang tidak bisa d

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3192

    Wajah Irena langsung memerah."Nggak usah bahas hal yang nggak penting lagi. Di dalam cincin penyimpananku masih ada cukup banyak batu spiritual dan tanaman spiritual. Mumpung kita lagi senggang, gimana kalau kita kubur dan tanam semuanya di sini?" usul Yumika."Baiklah, kamu memang dermawan. Aku sih nggak bisa. Aku nggak mungkin mengeluarkan seluruh tabunganku sendiri," gumam Irena pelan.....Sementara itu di pihak Tirta, setelah membawa cincin penyimpanan yang diberikan Yumika dan meninggalkan Desa Persik, dia terus terbang menuju gurun yang menurut ingatannya berada sekitar 500 kilometer jauhnya.Dulu, saat Genta menggunakan tubuhnya untuk menjalani tribulasi, tempatnya berada di sana."Tempat ini cukup luas. Aku bisa bergerak tanpa perlu menahan diri. Seharusnya tungku perunggu raksasa ini bisa dihancurkan di sini."Sekitar satu setengah jam kemudian, Tirta akhirnya tiba di hamparan gurun yang luas itu. Dia segera menghapus jejak kesadaran spiritual Yumika di dalam cincin penyimpa

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3191

    "Masih ingat tungku perunggu raksasa yang ada di Sekte Penguasa Akhirat itu?"Itulah yang ingin dibicarakan Yumika. Menurutnya, karena sekarang dia sudah bersama Tirta, lebih baik mengatakan semuanya secepat mungkin. Makin lama ditunda, makin mudah Tirta curiga terhadap niatnya."Tentu saja ingat. Tungku raksasa itu entah sudah menelan berapa banyak darah dan air mata rakyat biasa. Benda itu benar-benar jahat.""Jangan-jangan Kak Yumika sudah tahu siapa yang mencurinya?" tanya Tirta dengan wajah muram."Tirta, aku ... sebenarnya ... sebenarnya ...." Melihat reaksinya, hati Yumika langsung menegang. Dia jadi tidak berani melanjutkan.Dengan ketelitian dan keteguhannya, belum pernah dia sampai terbata-bata saat berbicara. Dari situ terlihat jelas bahwa dia memang sangat memedulikan perasaan Tirta."Sebenarnya apa? Jangan bilang ... tungku raksasa itu sama kamu?" tebak Tirta sambil mengernyit."Benar. Memang aku yang ambil. Tapi Tirta, dengarkan dulu penjelasanku ...." Yumika menatap mata

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3190

    Dengan demikian, kedatangan Lavanya kali ini untuk menyampaikan informasi justru tidak memberinya keuntungan apa pun.Bukan hanya itu, setelah dibuat kesal, pada akhirnya justru Tirta yang diuntungkan. Meskipun merasa sangat tertekan, pada akhirnya Lavanya tetap tidak mampu melawan arus takdir.Tirta juga menepati janjinya kepada Lavanya sebelumnya. Dia benar-benar membuat wanita itu kenyang dan menghilangkan dahaganya.Selain itu, sebagai seorang perawan tua yang telah hidup lebih dari 3.000 tahun, untuk pertama kalinya Lavanya akhirnya mengerti kenapa begitu banyak pria dan wanita fana begitu tergila-gila pada urusan asmara.Ternyata, hal semacam itu memang memiliki kenikmatan tersendiri. Bahkan ini terasa lebih memuaskan daripada bertahun-tahun berkultivasi tanpa kemajuan dan tiba-tiba mendapatkan pencerahan dalam suatu kesempatan."Bajingan tak tahu malu. Kalau saja kekuatanku nggak kalah darimu, setelah kamu memperlakukanku seperti ini, pasti akan kucabik-cabik tubuhmu dan kuhancu

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3189

    "Selain itu, petinggi Sekte Formasi Surgawi juga sudah bersiap untuk berperang melawan Istana Samara ...."Mendengar itu, Tirta mencibir dingin. "Huh, aku punya banyak kartu truf. Kalau mereka ingin bunuh aku, nggak akan semudah itu.""Ngomong-ngomong, dibandingkan dengan Istana Samara, seberapa besar selisih kekuatan Sekte Formasi Surgawi?" Tirta mencemaskan keselamatan Arshala dan Nova."Secara teori, Istana Samara memang sedikit lebih kuat. Tapi kalau benar-benar bertarung, hasilnya belum tentu.""Sama seperti dirimu. Dari luar kelihatannya nggak terlalu kuat, tapi kamu bisa membunuh banyak orang yang tingkatannya lebih tinggi darimu.""Atau seperti para kultivator yang punya pengalaman tempur melimpah dan banyak cara membunuh musuh, mereka juga bisa mengalahkan kultivator yang setingkat dengan mudah," jelas Lavanya."Kalau kamu bisa mengundang kembali senior berambut putih itu, semua ini pasti bukan masalah.""Perempuan itu? Aku juga nggak tahu dia pergi ke mana." Tirta mengangkat

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2327

    Tanah ini berjarak sekitar 1.500 meter dari puncak Gunung Fozi. Tanah ini terletak di lereng gunung sebelum Gunung Fozi meledak. Bentuknya seperti bukit.Namun, sebenarnya itu adalah anjing hitam yang sudah membuka segelnya. Hanya saja, tubuhnya tertutupi pecahan batu.Ledakan rudal terlalu cepat se

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2256

    Apalagi, sekarang pasukan Negara Darsia masih berada di area perbatasan maritim. Para pejabat merasa takut.Melihat sikap para pejabat, Sagara marah-marah lagi, "Kenapa? Dasar segerombolan pecundang, masa kalian sama sekali nggak punya ide?"Tiba-tiba, terdengar teriakan panik dari luar ruang tamu.

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2266

    Suara pasukan Negara Yumai memang sangat keras dan aura mereka sangat mengintimidasi. Namun, mereka hanya pecundang yang lemah bagi Tirta.Sebelum mendekati Tirta, pasukan Negara Yumai sudah dicincang Mantra Pedang Spiritual yang dikerahkan olehnya.Tirta membunuh pasukan Negara Yumai sambil mengham

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2334

    Gulzar masih tidak berhenti bergumam, "Bisa-bisanya Tirta nggak mati setelah diserang rudal .... Apa dia itu iblis? Kalau tahu hasilnya begini, seharusnya kita nggak berperang dengan Negara Darsia. Akibatnya semua pasukanku mati."Gulzar kesulitan untuk menerima kenyataan ini. Dia makin takut pada T

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status