Share

Bab 676

Author: Hazel
Ketika mendengar Saba ingin mengangkat Tirta menjadi saudaranya, semua orang tercengang. Jika Saba serius dengan perkataannya, itu artinya status Tirta akan meningkat pesat!

Lagi pula, di seluruh negeri, siapa yang pantas membuat Saba berbicara demikian? Kalaupun ada, orang itu tidak mungkin semuda Tirta.

Bagaimanapun, selisih usia Saba dan Tirta setidaknya ada 80 tahun! Bukankah hal seperti ini sangat sulit untuk dipercaya?

Namun, jika dipikir-pikir, sebenarnya tidak ada yang salah. Tirta telah
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (2)
goodnovel comment avatar
hans
***** bagus lanjut
goodnovel comment avatar
Riri Febrianto
iklan gak bisa dibuka
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2954

    Danendra menebas pedangnya. Jurus ini adalah yang terhebat di dalam Teknik Pedang Galaksi Sekte Hala. Seluruh kekuatan pengguna jurus ini bisa dikerahkan dalam waktu singkat! Cahaya pedang yang terlihat seperti galaksi terpancar dan kekuatannya sangat luar biasa."Untuk apa kamu menghabiskan tenagamu? Biarpun kamu berjuang mati-matian, kamu tetap nggak mampu melawanku," komentar Tirta sambil menggeleng. Dia berkelebat dan menghindari serangan pedang Danendra dengan mudah.Bruak! Muncul lubang besar sedalam sepuluh meter dan selebar ratusan meter karena tebasan pedang Danendra. Namun, tidak ada jejak Tirta di dalam lubang."Mana orang itu?" tanya Danendra dengan ekspresi muram.Tiba-tiba, terdengar suara Nayara yang mengingatkan, "Tuan Muda, hati-hati! Dia menyerang dari belakang!"Saat Nayara bicara, terdengar suara deru. Danendra masih belum sempat bereaksi, tetapi bokongnya sudah ditendang Tirta.Tubuh Danendra terpental dan tertancap di lumpur bagaikan lembing yang dilempar. Hanya k

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2953

    Shanaya mengeluarkan tungku kecil merah. Tungku itu melayang di udara dan tidak berhenti mengeluarkan energi spiritual alami.Di dalam tungku, bara api bergejolak seperti gunung berapi yang bisa meletus kapan saja. Kekuatannya sangat mengerikan.Shanaya dan lainnya melihat Tirta menggendong Nova yang tidak sadarkan diri sehingga tidak berani bertindak gegabah. Mereka takut Tirta membunuh Nova demi melawan mereka.Jadi, mereka menahan amarah dan tidak langsung bertindak. Kalau tidak, mereka tidak akan bicara omong kosong dengan Tirta. Tentu saja tindakan Tirta membuat mereka makin membencinya.Sebenarnya mereka salah paham. Tirta tahu mereka tidak mungkin percaya, tetapi dia terpaksa menjelaskan, "Kalian dengarkan penjelasanku dulu. Ini cuma salah paham, aku nggak tahu obat spiritual di sini milik sekte kalian. Selain itu, aku bukan sengaja ingin menidurinya. Tapi, semua sudah terjadi dan aku mau bertanggung jawab ...."Danendra yang tampak murka maju. Wajahnya merah padam dan urat di d

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2952

    Bagaimanapun, anggrek ular giok adalah obat spiritual yang ditanam Sekte Hala selama 1.500 tahun. Apalagi, anggrek ular giok tumbuh di dunia awani yang energi spiritualnya lebih melimpah berkali-kali lipat daripada di bumi.Tirta hanya mengonsumsi satu kelopak anggrek ular giok, tetapi efek obat yang dahsyat langsung membuat Tirta kehilangan akal sehat. Dia menghabiskan waktu tiga hari tiga malam untuk menawarkan efek obat yang kuat itu.Tirta sudah sepenuhnya sadar. Dia terkejut melihat Nova yang pakaiannya robek dan sangat lemah. Tirta bergumam, "Eh? Kenapa aku menindih wanita ini? Apa ... yang aku lakukan?"Tirta berusaha mengingat kembali. Dia baru ingat dirinya dipengaruhi efek obat setelah mengonsumsi anggrek ular giok, jadi dia tanpa sadar merenggut kesucian wanita ini."Sialan!" ujar Tirta. Dia menyiksa Nova selama tiga hari tiga malam. Apalagi dia juga tidak sadar dengan perbuatannya. Alhasil, Tirta tidak mengendalikan tenaganya.Walaupun Nova sudah mencapai tingkat pembentuka

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2951

    Valeria mengusap lehernya yang sakit. Dia juga tidak berani membantah. Valeria hanya mengkhawatirkan kondisi Nova sekarang.Salah satu wanita tua memejamkan matanya dan melepaskan kesadaran spiritual. Dia menunjuk tempat Tirta sambil berujar, "Tuan Muda, aku mendengar suara wanita suci. Sepertinya dia ada di dalam hutan lebat ...."Hanya saja, ekspresi wanita tua itu tampak canggung."Baguslah, kita harus selamatkan Nova secepatnya!" balas Danendra yang sangat senang. Dia merasa kesempatannya untuk menjadi pahlawan sudah datang. Danendra menaiki Pedang Terbang ke tempat Tirta dengan ekspresi antusias.Valeria dan dua wanita lainnya serta empat murid pria juga mengikuti Danendra.Tiba-tiba, gurunya Nova berkelebat. Dia mengadang mereka dengan ekspresi sedih dan berseru, "Jangan! Tuan Muda, kamu nggak boleh pergi ke sana!"Gurunya Nova juga sudah mencapai tingkat pembentukan jiwa tahap kesembilan. Dia bisa merasakan apa yang terjadi pada Nova.Danendra marah, mana mungkin dia membiarkan

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2950

    Tak lama kemudian, elang hitam raksasa itu makin menjauh dan menghilang di langit.Melihat mereka bertiga pergi, Nova baru merasa lega. Tang! Saat Nova tidak fokus, Pedang Galaksi dihantam oleh Tirta lagi hingga terpental.Nova membatin, 'Padahal penjahat ini sudah kehilangan akal sehat, tapi dia masih begitu hebat. Penjahat ini benar-benar nggak sederhana! Sebenarnya dia siapa? Kenapa aku nggak pernah mendengar tentang orang ini di kumpulan generasi muda wilayah lembah selatan?'Apa daya, Nova hanya bisa mengerahkan Teknik Mengejar Bintang untuk kabur ke hutan lebat. Dia berencana memanfaatkan kondisi geografis untuk mengulur waktu Tirta.Saat ini, efek anggrek ular giok sudah berkembang sampai batas maksimal. Tubuh Tirta sangat panas hingga terasa seperti hampir meledak.Melihat Nova kabur ke hutan lebat, Tirta menyimpan Busur Matahari dan berteriak. Dia langsung mengejar Nova tanpa ragu.Nova memang sudah mengerahkan teknik andalan sektenya, Teknik Mengejar Bintang. Kecepatannya san

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2949

    Bisa dibilang teknik pedang mereka sangat hebat. Kerja sama mereka membuat musuh tidak bisa menghindar. Bahkan mereka bisa melawan kultivator tingkat pembentukan jiwa tahap keenam.Cahaya pedang di sebelah kiri membentuk garis lurus untuk mengadang Tirta. Cahaya pedang di sebelah kanan berubah menjadi sembilan cahaya untuk membuat Tirta tidak bisa mundur.Sementara itu, Valeria melompat ke udara dan mengayunkan cambuknya. Dia mengadang Tirta di bagian atas. Valeria berseru, "Cambuk Lima Petir!"Tirta membatin, 'Aku juga akan mengalami luka ringan kalau ingin terbebas dari kepungan mereka.'Nova yang sudah mencapai tingkat pembentukan jiwa tahap ketujuh tidak bertindak, melainkan hanya berjaga di samping. Dia mengangguk sesudah melihat serangan tiga juniornya. Sudah jelas dia setuju dengan tindakan mereka."Panas sekali ... jangan halangi aku!" ujar Tirta. Dia segera mengeluarkan Busur Matahari dari Giok Penyimpanan.Bum! Bum! Bum! Terdengar tiga suara teredam. Kepala Valeria dan dua wa

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1637

    Para tokoh hebat itu maju sambil tersenyum. Mereka berebutan untuk memberikan kartu bank berwarna hitam kepada Tirta.Tadi mereka memang tidak masuk ke aula acara, tetapi kabar tentang Tirta sudah tersebar. Jadi, mereka tahu hubungan Tirta dengan Saba. Selain itu, mereka juga tahu nasib Altair, angg

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1565

    Mata Tirta juga menjadi hitam. Pupilnya dipenuhi dengan garis-garis vertikal putih. Kala ini, Tirta hanya ingin berangkat ke ibu kota untuk menyelamatkan ayah kandungnya. Dia juga ingin menghabisi Altair untuk membalas dendam ibunya.Namun, perubahan Tirta membuat Marila dan Shinta ketakutan. Mereka

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1564

    Biarpun sudah selesai melihat dokumennya, Tirta masih tidak bisa menerimanya. Dia mengembalikan dokumen tersebut kepada Marila.Sebenarnya wajar saja jika Tirta bereaksi seperti ini. Dia sudah hidup selama belasan tahun di suatu tempat. Tiba-tiba, seseorang memberitahunya orang tua yang dia akui buk

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1546

    Namun, sosok seorang wanita yang mondar-mandir di depan pintu vila menarik perhatian Tirta. Setelah menghentikan mobil, Tirta turun dan bertanya dengan ekspresi bingung, "Kak Nabila, kamu lagi hamil. Kenapa kamu nggak istirahat di kamar malah mondar-mandir di depan pintu?"Farida dan Arum yang duduk

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status