Se connecterHal ini terjadi bukan karena tingkat kultivasi Althea belum cukup tinggi atau tekniknya kurang bagus. Sebenarnya gambaran bisa muncul sekitar satu menit.Penyebabnya adalah status Althea sebagai anggota Sekte Kebebasan sebelumnya. Namun, sekte ini sudah dilenyapkan orang-orang di dunia misterius. Jadi, sekarang hati Althea bergejolak saat melihat Tirta muncul di dunia misterius.Althea teringat pemimpin sekte senior, tetua, dan murid-murid Sekte Kebebasan yang sudah mati. Itulah sebabnya teknik yang dikerahkan Althea tidak stabil.Althea tenggelam dalam ingatan yang menyedihkan. Dia meneteskan air mata sembari termenung.Nabila segera maju untuk memberikan tisu pada Althea. Dia bertanya dengan ekspresi khawatir, "Kak Althea, kenapa kamu menangis? Kamu nggak apa-apa, 'kan?"Althea menyeka air matanya dan menyahut dengan perasaan gelisah, "Nggak apa-apa .... Aku cuma berpikir kenapa Tirta nggak bilang pada kita kalau dia pergi ke dunia misterius? Jangan-jangan terjadi sesuatu di sana?"A
Althea menanggapi, "Ayu, aku nggak menyangka ternyata kamu begitu bergairah. Tapi, kita semua memang merasa bosan tanpa Tirta di rumah. Aku coba selidiki lokasinya sekarang. Kalau situasinya seperti kemarin lagi ...."Althea ragu-ragu untuk menyelesaikan ucapannya. Sudah jelas dia teringat apa yang dilakukan Tirta sebelumnya. Ternyata Tirta sedang mandi bersama dua gadis polos.Ayu menimpali, "Nggak masalah kalau situasinya seperti kemarin. Lagi pula, cuma kita berdua yang tahu. Yang lain nggak tahu perbuatan Tirta."Begitu Ayu selesai bicara, pintu kamar terbuka. Orang-orang yang masuk adalah Nabila, Agatha, Farida, Arum, Melati, dan Elisa. Tadi mereka menguping.Selain itu, Heidi dan Yasmin yang sibuk menyiram bunga di taman tadi juga masuk ke kamar. Mengenai Tina, Kimmy, dan Laras ... mereka membawa Linda, Elizabeth, Adeline, Rosie, dan Yelena untuk merencanakan kembali perkembangan Desa Persik di masa depan.Bagaimanapun, kondisi Desa Persik sudah berbeda dengan sebelumnya. Puluhan
Panggilan telepon langsung terhubung. Shazana yang terkejut berujar, "Semalam aku masih lihat anak sialan itu, tapi hari ini aku nggak melihatnya lagi. Aku kira dia mencari kalian. Kenapa? Apa dia nggak pulang ke Desa Persik?"Ayu menyahut dengan perasaan kecewa, "Nggak, Bibi Shazana. Perjalanan dari Jagapati ke Desa Persik cuma butuh waktu kurang dari satu hari. Aku rasa dia pergi ke tempat lain. Hanya saja, entah kenapa aku nggak bisa menghubunginya.""Jangan-jangan anak sialan itu bersenang-senang dengan wanita lain lagi? Ayu, tunggu sebentar. Aku coba telepon dia," timpal Shazana.Shazana mengakhiri panggilan telepon. Dia yang marah segera menghubungi Tirta. Namun, panggilannya juga tidak terhubung.Akhirnya, Shazana kepikiran untuk menghubungi Devika.Devika marah-marah, "Bibi Shazana, semalam pria berengsek itu pergi bersama seorang wanita Negara Yumai. Dia bilang mau membantu wanita itu, tapi aku juga nggak tahu apa yang dilakukannya."Selesai bicara, Devika mengakhiri panggilan
Tirta mengangkat bahunya, lalu membawa Kamala meninggalkan wilayah ini untuk mencari pemurni energi yang lain. Tujuan utama Tirta datang ke dunia misterius adalah mencari orang tua Elisa dan Ayu.Kedua, Tirta ingin memutuskan semua jalur menuju dunia fana. Ketiga, dia ingin membantu Genta mencari bahan-bahan berharga. Tirta juga bisa membunuh kultivator tingkat inti emas dan tingkat pembentukan jiwa untuk dimurnikan Genta.Menurut penjelasan Althea sebelumnya, orang tua Elisa dikurung di dalam sebuah formasi. Tentu saja formasi seperti itu ada di situs peninggalan sekte. Jadi, Tirta memeriksa setiap sekte yang dilihatnya.Setelah Tirta membawa Kamala pergi, sekelompok murid Sekte Zeru buru-buru datang ke tempat ini. Mereka datang untuk menjemput Razin, Neoma, Gumilar, dan lainnya. Ternyata sia-sia mereka datang ke sini. Mereka berkomentar."Apa yang terjadi? Kenapa Master Razin, Master Neoma, dan lainnya menghilang?""Tapi, pulau sudah dipindahkan kembali. Jangan-jangan mereka menghada
Begitu pemikiran itu muncul, Kamala langsung menyangkal diri sendiri. Hal ini karena dia tahu dirinya tidak mampu melawan Tirta.Lagi pula, Kamala tidak punya kesempatan untuk kembali ke dunia asalnya lagi jika dia membunuh Tirta. Sebenarnya masih ada satu alasan terakhir.Kamala melihat Tirta sekilas dan membatin, 'Mungkin ... aku memang sedikit menyukai orang ini .... Aku benar-benar nggak berguna. Aku nggak bisa balas dendam lagi ....'Tiba-tiba, air mata Kamala menetes. Dia diam-diam menyekanya dan tidak bersuara.Angin laut berembus dan ombak menderu. Tanpa sadar, Kamala tertidur.Sekitar pukul 9 malam, Tirta yang awalnya sangat tenang tiba-tiba berseru, "Aku sudah memahami Formasi Teleportasi!"Kamala terbangun. Dia bertanya, "Apa?"Tirta memasukkan Batu Pancawarna ke dalam Cincin Penyimpanan dan menyahut, "Nggak apa-apa. Kita sudah bisa masuk ke dunia misterius.""Cepat sekali," komentar Kamala. Dia yang mulai sadar terkejut. Sebelumnya Kamala mengira setidaknya Tirta butuh wakt
Sekarang Genta tidak tertarik pada batu spiritual, jadi Tirta yang diuntungkan. Bisa dibilang dia mendapatkan banyak keuntungan.Tirta membatin, 'Kultivator tingkat inti emas memang hebat. Hartanya jauh lebih banyak daripada kultivator tingkat pembentukan fondasi. Sayang sekali, wanita itu mati disambar petir. Aku nggak sempat mengambil Giok Penyimpanan milik wanita tua itu. Kalau nggak, aku bisa mendapatkan lebih banyak barang berharga.'Cahaya putih berkedip di tangan Tirta. Dia memainkan batu hitam itu. Hanya saja, Tirta tetap tidak tahu itu barang apa setelah menelitinya cukup lama.Saat Tirta hendak menggigit jarinya dan mencoba meneteskan darahnya, terdengar suara Kamala. "Kamu sudah membunuh canggahku, jadi nggak ada yang bisa mengaktifkan Formasi Teleportasi. Kita juga nggak bisa masuk ke dunia misterius biarpun datang ke pulau ini."Tirta menepuk pahanya dan membalas, "Eh? Kenapa kamu nggak beri tahu aku dari tadi? Kalau kita nggak bisa masuk ke dunia misterius dari sini, untu







