Partager

Bab 835

Auteur: Hazel
Susanti segera maju dengan ekspresi serius, lalu berujar sambil tersenyum dingin, "Kalian berdua nggak perlu terus berpura-pura. Cuma dari laporan pasien yang ditipu oleh rumah sakit kalian, aku sudah menemukan dua orang korban."

"Tunggu sampai kami menemukan bukti uang hasil korupsi itu, kalian bakal punya banyak waktu untuk bicara." Setelah berucap demikian, Susanti duduk di sebuah kursi dan bersiap menunggu dengan sabar.

"Minggir, jangan menghalangi jalanku," ujar Tirta dengan nada dingin. Ta
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé
Commentaires (1)
goodnovel comment avatar
hans
***** mantaffff lanjut
VOIR TOUS LES COMMENTAIRES

Dernier chapitre

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3102

    Sekarang, mentalitas Tirta sudah menjadi sangat tenang. Sekalipun pemuda tampan itu memang mendekatinya dengan niat tersembunyi, Tirta juga tidak akan terlalu terkejut ataupun marah. Sebaliknya, kalau bisa mendapat satu teman lagi, dia justru cukup senang.Mereka menghabiskan sebagian besar buah spiritual hasil rampasan Tirta, termasuk lima obat spiritual berusia 1.500 tahun yang dibawa pemuda tampan itu. Tiga sisanya dibagikan Tirta kepada mereka masing-masing.Bisa dikatakan, selain Arshala yang tidak menunjukkan reaksi terlalu besar, Tirta dan Nova sama-sama merasa energi spiritual dalam tubuh mereka berada dalam kondisi meningkat pesat.Mereka harus segera memurnikannya. Kalau tidak, sangat mudah menyebabkan energi spiritual menjadi kacau."Ayo, kita langsung ke kediaman Tetua Suryana. Setelah memurnikan energi spiritual dalam tubuh, baru kita bahas hal lain."Rombongan itu langsung meninggalkan Menara Legit. Mereka sama sekali tidak menyadari bahwa di sudut ruangan, Yumika diam-di

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3101

    Dengan mantap, dia meletakkannya di atas meja segi delapan. Ucapannya terdengar rendah hati, tetapi obat spiritual yang dia dapatkan benar-benar luar biasa. Semuanya ternyata berusia 1.500 tahun.Dari situ bisa diperkirakan, kultivasinya setidaknya berada di tingkat penebas dewa.Krak. Tirta sama sekali tidak sungkan. Dia mengambil satu obat spiritual, lalu mengunyahnya. Cairan manis yang mengandung energi spiritual itu melimpah, meledak di dalam mulutnya, dan kultivasinya juga meningkat dengan jelas.Pada saat yang sama, dia bertanya, "Boleh tahu siapa gurumu? Jangan-jangan juga murid Tetua Suryana?""Bukan. Kamu curiga aku mendekatimu karena punya niat jahat ya?" Pemuda tampan itu tersenyum, samar-samar terlihat satu atau dua lesung pipi kecil di wajahnya."Bukan begitu. Kalau aku wanita cantik, masih masuk akal kalau bilang kamu mendekatiku dengan niat jahat. Tapi kita berdua sama-sama pria sejati. Apa yang harus kucurigai darimu?" sahut Tirta dengan sangat terus terang.Dalam beber

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3100

    "Kalau nanti kalian masih berani mencari masalah denganku lagi, aku nggak akan semurah hati sekarang. Kalian harus menyerahkan seluruh obat spiritual yang ada di tubuh kalian."Meminta mereka berlutut, meminta maaf, dan memanggilnya "Kakek", tidak akan memberikan keuntungan nyata apa pun.Tirta sangat realistis. Dari belasan orang itu, setiap orang mengeluarkan beberapa batang obat spiritual. Kalau digabung jumlahnya hampir lebih dari 40 batang. Inilah keuntungan nyata yang sebenarnya."Nih, ambil saja, ambil saja. Kami nggak akan berani ganggu kamu lagi."Belasan orang itu bukan hanya kehilangan semua obat spiritual yang baru saja mereka ambil, sekarang bahkan sebagian obat spiritual yang mereka bawa sendiri juga harus diserahkan. Benar-benar rugi bandar.Pada akhirnya, mereka semua pergi dari Menara Legit dalam keadaan sangat menyedihkan tanpa berani menoleh ke belakang lagi."Ayo, kita cari tempat untuk makan. Kalau nanti masih ada orang buta yang datang cari masalah, suruh saja dia

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3099

    Bahkan beberapa tetua pun mengeluarkan seruan kaget dan semakin memperhatikan Tirta."Bocah ini ternyata sekuat itu?" Yunda yang sejak tadi memperhatikan Tirta tanpa sadar mengepalkan tangannya. Dalam hatinya muncul rasa waspada dan tidak rela.Awalnya dia mengira Tirta masih akan mengandalkan pedang kecil itu untuk menyelesaikan masalah. Tak disangka, kekuatan Tirta sendiri ternyata jauh lebih kuat darinya.Yumika mengernyit, tetapi tidak mengatakan apa-apa."Apa?! Aura bocah ini kenapa tiba-tiba melonjak setinggi itu?""Jangan-jangan tadi dia nggak bergerak karena menjalankan semacam teknik rahasia?""Sudahlah, jangan pikirkan itu lagi. Kita serang bersama!""Dia yang bergerak lebih dulu. Hari ini kita harus membuatnya cacat!"Tujuh atau delapan murid yang tersisa melihat beberapa orang pertama langsung dijatuhkan hanya dalam satu pertukaran serangan. Mereka benar-benar marah dan terkejut.Dalam sekejap, mereka menjalankan berbagai teknik kultivasi dan mengeluarkan beragam pusaka, la

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3098

    "Benar. Kalau nggak berani merampas, berarti kamu cucu kami. Kamu harus berlutut dan bersujud 100 kali, manggil kami 'Kakek', baru boleh pergi. Kalau nggak, akibatnya nggak akan sanggup kamu tanggung!"Beberapa orang berjalan mendekati Tirta lagi sambil mencibir dingin. Bahkan cukup banyak orang diam-diam mulai mengedarkan energi spiritual mereka.Asal Tirta berani mengulurkan tangan untuk merampas, mereka akan langsung bergerak secepat kilat dan mematahkan tangan serta kaki Tirta.Keributan di tempat itu semakin membesar. Di dalam Menara Legit, dari ribuan murid yang datang untuk makan, sebagian besar perhatian mereka tertarik ke arah ini."Bocah itu benar-benar keras kepala.""Dia sama sekali nggak bisa membaca situasi. Gimana bisa dia memprovokasi belasan kultivator tingkat pembentukan dewa sendirian?""Sekarang bahkan kalau dia mau minta maaf pun sudah terlambat. Pihak lawan pasti nggak akan membiarkannya pergi."Mereka semua berdiskusi dengan sikap menonton keseruan. Bahkan sudah

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3097

    Banyak orang langsung tertawa mengejek."Hahahahaha!""Memangnya kenapa kalau ada tetua yang melindungimu? Aku nggak percaya dia bisa terus melindungimu setiap saat!"Orang-orang yang tadi diusir dari Tebing Pengajar Teknik melihat tujuan mereka sudah tercapai. Mereka langsung tertawa besar sambil pergi mengambil makanan khusus mereka masing-masing."Suamiku, jangan marah. Makananku untukmu saja," kata Nova dengan kesal."Aku juga nggak butuh ini, kamu saja yang makan." Arshala juga menyerahkan seluruh buah spiritualnya kepada Tirta."Nggak perlu, kalian makan saja. Memang aku nggak bisa ambil makanan, tapi ada orang yang khusus mengantarkannya untukku. Tentu aku nggak boleh menyia-nyiakannya."Tirta sama sekali tidak memedulikan ejekan orang-orang di sekitarnya. Dia malah menatap rombongan yang tadi memprovokasinya sambil mencibir dingin."Suamiku, jangan-jangan kamu ingin ...." Nova belum selesai berbicara, Tirta sudah berjalan ke belakang rombongan itu."Bocah, kamu mau apa? Jangan-

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 774

    "Pak Tirta, Bu Susanti, itu dia Clara! Putri direktur rumah sakit kota!"Clara dan Aaris tidak turun dari mobil. Mereka hanya membuka jendela mobil dan melihat ke sekitarnya. Namun, Dhio bisa mengenali suara Clara. Karena masalah ibunya dibohongi, kini Dhio sangat membenci Clara yang merupakan putri

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 775

    "Orang ini adalah wakil di kantor kepolisian, Bu Susanti. Sepertinya kamu harus ikut ke kantor polisi sama dia.""Benar, Bu Clara. Melakukan tindakan ilegal itu nggak bisa dibiarkan. Dengan adanya kesaksian dari kami berdua, kamu nggak bisa mengelak lagi. Ayo ikut Bu Susanti ke kantor polisi!" timpal

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 829

    Wanita itu sedang memegang hasil pemeriksaan. Dia bertanya dengan terkejut, "Pak Suwanto, dadaku cuma agak sakit dan sesak. Selain itu, aku nggak merasakan apa pun lagi. Mana mungkin aku mengidap kanker payudara? Apa ada kesalahan?"Mungkin karena terlalu terkejut dengan hasil pemeriksaan, wanita itu

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 846

    "Kalau ada yang nggak ngerti, langsung tanyakan padaku saja," pesan Lutfi."Oke. Terima kasih banyak, Kak. Setelah aku menguasai jurus hebat, aku nggak bakal melupakan jasamu." Mata Tirta berbinar-binar saat menerima barang di tangan Lutfi."Aku nggak bisa dibilang berjasa juga. Aku cuma nggak ingin k

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status