LOGINVikrama tersadar dari keterkejutan terlebih dahulu.Vikrama menunjuk Tirta yang jatuh seraya berkata, "Nggak apa-apa. Kalian lihat, pemuda itu nggak mampu bertahan lagi. Dia nggak mungkin bisa melukai kita. Kita juga nggak perlu repot-repot bertindak lagi karena dia sudah membunuh Gundala."Tatapan Vikrama tetap tertuju pada Zelia dan Cakra. Sekarang mereka berdua adalah musuh Vikrama setelah musuh lain tumbang.Tirta tidak bisa mempertahankan tekniknya lagi setelah mengerahkan kekuatan terakhir untuk membunuh Gundala. Saat terjatuh, dia bergumam, "Sialan, sakit sekali .... Tapi, akhirnya aku bisa bantu Pak Aldari dan lainnya balas dendam ...."Efek samping dari esensi darah yang terkuras dan reaksi hebat dari luka di tubuhnya membuat Tirta kehilangan kesadaran. Kertas emas juga terbang kembali ke dalam tubuh Tirta.Melihat kondisi Tirta, Cakra makin antusias. Dia berseru, "Ternyata pemuda itu baru mencapai tingkat inti emas! Haha, bagus! Aku nggak menyangka pemuda itu punya dua barang
Gundala memperhatikan perubahan situasinya. Dia terkejut dan juga marah. Gundala membatin, 'Gawat, tiga orang ini bilang mereka berkultivasi dengan jalan yang benar. Tapi, tindakan mereka lebih kejam daripada Sekte Asura. Takutnya hari ini aku nggak bisa kabur kalau diincar mereka!'Serangan Gundala pada Tirta melambat. Dia memilih untuk menyimpan kekuatan dan berseru, "Teman-teman, pemuda ini membunuh juniorku dan murid dari sekteku. Aku punya dendam kesumat dengannya. Aku harap kalian mendukungku dan berpura-pura nggak melihat kejadian ini."Gundala menambahkan, "Kalau kalian lepaskan aku, ke depannya aku pasti nggak akan melupakan kebaikan kalian. Aku juga akan membalas kebaikan kalian berkali-kali lipat."Zelia terkejut sejenak, lalu tersenyum dan membalas, "Aku nggak menyangka pemuda tampan ini punya dendam denganmu. Pak Gundala balas dendam saja. Kami nggak akan ikut campur."Cakra mengelus janggutnya sambil menimpali, "Benar. Pak Gundala bertarung dengan pemuda itu saja. Kami ba
"Sebenarnya apa yang terjadi di depan? Apa Tirta bertarung dengan orang lain?" tanya Elisa.Kesadaran spiritual Elisa dan lainnya tidak bisa menjangkau tempat yang terlalu jauh, jadi mereka tidak bisa tahu situasinya. Mereka bertiga merasa khawatir.Elisa dan lainnya berharap mereka memiliki sayap sehingga bisa langsung terbang ke sisi Tirta untuk memeriksa situasinya.Berbeda dengan Elisa dan lainnya yang khawatir, dua orang pria tua dan seorang wanita tua dari tiga arah lainnya buru-buru datang karena penasaran.Selain itu, kesadaran spiritual mereka bisa menjangkau jarak lima kilometer. Mereka bisa tahu apa yang terjadi di depan dengan mudah.Pria tua yang datang dari arah barat bergumam dengan ekspresi terkejut, "Bukannya itu Tetua Gundala dari Sekte Asura? Kenapa dia sendirian? Tetua Usman menghilang."Pria tua itu melanjutkan, "Kabarnya, dia baru mencapai tingkat pembentukan jiwa tahap ketiga. Dia itu sosok yang paling menonjol di Sekte Asura. Tapi, sekarang dia sudah mencapai ti
Kedua telapak tangan Gundala bergerak secepat kilat hingga meninggalkan sisa bayangan di udara. Tirta melayangkan serangan tinju dengan jurus Pedang Ilusi dan berusaha bertahan, tetapi dia tidak bisa melancarkan serangan lagi.Jika kondisi ini terus berlanjut, Tirta pasti tidak bisa bertahan lebih dari tiga menit. Tiba-tiba, Tirta merasakan tanda-tanda Teknik Rahasia Delapan Gerbang berhenti beroperasi.Tirta membatin, 'Gawat! Kalau terus begini, takutnya aku nggak bisa bertahan terlalu lama!'Tirta tahu jelas alasannya. Hal ini karena tujuan awal teknik ini diciptakan adalah meningkatkan kekuatan secara paksa dan membunuh lawan yang jauh lebih kuat secepatnya.Kalau melewati batas waktu, teknik ini akan berhenti beroperasi agar tidak meninggalkan gejala sisa yang parah untuk penggunanya. Sebenarnya Tirta sudah cukup kuat bisa bertahan sampai sekarang.Kultivator biasa yang baru mencapai tingkat inti emas tahap pertama pasti kesulitan bertahan lebih dari satu menit jika kekuatannya dit
Gundala tertawa setelah mendengar ucapan Tirta. Dia membalas, "Kamu mau melenyapkan inti jiwaku? Kamu masih begitu sombong, padahal sudah hampir mati. Benar-benar nggak tahu diri!"Angin serangan telapak tangan Gundala menderu dan kekuatannya sangat dahsyat. Serangan Gundala menyerang kepala Tirta dalam sekejap. Gundala sangat yakin serangannya ini pasti akan membuat Tirta mati tragis."Pria tua, lihat baik-baik!" ujar Tirta. Tatapannya menjadi dingin dan dia berusaha keras untuk mengerahkan Mantra Evolusi Semesta. Kecepatannya tiba-tiba meningkat pesat.Tirta hampir tidak bisa menghindari serangan Gundala. Kemudian, dia mengeluarkan kertas emas untuk menebas inti jiwa di belakang kepala Gundala.Whoosh! Cahaya menerangi langit malam bagaikan serangan kilat emas."Aku memang menunggu kemunculan barang itu!" seru Gundala. Dia menyadari kertas emas ini adalah barang berharga yang bisa mengatasi teknik rahasia Sekte Asura.Gundala yang serakah langsung mengulurkan tangannya untuk mengerah
Tirta mengomentari, "Wah, kekuatan yang ditunjukkan pemurni energi tingkat pembentukan jiwa tahap keempat benar-benar nggak bisa dibandingkan dengan kekuatan pemurni energi tingkat pembentukan jiwa tahap ketiga."Selain itu, Tirta mengerjap ketika memandangi inti jiwa Gundala. Sepertinya dia sedang merencanakan sesuatu.Sekarang perhatian Gundala teralih ke Tirta. Dia berkata dengan sinis, "Hei, sekarang sudah saatnya aku membunuhmu! Aku ulangi terakhir kali, serahkan 'Kitab Adikara'. Aku akan membiarkanmu mati tanpa merasa tersiksa!"Gundala melanjutkan, "Kamu nggak punya inti jiwa, cuma inti jiwa palsu yang ditingkatkan dengan mengandalkan teknik rahasia. Sekalipun sangat menakjubkan, juga nggak ada apa-apanya! Aku cuma perlu melancarkan satu serangan untuk membunuhmu!"Gundala tidak merasakan ada yang aneh. Dia mengira inti jiwa Usman hancur karena serangan telapak tangannya. Itulah sebabnya Gundala makin sombong.Tirta membalas, "Dasar tua bangka, bisa-bisanya kamu lebih sombong da
"Ke ... kenapa kamu memukulku ...." Lilies yang ditampar merasa murka sekaligus malu. Namun, ketika melihat Nabila mengenakan pakaian mahal, dia tidak berani melawan karena bisa menebak Nabila bukan orang biasa."Huh! Kenapa memangnya? Siapa suruh kamu menindas pacarku?" Setelah bereaksi kembali, Nab
"Kamu yakin?" Ghafar tetap merasa waswas terhadap orang asing."Aku yakin, Bos. Orang itu adalah kakak Daud, aku tahu semuanya tentang dia. Dia nggak pernah berjudi sama sekali," jawab Ehsan."Baiklah, kalau begitu suruh dia yang bagikan kartu," balas Ghafar menyetujuinya."Tirta .... Aku nggak bisa ba
Tanpa menunggu persetujuan dari Arum, Nabila menariknya masuk ke sebuah toko pakaian bermerek. Karena pakaian Arum telah bolong, Nabila berinisiatif memilihkan pakaian untuknya. Ini adalah pertama kalinya Arum masuk ke toko mewah seperti ini. Dia tampak sangat canggung.Sikap Nabila juga tidak kalah
"Kalau nggak, aku juga nggak bakal percaya. Bukankah nanti kalian bisa lihat sendiri siapa pasangannya?" Priska adalah ketua kelas yang disebutkan oleh Nabila. Penampilannya tampak polos dan tidak licik. Dia tinggal di asrama yang sama dengan Nabila. Menurut Nabila, hubungan mereka lumayan dekat."Di







