LOGINLahir kembali di dunia kultivasi sebagai Aldi, Tuan Muda ke-7 Keluarga Duke Rahmad yang tidak berguna, mantan ilmuwan jenius ini awalnya kehilangan arah. Di masa lalu, ia gagal mengangkat senjata saat dunianya diinvasi monster. Kini, ia diberi kesempatan kedua. Tanpa bakat kultivasi alami yang hebat, Aldi menolak menyerah. Mengapa harus mengikuti cara kuno jika hukum fisika modern bisa membelah gunung? Menggunakan pengetahuan sains miliknya, Aldi menciptakan metode kultivasi ekstrem yang belum pernah dilihat dunia sebelumnya. Bersama pasukan setia yang ia bangun dari nol, Aldi bersiap menghadapi ancaman monster yang kembali membayangi hidupnya. Ini adalah kisah tentang seorang ilmuwan yang mendefinisikan ulang arti "Kuat", menemukan tujuan hidup yang baru, serta menemukan cinta di tempat yang paling tidak terduga.
View MorePada suatu tempat di ujung dunia terdapat sesosok pria berpakaian putih, dia adalah Robert Sang Ilmuwan Ilahi. Wajahnya lesu dan kantung mata terlihat sangat jelas, hari ini adalah tugas terakhirnya untuk menyelesaikan penelitian tentang obat penguat fisik manusia.
“Akhirnya… Revolusi umat manusia datang, waktunya kita menyerang balik!” ucapnya dengan wajah bahagia. Ruang laboratoriumnya sepi, hanya tinggal Robert sendiri. Semua rekannya menyerah dan memilih untuk mengikuti peraturan baru yang ditetapkan dunia. Umat manusia harus bergandeng tangan dengan para dewa dan saling bertarung dan membunuh. Bumi dilanda kiamat besar, banyak virus dari kutub selatan telah bebas dan menginfeksi manusia. Akhirnya populasi manusia menurun drastis, ditambah lagi munculnya monster yang membuat manusia semakin terdesak. Dengan hadirnya ramuan ini, Robert berharap umat manusia menjadi lebih kuat dan melawan balik. Namun kenyataan tidak mendukung niat baiknya, sebelum keluar pintu Robert terjatuh pingsan. Suara “ngiing”, terdengar di kepalanya serta perlahan detak jantungnya melemah. Hanya dalam hitungan detik Robert kehilangan nyawanya sebelum melihat kebangkitan umat manusia. Jiwanya keluar dari raga, Robert bisa melihat keajaiban itu tepat dengan kedua matanya. Waktu berjalan sangat cepat, jiwa Robert masih melayang di udara tanpa tujuan. Tanpa dia sadari wajahnya tersenyum lebar karena melihat umat manusia berhasil melawan balik dengan serum buatannya, meski masih produk awal banyak peneliti mengembangkannya dan berhasil melawan para dewa. Para dewa yang membuat manusia saling bertarung akhirnya pergi, Bumi berhasil mendapat kedamaian lagi. Namun ada awal pasti ada akhir, Bumi bertabrakan dengan Venus dan menghancurkan semua peradaban di Bumi. Meski begitu beberapa manusia telah berhasil pindah ke Mars dan menetap disana. Jiwa Robert ikut terbawa arus pusaran black hole karena terhempas ledakan super besar. Tidak ada yang tau dimana jiwa itu terbawa arus, Robert tidak bisa menghitung waktu, dia hanya mengikuti dan matanya tidak bisa melihat apa-apa hanya hitam pekat tanpa sedikitpun cahaya. Tiba-tiba kedua matanya terbuka, Robert melihat rumah mewah yang kurang terawat. Banyak jaring laba-laba bahkan debu beterbangan dimana-mana. Kepalanya pusing, Robert mendapat ingatan samar yang bukan miliknya. Sekali lagi kepalanya berdengung keras hingga membuatnya pingsan untuk sesaat. Setelah membuka mata untuk kedua kalinya, Robert menyadari sesuatu yang seharusnya tidak mungkin terjadi menurut sains. “Reinkarnasi?” ucapnya dengan suara lirih. Sebelum bisa berpikir lebih lanjut, perutnya keroncongan. Reflek Robert langsung berteriak, “Ambilkan aku Makan!” Robert sempat tersentak dia melakukan hal memalukan seperti itu, sebagai ilmuwan dia bahkan lupa makan dan fokus untuk penelitian. Namun hanya karena sedikit rasa lapar dia langsung merengek. Kenangan yang tadi masuk ke dalam ingatannya mulai tersusun rapi, Robert menyadari tubuhnya sekarang bukan miliknya dulu. Matanya langsung terbuka lebar setelah melihat kaca di sebelah tempat tidurnya. “Babi siapa ini!” Tubuhnya sangat gemuk hingga lehernya tak terlihat. Jiwa Robert telah masuk ke dalam tubuh Aldi seorang putra ke 7 dari seorang Duke Kerajaan. Karena menjadi anak bungsu, Aldi selalu dimanja dan akhirnya sifatnya tak terkontrol. Ayah dan Ibunya sudah menyerah, akhirnya dia diasingkan di pelosok kota yang tidak ada banyak orang. Meski begitu kehidupan Aldi malah menjadi lebih brutal, dia terkenal pemarah dan suka membuat onar. Karena anak orang kaya, dia selalu mendapat perlindungan ketat dari orang disekitarnya. Robert tidak ada pilihan lain, mulai sekarang dia akan hidup dengan nama Aldi Sang Pembuat Onar. Tekad yang menggebu-gebu untuk bertahan hidup muncul di benaknya, ingatannya tenang pada Dewa itu muncul kembali. Pada kehidupan ini dia tidak akan tunduk lagi dan akan menjadi orang terkuat. Sifat brutal dari Aldi dan Tekad kuat Robert bercampur menjadi satu kesatuan yang baru. Namun kenyataan saat ini membuatnya sedikit frustasi. “Sial, duduk saja membuatku berkeringat.” Aldi duduk karena makannya akan segera datang. Tiga pelayan datang membawahkan makan kesuakannya, Roti manis dan beberapa makanan dengan kandungan lemak yang tinggi. Untungnya jenis makanan di dunia ini tidak jauh berbeda dengan Bumi. “Apa ini?” tanya Aldi sambil mengerutkan alisnya. “Ini makanan kesukaan Tuan Muda.” Jawab kepala pelayan dengan suara lembut. Aldi langsung terdiam sejenak, dia harus segera menurunkan berat badan karena itu sangat menyiksa. “Di dapur ada apa saja selain ini? Telur? Ayam? Sayur? Kacang? Daging?” tanya Aldi tanpa memberi kesempatan kepala pelayan. “Bukankah ini yang selalu anda makan, Tuan Muda. Meski sedikit mahal ini jauh lebih enak dibanding itu semua.” Aldi menatap tajam ke arah Kepala Pelayan. “Apa kamu mendengar pertanyaanku?” ucapnya dengan suara pelan tapi menusuk. Kepala Pelayan keringat dingin, dia tidak ingin dipecat hanya karena salah menjawab. “Hanya ada telur untuk membuat roti, Tuan Muda.” “Baiklah, rebus 6 butir dan berikan padaku. Beli daging ayam, daging sapi, daging kambing, sayur dan kacang-kacangan. Aku ingin menurunkan berat badan.” Kepala Pelayan mengangguk menjawab, “Baik Tuan Muda.” Ilmu pengetahuan dunia ini belum berkembang, Aldi punya pengetahuan mendalam tentang evolusi manusia. Dia menyeringai setelah berteriak pada pelayan, hal itu diketahui seorang pelayan wanita di sebelah pintu. Gosip itu mulai menyebar, Tuan Muda Aldi mulai gila setelah bangun. Dia menyiksa pelayan dan membuat kepala pelayan kewalahan. Meski mengetahuinya, Aldi tetap diam dan mulai menulis apa yang harus dilakukan. Tubuh besar membuatnya susah beraktivitas, sarapan 6 telurnya mulai habis. Seluruh tubuhnya lemas, tapi Aldi tidak memperdulikannya. Dia sudah terbiasa lapar dan tetap menulis semua hal yang bisa dia lakukan. “Bagus, aku sudah menyelesaikannya. Sekarang aku butuh Buku.” Aldi tahu pengetahuan dunia ini berbeda dengan dunia aslinya, dia harus mengumpulkan informasi untuk memulai hidup di dunia yang baru. Karena sudah lapar, Aldi memilih untuk mulai latihan sederhana seperti duduk dan berdiri di kursinya. Dia merasakan sesuatu yang sangat aneh, semua ototnya berkontraksi sesuai pikirannya. “Apa ini?” tanya Aldi yang kebingungan. Seharusnya otak manusia tidak bisa langsung mengontrol otot. Harusnya itu hanya bisa dirasakan setelah latihan bertahun-tahun. Namun Aldi bisa merasakannya saat itu juga. Ototnya ternyata sangat kecil, bahkan tidak lebih dari sepersepuluh total lemaknya. Aldi tidak memikirkannya terlalu dalam, dia mulai melatih semua ototnya. Karena hanya mengandalkan pikiran dia bisa memeras dan memberikan stress pada seluruh otot, Aldi berdiri tegak dan mulai memejamkan matanya. Hanya dalam 5 menit dia berhasil melatih seluruh otot tanpa terkecuali. Tubuhnya lemas dan langsung jatuh, keringat membanjiri lantai. “Gila ini, gila. Ini sama dengan 3 jam latihan!” Aldi tersenyum puas dan terlentang di lantai, tanpa sadar dia tertidur dan mulai mendengkur. Kepala pelayan melihatnya, dia bingung kenapa Tuan Mudanya terjatuh di lantai. Dengan panik Kepala Pelayan meminta bantuan dan memindahkan Aldi ke tempat tidur. Malam telah tiba, Aldi membuka mata dan merasakan seluruh tubuhnya terasa hancur. Ototnya benar-benar bekerja keras, dan energi hangat mulai menyebar diseluruh tubuh. Saat Aldi memaksa mengendalikan energi hangat, dia merasa seluruh ototnya disembuhkan dengan sangat cepat. Namun sebelum selesai mengendalikan ke seluruh tubuh, perutnya berbunyi. Dia benar-benar sangat lapar, tanpa basa-basi Aldi berteriak meminta makanan. Kepala pelayan membawa 12 butir telur dan sayuran. “Maaf tuan muda, anggaran kita bulan ini hampir habis. Jadi hanya ini yang bisa dimakan sampai akhir bulan.” Aldi melihat ke arah Kepala Pelayan dan bertanya. “Siapa namamu?” “Frank.” “Baiklah Frank, panggil semua pelayan dan ayo kita makan bersama.” “Tidak tuan, semua pelayan sudah mendapat gaji. Mereka tidak perlu…” Sebelum menyelesaikan perkataannya, Aldi langsung memotong dengan tatapan tajam. “Frank apa kau tidak dengar apa yang aku katakan?” Frank terdiam dan langsung mengangguk. “Baik, Tuan.”Regas dan Reymond tidak ada pilihan selain mengakuinya, meski begitu mereka tetap ingin mencari keuntungan dari pelayan Aldi yang sudah menghajar orangnya. Namun niat mereka berdua segera ditarik setelah melihat senyum Aldi yang sangat mengintimidasi.“Siapa sebenarnya rubah ini.” ucap Regas dalam hatinya yang masih tidak percaya salah satu tim elitnya kalah begitu mudah.Reymond segera beradaptasi dengan situasi, meski ia punya kepercayaan diri melawan mereka tapi mundur adalah pilihan terbaik. Tangan kanannya diangkat, energi dalam tubuhnya bersirkulasi pelan dan menciptakan sebuah benang terang, benang itu langsung mengangkat tubuh orang-orangnya. “Sepertinya cukup sampai disini,” ujar Reymond.Regas juga langsung beradaptasi, ia tidak perlu mencampuri urusan Kota Gayam lagi. Niatnya hanya ingin melihat situasi tapi kekalahan Moralez membuat Regas harus menampakkan dirinya.Setelah semua orang meninggalkan tempat, tatapan Aldi langsung mengarah ke Moralez yang masih terbaring di t
Moralez melompat mundur, ia terpaksa membuka segel kekuatannya. “Baiklah kau memaksaku!”Tubuhnya bertambah besar dan kulitnya berubah merah. Matanya menyala garang, menyerupai iblis yang ingin menelan semua musuhnya. Sekarang penampilannya sudah seperti iblis yang siap menghancurkan apa saja di depannya.Aldi melihat indikator di atas kepala Moralez berubah menjadi hitam yang artinya mereka akan menjadi musuh sampai mati. Hal yang membuatnya sedikit antusias karena kekuatan yang tercatat dalam sistem.[Moralez, Level : 31 (Bintang 4), Power : 1100 Keterampilan :---]Senyum tipis merekah di wajah Aldi, matanya berkilat penuh antusias. “Ini dia yang aku cari, majulah!” teriaknya sambil menancapkan pedangnya di tanah.Tepat setelah ia menyelesaikan katanya, pukulan keras langsung menghantam dadanya. Aldi diterbangkan hingga puluhan meter, meski begitu dia berhasil berhenti dengan kedua kakinya. Matanya langsung melihat ke arah musuh, itu adalah tatapan kecewa karena pukulan Moralez tera
Xorn tertawa terbahak-bahak. “Seperti yang diharapkan dari rivalku. Sebagai pelayan apa kau tidak punya pikiran bergabung dengan kami?”Frank menggelengkan kepala. “Sebenarnya aku cukup terkejut saat melihatmu melakukan semua ini. Ah jika saja Tuan Faisal melihat ini, dia pasti akan sangat terpukul.”Sekali lagi Xorn tertawa. “Dia tidak akan tahu, semua dilakukan dengan baik. Jadi aku akan kembali ke sisinya tanpa ada sedikitpun kecurigaan.”Frank hanya bisa diam karena itu memang fakta, ia mendengar pembicaraan pasukan mereka. Faisal sudah dikondisikan supaya tidak bisa mendengar kejadian disini, ia disibukkan dengan pekerjaan sebagai walikota.“Baiklah-baiklah, jangan membuat ini berlarut-larut. Ayo hilangkan bukti yang bisa membawamu ke neraka ini!” ucap Frank dengan senyum lebar.10 anak mulai ketakutan saat Frank melepaskan Prana berwarna ungu kehitaman. Aura mencekam dan gelap itu seperti kematian yang sedang mengintai targetnya.Xorn mundur selangkah tapi langsung melawan tekan
Prinsip Jiwa adalah teknik kultivasi yang masih bisa berkembang, Aldi akan terus memperbaikinya seiring berjalannya waktu. Teknik kultivasi kuno dipadukan dengan pengetahuan modern menciptakan aliran baru.Pemuda yang paling tua berdiri dan bertanya dengan ekspresi serius. “Tuan Muda, bagaimana dengan adik-adik kami?”“Mereka sudah menjadi bagian dari keluarga, bahkan jika kalian menolak dan ingin menjadi anggota biasa aku tidak memaksa.”Pemuda berumur 16 tahun itu langsung berlutut dan melakukan ritual sumpah darah. Jarinya digigit hingga darah mengucur, lalu ia mengusapkannya ke dahi.“Aku tidak akan pernah mengkhianati Tuan Muda Aldi.” Cahaya keemasan menerobos keluar dari tubuhnya. Sebuah benang terhubung antara dirinya dan Aldi yang berdiri tegak.“Aku menghargai keputusanmu. Kau yang paling tua jadi jangan memaksa kehendak adik-adikmu.” Aldi memberi peringatan.Sembilan pemuda lainnya mengangguk setuju, mereka tidak punya orang tua jadi lebih baik mengikuti Aldi Rahmat yang bis






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.