Share

Bab 959

Author: Hazel
"Kak Farida, kamu tenang saja. Biarpun kamu nggak berpesan padaku, aku juga nggak akan memberi tahu masalah ini kepada orang lain. Tapi, apa aku benar-benar nggak perlu bertanggung jawab?" ujar Tirta dengan ekspresi khawatir.

Farida menyahut dengan wajah memerah, "Dasar bodoh! Sudah kubilang, kamu nggak perlu tanggung jawab lagi."

Tirta yang bingung bertanya, "Kak Farida, kenapa kamu nggak mau aku bertanggung jawab?"

Seharusnya, Farida bukan wanita liar. Mana mungkin dia tidak peduli dengan kesu
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (1)
goodnovel comment avatar
hans
***** mantabpffff lanjut
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3436

    "Teknik Iblis Abadi ternyata bisa melahap energi iblis!""Gawat, cepat bubarkan formasinya! Kalau nggak, seluruh Formasi Iblis Darah akan menjadi makanan bagi Bowo!"Meski hampir semua orang di Sekte Bulan Berdarah tahu bahwa Bowo menciptakan sebuah teknik kultivasi bernama Teknik Iblis Abadi, Bowo tidak pernah memperlihatkannya di depan siapa pun.Ini adalah pertama kalinya.Ibarat bermain kartu, Bowo selama ini terus menyimpan kartu trufnya tanpa memperlihatkan sedikit pun petunjuk, sehingga orang-orang lain sama sekali tidak menganggapnya penting.Kini, kartu truf itu akhirnya menunjukkan kekuatan penghancurnya yang sesungguhnya. Hal itu benar-benar membuat seluruh tetua dan Panglima Iblis Sekte Bulan Berdarah ketakutan setengah mati.Seorang tetua melihat dengan mata kepalanya sendiri, bayangan Iblis Darah mula-mula kehilangan satu lengannya karena disedot masuk ke mulut Bowo. Tak lama kemudian, bahkan bahu, kepala, dan dadanya pun telah menghilang separuh, berubah menjadi aliran d

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3435

    Wajah Bowo dipenuhi amarah saat dia mengamuk dan membentak."Lagian kami sudah terbiasa berlutut. Mau berlutut kepada siapa pun sama saja. Yang penting bisa tetap hidup, kami nggak peduli.""Enak saja kamu bicaranya. Kamu nggak tahu Formasi Iblis Darah sudah menguras habis kekuatan kami.""Benar! Melawan pun nggak ada gunanya. Kami sudah nggak bisa mengerahkan kekuatan kami yang sesungguhnya."Setelah berkata demikian, para tetua dan Panglima Iblis itu kembali memasang wajah penuh sanjungan kepada Tirta."Kami benar-benar nggak berani melawan lagi dan memang sudah nggak punya kemampuan untuk melawan.""Asalkan kamu bersedia mengampuni kami, kami akan membawamu mengambil semua harta berharga milik Sekte Bulan Berdarah."Mendengar itu, Bowo semakin murka hingga wajahnya memerah."Hehe. Ada pepatah mengatakan, orang bijak tahu kapan harus menyesuaikan diri dengan keadaan. Kalau kalian benar-benar tulus menyerah dan ingin bertobat, aku juga bukan orang yang berhati kejam dan nggak berperas

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3434

    Saat ini, ketika para tetua Sekte Bulan Berdarah melihat Tirta kembali menerjang ke arah mereka, mereka sudah kehilangan keberanian untuk terus bertarung.Namun, di sisi lain ada Selvi yang menjaga bagian luar Puncak Elokwi bagaikan dewi perang. Hal itu justru membuat mereka makin ketakutan.Jika semula posisi Selvi berada di timur, orang-orang akan mencoba menerobos dari selatan, barat, dan utara. Namun pada detik berikutnya, sosok Selvi seolah muncul bersamaan di tiga arah lainnya. Dia membunuh semua orang yang mencoba melarikan diri.Ini bukan karena Selvi menggunakan tubuh bayangan, melainkan karena kecepatannya benar-benar luar biasa, hingga meninggalkan bayangan sisa yang bertahan lama di setiap penjuru."Orang bilang, setiap utang ada penagihnya, setiap dendam ada sasarannya. Bocah, yang menyerang Istana Samara bukan aku. Lagi pula, mereka semua sudah mati. Kenapa kamu masih mengejarku?"Melihat Tirta sudah membunuh tiga orang dan hampir menyusulnya, seorang tetua Sekte Bulan Be

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3433

    Tubuh Selvi berkelebat. Dalam sekejap, dia sudah muncul di tempat yang berjarak puluhan kilometer.Namun, manusia-manusia darah itu seolah mengunci Selvi berdasarkan auranya. Mereka terus mengejarnya bak bayangan yang tak pernah lepas.Bum! Selvi melancarkan sebuah pukulan yang memancarkan cahaya sepanjang ratusan meter, menghancurkan manusia-manusia darah yang telah mendekat menjadi kabut darah.Namun, kabut darah itu tidak menghilang. Sebaliknya, kabut itu kembali berkumpul, seolah tidak pernah terjadi apa-apa, lalu kembali menjadi sama persis seperti sebelumnya.Bum! Bum! Bum! Setiap kali Selvi menghancurkan manusia-manusia darah itu, mereka akan pulih kembali. Bahkan, mereka makin lama makin dekat dengannya.Tak punya pilihan lain, Selvi pun kembali berpindah tempat."Itu semua adalah bayangan iblis yang terbentuk dari aura darah dan pembunuhan yang sangat pekat. Selama masih berupa materi berwujud, sekalipun dihancurkan, mereka akan pulih kembali dalam sekejap. Bisa dikatakan mere

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3432

    Nada suaranya terdengar ringan. Namun, kata-kata itu bagaikan gunung raksasa yang menghantam hati setiap orang.Byur! Byur! Byur! Tak jauh dari sana, sungai darah bergolak semakin dahsyat. Ternyata ada para tetua yang diam-diam mengendalikannya. Mereka menunggu Selvi lengah sejenak agar sungai darah itu dapat menelannya."Ketua masih belum akan memberi perintah untuk menyingkirkan wanita iblis ini?""Sekte Bulan Berdarah mengguncang delapan penjuru dan menguasai dunia awani. Kalau kejadian hari ini sampai tersebar, nama Sekte Bulan Berdarah hanya akan menjadi bahan ejekan semua orang!"Seorang Panglima Iblis akhirnya berhasil menenangkan diri, lalu bertanya dengan nada penuh rasa malu dan marah.Mereka sendiri termasuk sekte iblis, tetapi justru memanggil Selvi sebagai "iblis". Hal itu sudah cukup menunjukkan betapa besar penghinaan yang mereka rasakan."Jangkrik Suci, kamu benar-benar ingin bertarung sampai salah satu dari kita mati? Belum tentu kamu sanggup menghadapi kami semua," ka

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3431

    "Seseorang, antar Stefan ke Kolam Darah untuk memulihkan diri, lalu bawakan tiga pusaka utama Sekte Bulan Berdarah dan antarkan Jangkrik Suci pergi dengan penuh hormat."Sorot mata Bowo sedikit meredup. Dia menekan keterkejutan dan amarah dalam hatinya, lalu menatap Selvi dengan tatapan penuh makna.Barusan dia sebenarnya ingin menghentikan. Namun, dia bahkan tidak sempat bereaksi."Nggak perlu. Kamu juga nggak usah menguji sikapku. Aku nggak akan menerima undanganmu.""Aku juga nggak akan pergi hanya karena beberapa patah katamu." Selvi menjentikkan jarinya, lalu berkata dengan terus terang."Kalau begitu, boleh aku bertanya, sebenarnya apa maksudmu?" Bowo tidak lagi berpura-pura. Wajahnya menjadi dingin, bahkan cara bicaranya pun berubah.Para tetua dan Panglima Iblis Sekte Bulan Berdarah mulai gelisah. Mereka sudah siap bergerak kapan saja.Dalam situasi saat ini, Selvi bagaikan dewi yang tidak mungkin mereka usir. Satu-satunya pilihan mereka hanyalah mencoba mengaktifkan kembali Fo

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 606

    Dokumen yang diberikannya adalah dokumen resmi. Namun, Riza menghamburkan uang untuk mengeluarkan dokumen palsu ini. Jika tidak, orang-orang pasti bisa mendeteksi kepalsuannya.Sesuai harapan, setelah para pekerja memungut dokumen itu, mereka berkumpul untuk melihat. Namun, tidak ada tanda-tanda bahw

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 628

    Anak buah Lukman yang setia dan patuh, tidak ragu-ragu sedikit pun saat mendengar perintah dari bos mereka. Dalam sekejap, salah satu dari mereka telah maju dan hendak mendorong Agus ke samping."Paman, sebaiknya Paman, Nabila, dan Bibi masuk ke kamar untuk berlindung dulu. Nanti akan kupanggil kalia

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 649

    Bima segera berkata kepada Tirta dengan lirih, "Guru, maafkan kecerobohanku. Kalau terjadi masalah, biar aku yang tanggung. Kamu bawa Bu Nabila pergi saja."Ketika melihat Bima cemas seperti ini, Tirta menggeleng dan menyahut dengan sungguh-sungguh, "Kamu muridku. Masalah ini disebabkan olehku. Kalau

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 607

    Kangga juga mengira Tirta hanya bicara omong kosong. Tirta pasti hanya menipu mereka supaya pengujian dilakukan ulang. Namun, Riza tidak mungkin menyetujuinya."Begini saja, aku telepon seseorang dulu. Kamu tunggu sebentar." Tanpa memberi Riza kesempatan untuk berbicara, Tirta sudah menghubungi nomor

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status