Pembalasan Sang Ratu Tiran

Pembalasan Sang Ratu Tiran

last updateLast Updated : 2026-09-13
By:  Miss MellaUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
5Chapters
5views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Mark terbangun setelah mengalami kecelakaan, dan menyadari dirinya berada di dunia novel yang dia baca. Lebih mengejutkan lagi dirinya bertemu dengan Lyla, gadis yang selalu dia rundung ternyata adalah sang Ratu penguasa berdarah bengis yang tidak kenal ampun.

View More

Chapter 1

PENGUASA KAMPUS

"Hari ini aku akan memberikan perempuan itu pelajaran!" Ujar Mark penuh keyakinan setelah siang tadi benar-benar di permalukan oleh Lyla yang menumpahkan sepiring spaghetti di atas kepalanya.  Baru saja Mark mengatakan hal itu, langkahnya terhenti menatap tajam Lyla yang  baru saja keluar dari Toilet yang terkejut dengan keberadaan Mark. 

Merasa ditatap oleh Mark, membuat Lyla jadi gugup sekaligus merinding dengan kejadian siang tadi, di mana Lyla tidak sengaja tersandung dan menumpahkan sepiring spaghetti tepat di atas kepala Mark hingga kejadian itu benar-benar sukses membuat Mark di permalukan

"Maaf untuk siang tadi, aku tidak sengaja!" Lyla berharap Mark akan melepaskan dan mengampuninya. Walaupun hal itu sangat mustahil, karena Mark sangat berkuasa. Dia adalah anak pemilik Kampus ini sekaligus pewaris tunggal keluarga Thomson. 

"Kau bilang maaf, setelah menpermalukan aku?" Mark berujar tajam berjalan memojokan Lyla, hingga tersudut di tembok dan sedikit mencengkram dagu Lyla hingga mmebuat perempuan itu sedikit meringis. 

Mark menatap dengan penuh kemenangan, akan raut wajah Lyla yang terlihat ketakutan dan hanya bisa menutup mata menunggu apa yang akan dirinya lakukan. Sejenak, mata Mark mencari sesuatu yang dapat digunakan untuk membalas perbuatan Lyla siang tadi, dan matanya terhenti pada ember berisi air bekas pel yang belum dibersihkan. 

Mark segera melepaskan cengkramannya pada dagu Lyla, dan mengambil ember berisi air kotor yang akan siap dia siramkan pada Lyla, yang tampak panik akan apa yang  di lakukan Mark. 

"Oh..., Tidak!" Gumang Lyla panik hingga membuat reflek menendang bagian inti terlarang Mark dan mendorong Mark, sebelum berlari pergi. 

"Aghhh, sialan awas kau!!" Lyla berlari keluar toilet meninggalkan Mark yang jatuh menggeram kesakitan sembari memegang asetnya yang tidak dia duga akan ditendang oleh Lyla. 

Lucas yang kebetulan  lewat, menatap bingung Lyla yang tiba-tiba mendorongnya  dan berlari menjauh, namin suara Mark yang begitu keras membuat Lucas segera menghampiri Mark. 

"Mark ada apa? " Lucas menatap bingung Mark yang tampak kesakitan memegang asetnya, namun beberapa detik kemudian Lucas mengerti dengan apa yang terjadi dan itu membuatnya sedikit manahan tawa, dan disadari Mark yang semakin kesal dengan tingkah sahabatnya itu. 

"Kejar gadis sialan itu!" Perintah Mark benar-benar merasa sial hari ini. Dia tidak akan melepaskan Lyla, dan akan memberikan pelajaran gadis yang sering melawan penindasan darinya.

Lyla terus berlari menyusuri jalanan kearah luar kampus, tidak ada waktu baginya. Dia harus segera pulang, menghindari kejaran Mark maupun Lucas, pasti akan mengejar dirinya. Lyla terus berlari hingga berhenti didepan unit apartment sederhana dan dirinya segera berlari menaiki tangga dengan cepat. Tidak ada waktu baginya Lyla untuk menengok ke belakang hingga dirinya berhenti tepat di lantai lima unit apartment miliknya. 

Segera, Lyla dengan tergesa-gesa masuk kedalam apartemennya dan menguncinya. Hingga dirinya sudah benar-benar masuk dan mengunci pintu. Lyla terkejut dengan suara ketukan pintu yang cukup keras membuat Lyla merasa tidak bisa bernapas sampai dirinya menutup mulut agar Lucas tidak mengetahui jika dirinya ada di sini. 

"Hey Lyla cepat keluar!" Ujar Lucas terus menggedor pintu Apartment Lyla. Namun, sama sekali tidak ada respon dan hal itu sukses membuat Lucas berpikir jika Lyla tidak lari pulang ke Apartment, tetapi di tempat lain.

***

"Apa?" Mark menatap kesal Lucas, sembari membanting kaleng minuman setelah mengatakan tidak bisa menangkap Lyla. 

"Sudahlah Mark, sepertinya dia tidak akan bisa seperti anak-anak lain!" Lucas memberikan saran agar Mark melepaskan Lyla. Karena mau seberapa sering merundung Lyla, sepertinya gadis itu akan terus punya cara untuk melawan Mark dan teman-temannya. 

"Tidak bisa! Perempuan itu sudah mempermalukanku dua kali hari ini!" Mark masih tidak percaya jika Lyla akan menendang aset masa depannya, dan itu sukses benar-benar melukai egonya sebagai seorang laki-laki.

"Baikalah, sepertinya kau punya cara agar perempuan itu menyerah!" Mark tiba-tiba terseyun bengis merencanakan sesuatu pada Lyla, sudah sangat lama dia ingin membalas Lyla yang dulu pernah melawan dirinya dan mempermalukannya saat upacara penyambutan mahasiswa baru. 

"Tentu aku punya, kau lihat saja. Perempuan itu pasti akan bersimpuh memohon padaku!" Jika dengan kekerasan dan penindasan tidak bisa, maka dengan kekuasan Mark akan membuat Lyla jera dan tidak akan melawannya.

****

Lyla, menatap tak percaya dengan notifikasi tagihan pembayaran kuliahnya. Bukankah dia mengikuti program beasiswa penuh? Lyala benar-benar bingung dengan notifikasi ini, apa maksudnya kenapa beasiswanya dicabut?

"Mohon maaf kami tidak bisa membantu, ini semua sudah kebijakan dari yayasan." Lyla menatap bingung dengan pegawai keuangan yang sama sekali tidak memberikan alasan kenapa beasiswanya bisa dicabut? 

"Tapi maksudku kenapa ibu tidak bisa jelaskan, kenapa beasiswaku dicabut. Lagipula harusnya Yayasan memberikan aku alasan sebelumnya!" ujar Lyla masih kukuh mencari jawaban, dari petugas keuangan yang terlihat sudah pasrah. 

"Baiklah Lyla sebenarnya aku juga tidak tau pasti kenapa beasiswamu dicabut. Tapi, kau mungkin bisa bertanya langsung kepada kepala yayasan!" Ujar petugas keuangan memberikan saran agar Lyla langsung bertanya saja kepada kepala yayasan. 

Sepertinya percuma saja Lyla bertanya pada petugas keuangan, sepertinya jawabannya akan tetap sama. Lyla segera melangkah keluar, dan menemukan Rania berdiri tepat di depan ruang keuangan, dan tanpa bercerita sepertinya Rania sudah tau semuanya. 

"Aku rasa ini pasti ada hubungannya dengan Mark." Ujar Rania merasa ini semua ada hubungannya dengan Mark. Setelah kejadian kemarin Rania sempat memergoki Lucas keluar dari Apartment Lyla. 

"Dia tidak bisa melakukan hal ini!" Lyla melangkah pergi, dengan langkah cepat berjalan menuju gedung belakang kampus yang sedikit terbengkalai.

Lucas benar-benar tidak menyangka akan ide Mark dengan mencabut beasiswa Lyla. Lucas yakin cepat atau lambat Lyla pasti akan mencari Mark dan memohon agar beasiswanya dikembalikan. Baru saja memilikirkan Lyla, membuat Mark bahagia membayangkan Lyla akan tunduk memohon agar beasiswanya dikembalikan. Lagipula, siapa Lyla? Tanpa batuan keluarganya, perempuan itu tidak akan pernah merasakan bangku kuliah. 

Brakkk..... 

Mark terseyum penuh kemenangan mendapati Lyla membuka pintu markas mereka dengan cukup keras.  Tidak ada satu katapun keluar dari bibir Lyla, menatap ekspresi perempuan itu Mark bisa tebak Lyla pasti baru saja menahan tangis tidak bisa membayar uang kuliah. Lagipula, siapa suruh bersikap membangkang pada dirinya seorang punguasa Kampus. 

"Ada apa?" Mark mencemoh Lyla yang hanya diam menatap dirinya. 

"Aku yakin ini semua pasti karena kau!" Lyla berujar pelan tanpa ekspresi apapun berjalan mendekati Mark yang diam menyesap puntung rokoknya. 

"Benar, lalu apa? Kau tidak lebih dari sampah yang harus disingkirkan, lagipula sudah baik aku tidak membuatmu dikeluarkan dari Kampus!" Mark menatap sombong Lyla dengan penuh kemenangan.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
5 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status