Share

Bab 95

Author: Hazel
Tirta segera memapah kedua orang itu untuk berdiri dan menyahut, "Aku nggak ingin balasan apa pun. Aku cuma nggak tahan melihat wanita itu menindas orang tua. Kamu hanya perlu berbakti kepada ayahmu."

"Baik. Kalau begitu, aku akan pergi ke pengadilan untuk menuntut jalang itu dulu. Aku pasti akan membalas kebaikanmu nanti!" Fajar menyuruh ayahnya pulang dulu, lalu membawa Utari dan anak laki-laki itu pergi.

"Tirta, kamu hebat sekali!"

"Kamu benar-benar pria sejati!"

Melati, Nabila, dan Ayu memuj
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Viecko
hem..keren
goodnovel comment avatar
Alfhy Chy
hjkbbkm bbhuyy ngggg kkuuuu yu
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3366

    "Ah .... Bocah ini terlalu mengerikan! Ketua, cepat datang bantu kami!"Tirta terus-menerus menarik busur dan menembakkan anak panah seolah tidak ada habisnya.Di antara lima atau enam kultivator tingkat semi pencapaian agung yang bertarung melawan tiga orang suci dunia awani, tubuh tiga orang langsung tertembus dan terbakar hingga menjadi abu.Pemandangan seperti itu benar-benar mengerikan. Bahkan para pembunuh yang sudah lama berhati kejam pun tak kuasa menahan rasa takut yang luar biasa.Melihat keadaan itu, para pembunuh yang tersisa segera melarikan diri menuju Bakrie, yang menjadi sandaran mereka. Sambil terbang, mereka berteriak meminta pertolongan.Dalam sekejap, situasi di medan perang berubah menjadi berat sebelah. Keunggulan mutlak itu pun sepenuhnya berada di pihak Tirta."Bagus, bocah! Bagus sekali! Kamu ternyata sudah membunuh begitu banyak anak buah eliteku! Kalau begitu, biar aku sendiri yang menghadapimu!"Amarah Bakrie langsung membubung tinggi. Di saat yang sama, dia

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3365

    Puft!"Irena, Kak Yumika, Nona Priya, hati-hati!" seru Tirta. Melihat dua pembunuh itu sudah mendekat dengan senyuman kejam di bibir mereka, dia sama sekali tidak menghindar. Dalam sekejap, dia mengaktifkan Teknik Rahasia Delapan Gerbang dan menaikkan kekuatannya hingga tingkat semi pencapaian agung.Pembunuh yang berada di paling depan memang sempat merasakan firasat bahaya. Namun, saat dia hendak mundur, semuanya sudah terlambat karena Tirta langsung menghancurkan kepalanya dengan satu pukulan. Saat jiwa spiritualnya terbang mundur dengan ketakutan, Tirta mengeluarkan Busur Matahari yang telah lama tidak digunakannya.Tirta mengayunkan Busur Matahari hingga bunga api beterbangan, lalu seorang pembunuh lainnya langsung dipukul mundur. Lengan pembunuh itu mati rasa karena benturan itu, bahkan tulangnya pun hampir retak."Bocah ini ternyata bisa keluarkan kekuatan sebesar ini," kata salah satu pembunuh yang menyadari situasinya mulai memburuk itu, lalu segera melesat keluar dari kepunga

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3364

    Sebelumnya, Tabib Suci telah menggunakan bubuk aneh agar para pembunuh Dinasti Pembunuh menampakkan diri dari ruang hampa dan keunggulan bersembunyi di kegelapan mereka pun hilang. Namun, bukan berarti kemampuan bertarung mereka menjadi lemah. Meskipun bertarung secara terbuka, daya tempur mereka juga tetap sangat mengerikan.Sebelas pembunuh senior tingkat semi pencapaian agung dan enam puluh pembunuh tingkat penebas dewa tahap akhir puncak kelas tinggi. Dengan kekuatan sebesar itu, daya tempur mereka benar-benar mengerikan. Meskipun harus menghadapi seluruh anggota sekte dari salah satu tiga tanah suci besar, mereka masih bisa bertarung dengan seimbang.Apalagi jika digunakan untuk menghadapi Tirta dan rombongannya, para pembunuh itu bisa menghabisi dengan mudah. Meskipun demikian, mereka tetap mengerahkan seluruh kemampuan. Tidak ada sedikit pun rasa lengah ataupun meremehkan lawan. Bagi seorang pembunuh, itu sama saja mempertaruhkan nyawa sendiri jika melakukan kesalahan karena mem

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3363

    "Sekarang bocah sepertimu malah nggak mau panggil aku Kakek Buyut. Bukankah itu terlalu nggak tahu sopan santun?" kata Bakrie. Dia tentu saja tidak tahu Lavanya sudah membocorkan rencananya pada Tirta, dia mengira Tirta masih belum tahu apa pun. Oleh karena itu, dia memasang sikap sebagai seorang tetua dan mulai memberi nasihat.Namun, ucapan Irena membuat ekspresi Bakrie langsung muram. "Kakek Buyut, bisa nggak jangan salahkan Tirta? Bukannya Kakek Buyut juga setuju permintaan Sekte Formasi Surgawi untuk bunuh Tirta? Kalian berdua sama saja. Mulai sekarang, cabut saja perintah pembunuhan Tirta. Aku akan suruh dia panggil Kakek Buyut. Kalau nggak, dia akan panggil Kakek Buyut dengan Ketua seumur hidup."Bahkan Tirta pun tertegun saat mendengar ucapan itu karena dia sama sekali tidak menyangka Irena akan berbicara blak-blakan seperti itu. Dengan ekspresi tetap tenang, dia diam-diam memberi isyarat pada Selvi dan Tabib Suci.Begitu menerima isyarat itu, keduanya langsung bersiap untuk me

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3362

    Mengenai apa yang terjadi di dalam reruntuhan surgawi, Tirta dan yang lainnya tentu saja tidak mengetahuinya. Saat ini, mereka baru saja keluar dari lorong dan kembali ke dunia luar. Mereka bahkan belum sempat menikmati udara segar di dunia luar.Sret sret sret!Tiba-tiba terdengar beberapa suara benda tajam yang membelah udara. Bagaikan ular berbisa yang telah lama bersembunyi dan langsung melancarkan serangan mematikan begitu mangsanya lewat."Hm? Siapa yang berani lakukan penyergapan di sini?" kata Selvi sambil mendengus sebelum Tirta sempat melihat dengan jelas apa yang datang menyerang. Dengan telapak tangannya yang putih dan halus, dia melayangkan satu pukulan dan puluhan belati merah langsung menjadi serbuk besi.Plak plak plak plak!"Mampu hancurkan serangan gabungan dari sebelas kultivator tingkat semi pencapaian agung hanya dengan satu telapak tangan saja. Reputasi Jangkrik Suci yang menduduki peringkat kedelapan belas di Kota Suci dunia awani memang benar," kata Bakrie denga

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3361

    "Aduh ... pinggangku," keluh Tabib Suci yang terjatuh tepat di samping Tirta. Dia telungkup di tanah cukup lama juga tidak bangkit kembali."Uhuk uhuk .... Kak, karena Kakak sudah keluar dari jalan ujian, aku rasa sudah waktunya kita tinggalkan tempat ini. Aku masih punya beberapa urusan penting yang harus diselesaikan," kata Tirta yang sama sekali tidak merasa canggung, melainkan segera membantu Tabib Suci berdiri. Saat Tabib Suci sedang tidak memperhatikan, dia diam-diam menyelipkan puluhan Cincin Penyimpanan ke pakaian Tabib Suci."Baik. Kalau begitu, ayo kita tinggalkan tempat ini," kata Tabib Suci sambil menyeringai dan menganggukkan kepala. Tubuhnya jelas tidak setangguh Tirta yang tahan dipukul.Setelah kejadian itu, keduanya menjadi jauh lebih sopan saat kembali ke hadapan Selvi.Setelah Tirta menjelaskan keadaannya, Priya juga setuju sepenuhnya untuk segera meninggalkan tempat itu. Bagaimanapun juga, kali ini mereka juga sudah mendapatkan hasil yang sangat besar. Satu-satunya

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 628

    Anak buah Lukman yang setia dan patuh, tidak ragu-ragu sedikit pun saat mendengar perintah dari bos mereka. Dalam sekejap, salah satu dari mereka telah maju dan hendak mendorong Agus ke samping."Paman, sebaiknya Paman, Nabila, dan Bibi masuk ke kamar untuk berlindung dulu. Nanti akan kupanggil kalia

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 649

    Bima segera berkata kepada Tirta dengan lirih, "Guru, maafkan kecerobohanku. Kalau terjadi masalah, biar aku yang tanggung. Kamu bawa Bu Nabila pergi saja."Ketika melihat Bima cemas seperti ini, Tirta menggeleng dan menyahut dengan sungguh-sungguh, "Kamu muridku. Masalah ini disebabkan olehku. Kalau

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 607

    Kangga juga mengira Tirta hanya bicara omong kosong. Tirta pasti hanya menipu mereka supaya pengujian dilakukan ulang. Namun, Riza tidak mungkin menyetujuinya."Begini saja, aku telepon seseorang dulu. Kamu tunggu sebentar." Tanpa memberi Riza kesempatan untuk berbicara, Tirta sudah menghubungi nomor

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 638

    "Hehe. Aku nggak nyangka kita bakal bertemu wanita secantik ini, padahal cuma jalan-jalan biasa.""Sepertinya Aaris bakal bersenang-senang malam ini."Para pemuda yang mengikuti pemuda bernama Aaris itu bertatapan dengan tatapan iri."Sebentar. Kami bisa ganti rugi kalau bajumu kotor. Tapi, kamu nggak

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status