เข้าสู่ระบบMereka semua tak urung merasa sangat menyayangkan hal itu. Bagaimanapun, kemampuan manusia ada batasnya.Menghadapi tribulasi surgawi yang mengerikan dan belum pernah terjadi sepanjang zaman ini, tak ada seorang pun yang merasa bahwa pria dan wanita di langit itu mampu bertahan melewatinya.Di mana pun gambaran itu muncul, reaksi orang-orang pada dasarnya hampir sama. Banyak kultivator merasa sangat menyayangkan nasib Tirta dan Jade.Hal ini tentu saja juga memicu rasa penasaran banyak kultivator. Mereka ingin mengetahui siapa sebenarnya kedua sosok tangguh itu dan dari mana mereka berasal.Sayangnya, tak lama kemudian, proyeksi yang menyerupai panggung siluet itu menghilang seperti bunga yang mekar sesaat. Pertempuran di sana sudah terlalu sengit.Pemandangan mengejutkan itu pun menjadi sesuatu yang tidak akan pernah dilupakan oleh banyak kultivator sepanjang hidup mereka.....Di sisi Tirta, meskipun ratusan fenomena luar biasa itu tampak kesulitan menahan pedang raksasa, Tirta sama
Sejujurnya, sebelum ini Tirta tidak pernah menyangka bahwa tribulasi surgawi ternyata bisa berubah menjadi sosok manusia.Terlebih lagi, jumlahnya mencapai seratus ribu sosok. Setelah dibunuh, mereka bisa pulih tanpa luka sedikit pun hanya dalam waktu singkat.Mereka bahkan mampu menyatukan kekuatan para prajurit dan jenderal langit, membentuk formasi pembantaian yang sangat mengerikan."Formasi Pedang Pembantai Dewa, Pedang Pertama, Penumpas Orang Suci!"Tirta tidak diberi banyak waktu untuk berpikir. Seorang jenderal langit berteriak keras.Gemuruh mengguncang langit. Pedang raksasa di sebelah timur digerakkan oleh puluhan ribu prajurit langit yang menyatukan kehendak mereka, seolah dikendalikan oleh seorang raksasa tak kasatmata. Pedang itu memelesat turun dengan dahsyat untuk membinasakan Tirta.Krak!Kehampaan yang tak berujung meledak. Namun, berbeda dari sebelumnya, simbol spiritual dan kekuatan hukum yang samar-samar terlihat di dalam kehampaan tidak ikut hancur.Sebaliknya, se
Sementara itu, Tirta menggunakan kekuatan supranatural bawaan dari Klan Kera Iblis. Di belakangnya, muncul sosok raksasa setinggi tiga ribu meter dengan kedua tangannya terangkat seolah-olah sedang menopang langit.Saat itu, sebuah Gunung Iblis Primordial yang begitu besar langsung terbentuk. Tanpa ragu-ragu, Tirta langsung melemparkannya ke arah para prajurit surgawi yang diam-diam melancarkan serangan panah.Krak!Gunung Iblis yang sangat berat itu langsung ditembus oleh satu gelombang hujan panah dan hancur menjadi pecahan yang tak terhitung jumlahnya. Namun, gunung raksasa itu juga menghalangi pandangan para pemanah hingga mereka kehilangan fungsinya."Penguasa Gunung dan Lautan!"Saat ini, Tirta sudah melemparkan gunung raksasa kedua dari tangannya."Penguasa Gunung dan Lautan!""Penguasa Gunung dan Lautan ...."Setelah itu, gunung ketiga, keempat, dan seterusnya menyusul.Hanya dalam sekejap, ternyata Tirta sudah melemparkan seratus lebih gunung raksasa dengan kekuatan yang benar
Petir yang berjalinan dengan hukum alam hingga membentuk seratus ribu prajurit dan jenderal surgawi serta tribulasi surgawi dahsyat yang belum pernah terlihat sebelumnya."Bunuh!"Seratus ribu prajurit dan jenderal surgawi itu seolah-olah benar-benar manusia hidup. Mereka berteriak dengan suara dahsyat yang mengguncangkan langit dan bumi serta dipenuhi niat membantai. Suara itu bahkan terdengar samar-samar di seluruh dunia awani dan membuat hati bergetar.Barisan prajurit surgawi yang berada di barisan paling depan menunggangi kuda perang petir dan masing-masing memegang tombak panjang. Dengan kecepatan yang seperti kilat, mereka sudah langsung muncul di hadapan Tirta dan Jade."Niat Pedang Bergelora!"Tirta segera menggunakan teknik yang lebih efektif untuk menyerang banyak musuh sekaligus dan melancarkan hujan pedang yang begitu padat. Pedang-pedang itu terus melesat seperti sungai besar yang mengalir deras.Ting ting ting!Bagaimanapun juga, para prajurit surgawi terbentuk dari jali
Namun, Selvi tetap merasa hal itu sangat sulit dipercaya. Perlu diketahui, sejak Tirta mengejar burung misterius hingga sekarang, waktu yang berlalu belum sampai lima belas menit."Kecepatan ini sudah termasuk lambat. Kalau bukan karena aku mau mencoba sampai sejauh mana energi pedang itu dapat dipadatkan, aku bisa membunuhnya dalam waktu yang lebih singkat," kata Tirta sambil tersenyum tipis.Begitu selesai berbicara, Tirta awalnya hendak membawa semua orang memasuki bagian terdalam Pegunungan Belantara untuk membunuh anjing iblis.Namun, tepat pada saat ini, langit di atas kepala mereka tiba-tiba dipenuhi lautan kesengsaraan yang luas seperti awan petir. Warnanya hitam pekat, seolah-olah tinta terbaik telah ditumpahkan ke langit. Bukan hanya terdapat gelombang petir mengerikan yang tak berujung di dalamnya, tetapi tempat ini juga seolah-olah berubah menjadi corong yang menarik kekuatan hukum.Berbagai hukum alam di tempat itu sulit dibayangkan jika tidak melihatnya dengan mata kepala
Swish!Mengetahui diri mereka bukan tandingan Tirta, dua iblis besar terakhir juga tidak ragu sedikit pun. Mereka melarikan diri dengan langkah tercepat di sepanjang hidup mereka. Salah satunya menuju bagian terdalam Pegunungan Belantara, sedangkan yang satunya lagi melarikan diri ke dunia luar."Selvi, bantu aku jaga Jade. Aku akan segera kembali," kata Tirta, lalu menyerahkan Jade pada Selvi dengan lembut.Setelah itu, Tirta memasukkan peti mati perunggu kuno ke dalam Cincin Penyimpanan. Tubuhnya berubah menjadi kilatan petir, lalu mengejar burung misterius yang bermandikan cahaya api dan melarikan diri ke dunia luar.Wuss!Melihat Tirta ternyata meninggalkan anjing iblis dan memilih mengejarnya, burung misterius langsung merasa terkejut sekaligus marah. "Sialan. Bocah ini anggap aku sasaran yang mudah ya? Padahal kekuatan anjing iblis itu lebih rendah."Burung misterius pun membakar darah esensialnya tanpa ragu untuk mempercepat pelariannya, meninggalkan jejak merah panjang di udara







