Share

Bab 448

Author: Liazta
last update publish date: 2026-08-14 23:22:03
Keheningan yang amat pekat mendadak mencengkeram ruang tamu kediaman Soedirja. Suasana terasa dingin mematikan, bagai ketegangan sebelum pelatuk senjata ditarik.

Letnan Jenderal (Purn.) Hartono Soedirja menatap tajam pria muda di hadapannya. Manik matanya yang berpengalaman puluhan tahun di medan tempur seolah sedang menguliti setiap inci ketulusan dan keberanian Rayan. Di sampingnya, Danu dan Arya masih berdiri tegap dengan raut wajah penuh intimidasi, menunggu perintah sang ayah.

Rebecca m
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (4)
goodnovel comment avatar
Wulandari Wahyu On
lagi ngga bayangin yg nusuk Devan, apa ngga selamat itu keluarga mereka kalau rayan kawin, kekuatan militer jadi tanggungan yg macam2 dg keluarga mereka.... thor ayo tambah lagi
goodnovel comment avatar
Fatin Syukriyah Dollah
aishhhh...2 hari 2 bab saja? bikin gemes deh
goodnovel comment avatar
Nimah Natsir
ahh lanjut tor deg degannya terpotong
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dokter, Jangan Gitu Dong   Bab 457

    Rebecca menatap Rayan dengan mata berkaca-kaca. Perjuangan gila, rusuh, dan bikin sesak napas selama tiga hari terakhir akhirnya bermuara indah di titik ini.Rayan memutar tubuhnya, meraih jemari Rebecca untuk disalami, lalu mendaratkan sebuah kecupan hangat nan dalam di dahi istrinya di hadapan ribuan pasang mata.Jujur saja, meskipun hanya kecupan di kening, namun jantungnya sudah berdebar dengan kencang. "Terima kasih sudah tidak pingsan, Istriku," bisik Rayan terkekeh halus di telinga Rebecca, membuat pipi sang pengantin wanita seketika memerah sempurna.Rebecca tersenyum tipis di sela-sela matanya yang mulai basah. "Terima kasih sudah memilihku, Rayan."Di tengah riuh rendah ucapan selamat dari para tamu undangan, Rayan menggenggam tangan Rebecca erat-erat. Di barisan keluarga, Sofia masih terus menyeka air matanya, sesekali tertawa kecil saat melihat putranya yang biasanya kaku dan dingin, kini tampak begitu lembut memperlakukan istrinya. Sebuah hari baru, sebuah lembaran baru,

  • Dokter, Jangan Gitu Dong   BAB 456

    Pukul delapan pagi tepat. Gedung pernikahan yang megah itu sudah dipenuhi hiruk-pikuk manusia. Sirine pengawalan polisi meraung-raung di luar, menandakan kedatangan rombongan pejabat tinggi negara dan jajaran perwira TNI.Di ruang tunggu pengantin pria, Rayan berdiri di depan cermin besar. Matanya merah, bayangan hitam di bawah matanya tercetak cukup jelas. Namun, setelan jas hitam buatan perancang kenamaan Italia yang melekat di tubuh tegapnya membuat pria itu tetap tampak gagah dan dominan secara intimidatif.Klek.Thomas masuk dengan napas terengah-engah, dasinya bahkan belum terikat rapi. "Rayan! Kotak mahar emas 2.026 gram sudah dipegang tim pengaman. Pihak KUA sudah duduk di meja akad. Kamu... kamu beneran kuat, kan? Muka kamu pucat sekali!"Rayan menelan salivanya yang terasa kering, merapikan kerah jasnya dengan jemari yang sedikit gemetar bukan karena gugup, tapi karena efek kelelahan fisik usai maraton administrasi dan uji fisik kemarin."Cepat makan dulu roti ini, biar kamu

  • Dokter, Jangan Gitu Dong   Bab 455

    Pukul tiga pagi di hari H pernikahan, dan atmosfer di kedua kediaman tidak ada bedanya dengan barak militer yang baru saja dihantam serangan udara.Jangan bayangkan suasana haru nan syahdu menyelimuti calon pengantin. Yang ada hanyalah mata merah dengan lingkaran hitam pekat, napas terengah-engah, dan saraf yang nyaris putus! Selama dua hari dua malam terakhir, baik keluarga Soedirja maupun keluarga Thomas hanya sempat memejamkan mata paling banyak dua hingga tiga jam. Tidur pun tidak tenang, karena setiap lima menit sekali ponsel mereka terus melolong menyuarakan panggilan darurat dari ribuan vendor.Di kediaman Soedirja, aroma kopi hitam pekat menyengat bercampur dengan baunya minyak kayu putih.Hartono yang merupakan seorang pensiunan Jenderal militer, kini terkulai lemas di atas sofa dengan kain kompres menempel di jidatnya. Jempol tangannya kram total gara-gara menyetujui ribuan balasan pesan tamu. Di sebelahnya, Danu dan Arya tergeletak terlentang di atas karpet tanpa alas, masi

  • Dokter, Jangan Gitu Dong   Bab 454

    Jika di rumah Thomas kesibukan dipenuhi urusan berkas dan perhiasan, maka di kediaman Soedirja pertempurannya tak kalah menegangkan. Mode darurat militer resmi diberlakukan sejak fajar!Seluruh anggota keluarga Soedirja duduk melingkar di ruang tengah dengan ponsel masing-masing yang menempel di telapak tangan. Baterai powerbank berderet di atas meja bagaikan amunisi perang. jangankan sempat minum teh santai, untuk sekadar melangkah ke kamar mandi saja mereka tidak punya waktu!"Papa! Ini daftar kolega jenderal purnawirawan sudah di-WhatsApp semua belum?!" teriak Danu dengan mata merah menatap layar ponselnya yang tak berhenti berdenting. Jemarinya menari-nari di atas papan ketik secara brutal, mengirimkan ratusan surat undangan digital."Sudah! Tapi grup mantan alumni AKABRI belum!" sahut Hartono tak kalah heboh. Sang Jenderal yang biasanya tampil rapi, kini hanya mengenakan kaos singlet putih dan sarung yang terikat melenceng. Rambutnya acak-acakan, kacamata bacanya melorot di ujung

  • Dokter, Jangan Gitu Dong   Bab 453

    “Apaan sih, Rayan?! Jangan teriak-teriak!” sahut Rebecca dari seberang telepon. Suaranya tak kalah panik, bahkan napasnya terdengar memburu. “Aku baru selesai pakai riasan tipis! Ini Bang Danu sama Bang Arya dari tadi mondar-mandir kayak satpam kompleks, ngawasin setiap langkahku!”“Bagus! Suruh abang-abangmu itu minggir sedikit. Aku sudah sampai di depan gerbang rumahmu dua menit lagi!”Rayan langsung memutuskan sambungan.CKIIIIEEEK!Ban mobil sport itu berdecit keras saat berhenti tepat di depan gerbang megah kediaman Soedirja.Tanpa mematikan mesin, Rayan langsung melompat keluar. Kemeja yang sebelumnya baru terkancing separuh kini sudah tertata rapi. Namun, gurat kelelahan dan ketegangan masih terlihat jelas di wajah tampannya.Di teras rumah, Danu dan Arya berdiri tegap sedangkan tangan mereka sibuk dengan ponselnya. Tatapan mereka tertuju pada Rayan dengan sorot mata tajam.“Apa kau ingin mengatakan bahwa pernikahan dadakan ini batal?” celetuk Danu dingin sambil melirik jam tan

  • Dokter, Jangan Gitu Dong   Bab 452

    Sejak fajar bahkan belum menyingsing sempurna, suasana di kediaman keluarga Thomas sudah seperti medan perang yang kacau balau. Kesibukan tingkat tinggi terjadi secara mendadak, semuanya berpacu gila dengan waktu hanya gara-gara keputusannya yang terlampau nekat: mempercepat tanggal pernikahan menjadi sangat mendesak!Rayan sendiri bolak-balik di ruang tamu dengan ponsel menempel di telinga, kemejanya bahkan belum terkancing rapi. "Halo! Apakah berkas dari kelurahan sudah selesai?! Saya butuh surat rekomendasi nikah itu ditandatangani jam delapan pagi ini juga! Tidak ada kata esok!" gertak Rayan dengan napas memburu sebelum mematikan telepon secara sepihak."Rayan! Kamu ini benar-benar bikin aku senam jantung pagi-pagi!" omel Thomas yang baru saja keluar dari ruang kerja dengan tumpukan dokumen legal dan map tebal di tangannya."Papi harus sabar, tidak boleh emosi," kata Rayan menenangkan. "Sabar katamu?" Thomas memandang Rayan dengan kesal.Thomas terpaksa mengandalkan seluruh konek

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status