GELORA BERBAHAYA KAKAK SEPUPU

GELORA BERBAHAYA KAKAK SEPUPU

last updateHuling Na-update : 2026-10-02
By:  Weena YoungIn-update ngayon lang
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10
76 Mga Ratings. 76 Rebyu
204Mga Kabanata
9.5Kviews
Basahin
Idagdag sa library

Share:  

Iulat
Buod
katalogo
I-scan ang code para mabasa sa App

Blurb “Tidur denganku malam ini, Tuan. Aku jamin kau akan puas dan ketagihan.” Tak ingin perawannya didapatkan sang tunangan, terlebih setelah Melody tahu bahwa sang tunangan diam-diam menjual “privasi” Melody pada teman-teman satu gengnya. Hal itu membuat Melody kecewa dan kehilangan arah sehingga dia nekat pergi ke club malam dan berniat menyerahkan tubuhnya kepada Dave, sepupu sekaligus rival berat sang tunangan. Namun, yang terjadi justru Melody salah masuk dan berujung menghabiskan malam panas dengan sepupu nya sendiri yang terkenal kejam dan dingin! Dan ... sang sepupu justru ketagihan dengan tubuh Melody, dan ingin menahan Melody di sisinya? Untuk apa!?

view more

Kabanata 1

BAB 1. Hanya Demi Tubuhnya

"Ahh! Sssh..."

Melody dengan sengaja membiarkan tunangannya, Arthur, membubuhkan beberapa kecup di bahu dan lehernya sebelum kemudian naik ke bibir. 

"Ah! Sayang bibirmu lembut sekali ... kapan aku bisa menikmati milikmu?" 

Mendengar itu, tiba-tiba Melody menarik diri, membuat pria yang tadinya masih menciumi leher jenjangnya berhenti. 

Di saat yang sama, tangan Melody yang sejak tadi mencengkeram kemeja Arthur kini beralih ke samping, menghentikan jemari tunangannya yang sudah akan menyentuh pantatnya.

"Tidak sekarang, Arthur," bisik Melody lembut. 

Gadis itu melihat bagaimana tunangannya itu menelan ludah. Ekspresi Arthur tampak keras.

“Kamu selalu mengatakan itu,” ucap Arthur. “Sebenarnya kamu mencintaiku atau tidak, Mel?”

Melody menghela napas. Tangannya bergerak menangkup pipi Arthur dan mengusapnya lembut.

“Kenapa bertanya begitu?” tanya Melody. “Kalau tidak cinta, mana mungkin aku mau menikahimu minggu depan?”

Melody mengamati Arthur yang masih diam. Untungnya, hal itu tidak berlangsung lama. Pria itu mengulas senyum tipis yang tampak agak dipaksakan. 

"Baiklah. Apa pun yang membuatmu bahagia, Sayang," kata Arthur. 

Pria itu menepuk paha Melody dua kali sebuah gestur formal nan dingin. Tanpa sepatah kata lagi dia bangkit membelakangi Melody dan mulai merapikan pakaiannya.

"Siang ini aku ada rapat darurat dengan tim direksi," kata Arthur sambil merapikan kancing kemejanya di depan cermin. “Aku harus pergi.”

Melody mengernyit. "Ini tanggal merah, Arthur. Kamu janji hari ini milik kita," ucapnya pelan.

“Gwen yang menjadwalkannya, Mel,” ucap Arthur. Pria itu kemudian terkekeh pendek. “Dia sudah kerja keras untuk proyek ini. Jelas aku harus mendukungnya.”

“Tidak bisa diundur?”

“Jangan egois, Melody.” Arthur berkata dengan dingin. “Kamu tahu ini adalah proyek pertama Gwen setelah ia kembali dari luar negeri. Apa kamu tidak mau mendukung kakakmu sendiri?”

Melody diam, tanpa sadar menggigit bibirnya.

“Apa kamu mau habiskan hari ini dengan Gwen?” tanyanya kemudian. “Di hari jadian kita?”

Arthur berbalik, mengulas senyum tampannya. "Tentu saja tidak. Aku akan sampai tepat waktu. Jam delapan malam, kan?" balasnya. “Aku masih punya waktu sekitar tiga jam.”

"Terima kasih, Sayang," jawab Melody, berusaha mengukir senyum manis.

Beberapa menit setelah Arthur pergi, Melody beranjak menuju dapur. Namun, langkahnya terhenti saat melewati ruang tengah.

Layar laptop milik Arthur yang tertinggal di atas meja mendadak menyala, menampilkan jendela notifikasi grup obrolan bertajuk The Elite VVIP.

Melody mengernyit. Arthur kelupaan laptop, pikinya. Ia menghampiri benda itu dan berniat menyimpannya. Siapa tahu tunangannya itu akan kembali untuk mengambilnya nanti.

Namun, ketika Melody tanpa sengaja membaca pesan demi pesan yang masuk, tubuhnya mendadak dingin.

“Jangan lupa bawa video panas terbaru kalian, Sayang. Teman-teman sudah berkumpul di sini, mereka tidak sabar melihat pertunjukan 'si polos' lagi,” tulis Gwen.

“Ayo cepat, Arthur! Kami tunggu filenya!” timpal anggota grup lainnya.

“Sudah berhasil dapatkan keperawanannya belum?”

“Ah, iya! Bagaimana dengan taruhannya, kawan?”

“Batas waktumu hanya sampai akhir minggu ini, tahu. Kalau kamu belum mampu buat ambil kali pertama tunanganmu itu sebelum kalian menikah, aku tidak akan kasih kamu uangnya.”

“Aku sedang di jalan. Sebentar lagi sampai ke markas,” sahut Arthur pada akhirnya. “Yang jelas, buat taruhan itu, aku punya rencana.”

“Yang jelas, kamu juga harus merekam yang satu itu ya! Itu puncaknya.”

Darah Melody seketika membeku. 

Apa … apa yang baru saja dia baca?

Tunangannya punya video panas? Video panas apa? Dan apa maksudnya soal taruhan? 

Arthur bertaruh akan merekam adegan percintaan mereka?

Dan … sebelum menikah?

Karena itukah pria itu selalu meminta untuk tidur dengannya? 

Kepala Melody terasa pening. Meski begitu, tangannya yang gemetar tetap bergerak ke bagian penyimpanan grup chat tersebut.

Seketika puluhan file video berdurasi panjang berderet rapi di hadapannya.

Ketika di klik, terpampang jelas rekaman dirinya yang direkam secara sembunyi-sembunyi, entah itu saat ia berciuman dengan Arthur atau saat ia tidur.

Bahkan ada video yang direkam saat dia mandi!

"Nggak... nggak mungkin..." Suara Melody lolos sebagai bisikan tertahan. Merasa mual.

Tubuhnya merosot ke lantai dingin. Pria yang dicintainya, pria yang membuatnya mampu memikirkan pernikahan meskipun awalnya tidak ia percaya … telah tega menjual harga dirinya sebagai tontonan gairah kawan-kawannya.

"Jahat kamu, Arthur... Gwen... kalian iblis!" rintihnya. 

Cukup lama Melody diam di sana, menangis tanpa suara. 

Ia berpikir, di bagian mana hubungan mereka mulai salah? Saat bertemu di masa sekolah dulu, Arthur adalah penyelamatnya, menolong Melody setiap kali dirinya ditindas dan berada dalam kesulitan. Melody menyukai pria itu, beserta sikap manis dan kepedulian sosok itu.

Karenanya, Melody memberanikan diri menyatakan perasaannya waktu itu dan Arthur menerimanya.

Hubungan percintaan mereka terus berlanjut, hingga akhirnya mereka memutuskan untuk menikah.

Namun … ternyata selama ini pria itu hanya menginginkan tubuhnya …?

Melody tiba-tiba terkesiap, teringat pada pesan Arthur tadi.

“Dia punya rencana untuk membuatku menyerahkan diri padanya?” pikir Melody. “Rencana seperti apa?”

Bujuk rayu? Atau … sesuatu yang lebih ekstrem?

Bagaimana kalau pria itu memberinya obat dan–

“Ugh!” Melody menutup mulutnya dan lari ke kamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya. 

Cukup lama, sampai akhirnya Melody tenang dan bisa berpikir kembali. 

Dirinya sudah sampai pada satu keputusan.

Jika memang tubuh ini yang diinginkan pria berengsek itu, maka sebelum Arthur bisa mengambilnya, Melody harus berikan ini pada pria lain.

Gadis itu menghampiri ponselnya dan menelepon sebuah nomor kontak.

“Datanglah ke Casnight Party nanti malam,” kata Melody. “Apakah kamu tidak penasaran bagaimana rasanya tidur dengan tunangan musuhmu?” 

Palawakin
Susunod na Kabanata
I-download

Pinakabagong kabanata

Higit pang Kabanata

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Mga Ratings

10
100%(76)
9
0%(0)
8
0%(0)
7
0%(0)
6
0%(0)
5
0%(0)
4
0%(0)
3
0%(0)
2
0%(0)
1
0%(0)
10 / 10.0
76 Mga Ratings · 76 Rebyu
Sulatin ang Repaso

RebyuMore

Me Hum hum
Me Hum hum
makin penasaran sama hubungan melody sama sepupu menyebalkan lanjut, semangat updatenya..
2026-09-23 09:54:25
0
0
Sallazdyna Zafaaz
Sallazdyna Zafaaz
...️...️...️...️...️ banyak bgt sm ceritanya. Kak Weena kl upload cerita langsung banyakan donk seabrek gituu biar makin betah bacany hehe
2026-09-21 16:36:22
0
0
Ovy Mamanya Arum
Ovy Mamanya Arum
Rasanya makin kesini makin menarik nie cerita. Ga sabar pengen tau kelanjutan hubungannya melody dg Casey. Tapi ga bisa tutup mata jg dengan kebaikan Harvey. duhhhh melody yg di pepet cogan" ko aQ yg gregettt sih. wkwkwk.... ...... ayooo ka Weena update yg banyak lg...
2026-09-18 16:01:03
0
0
Ovy Mamanya Arum
Ovy Mamanya Arum
Rasanya makin kesini makin menarik nie cerita. ga sabar pengen tau kelanjutan hubungannya melody dg Casey. tapi ga bisa tutup mata jg dengan kebaikan Harvey. duhhhh melody yg d pepet cogan" ko aQ yg gregettt. wkwkwk....
2026-09-18 15:41:03
0
0
Mashatantri
Mashatantri
Sebel banget ma si arthur gwen Tapi bingung milih casey apa dave...
2026-09-03 15:22:12
0
0
204 Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status