共有

Bab 85

作者: Liazta
last update 公開日: 2026-01-14 23:48:02

Alicia dan Bram refleks terdiam bersamaan.

Bram menelan ludah.

Perlahan, ia menoleh ke belakang.

Devan berdiri tepat beberapa langkah dari mereka, satu tangan memegang secangkir kopi hitam, tangan lainnya santai dimasukkan ke saku celana. Wajahnya sama sekali tidak menunjukkan emosi—tidak marah, tidak tersenyum, tidak pula terkejut. Tatapannya datar, tajam, dan tenang seperti permukaan danau yang dalam.

Justru itu yang membuat Bram gugup setengah mati.

“Pak—” Bram berdeham kecil. “Saya tidak be
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター
コメント (1)
goodnovel comment avatar
Farkhani Farkhani
kurang kak thor
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • Dokter, Jangan Gitu Dong   Bab 482

    Wajah Alicia seketika memerah.“Aku tidak membuatmu tersiksa!” bantahnya cepat. “Aku merawatmu!”“Merawat?”Devan mengangkat sebelah alis.“Jangan pura-pura polos, Alicia.”Jemarinya menyelip lembut di antara rambut Alicia, lalu menyingkirkan beberapa helai yang jatuh di wajah istrinya.“Aku masih ingat bagaimana matamu tidak pernah benar-benar bisa berpaling setiap kali kamu harus membantuku membersihkan tubuh.”“Devan!”Alicia langsung memukul pelan dada suaminya.“Itu karena kamu belum bisa mandi sendiri!”“Aku tahu.”Devan justru semakin menikmati kegugupan istrinya.“Tapi kamu selalu melakukannya dengan sangat hati-hati.”“Ya memang harus hati-hati! Punggungmu waktu itu masih cedera.”“Benarkah?”“Benar.”“Bukan karena kamu diam-diam menikmati kesempatan merawat calon suamimu?”Alicia terdiam.Devan tersenyum puas.“Nah.”Ia mendekat hingga ujung hidung mereka hampir bersentuhan.“Diam begini biasanya berarti aku benar.”“Tidak!”Alicia buru-buru memalingkan wajah, tetapi Devan

  • Dokter, Jangan Gitu Dong   BAB 481

    Waktu akhirnya merayap tepat ke pukul lima sore.Musik penutup resepsi baru saja berhenti mengalun. Namun, sebelum pembawa acara sempat menyampaikan kalimat penutup secara resmi, panggung pelaminan yang sejak siang menjadi pusat perhatian itu sudah kosong.Bukan hanya Devan yang mendadak menghilang bersama Alicia.Thomas dan Rayan rupanya melakukan hal yang sama.Melihat kekompakan para pria dalam keluarga itu yang seolah telah bersekongkol melakukan aksi kabur massal, Luna hanya bisa berdiri di sudut ballroom sambil menggeleng-gelengkan kepala.Namun, alasan di balik kekompakan mereka sebenarnya sangat sederhana.Kondisi istri masing-masing.Di dalam lift khusus yang membawa mereka menuju lantai suite, Thomas berdiri di sisi Sofia. Satu lengannya merangkul pinggang istrinya dengan erat, sementara tangan yang lain sesekali mengusap punggung wanita itu.Wajah Sofia tampak pucat. Tubuhnya bersandar lelah pada dada bidang Thomas.“Masih sakit pinggangnya, hm?” bisik Thomas lembut.Telapa

  • Dokter, Jangan Gitu Dong   Bab 480

    Waktu di dinding ballroom baru menunjukkan pukul 01.00 siang. Musik instrumental masih mengalun lembut mengiringi ribuan tamu undangan kelas atas yang saling berbaur menikmati hidangan. Acara resepsi megah itu masih berjalan sangat meriah, namun sang pengantin pria justru sudah tidak bisa duduk tenang.Devan berkali-kali mengubah posisi duduknya, melirik jam tangan mewahnya setiap tiga menit sekali, lalu menghembuskan napas panjang dengan raut wajah yang makin ditekuk. Baginya, menunggu sekitar empat jam lagi sampai acara ini selesai terasa bagaikan menjalani hukuman bertahun-tahun!"Kenapa kamu dari tadi kelihatan gelisah sekali?" tanya Alicia memiringkan kepalanya, menatap Devan heran."Mengapa acara ini lama sekali selesainya, sih?" sungut Devan blak-blakan dengan wajah kesal. Matanya menatap horor ke arah antrean tamu undangan yang bukannya makin berkurang, malah makin mengular panjang."Ya ampun, Devan... Acara kan memang dimulai jam 11.00 setelah akad nikah, dan baru selesai jam

  • Dokter, Jangan Gitu Dong   BAB 479

    Genggaman Devan pada jemari Alicia tak pernah terlepas, bahkan setelah keduanya kembali duduk berdampingan di meja akad.Alicia menundukkan wajahnya dengan malu-malu. Pipinya merona setiap kali Devan meliriknya dengan tatapan penuh kekaguman, seolah-olah hingga detik ini pun pria itu masih belum percaya bahwa wanita yang dicintainya kini benar-benar telah menjadi istrinya.“Kenapa menunduk terus, hm?” bisik Devan tepat di telinganya. “Suamimu yang tampan ini ada di sebelahmu, lho.”Bulu kuduk Alicia seketika meremang. Ia menahan tawa, lalu menyenggol lengan Devan dengan sikunya.“Devan, malu dilihat orang banyak...”“Biarkan saja. Kita sudah sah.”Devan menyunggingkan senyum penuh kemenangan sebelum mengangkat tangan Alicia dan mengecup lembut punggung tangannya.Alicia semakin salah tingkah.Prosesi penandatanganan buku nikah dan pemasangan cincin pun akhirnya selesai. Tak lama kemudian, keluarga besar mulai berkumpul mengelilingi kedua pengantin baru itu.Ada Luna, Thomas, Sofia, Ra

  • Dokter, Jangan Gitu Dong   BAB 478:

    Pintu utama ballroom perlahan terbuka.Alunan musik lembut mengiringi langkah Alicia yang memasuki ruangan. Gaun pengantin putihnya menjuntai anggun di atas karpet merah, sementara veil tipis yang membingkai wajahnya membuat kecantikannya tampak semakin memukau.Ratusan pasang mata sontak tertuju kepadanya.Namun, di antara seluruh tatapan yang menyambutnya, hanya ada sepasang mata yang benar-benar dicari Alicia.Mata Devan.Pria itu seketika terdiam.Ia bahkan lupa berkedip.Untuk beberapa saat, Devan hanya memandang wanita yang berjalan perlahan ke arahnya dengan tatapan penuh kekaguman.Alicia tampak begitu cantik.Riasan lembut menyempurnakan wajahnya. Bibirnya yang dipoles indah membentuk senyum malu-malu, sementara kelembutan yang terpancar dari seluruh dirinya membuat dada Devan terasa sesak.Hampir dua minggu.Selama itulah ia harus menahan diri untuk tidak bertemu dengan wanita yang kini telah resmi menjadi istrinya.Dan sekarang, setelah penantian panjang itu, Alicia akhirny

  • Dokter, Jangan Gitu Dong   Bab 477

    Suasana di dalam ballroom utama yang penuh dengan tatanan bunga melati segar seketika hening mencekam. Ratusan pasang mata tamu undangan serta jajaran saksi tertuju lurus pada meja akad nikah.Mahar pernikahan disusun di atas meja. Pengawalan juga sangat ketat.Jika sultan yang menikah, mahar pasti tidak kaleng-kaleng.Di sana, Devan duduk tegap dalam balutan beskap putih berhias payet perak nan megah. Wajahnya yang tampan tampak begitu tenang, namun di dalam dadanya, detak jantungnya bergemuruh hebat. Di hadapannya, Rayan—abang kandung Alicia yang kini bertindak sebagai wali nikah menggantikan posisi sang ayah—duduk dengan raut wajah sarat emosi.Sesuai surat kuasa wali yang telah ditandatangani, Rayan mengambil alih tugas sakral ini. Ayah mereka, Tonny Usman, pria bajingan yang telah menghancurkan masa kecil Alicia, kini meringkuk dingin di balik jeruji besi tahanan. Tak ada tempat bagi pria itu di hari paling bahagia putri bungsunya.Rayan mengulurkan tangannya. Devan menyambut dan

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status