Share

Bab 09

Author: Lavendulaaa
last update Last Updated: 2025-11-08 23:04:22

Perkataan mamanya masih jelas terekam jelas di kepala Naya. Hal itu berdampak pada fokus Naya, terlebih di saat masa menstruasi seperti ini. Emosinya sangat sensitif. Sari sudah beberapa kali menghindar hingga Naya harus segera ke lapangan untuk latihan basket.

Permainan Naya pun terlihat sangat kacau, Ardi hanya menggelengkan kepalanya melihat Naya kembali berantakan. Dia tahu, pasti sesuatu terjadi pada gadis muda itu. Namun, dia sama sekali tidak menghentikan Naya terlebih dahulu hingga terlihat gadis itu kewalahan sendiri. Ardi mengisyaratkan pada Naya dan tim yang sedang berlatih untuk bergantian.

Naya keluar dari lapangan dan duduk di tepi lapangan. Napasnya sangat terengah-engah, tidak seperti biasanya. Wajah Naya pun terlihat sedikit pucat membuat Ardi sedikit khawatir. Pria itu berdiri tidak jauh dari Naya yang sedang duduk dan meminum airnya.

Saat latihan berakhir, Naya masih duduk di tempatnya dan hanya tersenyum saat teman-temannya pamit terlebih dahulu. Ardi memperhati
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dosa Terlarang Bersama Pelatih   Bab 75

    Hubungan Naya dan Ardi yang sempat merenggang itu, membuat Ardi sering murung. Bahkan hal itu disadari oleh Miya. Dia sangat peka akan perubahan suaminya yang akhir-akhir ini semakin murung. Tidak tinggal diam, Miya kini duduk di samping suaminya yang sedang sibuk membaca tugas mahasiswanya. Secangkir kopi yang tadi diminta oleh pria itu, bahkan belum tersentuh lagi. Miya masih diam dan menunggu pria itu meletakkan tugas mahasiswanya. Ardi yang merasa janggal karena istrinya terus menemaninya, dia pun menaruh file draft tugas akhir itu di sampingnya dan meraih cangkir kopi di hadapannya. Dia menyeruput sebentar dan menoleh ke arah istrinya yang ada di sampingnya. "Kenapa? Aneh banget kamu temani aku lembur, Sayang." Ardi mengatakannya dengan normal dan berusaha membuat Miya mencurigainya. "Aku merasa ada yang aneh sama kamu, Sayang," jawab Miya."Aneh? Apanya yang aneh?" tanya Ardi yang mengernyitkan dahinya. "Kamu akhir-akhir ini kayak murung gitu, Sayang. Ada masalah di kampus?

  • Dosa Terlarang Bersama Pelatih   Bab 74

    Seperti yang dijanjikan Naya sebelumnya, dia bertemu dengan Ardi setelah latihan. Namun, tidak di luar kamus. Mereka malah bertemu di kolam berenang.Naya memasukkan kakinya di kolam. Dia menunggu Ardi yang masih mengambil barangnya di kantor. Naya pun tidak banyak protes. Dia hanya ingin mendengar kebenaran dari pria itu.Setelah cukup lama Naya bermain air, akhirnya Ardi datang dan duduk di samping Naya. Dia tidak ikut memasukkan kakinya, tetapi menyilakan kakinya.“Masih nggak mau ngomong dan hanya mau dengarkan saya apa gimana, Nay?” tanya Ardi yang penasaran dengan mood gadis di sampingnya itu.“Sejujurnya, masih ada rasa kesal, tapi saya juga nggak bisa hanya mendengarkan satu pihak.” Naya membalas dengan tenang, sembari menggerakkan kakinya di kolam.“Jujur, saya nggak tahu, kamu akan menganggap saya membuat pembelaan atau bagaimana, tapi saya hanya ingin menceritakan apa yang saya tahu sebelumnya, Nay.” Ardi mengatakannya dan menoleh ke arah gadis yang asyik memainkan kakinya

  • Dosa Terlarang Bersama Pelatih   Bab 73

    Naya menatap Ardi yang terdiam, meski tangannya masih memeluknya dengan erat. Pertanyaannya yang tiba-tiba membuat Ardi langsung terdiam. Naya menyentuh bibir bawah Ardi dengan ibu jarinya, membuat pria itu tersadar dari lamunannya."Jadi, Bapak sungguhan kenal sama Ores?" tanya Naya yang langsung mendudukkan tubuhnya, membuat Ardi ikut mendudukkan tubuhnya juga."Nay, nama Reski kan banyak. Nggak mungkin cuma ....""Nama Reski memang banyak, tapi cowok yang jadi selingkuhan mantan Ores, nomor pribadi Bapak yang saya cek. Jujur sama saya, Bapak kenal Ores nggak?" Naya memotong perkataan Ardi sebelum dia memberikan bualan yang mungkin semakin membuat dirinya meragukan apa yang sudah dia cek sebelumnya. "Iya, saya kenal ommu itu." Ardi menjawab dengan pelan.Naya menghela napas dan segera ke kamar mandi. Dia merasa sangat kecewa, meski dia sudah menduga. namun, dia merasa ada yang berat di dalam hatinya, saat mendengar sendiri dari mulut Ardi. Ardi yang melihat Naya yang berlalu begit

  • Dosa Terlarang Bersama Pelatih   Bab 72

    Naya berjalan di mal sendirian. Dia ingin menghilangkan pikirannya yang berantakan akhir-akhir ini. Dia menuju ke sebuah toko buku.Naya membaca blurb sebuah novel yang ada di deretan best seller. Dia berdiri tenang dan menimbang satu persatu novel yang ada di depannya. Dia sangat ingin membeli di antara buku-buku tersebut.Saat asyik membaca novel yang ada di depannya, Naya dikejutkan dengan kedatangan seorang wanita yang tiba-tiba muncul di sampingnya. Naya menoleh adan menatap Miya yang tiba-tiba menghampirinya. Naya menaruh kembali novel di tangannya dan memperhatikan Miya."Ada apa, ya, Bu Miya?" tanya Naya yang tidak paham dengan kedatangan Miya secara tiba-tiba dan menegurnya. "Akhir-akhir ini nggak ada latihan basket kah?" tanya Miya."Ada, kenapa, Bu?" balas Naya. "Suami saya mulai jarang pulang terlambat banget," jawab Miya pada Naya yang hanya memperhatikannya. "Oh, karena nggak ada turnamen dalam jangka waktu yang mepet, jadi Pak Ardi memang memberikan kami kelonggaran

  • Dosa Terlarang Bersama Pelatih   Bab 71

    Naya menikmati memainkan ponsel lama Reski. Dia membuka room chat milik papanya. Banyak sekali pembahasan di sana.Dimulai dari pekerjaan, persiapan kuliah dan masalah pribadi. Bahkan ada saat papa Naya meminta tolong pada Reski untuk membantu membujuk mama Naya yang sedang merajuk. Naya tersenyum membaca semua hal tersebut.Tidak hanya berhenti di sana, mata Naya seketika melotot saat menemukan isi curhatan Reski pada papa Naya. Dia memastikan kembali dan membacanya berkali-kali. Dia memastikan apa yang dibaca tidak ada yang salah. "Ores beneran diselingkuhin?" kaget Naya yang membaca curhatan Reski. Dia terus membaca isi chat room tersebut, di mana papanya mulai meminta Reski untuk menyelesaikan hubungan dengan wanita yang disebut "menjijikkan" itu. Naya terus membaca melihat betapa kesal papanya pada wanita yang menyelingkuhi Reski."Kan Kakak sudah bilang sebelumnya, dia memang bukan wanita baik. Dia wanita matre yang hanya mengincar harta saja," tulis papa Naya di room chat itu

  • Dosa Terlarang Bersama Pelatih   Bab 70

    Setelah percintaan yang liar itu, keduanya tidur sebentar untuk memulihkan energi mereka. Naya tidur di dalam pelukan Ardi. Setelah melakukan percintaan, keduanya selalu tidur bersama dan Ardi selalu setia memeluk gadis yang selalu bersama dengannya. Setelah lima belas menit tidur dan cukup untuk menerima energi, mereka akhirnya terbangun. Ponsel Ardi berbunyi dan pria itu segera meraihnya. Panggilan dari istrinya telah masuk. Ardi menaruh kembali dan tidak menghiraukan ponselnya. "Kenapa?" tanya Naya yang baru keluar dari kamar mandi."Miya. Nggak tahu ada apa," jawab Ardi."Nggak mau diangkat aja? Tumben dia telepon jam segini loh, Pak." Naya memberi masukan."Nggak ah. Nanti aja biar ngobrol di rumah. Kalau lagi sama kamu, aku maunya sama kamu," kata Ardi yang sangat serius dengan apa yang dia katakan. Naya pun hanya menganggukkan kepalanya. Dia segera memakai kembali bajunya, saat Ardi masuk ke kamar mandi. Naya duduk di kasur dan mulai merapikan riasan wajahnya. Naya menatap

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status