Share

Bab 19

Penulis: Lavendulaaa
last update Terakhir Diperbarui: 2025-11-18 22:38:03

“Saya juga punya es krim yang awet, Nay.” Kata-kata Ardi mampu membuat Naya melotot dengan tidak sopannya. Dia menatap heran pria yang ada di depannya itu.

“Maksud Bapak?” tanya Naya.

Ardi tidak menjawab dengan benar. Dia hanya menatap bagian bawah perutnya. Naya yang melihat itu pun langsung melotot dan hampir saja mengumpat pada pelatihnya yang ada di depannya itu.

“Mau nggak, Nay?” Ardi menggoda Naya yang ada di depannya itu. Gadis itu langsung memundurkan badannya dan membuat jarak yang cukup membuat Ardi tidak akan mendekat atau membuat mahasiswa lain menyadari kedekatan mereka.

“Stop, Pak. Kita bisa membuat mereka semua sadar akan kedekatan kita yang mulai jauh dari kata wajar,” kata Naya yang merasa khawatir dengan pandangan teman-temannya.

“Lagi sepi, Nay. Toh saya cuma kasih tahu aja, kalau saya punya yang lebih awet dari punya kamu itu, Nay.” Ardi memasukkan tangannya ke saku dan masih tetap menatap Naya yang ada di depannya.

Naya hanya mengangkat bahunya sebentar dan b
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dosa Terlarang Bersama Pelatih   Bab 63

    Di makam Reski, Miya menatap heran buket bunga yang ada di makam Reski. Namun, saat menatap ke arah wanita yang baru saja pergi, Miya malah mengerutkan dahinya heran. Dia menatap saat kedua orang itu berjalan menjauh dari area pemakaman. Miya menaruh buketnya di makam Reski, berdampingan dengan buket yang sudah ada di sana. Dia menatap buket lily yang masih sangat fresh itu. Ada rasa penasaran dengan apa yang sebelumnya dia lihat. “Cewekmu datang, ya. Pada akhirnya, meski kamu membawa cintanya pergi, kakakmu masih sangat menyukainya dan tetap membenciku,” gumam Miya menatap makam pria yang dulu dia inginkan sepenuh hatinya.Sementara itu, di pojokan kafe, Naya duduk menatap Xera, sembari menunggu pesanan mereka datang. Naya menunggu wanita di depannya itu menjelaskan apa yang dia lihat di makam tadi. Xera tersenyum miris sebentar dan menghela napasnya erlahan.“Dia mantan Reski. Sebelum pacaran sama aku, dia pacaran sama cewek tadi, Nay. Apa kamu nggak pernah dikenalkan sama cewek t

  • Dosa Terlarang Bersama Pelatih   Bab 62

    Seperti yang Naya janjikan pada Xera, setelah kelas, gadis itu berjalan bersama Sari seperti biasanya. Namun, Naya sibuk dengan ponselnya. Sari menatap heran sahabatnya itu.“Nay, kenapa sih? Sibuk banget.” Sari mulai mengeluarkan pertanyaannya. “Pak Ardi?” tanya Sari pelan sekali.“Bukan dong. Orang penting lainnya. Orang paling lama aku dambakan kedatangannya,” kata Naya dengan semangat.“Siapa sih? Jadi penasaran,” balas Sari.“Sstt.” Naya meminta Sari untuk diam terlebih dahulu, karena panggilan masuk ke ponselnya. Naya langsung mengangkatnya. “Ni Hao, Aunty! Tunggu di hotel, aku akan jemput Aunty sekarang, tunggu bentar, mau pesan taksi online buat kita,” kata Naya. Setelah mematikan sambungannya, Naya menoleh ke arah Sari. “Sar, kelas udah selesai, aku mau ketemu orang penting dulu. Kalau kamu ketemu Ranga atau anak basket yang lain, tolong bilangin, ya, aku izin latihan kali ini. Bye-bye!” Naya langsung berlari meninggalkan Sari yang tercengang melihat tingkahnya.Naya langsun

  • Dosa Terlarang Bersama Pelatih   Bab 61

    Ardi segera mengantar Naya pulang, saat gadis itu mengatakan harus segera pulang untuk menemui seseorang. Dia masih menyimpan banyak pertanyaan di dalam benaknya. Naya turun dari mobil Ardi, begitu mereka sampai di tempat biasanya.“Pak, saya duluan, ya. Daah!” Naya langsung berlari meninggalkan mobil Ardi. Ardi menganggukkan kepalanya dengan cepat. Dia hanya berdiam di kemudi dan menatap Naya yang berlari dengan sangat semangat. Wajah ceria Naya terlihat jauh lebih cerah dari sebelumnya.“Penasaran, siapa yang bisa buat Naya sebahagia itu? Kayaknya sangat berarti banget,” kata Ardi yang langsung menjalankan mobilnya meninggalkan area perumahan Naya.Sementara itu, Naya berlari ke rumahnya dengan cepat. Dia mencari Bi Ida. Mendengar namanya dipanggil, Bi Ida langsung menghampiri Naya.“Kenapa, Mbak?” tanya Bi Ida.“Bibi ingat pacarnya Ores dulu nggak?” Naya dengan antusias.“Iya, Mbak. Kenapa?” tanya Bi Ida lagi.“Aunty Xera mau datang jenguk aku, Bi Ida. Jadi, nanti tolong buat hida

  • Dosa Terlarang Bersama Pelatih   Bab 60

    Miya turun dari mobil. Dia berjalan menyusuri parkiran menuju ke sebuah jalan setapak yang telah lama tidak dia lewati. Langkahnya terus membawanya ke tempat yang sunyi.Miya berdiri menatap batu nisan bertuliskan nama mantan kekasihnya yang telah pergi meninggalkannya. Dia menaruh buket bunga yang dia bawa dan memejamkan matanya. Sejenak otaknya mengingat banyak memori tentang mereka.“Kenapa kamu masih datang ke sini?” tanya seseorang dari balik badan Miya.Miya membalikkan badannya dan melihat jelas siapa yang ada di depannya. Terlihat pria yang cukup dia kenal. Hal itu membuat dia menundukkan kepalanya.“Aku masih menyimpan rasa untuknya,” kata Miya.“Menyimpan rasa? Untuk siapa? Untuk adikku? Setelah kamu mencoba mengambil keuntungan darinya?” Kakak Reski mengatakannya. “Kak, aku tahu, aku salah, tapi aku memang sangat mencintai Reski, Kak. Aku malu, kalau aku nggak begitu cocok bersanding dengan Reski, Kak. Aku terlalu menyuk—”“Stop membual! Kamu kira aku akan percaya dengan a

  • Dosa Terlarang Bersama Pelatih   Bab 59

    Ardi mencengkram botol air mineral yang sebelumnya dia minum. Ingatan masa lalu membuat emosinya bergejolak di dalam dirinya. Kepala terasa pening dan Ardi pun memejamkan matanya kembali. “Kalau Reski nggak meninggal, sampai sekarang mungkin aku nggak akan punya Daffa.” Ardi bergumam pada dirinya sendiri. “Ternyata rasa cintaku sekarang benar-benar pindah ke Naya,” lanjut Ardi. Setelah merasa istirahatnya cukup, Ardi kembali melanjutkan olahraganya untuk berlari ke rumah. Ardi segera pulang dan saat sampai rumah, dia melihat istrinya terlelap di sofa. Tanpa keinginan mengganggu, dia segera ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Selesai mandi, dia melihat Daffa belajar bersama dengan pengasuhnya di kamar. Ardi mengetuk pintu kamar tersebut dan Daffa berlari memeluk ayahnya. Ardi pun mengusap lembut rambut anaknya“Lagi apa nih?” tanya Ardi basa-basi pada anaknya. “Belajar membaca. Sekarang aku sudah jauh lebih baik, Ayah.” Daffa mengatakannya dengan sangat yakin dengan apa yang

  • Dosa Terlarang Bersama Pelatih   Bab 58

    Ardi langsung membawa pulang istrinya yang masuk berat. Sepanjang perjalanan, Miya menangis dan memanggil nama Reski. Ada luka sayat dalam hati Ardi, tetapi pria itu tidak mempermasalahkannya.Ardi memapah tubuh istrinya ke kamar dan merebahkannya ke kasur. Miya menarik tubuh Ardi hingga menindihnya. Wanita itu menangkup pipi suaminya dan mengecup bibir suaminya dengan mesra. “Reski, ayo bersama. Aku percaya, kamu akan jauh lebih sukses dari Ardi.” Miya mengatakannya dengan kesadaran yang entah berada di mana.“Aku bukan Reski. Aku Ardi, suamimu.” Ardi mencoba melepaskan tangan istrinya yang malah memeluk lehernya erat.“Sentuh aku! Jangan tinggalkan aku!” Miya merengek pada Ardi.“Kamu akan menyesalinya, Miya.” Ardi masih mencoba menolak untuk menyentuh istrinya yang tidak sadar diri. Dia bukan pria bajingan yang menikmati tubuh wanita, di saat wanita itu hilang kesadaran. “Huum, ayolaaah. Sentuh aku. Aku yakin, kamu pasti lebih nikmat dari Ardi,” rengek Miya yang malah membuat Ard

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status