Share

Bab 185

Author: Janice Sinclair
"Siapa?"

"Istrinya Tristan."

Begitu mendengar itu, pria berbaju hitam itu langsung kehilangan semua kesombongannya. Bukan hanya itu saja, tetapi dia juga menangkupkan kedua tangannya dan minta maaf kepada Kiana.

"Ini semua salah paham. Nyonya Sagara, tolong jangan menyimpan dendam sama orang biasa sepertiku."

Itu jelas sebuah kesalahpahaman. Apalagi, Kiana yang lebih dulu menyerangnya.

Kiana buru-buru melambaikan tangannya. "Aku yang seharusnya minta maaf sama kamu."

"Nggak usah minta maaf padaku. Aku nggak sanggup menerimanya!" Selesai mengatakan itu, pria berbaju hitam itu langsung pergi.

Kiana mempertimbangkan pertanyaan itu dengan serius. "Apa Tristan terlibat dengan dunia bawah tanah?"

Kalau tidak, mengapa orang-orang ini begitu takut padanya?

"Apa yang kamu pikirkan? Dia adalah pewaris Keluarga Sagara. Grup Sagara menguasai setengah dari industri Kota Yasel. Mereka bisa mendukung sebuah perusahaan hanya dengan jentikan jari. Siapa yang nggak mau menjilatnya? Adapun menyebutnya se
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 256

    Kiana memang tidak bisa berbicara, tetapi dia bisa menggunakan tangannya.Jadi, dia pun meraih Melvin dan menendangnya dua kali.Dalam perjalanan kembali ke kota, Melvin mengigau karena demam tinggi, tetapi dia masih tidak puas."Kalau aku sudah sembuh nanti, aku mau duel sama kamu!"Kiana tidak menggubrisnya. Dia malah melakukan panggilan video kepada ayahnya Tristan.Dia dan Tristan tidak pulang semalam, jadi lelaki tua itu pasti tidak tidur nyenyak.Ayahnya Tristan segera menjawab telepon. Kiana melambaikan tangan sambil tersenyum kepadanya, lalu mengarahkan kamera ke Tristan."Nak, kenapa kamu terluka? Apa yang terjadi? Parah nggak? Di mana kalian sekarang?""Nggak apa-apa. Jangan terlalu dipikirkan," kata Tristan sambil mengerutkan kening."Pasti terjadi sesuatu, 'kan? Cepat kasih tahu Ayah.""Sudah ya. Aku tutup dulu."Tristan langsung menepis kamera, seakan tidak ingin mengucapkan sepatah kata pun lagi.Kiana menghela napas. Tristan selalu memperlakukan ayahnya seperti ini. Dia

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 255

    "Tapi ada satu hal yang perlu aku jelaskan padamu."Tristan agak terkejut. "Apa?"Kiana menggigit bibir bawahnya. "Ini bukan pengakuan sepihak darimu.""...""Karena aku juga mencintaimu."Tristan menangkup wajahnya dan menyuruhnya mengulanginya lagi."Tristan, aku mencintaimu.""Sekali lagi.""Aku mencintaimu.""Lagi.""Mau seribu kali atau sepuluh ribu kali, juga bisa. Aku mencintaimu. Aku mencintaimu. Aku mencintaimu ...."Kiana yang baru saja mengatakan beberapa kali itu sudah langsung dicium Tristan, membiarkan kata-kata penuh cinta itu melebur ke dalam tubuh mereka, lalu meledak dengan api yang lebih intens, saling membakar dan saling menginginkan dengan penuh gairah.Kiana digendong ke tempat tidur tanpa dia sadari. Dia hanya pasrah, membiarkan pria yang sangat dicintainya itu memiliki dan menguasainya.Namun ada penghalang di antara mereka. Di saat Kiana sangat menginginkannya, akal sehat menghentikannya.Kiana menatapnya dengan mata menyala-nyala.Tristan menatapnya dengan aka

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 254

    Kiana mengerutkan bibir. Dia tidak berani menginginkan hatinya.Melihatnya tidak berbicara, Tristan menundukkan kepala dan menggigit bibirnya dengan keras."Kalau kamu mau, aku akan berikan."Kiana menangis lagi. Kali ini karena ketakutan.Tatapan Tristan mengeras. Pria itu tidak akan melepaskannya begitu saja."Kamu tahu apa yang ingin kudengar.""Jangan menghindar. Katakanlah.""Kiana, ini satu-satunya kesempatanmu."Kiana hanya menangis, tetapi tidak mau berbicara. Di bawah tekanan Tristan, dia hanya menyembunyikan wajahnya di dada Tristan dan berpura-pura menjadi pengecut.Seolah menghukumnya, Tristan merobek pakaiannya, meraih pinggangnya dengan tangannya yang besar, dan memaksanya untuk menempelkan tubuhnya ke tubuhnya.Gelora api bermula di tempat kedua orang itu bersentuhan dan dengan cepat menyebar seperti api unggun, hingga menjadi tak terkendali.Tristan menelusuri bibirnya, lalu bergerak ke bawah, dan membuat tanda kepemilikan di tubuhnya inci demi inci. Pria itu dengan pak

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 253

    "Aku nggak bisa kehilanganmu! Aku nggak bisa!"Dia menangis dan menatap kosong ke sekeliling. Tiba-tiba dia melihat sesosok figur berjalan ke arahnya selangkah demi selangkah.Kiana membeku di tempat. Orang itu makin mendekat dan penampilannya juga makin jelas.Kemeja putih orang itu berlumuran lumpur, rambutnya acak-acakan, dan darah mengalir dari dahinya. Namun saat melihat Kiana, orang itu terhenti dan membentangkan kedua tangannya.Kiana terhuyung sejenak, lalu menerjang ke depan, dan memeluk orang yang datang."Kamu masih hidup, 'kan? Kamu masih hidup ...."Tristan memeluk Kiana erat-erat. "Aku masih hidup.""Kamu bikin aku kaget setengah mati!""Maaf.""Aku kira aku akan kehilanganmu!""Nggak akan.""Tristan? Tristan?""Ya.""Aku nggak berani bayangkan kalau ...."Tristan menurunkan Kiana, lalu membungkuk, dan menciumnya dengan penuh gairah."Sayang, aku di sini."Kiana menangis tersedu-sedu. Rasa takut, cemas, dan juga kesal, seketika memenuhi hatinya. Dia memukul-mukul Tristan

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 252

    Sungai tersebut bercabang menjadi beberapa anak sungai di hilir dan sebagian besar anak sungai ini dikelilingi oleh pegunungan liar tanpa penghuni, yang sangat meningkatkan kesulitan operasi penyelamatan.Setelah memutuskan sebuah rumah pertanian sebagai titik pertemuan untuk upaya penyelamatan, Kiana duduk di sebuah kursi. Dia perlu mengumpulkan informasi dari beberapa tim penyelamat dan kemudian menyampaikannya kembali kepada mereka.Dia harus tetap tenang dan bahkan membuat keputusan."Nggak menemukan siapa pun? Jangan buang-buang waktu lagi. Segera ganti tempat dan lanjutkan pencarian ke bawah!"Melvin telah mengenakan perlengkapannya dan bersiap untuk ikut serta dalam operasi pencarian dan penyelamatan."Tuan Melvin, kamu nggak punya pengalaman penyelamatan. Pergi ke sana hanya akan menambah masalah saja," kata Kiana.Melvin mengangkat tangannya. "Sebentar lagi mau hujan. Kalau kita nggak bisa menemukannya malam ini, dia akan berada dalam bahaya besar!""Nggak ada yang bisa menghe

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 251

    "Tristan masih belum ditemukan? Apa yang sedang dilakukan semua orang ini?""Kenapa kalian semua jongkok di sini? Masuklah ke dalam air dan selamatkan orang!"Melvin meneriaki para petugas penyelamat di lokasi kejadian, lalu menunjuk ke arah bus di dalam air dan berteriak lagi."Ada apa dengan sopir bus ini? Bagaimana dia bisa menabrak mobil yang datang dari arah berlawanan?""Mana dia? Aku mau tanya dia. Jangan-jangan dia mabuk? Ata dia sengaja mau mencelakai orang?"Pak Haris segera menghentikan Melvin. "Sopir mengalami serangan jantung mendadak dan sudah meninggal dunia."Melvin terdiam sejenak. "Tristan benar-benar sial sekali .... Tapi mengapa kamu nggak bersamanya?"Pak Haris melirik Kiana, lalu berbisik, "Pak Tristan buru-buru mau balik ke Kota Yasel. Dia memintaku menangani masalah lainnya dan kembali lebih dulu."Melvin mengerutkan kening. "Dia buru-buru balik untuk mempersiapkan pesta pernikahan.""Hm.""Jadi Kiana, dia demi kamu ...."Sebelum Melvin selesai berbicara, Kiana

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status