Share

Bab 228

Penulis: Janice Sinclair
Yovan menari dengan canggung. Awalnya, semua orang menggodanya dan menyorakinya, tetapi kemudian mereka semua menutup mata.

Mereka juga bukan sekumpulan orang jahat. Mereka membuat keributan, tetapi setelah itu, juga tidak menarik lagi.

"Sudah, sudah. Tuan Yovan, jangan menari lagi. Ampunilah kami!" Melvin melambaikan tangannya dan menyuruh Yovan untuk berhenti menari.

Tristan sebenarnya sama sekali tidak melihatnya. Dia sedang merokok dan memainkan sebuah kartu dengan bosan.

Ada orang yang mencondongkan tubuh dan berbisik kepada Tristan, "Pak Tristan, bagaimana dengan proyek yang kita bicarakan tadi?"

Tristan menjawab, "Tunggu pesta pernikahanku selesai dulu."

"Tentu saja, tentu saja. Selamat ya, Pak Tristan!" Pria itu sangat gembira. Perkataan ini bisa dinyatakan sebagai hampir setuju.

"Jangan lupa datang ke pesta pernikahanku nanti."

"Tentu, tentu." Pria itu bahkan lebih gembira saat mendengar dirinya diundang ke pesta pernikahan.

Agnes diam-diam menyenggol Yovan. Yovan tadinya ber
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 234

    Yovan mencoba mendorongnya ke pintu, tetapi Kiana melawan dengan sengit. Yovan menggertakkan giginya, lalu meraih kepalanya, dan membantingnya ke depan.Terdengar suara dentuman keras.Kiana mendadak merasa pusing dan pandangannya menjadi gelap."Kiana, kamu nggak tahu betapa aku mencintaimu. Aku hampir gila melewati hari-hari tanpa dirimu! Aku sudah mau gila!"Yovan menahannya dengan erat, sambil merobek pakaiannya dengan paksa menggunakan tangannya."Berikan padaku. Berikan padaku sekarang! Kiana, kamu adalah nyawaku!"Pria itu sangat bersemangat sampai darahnya bergejolak dan napasnya terasa seperti terbakar.Kiana menggelengkan kepalanya dengan kuat. Tubuhnya bereaksi lebih cepat daripada otaknya. Dia menekuk siku Yovan dan menendangnya dengan sekuat tenaga. Saat tubuh pria itu sedikit menjauh darinya, dia dengan cepat berbalik, lalu mengangkat lututnya. Saat Yovan berteriak kesakitan, dia berputar dan menendangnya lagi.Serangkaian gerakan gabungan yang cepat dan tajam. Sebelum di

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 233

    Napas Kiana tercekat. "Sayang ....""Berapa banyak bunga yang mau kamu bayar padaku?" Tristan membuka piamanya."Kamu mau berapa?" tanya Kiana sambil terengah-engah."Memangnya kamu bisa kasih berapa?""Uh, aku milikmu sekarang."Tristan menatap mata Kiana yang dipenuhi kabut dan kabut itu semuanya berisi dirinya. Dia menundukkan kepala dan mencium Kiana. Diikuti respons penuh gairah dari Kiana, dia menggerakkan bibirnya sedikit demi sedikit hingga mencapai ujung bibirnya."Panggil 'suami'.""Suamiku ....""200 miliar itu sudah lunas kamu bayar."Kiana terdiam sesaat. Tanpa memberinya waktu untuk bereaksi, Tristan sudah menciumnya, membawa tubuh dan pikirannya pergi, dan menyeretnya ke dalam gejolak gairah.Malam itu agak gila, tetapi di saat bangun pagi harinya, Kiana merasa segar dan penuh semangat.Sopir mengantar Tristan ke perusahaan. Saat keluar dari mobil, dia membisikkan 'suamiku' ke telinga Tristan.Melihat senyum liciknya, Tristan sudah tahu wanita itu memiliki niat jahat."S

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 232

    "Sepertinya Nyonya Sagara suka mengoleksi lukisan. Aku punya lukisan sungai karya Affandi di rumah. Nanti aku akan kirimkan ke rumah Nyonya Sagara. Kalau kamu menyukainya, kamu bisa menggantungnya. Kalau nggak, kamu bisa menyimpannya."Orang yang mengatakan ini jelas berusaha mencari muka, yang secara tidak langsung juga mengatakan tidak ada gunanya menghabiskan puluhan miliar untuk membeli lukisan karya seniman yang tidak dikenal."Bahkan pelukis paling terkenal di dunia seni pun nggak bisa menjual lukisan mereka dengan harga 120 miliar.""Meski lukisan itu berhasil dibeli, juga nggak punya nilai koleksi yang tinggi."Lantaran ada orang angkat bicara, yang lain pun makin berani terus terang.Kiana tahu, jika dia menginginkannya, berapa pun harganya, Tristan pasti akan membelikannya untuknya.Namun, dia tidak mampu mengembalikan uang ini."Lupakan saja. Jangan bersaing sama orang itu lagi."Tristan dengan lembut mencubit pipinya. Kemudian, pria itu berkata melalui telepon, "200 miliar.

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 231

    Dilihat dari betapa cintanya Tristan pada istrinya, mana mungkin Kiana adalah Nyonya Sagara?Memangnya Kiana layak?Tristan bukan hanya memanggangnya sendiri, tetapi juga mengantarkannya langsung.Kiana mencicipinya dan berkomentar, "Enak. Setara sama level koki!"Tristan tampak bangga. "Serius?""Ini adalah barbekyu terenak yang pernah aku makan!""Sepertinya aku punya bakat memanggang.""Kalau suatu hari nanti perusahaanmu bangkrut, kamu bisa bangkit kembali dengan menjual barbekyu!"Perkataannya agak berlebihan. Meski Kiana terlihat serius dan makan dengan lahap, Tristan mulai sedikit curiga.Dia mengambil satu dan menggigitnya. Pahit sekali!Sepertinya dipanggang terlalu lama ...."Kamu nggak bisa merasakan apa pun sekarang?" tanya Tristan setelah berpikir sejenak.Kiana berkata dengan nada yang sangat tulus, "Meski aku nggak bisa mencicipi rasanya, aku yakin pasti enak sekali!"Bibir Tristan berkedut. "Pujianmu hampir membuatku bodoh."Selesai menyantap barbekyu, Kiana pun merasa

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 230

    Kiana melirik ke samping. Dia melihat Yovan mendekat selangkah demi selangkah.Sudut bibirnya terangkat sedikit. Dia mengambil cangkir teh di atas meja, lalu dengan santai melemparkannya begitu saja.Begitu bunyi keras terdengar, Yovan langsung berhenti di tempat.Hanya itu nyali yang dia punya."Kamu mabuk ya?" Agnes buru-buru mendekat dan mencubit punggung bawah Yovan dengan keras."Kamu nggak merasa sosok belakangnya sangat familier. Mirip sekali sama ... Kiana?""Kiana?" Agnes menggertakkan giginya. "Apa di pikiranmu hanya ada dia? Sampai-sampai semua orang yang kamu lihat tampak seperti dia?""Bukan begitu. Benaran dia, 'kan?"Melihat sosok yang tidak jauh di depannya, Yovan yakin dirinya tidak akan salah mengenali orang, tetapi dia benar-benar tidak berani maju.Kalau dia melakukan kesalahan dan menyinggung Nyonya Sagara, maka dia dan Thevas akan tamat.Tepat di saat itu, seorang pelayan wanita datang menghampiri."Nyonya, buburnya sudah siap. Sudah aku letakkan di kamarmu.""Hm,

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 229

    Kiana memutar bola matanya. Saat hendak menutup telinganya, dia mendengar wanita itu berbicara."Kamu pernah perlakukan Kiana seperti ini?"Kiana mengerutkan kening. Mengapa namanya disebut?Wanita itu mengenalnya?"Nggak .... Dia, dia nggak pantas aku perlakukan seperti ini," kata Yovan.Kata-kata itu menyenangkan hati wanita tersebut. Dia tertawa penuh kemenangan."Saat pertama kali masuk kampus, dia langsung merebut julukanku sebagai gadis tercantik di kampus. Banyak cowok yang menyukaiku malah berbalik menyukainya. Setelah lulus, aku pergi ke perusahaan kalian untuk urusan bisnis dan jatuh cinta padamu. Ternyata, kamu itu pacarnya Kiana. Aku mengejarmu selama sebulan, tapi kamu nggak goyah. Aku sampai patah hati untuk waktu yang lama.""Dulu aku nggak tahu betapa hebatnya dirimu.""Akhirnya, kamu jatuh di tanganku.""Aku .... Ugh ....""Maaf, aku terlalu antusias dan pakai terlalu banyak tenaga."Setelah mendengar itu, Kiana pun memikirkannya dengan saksama. Akhirnya, dia menyadari

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status