แชร์

Bab 227

ผู้เขียน: Janice Sinclair
"Main kartu juga harus pakai otak, tapi apa kamu punya otak?"

"..."

"Tentu saja kamu punya, tapi nggak banyak."

Setelah melontarkan beberapa komentar sarkastik, Tristan mengambil cangkul itu dan meletakkannya kembali ke tempatnya.

"Apa yang terjadi? Aku baru masuk beristirahat sebentar, tapi kalian sudah menindas orangku seperti ini?" Agnes Fahleri menguap dan keluar dari rumah. Melihat kondisi Yovan, dia perlahan berjalan mendekat.

"Kami sudah cukup segan sama orang yang kamu bawa. Pak Tristan bahkan bermain beberapa ronde dengannya," kata Vino sambil bercanda, tetapi diam-diam memberikan beberapa tatapan penuh arti kepada kakaknya.

Agnes tertawa. "Bukankah ini namanya menindas orang? Siapa yang berani main kartu sama Pak Tristan? Itu sama saja cari masalah!"

"Dia sendiri yang mau main!" timpal Melvin.

"Eits. Kalau begitu, jangan salahkan orang lain. Salahkan otaknya nggak berpikir jernih!"

Kata-kata Agnes membuat semua orang tertawa. Dia pun menghampiri Yovan dan membantunya berdiri.
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 238

    Agnes hanya memprovokasi Kiana dan sama sekali tidak menganggap serius Rachel, jadi langkah ini benar-benar mengejutkannya.Namun, Agnes membalas dengan cepat. Sebelum semua orang sempat bereaksi, dia sudah mengambil cangkir kopi di depannya dan menyiramkannya kembali."Kamu kira kamu siapa? Berani-beraninya kamu menyentuhku!""Kamu!" Rachel gemetar karena marah. "Ini rumahku. Beraninya kamu menggoda suamiku di hadapanku. Kamu bahkan menyiramku dengan kopi ...."Agnes dipenuhi amarah. Sebelum Rachel sempat berbicara, dia telah menjerit."Yovan!"Mendengar jeritan itu, Yovan ketakutan dan juga bergidik. Rasa kesal terpancar di matanya, tetapi dia tidak ragu-ragu dan segera bangkit untuk menyeka wajah Agnes dengan tisu."Nona Agnes adalah tamu terhormat. Kamu keterlaluan. Minta maaf sekarang juga!" teriaknya pada Rachel sambil terus menyeka wajah Agnes.Mata Rachel membelalak. Dia bertanya dengan nada tidak percaya, "Kamu ingin aku minta maaf padanya?""Pada dasarnya memang salahmu!"Dia

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 237

    "Bukan ....""Kalau nggak, bagaimana aku bisa tahu?" Kiana mengangkat alisnya dan tersenyum. "Yovan bilang, kamu membelikannya konsol game agar dia menyimpan rahasia itu dan nggak beri tahu ayahnya."Ibunya Yovan panik dan juga ketakutan. Dia takut Kiana akan memberi tahu Mardi.Bibir Kiana berkedut. Memang benar Yovan yang mengatakan ini padanya. Saat itu, dia merasa pandangan dunianya telah hancur."Kamu juga."Kiana menatap Rachel. "Kamu tahu nggak apa yang Yovan katakan tentangmu? Dia bilang, saat kalian berada di atas ranjang, kamu akan minta berbagai macam hal padanya, yang membuatnya merasa seperti nggak meniduri istri sendiri, melainkan meniduri ... seorang pelacur."Wajah Rachel langsung pucat pasi. "Dia ... dia nggak mungkin bilang aku seperti itu!""Oh, ya, dia juga bilang anak yang kamu kandung belum pasti anaknya. Setelah anak itu lahir, dia akan lakukan tes DNA. Kalau bukan, kamu dan anak itu harus keluar dari Keluarga Sumargo."Rachel menggertakkan giginya. "Yovan!"Kian

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 236

    Di saat tidak berdaya, orang itu pasti tidak tahu harus mengatakan apa atau apa yang bisa dikatakan.Bisa-bisanya mereka mengira dia masih ingin bersama Yovan?Kiana sudah terlalu malas untuk menjelaskan. Penjelasan apa pun hanya akan menghina dirinya sendiri.Saat tatapannya beralih ke Yovan, pria itu seolah-olah telah menemukan sekutu. Dia berhenti menangis, juga tidak lagi bersikap defensif. Dia berdiri di sana, berpura-pura menjadi korban."Lihat apa yang sudah kamu lakukan pada putraku! Dia nggak melawan karena dia masih mencintaimu dan sudi menuruti keinginanmu, tapi kamu nggak bisa terus-menerus menguji kesabarannya!" kata ibunya Yovan, merasa kasihan pada putranya sekaligus marah pada Kiana karena begitu kejam."Kamu sudah memarahi dan memukulnya, jadi emosimu seharusnya sudah reda. Ke depannya, kamu masih harus menjalani hidup bersama Yovan. Pesta pernikahan sudah diatur buat Rachel, jadi nggak bisa diberikan padamu. Tapi itu juga kesalahanmu sendiri, jadi kamu nggak bisa sala

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 235

    Kata-kata itu sangat kasar. Yovan mengangkat kepalanya dengan tidak percaya. Air mata mengalir di pipinya."Terima kasih sudah melakukan hal-hal menjijikkan itu agar aku bisa melihat wajah aslimu. Kamu bukan hanya nggak becus, tapi juga nggak punya hati! Aku nggak mencintaimu lagi. Tahu nggak, bagiku kamu itu seperti apa sekarang? Seekor cacing! Berbau busuk, tapi kamu dengan sombongnya mengira semua orang suka mencium baumu!""Kamu jarang bercermin, 'kan? Ayo, biar aku tunjukkan!"Ada cermin besar di lorong masuk. Kiana meraihnya dan menariknya mendekat, lalu memaksa Yovan untuk melihat dirinya sendiri dengan menarik rambutnya."Lihatlah belatung di cermin ini. Dia terlahir sebagai belatung, tapi dia masih tetap jadi belatung setelah bertahun-tahun. Apa gunanya dia? Selain makan, tidur, dan membual, apa lagi yang bisa dia lakukan? Apa lagi yang mampu dia lakukan? Dia masih berani menangis. Apa yang dia tangisi? Menangis karena aku nggak menginginkan belatung ini lagi? Sungguh menjijik

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 234

    Yovan mencoba mendorongnya ke pintu, tetapi Kiana melawan dengan sengit. Yovan menggertakkan giginya, lalu meraih kepalanya, dan membantingnya ke depan.Terdengar suara dentuman keras.Kiana mendadak merasa pusing dan pandangannya menjadi gelap."Kiana, kamu nggak tahu betapa aku mencintaimu. Aku hampir gila melewati hari-hari tanpa dirimu! Aku sudah mau gila!"Yovan menahannya dengan erat, sambil merobek pakaiannya dengan paksa menggunakan tangannya."Berikan padaku. Berikan padaku sekarang! Kiana, kamu adalah nyawaku!"Pria itu sangat bersemangat sampai darahnya bergejolak dan napasnya terasa seperti terbakar.Kiana menggelengkan kepalanya dengan kuat. Tubuhnya bereaksi lebih cepat daripada otaknya. Dia menekuk siku Yovan dan menendangnya dengan sekuat tenaga. Saat tubuh pria itu sedikit menjauh darinya, dia dengan cepat berbalik, lalu mengangkat lututnya. Saat Yovan berteriak kesakitan, dia berputar dan menendangnya lagi.Serangkaian gerakan gabungan yang cepat dan tajam. Sebelum di

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 233

    Napas Kiana tercekat. "Sayang ....""Berapa banyak bunga yang mau kamu bayar padaku?" Tristan membuka piamanya."Kamu mau berapa?" tanya Kiana sambil terengah-engah."Memangnya kamu bisa kasih berapa?""Uh, aku milikmu sekarang."Tristan menatap mata Kiana yang dipenuhi kabut dan kabut itu semuanya berisi dirinya. Dia menundukkan kepala dan mencium Kiana. Diikuti respons penuh gairah dari Kiana, dia menggerakkan bibirnya sedikit demi sedikit hingga mencapai ujung bibirnya."Panggil 'suami'.""Suamiku ....""200 miliar itu sudah lunas kamu bayar."Kiana terdiam sesaat. Tanpa memberinya waktu untuk bereaksi, Tristan sudah menciumnya, membawa tubuh dan pikirannya pergi, dan menyeretnya ke dalam gejolak gairah.Malam itu agak gila, tetapi di saat bangun pagi harinya, Kiana merasa segar dan penuh semangat.Sopir mengantar Tristan ke perusahaan. Saat keluar dari mobil, dia membisikkan 'suamiku' ke telinga Tristan.Melihat senyum liciknya, Tristan sudah tahu wanita itu memiliki niat jahat."S

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status