Share

Bab 309

Penulis: Janice Sinclair
Namun, polisi yang menangani kasus tersebut mengejarnya.

"Nona Kiana, ada satu hal yang perlu kami sampaikan."

"Apa?" tanya Kiana.

Polisi itu menarik napas dalam-dalam. "Aiden sudah melarikan diri dari rumah sakit."

"Melarikan diri?" Kiana terkejut.

"Benar, saat mau dirontgen, dia melarikan diri dengan memanjat keluar jendela. Polisi sekarang melakukan segala cara untuk menangkapnya karena mereka takut dia akan membalas dendam. Jadi, kamu harus lebih berhati-hati sampai dia tertangkap."

Orangnya sudah kabur, jadi tidak ada gunanya mengatakan apa pun lagi. Kiana hanya bisa mengangguk.

"Aku mengerti."

Saat mengemudi pulang, Kiana merasa gelisah. Benar saja, saat dia sampai di bagian jalan yang tidak terlalu ramai, sebuah van tiba-tiba muncul dan menghalangi jalannya.

Dia mulanya sangat gugup, tetapi kemudian melihat seorang wanita turun sambil menggendong seorang anak dan membuat gerakan minta maaf kepadanya.

Ternyata, mobil van mereka mogok. Kiana menghela napas lega dan berencana untuk
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 312

    "Kamu ingin kami membunuh istrinya Tristan? Sialan! Kamu ingin kami cepat mati ya?" Bos preman mengepalkan tangannya dan bersiap meninju Aiden lagi."Kalau nggak? Melepaskannya?" Aiden menyeringai. "Dia sudah melihat wajah kalian. Apa kalian kira dia nggak akan menyuruh suaminya mengejar kalian?""Aku akan pukul mati kamu duluan!" Bos preman itu mencengkeram kerah baju Aiden."Ada 600 juta di kartu ini!" teriak Aiden dengan cepat."Apa maksudmu?""Kalian hanya punya dua pilihan. Bantu aku membunuhnya dan ambil 600 juta ini atau kalian membunuhku, lalu dibunuh oleh Tristan."Bos preman itu menggertakkan giginya dan meninju wajah Aiden, lalu merebut kartu itu dari tangannya."Kalau kami nggak dapatkan uangnya setelah masalah selesai nanti, kamu akan tahu akibatnya."Aiden menyeka mulutnya. "Jangan khawatir, aku juga nggak ingin mati!"Usai mengatakan itu, dia menatap Kiana. Matanya menunjukkan kegembiraan."Kiana, akhirnya kamu jatuh di tanganku!"Kiana terus menunggu Aiden muncul dan se

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 311

    Yang berbicara adalah seorang pria tinggi dan kurus. Dia mengangkat tangannya dan bersiap meninju Kiana.Namun, detik berikutnya, Kiana menampar wajahnya.Terdengar bunyi 'plak' yang nyaring!Ruangan itu mendadak sunyi. Para preman itu menatap dengan mata terbelalak.Orang yang mereka culik tiba-tiba berbalik menyerang mereka?Ini ...."Sekelompok orang bodoh, kalian sudah ditipu sama Aiden!" kata Kiana dengan dingin.Tamparannya cepat dan tegas. Kata-kata yang dia ucapkan juga penuh percaya diri. Dia benar-benar mengintimidasi para preman itu.Tepat di saat itu, seorang pria berkumis menyingkirkan dua anak buah yang menghalangi jalannya dan berjalan menghampiri Kiana. Dia pasti bos preman-preman itu."Kalau kamu berani, coba katakan sekali lagi."Tangannya memegang pisau. Mata pisau itu tajam dan berkilau dingin. Dia memandang Kiana dengan tatapan dingin dan penuh kebencian."Kamu tahu siapa aku?" Kiana menyipitkan matanya. Tatapannya bahkan lebih dingin dan tajam daripada tatapan pri

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 310

    Tiba-tiba, sebuah tangan besar dan kasar, berbau tembakau, menutup mulut dan hidungnya dari belakang, mengangkatnya, dan melemparkannya ke atas ranjang secara kasar.Kepalanya terasa pusing akibat terjatuh, lalu mendengar suara gesper ikat pinggang terlepas di belakangnya.Krek!"Mana rokoknya? Akoholnya mana? Sudah kusuruh kamu beli, kenapa kamu nggak beli?"Suara ini? Jangan-jangan ....Tidak, tidak mungkin!Dia sudah meninggal!"Sia-sia aku membesarkanmu selama ini!"Namun, suara itu tepat di belakangnya. Apalagi, makin lama makin meninggi."Bicaralah. Nggak bisa bicara lagi?"Dia! Sungguh dia!Kiana tiba-tiba gemetar dan buru-buru melihat sekeliling, mencoba mencari tempat untuk bersembunyi.Namun, dia melihat seorang gadis kecil bergaun putih meringkuk di sudut dekat tempat tidur. Dia ketakutan dan tubuhnya gemetar tak terkendali."Kamu nggak kasih uang. Bos nggak mau kasih aku utang lagi ...."Suaranya sangat lembut, seperti dengungan nyamuk.Namun teriakan itu memicu kemarahan p

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 309

    Namun, polisi yang menangani kasus tersebut mengejarnya."Nona Kiana, ada satu hal yang perlu kami sampaikan.""Apa?" tanya Kiana.Polisi itu menarik napas dalam-dalam. "Aiden sudah melarikan diri dari rumah sakit.""Melarikan diri?" Kiana terkejut."Benar, saat mau dirontgen, dia melarikan diri dengan memanjat keluar jendela. Polisi sekarang melakukan segala cara untuk menangkapnya karena mereka takut dia akan membalas dendam. Jadi, kamu harus lebih berhati-hati sampai dia tertangkap."Orangnya sudah kabur, jadi tidak ada gunanya mengatakan apa pun lagi. Kiana hanya bisa mengangguk."Aku mengerti."Saat mengemudi pulang, Kiana merasa gelisah. Benar saja, saat dia sampai di bagian jalan yang tidak terlalu ramai, sebuah van tiba-tiba muncul dan menghalangi jalannya.Dia mulanya sangat gugup, tetapi kemudian melihat seorang wanita turun sambil menggendong seorang anak dan membuat gerakan minta maaf kepadanya.Ternyata, mobil van mereka mogok. Kiana menghela napas lega dan berencana untuk

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 308

    Kiana mencibir dan terus berjalan keluar, tetapi mereka berdua menghentikannya."Kiana, berani-beraninya kamu membuat putraku dibawa ke kantor polisi! Cepat katakan pada polisi kalau kamu nggak menyimpan dendam dan minta mereka untuk membebaskannya!" teriak ibunya Yovan pada Kiana.Rachel juga tampak cemas. "Kiana, sebesar apa pun masalahnya, kita tetap sekeluarga. Nggak perlu sampai ke kantor polisi!"Kiana mendengus dingin. Bahkan sampai sekarang pun, mereka masih memberikan tuntutan tidak masuk akal."Kalian jelas tahu dia melakukan hal-hal ilegal, tapi kalian bukan hanya nggak menghentikannya, kalian bahkan mendukungnya! Kalian sekeluarga punya nilai-nilai yang menyimpang dan mengabaikan moralitas serta hukum. Kalianlah yang mencelakai Yovan!""Kiana!" Mardi maju dan bergegas menghampiri Kiana. "Kamu tahu nggak, kamu bisa membuat Yovan dipenjara?""Sudah kubilang, bukan aku yang mencelakainya!""Apa kesalahan yang sudah kami perbuat? Kapan kami pernah menyinggungmu? Mengapa kamu be

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 307

    Kiana tak bisa berhenti tertawa melihat adegan sengit itu. Hanya saja, bagian serunya masih ada di belakang.Dia mengeluarkan ponselnya dan menelepon polisi.Polisi tiba dengan cepat. Melihat dua pria itu berkelahi, polisi segera memisahkan mereka."Pak Polisi, dia ... dia menabrakku dengan mobilnya! Dia sengaja melakukannya. Dia ingin membunuhku!" Aiden dengan tubuh penuh luka memar, menunjuk Yovan dengan marah.Sambil menutup telinganya yang berdarah, Yovan juga menunjuk Aiden sambil berkata, "Dia mengambil uangku dan nggak melakukan apa yang kuminta. Dia pengkhianat!"Polisi itu tampak kebingungan. "Apa sebenarnya yang terjadi?"Saat itu, Kiana berjalan mendekat dengan panik dan ketakutan. "Pak Polisi, mereka berdua bersekongkol untuk memeras uangku. Mereka bahkan mencoba menabrakku dengan mobil!"Begitu mendengar perkataan Kiana, Yovan dan Aiden langsung tercengang."Ka, kami nggak ... nggak ...."Kiana menunjuk Aiden. "Dia masih menyimpan cek senilai 60 miliar yang dia peras darik

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status