LOGINNadira melamar pekerjaan dengan satu tujuan sederhana: bertahan hidup. Ia tidak pernah menyangka bahwa satu keputusan itu akan menyeretnya ke dalam dunia seorang CEO dingin yang terbiasa mengendalikan segalanya. Pria itu nyaris tak pernah tersenyum, bersikap arogan, dan menjaga jarak—namun tatapannya terlalu tenang untuk diabaikan. Di balik sikap dinginnya, tersimpan perhatian yang perlahan menekan batas profesional. Semakin Nadira berusaha menjaga jarak, semakin ia terjebak dalam permainan yang tidak ia pahami aturannya. Karena bagi seorang CEO yang terbiasa menguasai segalanya, memiliki satu sekretaris saja sudah cukup untuk menjadi obsesi.
View MoreHAPPY READING 😊Lorong eksekutif di lantai paling atas kembali sunyi setelah kalimat terakhir A. Wibowo menggantung di udara.Namun kesunyian itu bukan ketenangan.Melainkan jeda sebelum badai berikutnya datang.Arka tetap berdiri di tempatnya. Tatapannya tidak pernah lepas dari wajah pria itu."Apa sebenarnya yang Anda inginkan?" tanyanya datar.Wibowo tersenyum tipis."Saya hanya ingin melihat seberapa jauh Anda sanggup mempertahankan semua ini.""Semua apa?""Perusahaan."Ia berhenti sejenak, lalu melirik Nadira."Dan orang-orang yang Anda lindungi."Nadira merasakan bulu kuduknya meremang.Ucapan itu terdengar terlalu yakin.Seolah Wibowo mengetahui lebih banyak daripada yang seharusnya.Arka melangkah satu langkah mendekat."Kalau ada sesuatu yang ingin Anda sampaikan, katakan langsung.""Tidak sekarang."Wibowo mengeluarkan sebuah amplop cokelat dari dalam tas kerjanya.Ia mengangkatnya sebentar."Lima tahun lalu."Kalimat pendek itu membuat ekspresi Arka berubah nyaris tak ter
HAPPY READING 🥰 Pagi datang terlalu cepat. Nadira hampir tidak tidur sama sekali. Ia hanya sempat memejamkan mata sebentar sebelum alarm berbunyi, memaksa tubuhnya bangkit di tengah rasa lelah yang masih menggantung. Hari ini bukan hari biasa. Hari ini adalah hari di mana semuanya bisa runtuh—atau justru terbuka. Ia memilih pakaian dengan hati-hati. Bukan untuk terlihat cantik. Bukan untuk terlihat kuat. Tapi untuk terlihat tak tergoyahkan. Setelah menarik napas panjang, Nadira mengambil map berisi dokumen-dokumen yang semalam ia periksa ulang. Bukti transfer, email internal, rekaman rapat, catatan koreksi laporan. Semuanya ada di sana. Semuanya siap. Saat ia keluar dari apartemen, dua orang keamanan perusahaan sudah menunggunya di lobi. “Perintah langsung dari Pak Arka,” kata salah satu dari mereka. Nadira tidak membantah. Ia tahu—hari ini tidak ada yang boleh terjadi secara kebetulan. Gedung pusat Arkadia Group dipenuhi suasana tegang. Bukan hanya karyawan internal. B
Happy Reading ☺️Pengumuman resmi keluar pukul sepuluh pagi.Email dari sekretariat dewan masuk serentak ke seluruh jajaran manajerial. Nadira membacanya di ruang proyek sementara—ruangan tanpa jendela, dinding abu-abu, meja lipat yang terlalu bersih untuk disebut nyaman.Keputusan sementara:Audit forensik disetujui.Kewenangan CEO tetap berlaku.Akses tertentu dibatasi selama proses berjalan.Tidak ada nama yang jatuh hari ini.Tidak ada yang menang.Namun semua orang tahu—ini baru permulaan.Ponsel Nadira bergetar.Arka: Kamu baca?Nadira: Sudah.Arka: Tetap di ruanganmu. Jangan menemui siapa pun sendiri.Ia mengunci ponsel, menarik napas dalam-dalam. Baru sepuluh menit berlalu ketika pintu diketuk.Seorang staf keamanan berdiri di ambang. “Mbak Nadira, mohon ikut kami. Ada klarifikasi tambahan.”“Klarifikasi apa?”“Instruksi dari dewan.”Nadira berdiri. “Saya minta perwakilan legal.”Staf itu ragu sepersekian detik. “Permintaan dicatat.”Koridor menuju ruang klarifikasi lebih semp
Happy Reading ☺️Ruang komite etik terletak di lantai tertinggi—dinding kaca, meja oval panjang, dan kursi-kursi kulit yang selalu terasa lebih dingin dari suhu ruangan. Nadira melangkah masuk dengan map hitam di tangan, punggungnya tegak, wajahnya terkendali.Semua mata tertuju padanya.Arka sudah duduk di ujung meja. Tidak menoleh. Tidak memberi isyarat. Jarak itu disengaja—sebuah pementasan yang harus sempurna.Ketua komite membuka sidang tanpa basa-basi. “Agenda kita hari ini adalah klarifikasi dugaan penyalahgunaan kewenangan dan kebocoran data.”Nadira duduk di kursi yang disediakan, tepat di sisi layar presentasi. Ia meletakkan map hitam itu di depannya, menahan dorongan untuk menyentuhnya terlalu sering.“Sebelum kita mulai,” kata salah satu anggota dewan senior, suaranya halus, “kami ingin mendengar dari sekretaris CEO. Mengingat namanya beberapa kali muncul.”Nadira mengangguk. “Saya siap.”Arka tetap diam.Pertanyaan pertama datang seperti peluru kecil—tanggal, akses sistem






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.