공유

Bab 736

작가: Janice Sinclair
Sesampainya di hotel, Kiana memesan kamar lain dan meminta Tristan untuk membantunya membaringkan Mira. Setelah itu, mereka baru kembali ke kamar Kiana.

Kiana merasa tubuhnya dipenuhi bau alkohol. Dia bersiap untuk pergi mandi. Namun teringat akan sesuatu, dia pun menatap Tristan.

"Kamu menelepon Irwan?"

Tristan sedang duduk di sofa sambil memegang ponselnya. Sepertinya dia sedang mengobrol dengan seseorang. Mendengar itu, Tristan bahkan tidak mendongak dan hanya menggumamkan 'hm'.

Pantas saja.
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 872

    Kemudian, Tristan pun bertanya-tanya mengapa Nathan tidak datang menemuinya.Mungkin karena takut Tristan akan membencinya.Karena ibunya membencinya, dia takut kakaknya juga akan membencinya. Kakaknya memiliki tempat yang begitu penting di hatinya, jadi dia tidak berani mendekatinya."Dua tahun setelah kematiannya, aku terus berpikir, seandainya aku menyadari kondisi mentalnya lebih awal, seandainya aku menghiburnya lebih cepat, dia pasti nggak akan mengambil jalan seperti itu."Kiana memeluk pinggang Tristan. "Aku juga pernah memikirkan hal yang sama. Seandainya aku lebih peduli padanya, seandainya aku bisa menemuinya hari itu, mungkin dia nggak akan mengalami hal seperti itu."Namun, tidak ada 'seandainya' di dunia ini. Kematian Nathan adalah fakta, apalagi kematiannya begitu tragis."Sebenarnya, pernah sekali, aku benar-benar berpikir bahwa aku mungkin sudah gila. Aku terus memaksa diri untuk mengingat kembali adegan mengidentifikasi tubuh Nathan di gudang hari itu. Aku berulang ka

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 871

    Tristan berbaring di tempat tidur dekat jendela kaca, menatap langit berbintang. Pria itu sepertinya sedang melamun.Kiana naik ke tempat tidur, berbalik, dan berbaring di pelukannya, lalu memandang bintang bersamanya.Kota kecil relatif tidak tercemar, udaranya segar, sehingga ada banyak bintang terang di langit."Dulu aku suka berbaring di sini dan memandang bintang-bintang.""Saat itu, aku nggak akan memikirkan apa pun. Aku hanya memandang bintang dan membiarkan pikiranku menjadi kosong."Dia menyukai perasaan hampa itu, seolah-olah seluruh dirinya 'tersegarkan', bahkan napasnya juga terasa ringan.Manusia membutuhkan kekuatan penyembuhan alam, dan akan selalu membutuhkannya."Saat Nathan masih kecil, dia suka berlari sambil mengejar bintang di langit."Mendengar itu, Kiana terdiam sejenak.Sejak kecelakaan yang dialami Nathan, Tristan jarang menyebut namanya. Bukan karena dia tidak mau, tetapi karena dia tidak bisa. Jika dia menyebut namanya, dia harus menghadapi kenyataan bahwa Na

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 870

    Bibi pemilik rumah itu memegang palu dan berdiri di balik tembok ketika melihat mereka. Dia sama sekali tidak menunjukkan ekspresi bersalah."Kalian boleh terus membangun tembok. Mari kita lihat tangan siapa yang lebih cepat. Kalian yang membangunnya atau aku yang merobohkannya! Huh!"Kiana benar-benar kehilangan kata-kata dan tidak tahu harus berbuat apa dengan bibi pemilik rumah.Dodo memiringkan kepalanya dan melihat ke arah bibi pemilik rumah. "Nenek, kenapa kamu menghancurkan tembok rumah kami?"Bibi pemilik rumah itu merasa resah ketika melihat Dodo."Kenapa kalian sekeluarga mau datang ke sini? Kalian seharusnya pulang ke kota kalian!""Tapi ini juga rumah kami. Aku juga bisa merindukan kalian!"Bibi pemilik rumah makin resah. Dia tidak mengatakan apa-apa lagi, lalu pergi sambil mengambil palu itu.Kiana menatap tak berdaya ke arah Tristan. Pria itu sedang menatap tumpukan batu bata di tanah dan sepertinya tenggelam dalam pikirannya."Tembok ini bisa dihancurkan dengan begitu mu

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 869

    "Tanah itu milik kami, jadi rumah di atas tanah itu tentu saja juga milik kami.""Tentu saja bukan." Polisi itu menggelengkan kepalanya, lalu menjelaskan hukum dan peraturan yang relevan kepada bibi pemilik rumah. "Kalau kamu bersikeras menempati rumah ini, kamu akan melanggar hukum.""Pokoknya, ini rumah kami. Aku bertekad untuk merebutnya kembali apa pun yang terjadi," teriak bibi pemilik rumah itu.Polisi itu menghela napas. "Baiklah. Kalau begitu, ikutlah kami ke kantor polisi. Kami akan memberikan penjelasan yang tepat tentang hukum yang terkait."Sembari berbicara, kedua polisi itu bersiap membawa pergi bibi pemilik rumah.Tetangga segera memohon kepada polisi, mengatakan dia masih punya seorang suami yang tidak mampu mengurus dirinya sendiri. Jika dia ditangkap, siapa yang akan merawatnya?Polisi juga hanya ingin menakut-nakutinya. "Aku peringatkan lagi, jangan mengancam orang seperti ini lagi. Kalau terulang lagi, kami akan membawamu ke kantor polisi!"Setelah memberikan pering

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 868

    Tetangga-tetangga semuanya membela Kiana. Bibi pemilik rumah ini benar-benar bersikap tidak masuk akal."Kiana, kamu tahu nggak putranya sudah mau menikah?" tanya nenek tetangga rumah pada Kiana.Kiana mengangguk. "Kemarin dengar Paman bilang.""Pihak wanita ingin mereka beli rumah di kota besar, tapi keluarganya nggak mampu beli. Kudengar, wanita itu nggak mau menikah kalau mereka nggak membeli rumah. Dia sangat cemas waktu itu, jadi kami semua menasihatinya untuk memikirkan cara lain.""Lantas, apa hubungannya dengan rumahku?""Putranya pernah membawa pacarnya pulang beberapa waktu lalu, dan mereka sempat mampir di rumahmu ini. Kurasa mereka berbohong pada gadis itu. Mereka bilang rumah ini dibangun oleh keluarga mereka. Gadis itu sangat menyukai rumahmu ini, jadi dia pun bersedia bertunangan dengan putranya."Seorang tetangga menimpali, "Aku juga pernah dengar. Begitu dilihat, gadis itu langsung menyukai rumah ini, jadi dia nggak bersikeras untuk membeli rumah di kota besar lagi."

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 867

    "Orang pada dasarnya punya banyak sisi. Kamu hanya melihat sisi lain dirinya yang berbeda dari yang biasanya."Tristan melangkah maju dan melihat ke arah pintu kecil itu. "Ayo kita bangun tembok besok."Kiana mengangguk. "Betul, bangun tembok!"Dia tidak akan memperbolehkan orang masuk atau keluar rumahnya sesuka hati.Dodo tidak tahu apa yang sedang terjadi. Dia hanya tahu ayahnya akan membangun tembok, jadi dia pun mengajukan pertanyaan penting. "Ayah bisa melakukannya?"Tristan berdehem. "Seharusnya nggak sulit, 'kan?""Membangun tembok mungkin kelihatan sederhana, tapi sebenarnya membutuhkan keahlian yang tinggi. Pertama, tanah harus diratakan. Kedua, kamu perlu memastikan permukaannya rata, lalu semen dan pasir tercampur merata dalam proporsi yang tepat sebelum mulai membangun dinding. Setelah itu, semen diletakkan, lalu susun batu bata di atasnya, dan oleskan lapisan semen lagi di atas batu bata. Sepanjang proses ini, kamu harus terus-menerus memeriksa permukaan agar rata untuk m

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 63

    Tristan mendengus. Kiana menyatakan niatnya dengan begitu jelas. Kalau itu orang lain, dia tidak perlu memberi kesempatan sama sekali."Boleh."Namun bagi Kiana, tiga menit, lima menit, atau bahkan lebih lama pun, tidaklah menjadi masalah.Setelah pesta berakhir, Kiana tidak menyentuh setetes alkoho

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 44

    Keesokan harinya. Kiana baru terbangun ketika sudah tengah hari. Ingatan tentang tadi malam langsung menyergapnya.Jadi setengah jam kemudian, dia menutupi wajahnya dan menyelinap keluar dari vila Keluarga Januar.Setelah keluar dari area vila, wajahnya yang terasa memanas barulah perlahan kembali n

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 47

    Rachel ingin membongkar kebenaran, tetapi Kiana tidak mengizinkannya!Lantaran permainan telah dimulai, jangan harap ada yang bisa menghentikannya sebelum dia puas bersenang-senang!Apa lagi yang bisa dikatakan Rachel? Dia hanya bisa menundukkan kepalanya dalam-dalam, seperti orang yang berdosa."Ha

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 49

    "Dari awal, kita sudah bilang jelas. Kamu mau posisi Nyonya Sumargo. Aku mau anak. Tapi aku nggak akan putus dengan Kiana. Kamu juga sudah janji padaku.""Tapi… tapi aku mencintaimu. Begitu mencintaimu sampai-sampai aku memilih mengkhianati sahabatku sendiri. Demi lahirkan anak untukmu, aku rela hid

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status