Share

•17•

Weekend ini Gavin mengajak Naya jalan, sesuai aaran dari Kevan.

Entahlah, Naya mengiyakan saja. Dia berusaha untuk meyakinkan perasaannya sekarang. Cape sendiri ternyata memendam semuanya tanpa ada kepastian.

Gavin tengah bersiap - siap. Dia bercermin, sembari menyisir rambutnya dengan jari. Lalu tersenyum manis.

"Cermin ... Oh, cermin ..." ujar Gavin dengan wajah songong.

"Siapakah pria tertampan sebumi ini ..."

"Papa kamulah!" Itu suara Mama Renata. Sengaja dia berkunjung ke kamar anaknya. Siapa tahu kenapa - kenapa. Eh ternyata, malah berbicara sendiri seperti orang gila!

Gavin berdecak sebal. Kapan sih hidupnya tenang?

"Udah gak ngetuk, main celetuk pula," cibir pemuda itu.

Renata menghampiri putranya, dengan sedikit berjinjit dia menjewer telinga Gavin. "Dari pagi gak keluar - keluar, giliran dikh

cofeeortee

any feedback to appreciate me, thanks for reading this❤️

| Sukai
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status