Share

Bab 285

Penulis: Darlene
Clara terkejut dan menatapnya dengan heran. "Nggak ada perlengkapan mandimu di sini."

"Aku bisa pakai punyamu."

Jason mengucapkan kata-kata itu, seolah-olah tidak ada orang lain di sana. Clara tercekat dan tampak canggung.

Niel mengamati ekspresi Clara dan berkata dengan tenang, "Rumahku punya banyak kamar dan ada beberapa perlengkapan mandi yang belum terpakai. Kalau Pak Jason nggak keberatan, aku bisa mengosongkan satu kamar tamu untukmu."

Jason mengerutkan kening, lalu terkekeh. "Nggak pantas
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (2)
goodnovel comment avatar
SaNti
Niel kenapa si suka banget nguping,apa hobinya?🫢
goodnovel comment avatar
RaHmi
sekarang giliran sijason seperti ulat bulu... pengen nempel teruus sm clara...
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Enam Tahun dalam Dingin, Saat Kulepas Dia Memohon Cinta   Bab 448

    Melihatnya ragu-ragu dan tidak bisa menjawab, Monika tidak mendesaknya lagi dan hanya berkata, "Jangan memaksakan diri. Ikuti saja kata hatimu."Clara menundukkan matanya dan tersenyum. Dia mengesampingkan masalah perasaan pribadinya dan mengganti topik pembicaraan.Sebelum pergi, Monika meminta nomor teleponnya. Saat kembali ke ruangannya, Henri terus bertanya tentang apa yang telah dibicarakannya dengan Monika.Melihat ekspresinya, Clara menjadi agak usil. "Kenapa kamu begitu peduli dengan apa yang dia bicarakan padaku?"Henri melipat tangannya. "Apa dia mengatakan sesuatu padamu?"Clara berpura-pura berpikir sejenak, lalu berkata, "Dia memang banyak cerita, termasuk ....""Termasuk apa?""Dia hampir menjadi bibimu." Clara menatapnya dan tersenyum.Wajah Henri berubah muram. Dia berbalik sambil mendengus. "Bibi apaan? Mantan pacar pamanku bisa berbaris dari Kota Joria sampai Kota Bovia. Aku nggak percaya dia benar-benar mencintai pamanku!"Clara terkejut. "Jangan-jangan kamu diam-dia

  • Enam Tahun dalam Dingin, Saat Kulepas Dia Memohon Cinta   Bab 447

    Clara merasakan hawa dingin menjalar di punggungnya. Telapak tangannya berkeringat. Mungkinkah dia mengenalinya?Inara sepertinya menyadari perilakunya yang tidak biasa dan segera menyela, "Aku hanya minum kopi sama rekan kerjaku. Aku bakal balik bentar lagi!"Heru mengalihkan pandangannya. Wajahnya tidak menunjukkan ekspresi aneh. Dia hanya berkata dengan lega, "Yang penting kamu dan Samuel baik-baik saja. Aku masih ada urusan, jadi aku nggak ganggu kalian lagi.""Hati-hati." Inara mengangguk.Heru melirik Clara, lalu naik ke atas sambil merenung.Clara perlahan melonggarkan kepalan tangannya. Terlepas Heru mengenalinya atau tidak, perasaan tertekan dari bayangan masa kecil ini seolah terukir di tulangnya. Dia tidak bisa melupakannya."Kamu barusan kenapa? Sepertinya kamu sangat takut padanya?" tanya Inara dengan suara kecil.Clara tersadar dari lamunannya. Dia mengerutkan bibirnya yang sedikit kering, lalu berkata sambil tersenyum masam, "Dia memang menakutkan.""Betul, pria tua itu

  • Enam Tahun dalam Dingin, Saat Kulepas Dia Memohon Cinta   Bab 446

    Sindy mengepalkan tangannya. Wajahnya langsung berubah dingin. "Omong kosong apa yang kamu bicarakan?""Meski kamu bersikap seolah nggak percaya, aku yakin dalam hatimu, kamu sudah tahu kebenarannya." Clara menatapnya dengan ekspresi tenang. "Sebenarnya, kalau aku nggak melihat tahi lalat merah di pergelangan tanganmu, aku juga nggak akan tahu.""Berhenti omong kosong! Aku sama sekali nggak percaya!" Emosi Sindy langsung berkobar. Dia mengamuk di tempat. "Lantas, kenapa kalau mereka orang tua kandungku! Apa mereka pernah membesarkanku? Aku nggak punya perasaan apa pun terhadap mereka. Sekalipun mereka meninggal, aku juga nggak akan mengingat mereka!"Bagi Sindy, dialah yang ditelantarkan!Mengapa dia harus mengakui orang tua dan adiknya yang telah menelantarkannya? Mengapa dia harus bertobat?Clara melirik jam tangannya. Dia hanya punya waktu satu menit lagi untuk berbicara dengan Sindy."Bukan ibumu yang menelantarkanmu. Kamu dibawa pergi dan dijual oleh Nyonya Besar Dwi. Ibumu mengad

  • Enam Tahun dalam Dingin, Saat Kulepas Dia Memohon Cinta   Bab 445

    Clara menghindari tatapan membara pria itu. "Teruslah bermimpi. Lepaskan aku."Jason tersenyum, tetapi tidak menjawabnya. Dia melepaskannya, lalu dengan santai merapikan pakaiannya. "Kamu nggak perlu ikut campur masalah putri Keluarga Sucipto lagi.""Dia temanku!""Di saat kamu nggak punya kemampuan untuk mengubah pernikahan ini, apa yang ingin kamu laukan?" Jason menatapnya. "Apa kamu ingin membiarkan dia kabur dari pernikahan ini?"Clara tidak mengucapkan sepatah kata pun lagi."Keluarga Ferdinand nggak akan mempersulitnya sampai memastikan pernikahan berjalan sesuai rencana. Kalau Keluarga Sucipto mundur saat ini, itu justru akan membahayakannya." Pria itu tersenyum. "Kurasa kamu juga sudah pertimbangkan hal-hal ini, makanya kamu nggak mengatakan apa pun, 'kan?"Clara mengerutkan bibir. Pria itu jelas menebak kekhawatirannya, tetapi juga mengantisipasi situasi yang belum dia pertimbangkan.Dia merasa sangat kesal.Jadi, dia pun berbalik dan berkata, "Aku mau pulang."Jason berdiri d

  • Enam Tahun dalam Dingin, Saat Kulepas Dia Memohon Cinta   Bab 444

    Clara tiba-tiba berhenti. Dia perlahan berbalik dan menatapnya. Ekspresi pria itu tetap tenang. Sikapnya yang sulit dipahami tetap misterius seperti biasanya.Sebelum dia sempat berbicara, Nyonya Hanifa yang kebetulan lewat di koridor luar, mengintip ke dalam dengan penasaran. "Pak Jason, Nyonya Horman, kenapa kalian berada di sini?"Sebelum dia sempat menjawab, Jason berkata dengan nada bercanda, "Istriku lama sekali di kamar mandi. Aku khawatir dia tersesat."Kata-kata itu membuat Nyonya Hanifa tertawa. "Pak Jason, jangan bercanda. Keluarga kami nggak sebesar itu. Tapi aku merasa Pak Jason sangatlah perhatian sama istri."Jason menoleh dan memandang Clara. Senyumnya penuh kasih sayang. "Memang benar."Clara memelototinya, lalu berjalan mendekati Nyonya Hanifa. "Maaf, sudah membuat lelucon di depan Nyonya.""Nggak kok. Suami istri memang seharusnya harmonis dan saling mencintai. Lagian, kalian masih muda."Clara hanya tersenyum dan tidak menanggapi perkataan itu lagi.Keduanya mengiku

  • Enam Tahun dalam Dingin, Saat Kulepas Dia Memohon Cinta   Bab 443

    Nyonya Hanifa tersenyum dan berdiri. "Kebetulan sekali. Pak Jason juga datang." Selesai berbicara, dia kembali menatapnya. "Nyonya Horman yakin nggak datang bersama Pak Jason?"Clara memalingkan muka, lalu tersenyum canggung. "Hanya kebetulan saja.""Rupanya Nyonya Horman juga datang. Kebetulan sekali. Bagaimana kalau Pak Jason dan Nyonya Horman makan di rumah kami hari ini? Rumah kami sudah lama nggak seramai ini!" kata Pak Petra pada Nyonya Hanifa.Nyonya Hanifa tersenyum dan menjawab, "Kalau begitu, aku beri tahu orang dapur untuk menyiapkan makanan."Jason duduk di sebelah Pak Petra dan kebetulan posisinya berhadapan dengan Clara. Clara memalingkan muka, lalu mengambil cangkir teh di atas meja, dan menyesapnya."Nyonya Horman dan putriku sangat dekat. Kali ini kamu datang untuk putriku, 'kan?" Pak Petra tiba-tiba menatapnya.Clara terdiam sejenak, lalu mengangguk. "Kupikir dia ada di rumah, jadi aku datang mencarinya.""Dia nggak di rumah, tapi Nyonya Horman bisa menghadiri pesta p

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status