LOGINWhen vampires attack the border, my mate's childhood female friend and I both end up trapped in the camp. My mate, Damon Aldridge, shifts into his wolf form and rescues her without a second thought, leaving me alone to face the flames and vampire assault. The next day, I submit a request to the council of elders to sever our mate bond. Damon shows up with a stormy expression, demanding, "You have a priestess bloodline. You can heal yourself. Lydia's more fragile, so I rescued her first. Are you seriously jealous over this?" I meet his eyes calmly. "Yes, but none of that matters anymore."
View More"Tu-tuan, tolong le-lepaskan saya. Saya bukan nyonya Bella. Saya Indira, Tuan. Sa-saya hanya pelayan baru di rumah ini. Tu-tuan salah orang."
Indira terlihat ketakutan, wajahnya pucat, tubuhnya gemetaran saat majikannya, Bara Rahadian memeluknya dengan erat. Aroma menyengat alkohol bisa Indira cium dari tubuh majikannya itu. Setelah majikannya bertengkar dengan istrinya, satu jam yang lalu. Bara yang frustasi, malah mabuk-mabukkan dan tanpa sengaja ia melihat Indira sedang beres-beres di kamarnya. Sekarang, inilah yang terjadi. Bara mengira, Indira adalah istrinya. "Kamu istriku, Bella. Tugasmu melayaniku, suamimu! Bukan kelayapan terus setiap hari!" Suara Bara terdengar keras, sehingga membuat Indira terkejut mendengarnya. Belum lagi, pelukan Bara malah makin erat padanya. "Aku juga butuh kamu, Bella. Aku butuh kamu di sampingku," ucap Bara lirih seraya mendekatkan bibirnya pada pipi Indira. Gadis polos itu langsung meremang saat cambang tipis di hidung Bara mengenai kulit pipinya. Deru napas hangat Bara, membuatnya semakin merinding. "Tuan, saya bukan nyonya Bella. Tolong lepaskan saya, Tuan!" ujar Indira dengan suara yang sedikit meninggi. Ia juga tidak diam saja, melainkan mencoba melakukan perlawanan. Tangan Indira berusaha keras mendorong lelaki bertubuh jangkung dan kekar itu. Akan tetapi, tenaganya tentu tak sebanding dengan tenaga Bara. Gadis yang tubuhnya kecil dan pendek itu. "Tu-tuan! Tolong jangan seperti ini. Kalau nona Bella tahu. Dia bisa—" Indira terkesiap, manakala ada sesuatu yang menyerang bibirnya untuk pertama kali. Sebuah benda kenyal milik Bara, melumatnya dengan kasar. "Hmphh ... Tuan ..." Ini pertama kalinya Indira merasakan sentuhan pria yang bahkan ia sendiri tak tahu apa namanya. Jantungnya berdegup kencang, kedua matanya pun mulai berembun. Ia tak tahan dengan pemaksaan ini. Terutama ketika tekanan bibir Bara semakin mendesak agar ia membuka bibirnya. Kedua tangan Bara, mencengkram tubuh Indira cukup kuat. Sangat kuat, sampai Indira meringis kesakitan. Ciuman sepihak itu pun terlepas, ketika Indira memalingkan wajahnya sekuat tenaga. "Tuan. Hentikan!" Tegas Indira. "Saya mohon, Tuan—aahh!" Kedua mata Indira yang berkaca-kaca itu menatap Bara dengan tatapan yang tajam. Berharap Bara akan melepaskan tubuhnya. "Hentikan apa Sayang? Kenapa kamu selalu memintaku berhenti saat aku akan menyentuhmu? Kamu itu istriku!" Kalimat Bara yang terdengar keras, tapi penuh kekecewaan, sampai membuat Indira tercengang. Indira sadar, kalau pria ini sudah kehilangan akal sehat dan menganggapnya sebagai Bella, majikannya. "Malam ini, aku tidak akan melepaskanmu." Tatapan Bara menggelap, ia gelap mata. Bara menarik Indira dengan paksa, kasar, sampai Indira jatuh ke atas ranjang empuk berukuran king size. Tempat Bara dan istrinya tidur di atas sana. Gadis itu berusaha bangkit dan kalau bisa, ia ingin pergi dari sini sekarang juga. "Tuan, saya mohon jangan lakukan ini. Saya bukan istri, Tuan. Saya bukan—" "Aaakhh!" Indira berteriak, kala Bara menarik kedua kakinya dan membuatnya kembali terbaring di atas ranjang. Tanpa sempat menghindar, Bara langsung menindih tubuh Indira. Wajah mereka berdekatan, tubuh mereka menempel dan Indira, gadis yang memakai seragam maid itu terlihat ketakutan. "Tuan, anda jangan—" Belum sempat Indira menggunakan kedua tangannya untuk memukul atau mendorong Bara. Kedua tangan Indira, sudah lebih dulu dikunci oleh satu tangan Bara di atas kepalanya sendiri. "Suaramu sangat merdu sayang. Tapi alangkah baiknya, kalau suaramu ... kamu gunakan saat mendesahkan namaku saja. Karena kita sudah lama sekali tidak melakukannya, kan?" ucap Bara seraya mengecup pipi Indira dengan napas menderu, penuh kabut gairah dari pengaruh minuman dan rasa kesepian yang selama ini ia rasakan. "Aku rindu kamu, Bella." Kedua mata Indira terbelalak, ketika majikannya itu mulai melucuti pakaiannya sendiri. Sedangkan dia, tidak berdaya dibawah kuasanya. "Tuan, tidak! Jangan! Saya hanya seorang pelayan, saya—" Hmpphh, aahh.... Bibir Indira terkunci, manakala Bara meraup bibir mungil berwarna merah milik gadis itu dengan kasar. Indira berusaha memberontak, air matanya yang tadi hanya tersimpan dibawah mata, akhirnya turun juga. Ia benar-benar tak berdaya. Tubuhnya lemas, apa lagi saat Bara melepaskan satu persatu pakaian dari tubuhnya dengan cara instan dan cepat. Yaitu dirobek secara sembarang. Hingga saat ini, Indira tidak memakai sehelai benang pun di tubuhnya. "Tuan, jangan lakukan ini. Tuan, saya cuma pelayan." Suara Indira gemetaran, berkali-kali ia mencoba melakukan perlawanan. Tapi ia tetap kalah. Bara terlalu dominan, terlalu kuat untuk dilawannya. Bara yang sudah gelap mata, langsung menindih Indira dan semakin memperkecil ruang geraknya. Indira menggigit bibir, mencoba menahan jeritan yang hampir keluar. Bibir Indira terkunci, manakala Bara meraup kembali bibir mungil berwarna merah milik gadis itu dengan kasar. Indira berusaha memberontak, air matanya yang tadi hanya tersimpan dibawah mata, akhirnya turun juga. Ia benar-benar tak berdaya. Tubuhnya lemas, apa lagi saat lelaki itu sudah membuatnya tanpa sehelai benang. "Tuan, jangan lakukan ini. Tuan, saya cuma pelayan." Bara yang sudah gelap mata, langsung menyatukan miliknya yang sudah menegang pada milik Indira. Bibir dan tangannya juga asyik mencumbu bagian tubuh lain dari gadis itu. Tidak peduli Indira mengerang kesakitan akibat perbuatannya, Bara tetap menikmati milik Indira yang sempit dan kian menjepitnya itu. Indira tersentak kaget, manakala ia merasakan cairan hangat menyerang tubuhnya. Usai kegiatan panas itu, Indira tiba-tiba teringat kata-kata ibunya, sebelum ia pergi ke kota dan sekarang ia malah melakukan hal ini bersama majikannya. Melanggar larangan ibunya. Larangan untuk menjaga diri. Naasnya, belum dua puluh empat jam ia bekerja di sini dan sudah terjadi hal mengerikan kepadanya. Sesuatu miliknya yang berharga telah direnggut paksa. "Ibu, maafin aku. Maafin Indi yang udah ngelanggar janji. Maaf." Setelah melakukan kegiatannya, Bara langsung tertidur. Sementara Indira langsung keluar dari kamar itu dengan keadaan kacau. TBC"Are you sure you're not going back?"In the Sacred Hall's moonlit garden, Kane and I sat side by side on the stone steps. I'd been back at Sacred Hall for a week now, and the tranquility here had finally helped me move past the darkness."Yes, I'm sure." I nodded. "There's nothing left there worth holding onto."Kane turned to look at me. There was an emotion in his eyes I couldn't quite read. "What about your friends?""Sarah and the others will understand." I smiled softly. "Besides, this place isn't far from the Silvermoon pack. They can come visit me."As we talked, Sarah came running into the garden."Elena!" she called out breathlessly. "Something major happened!""What is it?" I stood up worriedly."Damon broke ties with your grandfather's elder family!" Sarah said excitedly. "He uncovered evidence that the elders were embezzling pack resources. The entire family is under judgment now!"I froze. The news came too suddenly."Your grandfather and the others are all lock
Just then, an angry voice cut through the crowd."Enough! When are you people going to stop this!"It was Sarah. She pushed through the crowd and strode furiously to the center."Damon!" Sarah pointed at him. "You have the nerve to accuse Elena of betrayal? Don't you know who betrayed whom?"The onlookers fell silent, waiting for Sarah to continue. Damon's face grew paler and paler."You dare talk about betrayal? Have you forgotten what Elena did for you? Who purified your toxins day and night? Who gave up her own cultivation to care for you?"And how did you repay her? You abandoned her in a fire for another woman!"I turned to look at Sarah. I knew what she was about to say, but it was time Damon learned these truths."Do you even know what happened the night of the vampire attack?" Sarah pointed at Damon. "Do you know how badly Elena was injured?"Damon's expression changed. "Elena was injured? But Lydia said...""Lydia said Elena was fine?" Sarah laughed sarcastically. "O
"I want to go to the best restaurant for a meal," I said to Sarah the next day. Since I rarely came back here, I wanted to enjoy myself properly.Sarah nodded in agreement. "I know a good one in the city center."Blue Moon Restaurant was the most upscale place in town, lavishly decorated with an elegant atmosphere. We found a window seat and sat down. Kane was also in the Silvermoon pack territory for pack negotiations, so I invited him to join us."Are you sure about leaving the Silvermoon pack?" Sarah asked while cutting her steak."I left long ago." I sipped my red wine. "I'm a free wolf now.""What about the priestess selection...""I'm determined to succeed." My eyes gleamed with resolve. "This is my new beginning."Sarah looked at me with admiration. "You've changed so much.""Have I?""You're more confident and independent." Sarah paused, then continued, "Before, you were always worrying about Damon. Now you finally have your own life."I was deeply grateful that my
"I didn't expect to run into you here."In the ancient library of Moon Goddess Sacred Hall, a familiar voice came from behind me. I turned to see Kane standing between the bookshelves, an ancient text in his hands."Kane?" I stood up in surprise. "What are you doing here?""I'm a representative of the Blackstone pack, here for the Sacred Hall council meeting." He approached and set his book on the table. "You? The priestess selection?""Yes." I nodded. "Thank you for saving me that day."Kane's expression softened slightly. "You look much better than you did then."It was true. These three months of peaceful living had helped me rediscover myself. I was no longer that humble, eager-to-please Luna, but an independent werewolf about to become a Moon Goddess priestess."Your injuries..." Kane asked with concern."Already healed." I touched my chest lightly. "The Moon Goddess' power has self-healing properties."We spent a long time talking in the library, discussing everything fr
"Vampires! Vampires are attacking!"The guard's shouts tore through the night sky. I jolted awake to see flames blazing outside the window.We'd come to the border to inspect the defenses, but Damon had insisted on bringing Lydia along. Now, danger had truly arrived."Luna!" A soldier's voice car
"These herbs need to be picked on the night of the full moon."I flipped through the ancient texts in the castle library, searching for ways to purify the toxin in Damon's body.I'd been living in the Alpha's castle for a month now. It was much warmer here than in the elder family's stone tower. A
However, in the depths of my dreams, memories surged like a tide.…"Now that you're back, you need to follow the family rules properly."In the stone tower, my grandfather's voice held no warmth. I had just been brought back to the family, yet I'd been locked in this cold tower for three months
When vampires attacked the border, my Alpha mate rescued his childhood friend first, leaving me alone to face the flames. After barely surviving, I immediately submitted a request to the council of elders to sever our mate bond."Let's begin the ceremony." Elder Samson Acheron's voice echoed before






Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.