共有

Jalan Tuhan

作者: EnKa Jasmine
last update 公開日: 2021-10-09 11:25:33

“Hai...” sapaku sambil melambaikan tangan. Gadis kecil itu tak membalas. Ia mendongak ke arah Mbak Nelly.

“Icha... ini Mbak Mey temannya Mbak,” ucap Mbak Nelly lembut. Gadis itu beralih menatapku lalu melambaikan tangan. “Hallo, Mbak... Aku  Icha.”

“Cha... sudah dibilangin, kalau habis main diberesin.” Suara wanita terdengar nyaring terdengar. Aku dan Mbak Nelly menoleh ke arah sumber suara, melihat seorang wanita di balik din

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Epiphany "Cinta dan Luka Masa Lalu"   Ancaman di Balik Pagar

    Pandanganku mendadak kabur. Seluruh persendianku serasa diloloskan paksa saat sepasang mata tajam berias tebal itu menatapku dari balik kaca mobil.Nadine.Wanita itu melangkah keluar dari mobil sedan hitamnya. Gaun ketat berwarna merah menyala dan aroma parfum menyengat yang menguar dari tubuhnya terasa begitu asing dan sangat menakutkan. Di lingkungan kompleks perumahan yang tenang ini. Langkah kakinya yang diampu sepatu hak tinggi terdengar menyentak, mendekatiku yang mematung di samping tempat sampah besar dekat gerbang."Ternyata benar dugaan kawan-kawan di Surabaya," ujar Nadine dengan nada mengejek, menyilangkan kedua tangan di dada. Matanya menyapu tubuhku dari ujung jilbab hingga ujung seragam suster putih polos yang kukenakan. "Meylissa... si primadona yang tiba-tiba hilang ditelan bumi, ternyata menyamar jadi suster alim di rumah orang kaya.""N-Nadine..." suaraku tercekat di tenggorokan, rapat dan bergetar parah. Jantungku berpacu gila-gilaan.

  • Epiphany "Cinta dan Luka Masa Lalu"   Jejak yang Tercium

    Lari dari ruang laundry sore itu terasa seperti melarikan diri dari medan perang. Dadaku sesak, napasku berburu kencang, dan air mata rasanya tak mau berhenti menetes. Aku mengurung diri di kamar mandi ruang belakang selama belasan menit, membasuh wajahku berulang kali dengan air dingin hingga rasa sembap di mataku sedikit berkurang.Aku harus kuat. Aku harus mempertahankan benteng ini. Semakin Arkan berusaha mendekat dan menunjukkan kebaikannya, semakin keras pula aku harus menepisnya. Sebab aku tahu, begitu Arkan tahu siapa aku sebenarnya di masa lalu, kebaikan itu akan berubah menjadi belati tajam yang menusukku tanpa ampun. Lebih baik aku yang menyakiti diriku sendiri sekarang daripada harus melihat tatapan kecewa dan jijik dari pria itu nanti.Namun, Arkan bukanlah pria yang mudah menyerah.Setelah penolakan keras yang kuberikan di ruang laundry, suasana rumah utama berubah menjadi hening yang menegang. Arkan tidak lagi berusaha memanggil

  • Epiphany "Cinta dan Luka Masa Lalu"   Perang Dingin

    Pengakuan Arkan di perpustakaan hari itu tidak membawa kedamaian yang kuharapkan. Justru sebaliknya, kata-kata itu menjelma menjadi hantu baru yang terus menakut-nakuti setiap jengkal pikiranku.Karena kamu bukan sekadar suster bayaran bagiku, Mey.Setiap kali teringat kalimat itu, dadaku berdesir hebat—sebuah sensasi manis yang sangat ingin kunikmati, tetapi langsung dibunuh secara kejam oleh kenyataan pahit yang mencengkeram hidupku.Aku tidak boleh luluh. Aku tidak boleh membiarkan perasaanku tumbuh untuk pria setinggi Arkan.Bisikan-bisikan kejam Erick di dapur tempo hari kembali bergema di telingaku, meracuni setiap sudut logikaku: “Ingat posisi milikmu di sini. Kamu cuma mantan wanita penghibur dari Surabaya yang kebetulan pakai baju tertutup. Jangan mimpi bisa bersanding dengan Arkan!”Erick benar. Bagaimanapun aku berusaha menutupi seragam sustersku dengan kebaikan, kenyataan bahwa tubuh dan masa laluku p

  • Epiphany "Cinta dan Luka Masa Lalu"   Benteng Pertahana

    Kata-kata Arkan di dapur sore itu terus bergaung di kepalaku bagai gema yang tak kunjung padam. Aku tidak akan membiarkan siapa pun menyakitimu. Termasuk mas-ku sendiri.Kalimat pendek yang diucapkan dengan nada serak dan penuh penekanan itu berhasil meruntuhkan sebagian benteng pertahanan batin yang kubangun rapat-rapat selama ini. Untuk pertama kalinya sejak aku melarikan diri dari dunia malam Surabaya, ada seorang pria yang berdiri di depanku bukan untuk memanfaatkan tubuhku atau menguliti dosaku, melainkan untuk melindungiku.Namun, di saat yang sama, rasa bersalah justru menghujam dadaku makin dalam. Arkan adalah pria yang jujur, tegas, dan terhormat. Dia melindungiku karena dia mengira aku hanyalah suster polos yang menjadi korban ketidaksopanan kakaknya. Bagaimana jika suatu hari dia tahu bahwa aku dan Erick punya rekam jejak yang menjijikkan di masa lalu? Apakah tatapan protektif di mata elang itu akan berganti menjadi tatapan benci dan jijik?"

  • Epiphany "Cinta dan Luka Masa Lalu"   Sinyal Bahaya

    Sejak percakapan singkat di teras malam itu, ada sesuatu yang bergeser dalam hubungan kami. Arkan tidak lagi menatapku dengan mata elangnya yang sarat kecurigaan. Sikapnya memang tetap kaku dan minim kata, tetapi kehangatan terselubung yang ia tunjukkan, seperti membiarkanku menggambar sketsa tanpa menginterupsi atau sekadar memastikan Bu Wini tertidur sebelum ia berangkat ke kantor, membuat hatiku yang beku perlahan mencair.Sayangnya, ketenangan itu adalah ketenangan sebelum badai.Hari Sabtu sore, Bu Wini merasa kondisinya sudah jauh lebih segar. Atas permintaannya, seluruh keluarga berkumpul di ruang keluarga rumah utama untuk minum teh bersama. Mbak Nisa datang membawa Icha yang riang, sementara Erick berjalan di belakang mereka dengan gaya anggun yang memuakkan. Arkan yang akhir pekan ini memilih berdiam di rumah juga hadir, duduk di sofa tunggal sambil memangku laptopnya."Mey, tolong ambilkan cangkir teh tambahan di dapur ya," puji Mbak Nisa tulus dari m

  • Epiphany "Cinta dan Luka Masa Lalu"   Penyelamat di balik Ketegangan

    Suasana di dalam dapur rumah utama mendadak sedingin es di kutub utara. Pertanyaan Arkan yang bernada datar namun menuntut itu menggantung berat di udara, menciptakan atmosfer mencekam yang membuat seluruh bulu kudukku berdiri. Jantungku berpacu gila-gilaan karena ketakutan yang membuncah. Pisau dapur di tangan kananku perlahan meluncur turun, namun jemariku yang memegangnya masih bergetar hebat.Erick yang beberapa detik lalu tampak begitu berkuasa dan penuh intimidasi, kini mendadak mengubah raut wajahnya secepat kilat. Ia menarik tangannya yang tadi hampir menyentuh pipiku, lalu berbalik menghadap adiknya dengan tawa renyah yang dipaksakan. Keahlian pria itu dalam memasang topeng kepalsuan benar-benar membuat lambungku mual."Eh, Arkan. Kamu belum berangkat ke kantor?" Erick menepuk bahu Arkan dengan gaya santai, seolah tidak ada hal buruk yang baru saja terjadi di sudut gelap ini. "Ini, Mas cuma mau minta tolong sama suster baru Ibu. Mas tadi nyari Mbak Nisa untuk nanya apa stok b

  • Epiphany "Cinta dan Luka Masa Lalu"   Penebusan

    Aku memutar-mutar ponsel di genggamanku. Sambil berusaha menerawang kata apa yang pantas untuk kukatakan ketika berbicara dengan Teh Anggi. Dari pesan singkat yang ia titipkan pada bu Luluk, sudah pasti Teh Anggi sudah mengetahui semuanya. Aku tidak bisa membayangkan seperti apa marah

  • Epiphany "Cinta dan Luka Masa Lalu"   Pulang

    Aku menatap gedung mencakar langit di hadapanku penuh haru. Syukur, masih ada kesempatan bagiku untuk menikmati keMaha baikan-Nya. Dua bulan tinggal di sini, sudah cukup membuatku tersiksa. Gedung megah namun mencekam. Tak ada tawa bahagia di dalamnya.Aku menengadahkan kepala, kupejamkan

  • Epiphany "Cinta dan Luka Masa Lalu"   Ini Inginku

    Aku masih bergeming. Menatap foto keluarga yang tersimpan di galeri ponsel. "Buat apa sih Teh foto bersama?" Protesku. Hari itu Teh Anggi memaksaku pergi ke studio foto. Untuk foto keluarga katanya. Padahal menurutku foto pakai kamera ponsel dengan kecanggihannya saat ini, itu sudah cukup.

  • Epiphany "Cinta dan Luka Masa Lalu"   Titik Nol Diri

    Aku terlahir sempurna. Cantik dan lumayan pintar. Namun bukan berarti tanpa kekurangan. Baik buruk kita di masa lalu tetaplah masa lalu yang hanya bisa dikenang sebagai evaluasi diri agar menjadi manusia yang lebih baik.Arini, begitu orang memanggilku. Nama indah yang disematkan Aba

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status