Ex Wife to The Billionaire, Mother to His Twins Heir

Ex Wife to The Billionaire, Mother to His Twins Heir

last updateTerakhir Diperbarui : 2025-10-19
Oleh:  Ms. Ki RahTamat
Bahasa: English
goodnovel12goodnovel
8.7
4 Peringkat. 4 Ulasan-ulasan
124Bab
22.0KDibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

When Ava Harrison hide behind the wooden drink cart, she never expects to hear her world unravel word by word. Married for three years to Marcus Moretti, the cold but captivating heir to an international luxury conglomerate, Ava has sacrificed everything, her dreams, her dignity, even her health—to love and support him. But the man she trusted has been lying. And worse? He's been doing it with her sister, Sophia. With a positive pregnancy test clutched in one hand and her dignity in the other, Ava walks away from the man who never truly saw her. But the world won't let her go easily. Not when she's carrying the Moretti twins heir. Ava disappears, not just from Marcus's world but from everything she's known. She changes her identity, finds unlikely allies—including a mysterious masked man with a dark past—and begins a quiet life in Canada. But Marcus refuses to let her go. As he unravels the truth—that Ava was the one who saved his life years ago, not Sophia—he spirals into guilt and obsession. But Ava is no longer the naïve girl who cried in silence. She's determined to protect her unborn children at all costs. And when fate forces her to cross paths with Marcus again, both are pulled into a storm of regret, revenge, and revelations that will tear their world apart. Love, betrayal, and the strength to rebuild— This is a rollercoaster of emotions, laced with secrets, seduction, and the quiet resilience of a woman who finally chooses herself.

Lihat lebih banyak

Bab 1

Chapter 1

Suara baling-baling helikopter terdengar bising dari atas rooftop sebuah perusahaan yang memiliki lambang huruf D besar di bagian depan. Tidak lama kemudian seorang lelaki berwajah tampan terlihat turun dari atas helikopter tersebut.

Lelaki bernama Marcellio Devan itu baru saja menghadiri rapat penting di luar kota. Dia memang sering memakai helikopter jika ada pekerjaan di luar kota agar tidak terjebak macet sekaligus untuk mempersingkat waktu.

Cuaca siang ini cukup panas, Devan pun mengeluarkan kaca mata hitam dari saku kemeja untuk melindungi matanya. Rambut Devan tampak berantakan karena angin yang berembus sedikit kencang. Namun, semua itu tidak mengurangi kadar ketampanannya.

"Apa jadwalku setelah ini?" tanya Devan pada lelaki paruh baya yang menjadi orang kepercayaannya.

"Anda harus menjemput Nona Cherry di sekolah, Tuan," jelas Pramudya.

Devan menghela napas panjang. Sebenarnya dia merasa sangat lelah dan ingin beristirahat. Namun, dia sudah berjanji akan menjemput Cherry di sekolah.

"Baiklah, siapkan mobil karena aku ingin menyetir sendiri."

"Baik, Tuan." Pramudya mengangguk patuh.

***

Devan mengemudikan Mercedes Benz G65 miliknya sedikit kencang membelah jalanan ibu kota yang terlihat ramai lancar. Empat puluh lima menit kemudian dia akhirnya tiba di sekolah Cherry. Sekolah Cherry terlihat sepi karena bel pulang sekolah sudah berbunyi sejak dua puluh menit yang lalu. Devan bisa membayangkan anak perempuannya itu pasti merajuk karena dia terlambat menjemput.

Devan pun bergegas menuju ke kelas Cherry. Helaan napas lega sontak lolos dari bibirnya ketika melihat Cherry yang sedang duduk di bangku kecil yang berada di depan kelas sambil memainkan kedua kakinya. Cherry pasti merasa bosan karena menunggunya yang tidak kunjung datang.

Devan perlahan mendekat, lantas berjongkok tepat di depan Cherry. "Maaf papa terlambat. Apa Cherry sudah menunggu lama?" tanyanya sambil mengusap rambut Cherry dengan lembut.

Cherry mengangkat kepalanya perlahan lalu menatap Devan yang berjongkok tepat di hadapannya dengan bibir yang mengerucut kesal. "Papa ke mana saja? Kenapa Papa telat jemput Cherry? Cherry kan, bosan nunggu Papa dari tadi."

"Papa tadi ada meeting di luar kota, Sayang. Maaf sudah membuat Cherry menunggu lama."

"Cherry mau es krim!" ucap Cherry sambil melipat kedua tangannya di depan dada sebagai bentuk protes karena Devan terlambat menjemputnya.

Devan malah tersenyum karena Cherry terlihat sangat menggemaskan jika sedang marah. Tanpa menunggu lama dia pun mengiyakan permintaan putrinya.

"Asyik! Terima kasih, Papa." Cherry sontak turun dari atas tempat duduknya lalu memeluk Devan dengan erat.

"Sama-sama. Papa tidak dicium, nih?" tanya Devan sambil menyodorkan pipinya ke Cherry.

Cherry pun mengecup kedua pipi Devan bergantian. Devan gemas sekali melihatnya. Dia pun menggendong Cherry menuju mobilnya yang terpakir di halaman sekolah lalu pergi ke toko es krim.

***

"Papa tahu nggak? Teman Cherry tadi dijemput sama mamanya. Mamanya cantik sekali," celoteh Cherry sambil menikmati es krim vanilla dengan toping biskuit oreo favoritnya.

Devan menghela napas panjang, lalu mengambil selembar tisu yang ada di atas meja untuk membersihkan mulut Cherry yang belepotan es krim.

"Habiskan es krimmu dulu, Sayang. Setelah itu baru bicara." Devan terlihat begitu telaten membersihkan mulut Cherry.

Cherry mengangguk lantas kembali menikmati es krimnya.

Devan diam-diam memperhatikan Cherry dengan lekat. Cherry mirip sekali dengan mendiang istrinya. Mata, hidung, dan bibir anak itu mirip sekali dengan Elea. Sedangkan rambutnya yang hitam sama seperti dirinya. Hanya itu, sementara yang lain mirip Elea.

Entah kenapa semakin lama memperhatikan Cherry membuat Devan semakin rindu dengan mendiang istrinya.

Tidak terasa sudah lima tahun lebih Elea pergi meninggalkan mereka dan sampai sekarang tidak ada wanita yang mampu menggeser nama Elea dari dalam hatinya. Padahal sang ibu sudah sering menyuruhnya untuk segera menikah.

"Sudah selesai makannya?" tanya Devan karena melihat Cherry meletakkan sendoknya.

"Sudah," jawab Cherry sambil memamerkan dua buah gigi depannya yang besar seperti kelinci.

Devan pun segera meminta bill pada pelayan lalu membayar pesanannya sebelum pulang.

"Argh!"

Cherry sontak memeluk leher Devan erat-erat karena mendengar teriakan seorang gadis bermata hezel yang duduk di depan toko es krim. Gadis cantik bernama Seika Alba itu merasa sangat kesal karena kekasihnya tidak kunjung datang padahal dia sudah menunggu hampir dua jam. Dia akhirnya memutuskan untuk pulang karena kekasihnya itu tidak akan pernah datang.

"Papa, Cherry takut."

Devan pun mengusap punggung Cherry dengan lembut agar merasa lebih tenang.

"Dasar gadis gila!" desisnya terdengar kesal karena Seika membuat Cherry ketakutan.

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

Ulasan-ulasan

Snobsnob
Snobsnob
Happy for Ava having new found love in the arms of Dominic till they gets old.
2025-11-25 22:16:00
2
0
Arab Wood
Arab Wood
If you enjoy second-chance love stories with plenty of feels, this one’s worth reading.
2025-08-11 20:04:25
1
0
Arab Wood
Arab Wood
had me hooked from the start. It’s emotional, romantic, and full of drama in the best way. I loved the tension between the characters and the way their story unfolded,it kept me flipping pages without even realizing it. If you enjoy second-chance love stories, this one’s worth reading.
2025-08-11 20:03:25
4
0
ellabella
ellabella
started off good then got bad. she dont disappear as such, because he found her within days. doesnt leave her alone. but does move on. although story goes off track I find almost could be another book entirely. wasnt a fan but did like how she didnt go back to the loser.
2026-01-13 03:59:19
0
0
124 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status