Home / All / Fake Marriage / [4] - Kontrak

Share

[4] - Kontrak

Author: timah
last update publish date: 2026-04-07 21:13:00

Azka tampak begitu gugup. Hari ini ia akan mengadakan konferensi pers, dan pada konferensi pers nanti dia akan berbohong kepada seluruh media, mengatakan jika wanita yang bersamanya semalam adalah calon istrinya.

Padahal Azka mengenalnya saja tidak! Tetapi ia harus mengatakan pada media bahwa wanita itu adalah calon istrinya.

Azka menarik napas yang dalam, mencoba mengurangi rasa gugupnya sebelum memasuki ruangan yang dipenuhi oleh para wartawan.

"Kau terlihat sangat gugup. Kau tidak apa-apa?" Tanya Rivi khawatir melihat wajah Azka yang tampak memucat.

"Tidak apa-apa. Aku akan masuk sekarang."

Azka pun berjalan memasuki sebuah ruangan. Tepat setelah ia masuk ke dalam ruangan, semua wartawan pun mulai sibuk memotretnya.

Lelaki itu duduk di kursi yang menghadap ke arah wartawan. Kemudian mengambil sebuah microphone yang sudah tersedia di atas meja. Azka berdehem sebentar, lalu mulai melakukan konferensi persnya.

"Sebelumnya, saya ingin mengucapkan permintaan maaf yang sebesar-besarnya, atas skandal yang muncul mengenai diri saya."

"Di sini saya akan mengklarifikasi mengenai skandal yang baru-baru ini muncul mengenai saya. Yang memberitakan kalau saya sering tidur bersama dengan wanita. Dan bahkan ada yang memberitakan kalau saya sering bergonta-ganti wanita untuk ditiduri. Saya membantah, bahwa semua berita itu tidaklah benar.”

"Lalu, mengenai foto saya bersama dengan wanita di sebuah kamar hotel yang sudah tersebar luas. Saya ingin mengatakan, bahwa wanita yang ada di foto bersama saya itu sebenarnya adalah calon istri saya. Kami sudah menjalin hubungan selama 2 tahun, dan akan menikah minggu depan."

Pernyataan dari Azka barusan membuat heboh seisi ruangan, para wartawan pun mulai mengangkat tangan, bermaksud ingin bertanya.

Tapi, dengan cepat Azka menyudahi acara konferensi pers tersebut dengan cara berjalan keluar dari ruangan. Agar para wartawan tidak dapat menanyainya perihal skandal ini.

Azka bernapas lega ketika sudah berada di luar ruangan. Rivi yang melihat keberadaan Azka itupun, menghampirinya. "Bagaimana?" Tanyanya.

"Aku tadi cepat-cepat keluar, agar para wartawan-wartawan itu tidak menanyaiku yang tidak-tidak."

"Ya itu bagus. Menghindari mereka lebih bagus, daripada kau harus menjawab pertanyaan mereka yang nantinya malah menyusahkan mu." Rivi berpendapat.

"Aku perlu istirahat, aku akan pulang ke apartmenku sekarang."

Azka pun melenggang pergi, dan melajukan mobilnya menuju dimana apartmentnya berada.

***

"Nay, Nay!" Lara memanggil Naya dengan tidak sabaran. Naya yang sedang sibuk membaca buku itupun menoleh ke arah Lara dengan malas.

"Apaan sih?"

"Azka Nay! Dia bilang lo itu calon istrinya, dia juga bilang lo sama dia bakalan menikah minggu depan."

Naya membulatkan matanya. Apa? Calon istri? Menikah? Naya tampak shock dan tidak percaya sekaligus. "Ra! Lo jangan bercanda ya!"

"Gue gak bohong! Gue serius! Coba lo liat sendiri." Lara menyodorkan ponselnya kepada Naya, menampilkan video konferensi pers yang Azka lakukan.

"Gak! Gak! Gue gamau ya nikah sama dia, pokoknya gue bakalan nolak!"

Tidak lama setelah berucap begitu, Naya pun merasa ponselnya bergetar. Ia melihat layar ponselnya, ada panggilan masuk dari nomor yang tidak dikenal. Naya pun mengangkat panggilan itu. "Halo?"

"Apa benar ini Naya?”

"Iya benar, ini siapa?"

"Saya Rivi, manager dari Azka Raditya."

Wajah Naya berubah menjadi masam setelah tahu siapa orang yang menelponnya. "Oh, ada apa?"

"Apa anda ada waktu luang? Saya ingin bertemu dengan Anda, untuk membahas masalah skandal yang terjadi pada Anda dan juga Azka."

Tanpa berpikir panjang, Naya pun langsung menjawab. “Ya. Saya ada waktu luang, kita bisa ketemu di Cafe Flannery sekarang."

Tut. Naya pun langsung mematikan telpon terlebih dahulu.

***

Naya melangkah masuk ke dalam cafe Flannery, ia mencari-cari dimana Rivi berada. Matanya kemudian tertuju pada seorang lelaki yang mengenakan pakaian serba hitam, menggunakan topi, dan juga kacamata hitam. Ia juga melihat sosok perempuan cantik di sampingnya.

Perempuan itu mengangkat tangannya, sambil menatap ke arah Naya. Sudah jelas perempuan itu adalah Rivi, dan di sampingnya pasti adalah Azka.

Naya berjalan menuju ke meja Rivi dan Azka. Ia pun langsung duduk dengan wajahnya yang sedikit kesal.

Rivi menjulurkan tangannya ke arah Naya. Seraya memperkenalkan dirinya, "Rivi."

"Naya,” Naya menyahut sekenanya. Naya menatap ke arah Azka, tetapi lelaki itu sangat sibuk dengan ponsel di tangannya. Membuat Naya semakin kesal saja melihatnya.

"Ini." Rivi mengeluarkan selembar kertas dan menyerahkannya kepada Naya.

Naya mengernyit melihat kertas itu, "apa ini?"

"Itu kontrak, baca saja." Naya menyambut selembar kertas itu, dan mulai membacanya.

PERJANJIAN NIKAH KONTRAK

Dikarenakan skandal yang terjadi baru-baru ini. Maka kontrak nikah ini dibuat, demi nama baik Azka Raditya dan juga keamanan Kanaya Sivia.

Adapun hal-hal yang harus dilakukan selama kontrak ini dijalankan:

1. Pernikahan kontrak akan dijalankan selama 2 tahun

2. Kanaya Sivia akan tinggal di Apartment milik Azka selama 2 tahun.

3. Tidak boleh membocorkan mengenai pernikahan kontrak ini.

4. Akan menunjukkan peran layaknya pasangan suami istri ketika bertemu dengan para wartawan.

5. Setelah 2 tahun, maka perceraian akan dilakukan.

Note: mengenai alasan perceraian, bisa didiskusikan nanti.

Yang bertanda tangan di bawah ini:

(Azka Raditya)                           (Kanaya Sivia)

"Idih, apaan banget? Maaf ya, mbak Rivi. Tapi saya menolak untuk melakukan nikah kontrak."' Tegas Naya.

"Apa lo bilang?" tiba-tiba Azka bersuara, sambil menurunkan kacamata hitamnya.

"Kata gue, gue ogah. Lo gak denger?"

"Lo harus mau!" Azka memaksa. Naya memutar bola matanya, "gak. Gak ada untungnya buat gue, yang ada gue rugi!"

"Oh, yaudah. Kalau gitu gue bakal bilang ke media, kalau lo itu bukan pacar gue. Melainkan stalker! Terus lo sengaja bikin gue pingsan dan bikin gue tidur sama lo." Azka menyahut santai. Berbanding terbalik dengan Naya yang menatapnya sambil melotot.

"Lo mau fitnah gue?!" Naya tidak habis pikir.

"Ya mau gimana lagi? Kalau lo gak mau ngelakuin nikah kontrak ini, jelas gue bakal mengatakan hal itu ke media." Azka menyahut enteng.

Naya merasa ia tidak punya pilihan lain. Lebih baik menikah kontrak dengan lelaki yang ada di depannya ini bukan? Ketimbang harus difitnah menjadi stalker, lalu dikejar mati-matian oleh banyak fans Azka?

"Oke, oke. Gue bakal tanda tangan!" Naya mengambil pulpen, dan langsung menandatangani kontrak tersebut.

"Baik terima kasih Naya," Rivi mengambil kertas kontrak tersebut. "Mohon untuk meluangkan waktunya besok. Karna akan ada kegiatan foto pre wedding besok."

"Apa? Besok?! Gue besok ada kuliah."

"Ya tinggal izin doang, repot amat lo." Azka menyahuti, yang dibalas delikan oleh Naya.

"Huh! Dasar ya! Lo tuh emang nyusahin, kalo emang suka mabuk-mabukan sama main cewe ya sana! Gausah seret-seret gue kayak gini."

"Lo pikir ini semua kemauan gue gitu? Gue juga ogah kali nikah sama lo, walaupun cuma kontrak. Ya tetap aja, masa iya gue nikah sama cewek yang gak gue kenal sama sekali?"

"Lo sih enak, jadi bisa tiba-tiba terkenal abis nikah sama cowok populer kayak gue." Sambungnya.

Naya menganga mendengar penuturan dari Azka barusan. "Apa? lo populer? Gue aja gak kenal tuh sama lo. Lo aktor juga gue gak tau tuh."

"Halah bodo amat deh, terserah apa kata lo. Pokoknya lo harus datang besok, buat foto pre wedding." Ujar Azka, kemudian lelaki itu melenggang pergi keluar dari cafe Flannery.

Naya menatap jengkel pada sosok Azka. Kemudian, Rivi yang duduk di depannya ikut berdiri, "kalau begitu. Saya pergi, sampai ketemu besok." Rivi tersenyum lalu meninggalkan Naya duduk sendirian di sana.

"YA AMPUN!! GUE SALAH APA SIH SAMPE HARUS KAYAK GINI??!" Teriak Naya, sambil mengacak-ngacak rambutnya frustrasi.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Fake Marriage   [7] - Komentar Jahat

    Steve duduk sambil menonton acara infotainment yang menampilkan wajah cucunya itu di televisi.Ia tertawa senang, yang lantas menarik perhatian Dhiran yang ada di belakangnya."Lagi nonton apa, ayah?" Tanya Dhiran."Itu, Azka. Cucuku." Tunjuk Steve pada layar televisi yang menampilkan wajah Azka di sana.Dhiran mendengus, lalu ia ikut duduk di samping Steve. "Dhiran heran sama Azka. Kenapa dia tetap milih jadi aktor, daripada ngurusin perusahaan Dhiran."Steve mengedikkan bahu. "Mau gimana lagi? Itu kan memang pilihannya. Ia bahkan rela meninggalkan rumah, dan memilih pergi tanpa menyandang nama Charles di belakangnya.""Ngomong-ngomong, Ayah." Dhiran menatap serius ke arah Steve. "Bagaimana Ayah punya ide untuk membuat skandal seperti itu dan berhasil? Azka bahkan sampai kembali menginjakkan kakinya ke rumah ini lagi." Dhiran tidak habis pikir."Bertahun-tahun Dhiran mencoba membuat Azka untuk kembali menginjakkan kaki di rumah ini, tapi tidak pernah berhasil." Keluh Dhiran.Steve te

  • Fake Marriage   [6] - Wawancara

    Naya begitu gugup sekarang. Sebentar lagi wajahnya akan muncul di televisi. Dan pastinya wajahnya juga akan tersebar di media sosial."Kau baik-baik saja?" Rivi menghampiri Naya yang tampak terlihat gugup. "Kau gugup?""Ah? Ngga kok." Jawaban yang sama sekali tidak sinkron melihat dari wajahnya yang tampak begitu gugup.Selang beberapa menit, Azka akhirnya datang. Mereka berdua pun mulai ditanyai perihal hubungan asmara keduanya."Jadi, selama ini kalian sudah berpacaran selama 2 tahun ya? Dan ini kali pertama pacar kamu muncul di hadapan publik ya Azka?”"Iya. Kami sudah berpacaran selama 2 tahun. Azka menjawab. "Dan ini pacar saya, namanya Kanaya Sivia dia seorang mahasiswi di salah satu universitas negeri di kota ini. Dan benar, ini kali pertama saya memperkenalkan Naya ke hadapan publik.""Kanaya, bagaimana rasanya mempunyai pacar seorang aktor yang sangat terkenal?"Ha? Aktor terkenal apaan? Ujar Naya dalam hati. Mati-matian gadis itu menahan untuk tidak memutar bola matanya mend

  • Fake Marriage   [5] - Foto PreWed

    NayaRa, izinan gue ya gamasuk kelas hari ini. PlizzzzLaraHa? Tumbenan lo gk masuk. Lo sakit apa gimana???NayaAdalah pokoknya. Ntar gue jelasin okeee???Naya mendengus. Sumpah! Dia tidak menyangka kalau dia harus menikah kontrak.Alih-alih menikah dengan sah dan bahagia dengan orang yang ia cintai, ia malah harus menikah kontrak dengan seseorang yang bahkan tidak ia kenal.Arghhh! Dunia tidak adil!!! Naya berteriak dalam hati.DrtttNaya merasakan jika ponselnya bergetar, ia mencek ponselnya dan ada pesan masuk dari Rivi.RiviNaya. Saya dan Azka sudah smpai di tempat pre wed.Read.Naya memutar bola matanya usai membaca pesan masuk yang tadi. Lalu mengusap-ngusap dadanya sendiri dengan pelan. Sambil berucap, "sabar Naya, sabar."***"Rivi, dimana dia? Belum sampai juga?"Rivi menggeleng. "Belum, tapi aku sudah memberitahunya kalau kita sudah sampai."10 menit menunggu, akhirnya Naya pun datang. Azka melirik ke arah Naya, lalu berucap. "Gak bisa on time apa lo? 10 menit gue yang

  • Fake Marriage   [4] - Kontrak

    Azka tampak begitu gugup. Hari ini ia akan mengadakan konferensi pers, dan pada konferensi pers nanti dia akan berbohong kepada seluruh media, mengatakan jika wanita yang bersamanya semalam adalah calon istrinya.Padahal Azka mengenalnya saja tidak! Tetapi ia harus mengatakan pada media bahwa wanita itu adalah calon istrinya.Azka menarik napas yang dalam, mencoba mengurangi rasa gugupnya sebelum memasuki ruangan yang dipenuhi oleh para wartawan."Kau terlihat sangat gugup. Kau tidak apa-apa?" Tanya Rivi khawatir melihat wajah Azka yang tampak memucat."Tidak apa-apa. Aku akan masuk sekarang."Azka pun berjalan memasuki sebuah ruangan. Tepat setelah ia masuk ke dalam ruangan, semua wartawan pun mulai sibuk memotretnya. Lelaki itu duduk di kursi yang menghadap ke arah wartawan. Kemudian mengambil sebuah microphone yang sudah tersedia di atas meja. Azka berdehem sebentar, lalu mulai melakukan konferensi persnya."Sebelumnya, saya ingin mengucapkan permintaan maaf yang sebesar-besarnya,

  • Fake Marriage   [3] - Saran Aneh

    Naya benar-benar dibuat shock melihat bahwa gadis yang ada di foto itu benar dirinya."Nay, lo saling kenal sama Azka? Atau lo one night stand sama dia?" Lara bertanya penasaran.Naya menggeleng-geleng. "Nggak! Gue gak kenal sama dia. Gue gak ngelakuin apa-apa sama dia sumpah!" Bantahnya."Terus? Maksud dari foto ini apa?""Gue gak tau. Tadi malam gue dikejar dan diculik sama orang yang gak gue kenal. Terus tiba-tiba pas gue bangun, gue udah ada di kamar hotel." Terang Naya, menceritakan apa yang terjadi padanya tadi malam.Lara melotot, "lo diculik? Nay lo gak kenapa-kenapa kan? Lo gak diapa-apain kan sama penculik itu?" Tanya Lara cemas. Ia perhatikan seluruh tubuh Naya dari atas, bawah, depan, hingga belakakang. Memastikan jika temannya itu tidak kenapa-kenapa."Untungnya gue gak kenapa-kenapa, tapi sialnya gue malah muncul di portal berita karena terlibat skandal sama artis yang gak gue kenal."Usai berkata begitu, Naya baru tersadar. Jika Azka adalah seorang idol, dia adalah seor

  • Fake Marriage   [2] - Foto

    "Apakah itu semua benar?""Apakah benar tadi malam Anda tidur dengan seorang wanita?""Tolong berikan komentar Anda."Azka berjalan dengan kedua tangan yang menutupi wajah, menghindari pertanyaan juga blitz kamera dari para wartawan.Mampu masuk ke dalam gedung agensinya dengan berdesakan melewati beberapa wartawan membuat Azka bernapas lega.Setelah berada di dalam gedung agensi, salah seorang staff mendatanginya, dan mengatakan jika CEO agensi ingin menemuinya sekarang juga. Azka mengangguk, lalu berjalan cepat menuju ruangan CEO agensinya berada."Ada apa ini? Apa kau suka pergi ke club malam? Dan bahkan sering tidur dengan banyak wanita?" CEO agensinya yang bernama Danil itu langsung memborbardirnya dengan banyak pertanyaan tepat ketika kakinya baru saja masuk ke dalam ruangan.Azka menghembuskan napasnya perlahan. "Memang benar aku sering pergi ke club. Tapi, aku tidak pernah tidur dengan wanita manapun," Azka membenarkan kalau ia memang sering pergi ke club malam. Tapi, ia memba

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status