Home / All / Fake Marriage / [3] - Saran Aneh

Share

[3] - Saran Aneh

Author: timah
last update publish date: 2026-04-07 20:52:41

Naya benar-benar dibuat shock melihat bahwa gadis yang ada di foto itu benar dirinya.

"Nay, lo saling kenal sama Azka? Atau lo one night stand sama dia?" Lara bertanya penasaran.

Naya menggeleng-geleng. "Nggak! Gue gak kenal sama dia. Gue gak ngelakuin apa-apa sama dia sumpah!" Bantahnya.

"Terus? Maksud dari foto ini apa?"

"Gue gak tau. Tadi malam gue dikejar dan diculik sama orang yang gak gue kenal. Terus tiba-tiba pas gue bangun, gue udah ada di kamar hotel." Terang Naya, menceritakan apa yang terjadi padanya tadi malam.

Lara melotot, "lo diculik? Nay lo gak kenapa-kenapa kan? Lo gak diapa-apain kan sama penculik itu?" Tanya Lara cemas. Ia perhatikan seluruh tubuh Naya dari atas, bawah, depan, hingga belakakang. Memastikan jika temannya itu tidak kenapa-kenapa.

"Untungnya gue gak kenapa-kenapa, tapi sialnya gue malah muncul di portal berita karena terlibat skandal sama artis yang gak gue kenal."

Usai berkata begitu, Naya baru tersadar. Jika Azka adalah seorang idol, dia adalah seorang artis. Itu berarti, Azka mempunyai banyak penggemar. Dan jika orang-orang tahu, gadis yang di foto itu adalah dirinya, pasti para penggemar Azka akan membunuhnya! Haduh, belum apa-apa, Naya sudah bergidik ngeri sendiri membayangkannya.

"Aduh, gimana kalau tiba-tiba fans nya dia nyerang gue Ra?" Naya seketika panik.

"Tenang Nay. Kayaknya itu gak bakal terjadi, di foto itu muka lo gak terlalu jelas, mereka gak bakalan tau kalau itu lo." Jelas Lara.

"Tapi lo tahu, kalau itu gue!"

Lara memutar bola matanya malas. "Eh monyet! Kita udah temenan berapa tahun sih gue tanya? Lo udah temanan sama gue 10 tahun ya Kanaya Sivia. Ya jelas lah gue bisa ngenalin lo dari foto itu."

Apa kata Lara ada benarnya, dan itu membuat Naya menjadi bernapas lega.

•••

"Sudah 7 tahun kamu gak pernah datang ke rumah ini. Lalu, hari ini kamu tiba-tiba datang? Ada apa?" Ronald, yang merupakan kakek dari Azka itu bertanya.

"Kakek, Azka itu bukannya gak mau datang kesini. Cuman ya kakek tahu sendiri lah, Azka waktu itu diusir sama Ayah."

Ronald mengangguk-anggukkan kepalanya sambil mengingat kejadian 7 tahun yang lalu. Di mana Dhiran mengusir anaknya sendiri dari rumah, karena Azka bersikeras ingin berkecimpung di dunia entertainment.

"Azka!"

Itu suara bundanya. Bundanya yang bernama Rennaline berlari kecil menghampiri Azka, lalu memberikan banyak cubitan pada anak laki-lakinya itu.

"Aduh, aduhh. Ampun bunda." Azka meringis sambil mengusap-ngusap kulitnya yang memerah akibat cubitan maut dari bundanya.

"Kenapa kamu gak pulang-pulang ke rumah? Terus kenapa juga setahunan ini kamu jarang ngasih kabar dan susah dihubungi?" Rennaline berucap kesal. Tangannya berkacak pinggang menatap pada sang anak meminta penjelasan.

Yang ditanya hanya balas menyengir. "Maaf ya bunda. Bunda kan tahu, kalau Azka sibuk."

"Sedang apa kau di sini? Kau ingin menemuiku?" Tiba-tiba suara seseorang terdengar. Suara yang lantas membuat wajah Azka langsung berubah menjadi datar.

"Aku mau minta tolong sama Ayah untuk hapus semua artikel yang memberitakan skandal tentang aku. Dan aku juga minta tolong sama Ayah, untuk gak pernah mengganggu kehidupan aku lagi."

"Untuk apa aku melakukan itu?"

Dhiran menaikkan sebelah alisnya.

Azka memejamkan matanya sebentar, mencoba menahan amarahnya. Sungguh, ia sangat marah sekarang. "Aku. Minta. Tolong." Ucap Azka dengan penuh penekanan di setiap katanya.

"Bukankah biasanya kau mampu mengatasi semua masalah yang aku sebabkan? Kenapa sekarang kau tidak bisa mengatasi masalah ini?" Dhiran mencibir.

"Ayah terlalu licik! Ayah membayar media untuk terus menerus memberitakan hal buruk tentangku! Dan aku bahkan tak bisa menuntut ayah!"

"Kenapa tidak bisa?"

"Karena aku tahu, aku tidak akan menang."

"Itulah gunanya uang dan koneksi." Dhiran menyeringai. "Jika kau tidak pergi dari rumah waktu itu, dan memilih untuk meneruskan perusahaan ku. Semua ini tidak akan terjadi."

"Ayah yang waktu itu mengusirku! Ayah lupa?!"

"Sudah cukup!" Rennaline tiba-tiba berteriak. "Azka, untuk sekarang kamu pulang dulu. Bunda akan menemui kamu nanti."

"Itu karena kau yang terlalu membangkang!" Dhiran melanjutkan.

"Itu karena Ayah yang terlalu memaksakan kehendak!" Nada bicara Azka lebih tinggi dari sebelumnya. Juga wajahnya tampak merah, jelas ia sangat marah sekarang.

"Aku pergi," ucapnya langsung berjalan pergi keluar dari dalam rumah.

"Sepertinya kau terlalu keras pada anakmu sendiri. Bukan begitu?" Tegur Ronald pada putranya.

Dhiran menggelang. "Tidak. Sampai sekarang Dhiran masih bingung kenapa dia masih bisa bertahan di dunia entertainment. Tapi sepertinya untuk kali ini dia tidak bisa mengatasi itu bukan, Ayah? Ia bahkan sampai menginjakkan kakinya ke rumah ini lagi."

"Kau sangat keterlaluan! Kau tahu?" Rennaline menatap Dhiran dengan kesal. Kemudian ia melenggang pergi meninggalkan suami dan juga ayah mertuanya.

•••

Azka keluar dari rumahnya. Saat berjalan menuju gerbang depan, ia melihat kakeknya Steve sedang menyirami bunga-bunga yang ada di halaman.

"Kakek!" Azka berteriak sambil sedikit berlari menghampiri Steve.

"Cucuku! Sudah lama kakek tidak melihat mu." Steve memeluk Azka sebentar. "Kapan kau datang?"

"Sekitar 10 menit yang lalu?" Azka mengira-ngira.

"Dan sekarang, kau sudah mau pergi?"

Azka mengangguk. "Kakek! Apa kakek bisa membantu Azka untuk mengurus skandal yang terjadi pada Azka sekarang?"

"Sepertinya tidak bisa. Mengingat ayahmu lah yang sengaja membuat skandal itu."

Azka menghembuskan napas pasrah. "Lalu, apa yang harus Azka lakukan sekarang? Kakek ada saran?"

"Nikahi saja dia," sahut Steve santai sambil tangannya sibuk menyirami beberapa bunga yang ada di depannya.

"Apa?!" Azka melotot kaget. "Kakek bercanda?"

"Tentu saja tidak. Kau tinggal katakan saja pada media bahwa wanita yang ada di hotel bersama mu itu adalah calon istrimu. Dan akan menikah sebentar lagi. Gampang bukan?" Steve menoleh pada Azka sebentar, lalu lanjut menyirami bunga-bunganya.

Azka ternganga. Tidak habis pikir dengan saran yang diberikan oleh kakeknya barusan. "Gak! Azka gak bisa ngelakuin itu!"

"Kenapa tidak? Kau cukup nikahi dia untuk menutupi skandal, alih-alih harus kehilangan karirmu. Bukan begitu? Apa ya sebutan yang tepat?" Steve tampak berpikir, lalu menjentikkan jarinya ketika ingat apa yang ingin ia katakan. "Ah! Nikah kontrak?"

Nikah kontrak? Azka makin dibuat ternganga dengan saran yang tidak masuk akal dari kakeknya itu. Namun, setelah dipikir-pikir, hanya itu satu-satunya jalan bagi Azka untuk tetap bisa menjadi seorang idol.

"Tapi, Azka gak tau keberadaan gadis itu sekarang dimana. Gimana Azka bisa ngomongin masalah nikah kontrak sama dia?" Azka mengerutkan kening. Ia bahkan tidak tahu siapa nama gadis yang ikut terseret dalam skandalnya itu. Bagaimana mungkin ia bisa menemukan keberadaan gadis itu?

Steve telah selesai menyirami bunga-bunga. Ia menatap pada cucunya, "jangan khawatir. Kakek akan mencari keberadaannya. Kau tinggal lakukan konferensi pers dan klarifikasi semuanya."

Azka tiba-tiba memeluk kakenya sambil berucap, "terima kasih kakek! Aku sayang kakek!"

"Kalau gitu, Azka pulang dulu ya! Sampai ketemu nanti." Azka melambaikan tangan pada kakenya sambil melangkah pergi menuju gerbang depan.

"Hati-hati di jalan nak," Steve tersenyum dan balas melambaikan tangan pada Azka.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Fake Marriage   [7] - Komentar Jahat

    Steve duduk sambil menonton acara infotainment yang menampilkan wajah cucunya itu di televisi.Ia tertawa senang, yang lantas menarik perhatian Dhiran yang ada di belakangnya."Lagi nonton apa, ayah?" Tanya Dhiran."Itu, Azka. Cucuku." Tunjuk Steve pada layar televisi yang menampilkan wajah Azka di sana.Dhiran mendengus, lalu ia ikut duduk di samping Steve. "Dhiran heran sama Azka. Kenapa dia tetap milih jadi aktor, daripada ngurusin perusahaan Dhiran."Steve mengedikkan bahu. "Mau gimana lagi? Itu kan memang pilihannya. Ia bahkan rela meninggalkan rumah, dan memilih pergi tanpa menyandang nama Charles di belakangnya.""Ngomong-ngomong, Ayah." Dhiran menatap serius ke arah Steve. "Bagaimana Ayah punya ide untuk membuat skandal seperti itu dan berhasil? Azka bahkan sampai kembali menginjakkan kakinya ke rumah ini lagi." Dhiran tidak habis pikir."Bertahun-tahun Dhiran mencoba membuat Azka untuk kembali menginjakkan kaki di rumah ini, tapi tidak pernah berhasil." Keluh Dhiran.Steve te

  • Fake Marriage   [6] - Wawancara

    Naya begitu gugup sekarang. Sebentar lagi wajahnya akan muncul di televisi. Dan pastinya wajahnya juga akan tersebar di media sosial."Kau baik-baik saja?" Rivi menghampiri Naya yang tampak terlihat gugup. "Kau gugup?""Ah? Ngga kok." Jawaban yang sama sekali tidak sinkron melihat dari wajahnya yang tampak begitu gugup.Selang beberapa menit, Azka akhirnya datang. Mereka berdua pun mulai ditanyai perihal hubungan asmara keduanya."Jadi, selama ini kalian sudah berpacaran selama 2 tahun ya? Dan ini kali pertama pacar kamu muncul di hadapan publik ya Azka?”"Iya. Kami sudah berpacaran selama 2 tahun. Azka menjawab. "Dan ini pacar saya, namanya Kanaya Sivia dia seorang mahasiswi di salah satu universitas negeri di kota ini. Dan benar, ini kali pertama saya memperkenalkan Naya ke hadapan publik.""Kanaya, bagaimana rasanya mempunyai pacar seorang aktor yang sangat terkenal?"Ha? Aktor terkenal apaan? Ujar Naya dalam hati. Mati-matian gadis itu menahan untuk tidak memutar bola matanya mend

  • Fake Marriage   [5] - Foto PreWed

    NayaRa, izinan gue ya gamasuk kelas hari ini. PlizzzzLaraHa? Tumbenan lo gk masuk. Lo sakit apa gimana???NayaAdalah pokoknya. Ntar gue jelasin okeee???Naya mendengus. Sumpah! Dia tidak menyangka kalau dia harus menikah kontrak.Alih-alih menikah dengan sah dan bahagia dengan orang yang ia cintai, ia malah harus menikah kontrak dengan seseorang yang bahkan tidak ia kenal.Arghhh! Dunia tidak adil!!! Naya berteriak dalam hati.DrtttNaya merasakan jika ponselnya bergetar, ia mencek ponselnya dan ada pesan masuk dari Rivi.RiviNaya. Saya dan Azka sudah smpai di tempat pre wed.Read.Naya memutar bola matanya usai membaca pesan masuk yang tadi. Lalu mengusap-ngusap dadanya sendiri dengan pelan. Sambil berucap, "sabar Naya, sabar."***"Rivi, dimana dia? Belum sampai juga?"Rivi menggeleng. "Belum, tapi aku sudah memberitahunya kalau kita sudah sampai."10 menit menunggu, akhirnya Naya pun datang. Azka melirik ke arah Naya, lalu berucap. "Gak bisa on time apa lo? 10 menit gue yang

  • Fake Marriage   [4] - Kontrak

    Azka tampak begitu gugup. Hari ini ia akan mengadakan konferensi pers, dan pada konferensi pers nanti dia akan berbohong kepada seluruh media, mengatakan jika wanita yang bersamanya semalam adalah calon istrinya.Padahal Azka mengenalnya saja tidak! Tetapi ia harus mengatakan pada media bahwa wanita itu adalah calon istrinya.Azka menarik napas yang dalam, mencoba mengurangi rasa gugupnya sebelum memasuki ruangan yang dipenuhi oleh para wartawan."Kau terlihat sangat gugup. Kau tidak apa-apa?" Tanya Rivi khawatir melihat wajah Azka yang tampak memucat."Tidak apa-apa. Aku akan masuk sekarang."Azka pun berjalan memasuki sebuah ruangan. Tepat setelah ia masuk ke dalam ruangan, semua wartawan pun mulai sibuk memotretnya. Lelaki itu duduk di kursi yang menghadap ke arah wartawan. Kemudian mengambil sebuah microphone yang sudah tersedia di atas meja. Azka berdehem sebentar, lalu mulai melakukan konferensi persnya."Sebelumnya, saya ingin mengucapkan permintaan maaf yang sebesar-besarnya,

  • Fake Marriage   [3] - Saran Aneh

    Naya benar-benar dibuat shock melihat bahwa gadis yang ada di foto itu benar dirinya."Nay, lo saling kenal sama Azka? Atau lo one night stand sama dia?" Lara bertanya penasaran.Naya menggeleng-geleng. "Nggak! Gue gak kenal sama dia. Gue gak ngelakuin apa-apa sama dia sumpah!" Bantahnya."Terus? Maksud dari foto ini apa?""Gue gak tau. Tadi malam gue dikejar dan diculik sama orang yang gak gue kenal. Terus tiba-tiba pas gue bangun, gue udah ada di kamar hotel." Terang Naya, menceritakan apa yang terjadi padanya tadi malam.Lara melotot, "lo diculik? Nay lo gak kenapa-kenapa kan? Lo gak diapa-apain kan sama penculik itu?" Tanya Lara cemas. Ia perhatikan seluruh tubuh Naya dari atas, bawah, depan, hingga belakakang. Memastikan jika temannya itu tidak kenapa-kenapa."Untungnya gue gak kenapa-kenapa, tapi sialnya gue malah muncul di portal berita karena terlibat skandal sama artis yang gak gue kenal."Usai berkata begitu, Naya baru tersadar. Jika Azka adalah seorang idol, dia adalah seor

  • Fake Marriage   [2] - Foto

    "Apakah itu semua benar?""Apakah benar tadi malam Anda tidur dengan seorang wanita?""Tolong berikan komentar Anda."Azka berjalan dengan kedua tangan yang menutupi wajah, menghindari pertanyaan juga blitz kamera dari para wartawan.Mampu masuk ke dalam gedung agensinya dengan berdesakan melewati beberapa wartawan membuat Azka bernapas lega.Setelah berada di dalam gedung agensi, salah seorang staff mendatanginya, dan mengatakan jika CEO agensi ingin menemuinya sekarang juga. Azka mengangguk, lalu berjalan cepat menuju ruangan CEO agensinya berada."Ada apa ini? Apa kau suka pergi ke club malam? Dan bahkan sering tidur dengan banyak wanita?" CEO agensinya yang bernama Danil itu langsung memborbardirnya dengan banyak pertanyaan tepat ketika kakinya baru saja masuk ke dalam ruangan.Azka menghembuskan napasnya perlahan. "Memang benar aku sering pergi ke club. Tapi, aku tidak pernah tidur dengan wanita manapun," Azka membenarkan kalau ia memang sering pergi ke club malam. Tapi, ia memba

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status