Falling For My Bully

Falling For My Bully

last update最終更新日 : 2025-10-22
作家:  Kristianah 連載中
言語: English
goodnovel16goodnovel
10
1 評価. 1 レビュー
29チャプター
3.2Kビュー
読む
本棚に追加

共有:  

報告
あらすじ
カタログ
コードをスキャンしてアプリで読む

概要

Contemporary

Fast-Paced Plot

Drama

Bully

Golden Boy

Teenager

Hate to Love

MxM

Revenge

From the ashes of a shattered life, Nicholas Cooper, once the embodiment of popularity, finds himself confined to a wheelchair, his world forever changed by a tragic accident. Transferred to Westview High School, he becomes the target of Andrew West, the ruthless leader of "The Bloodline," a bully group. Andrew West is the school’s feared and admired golden boy with secrets of his own. But everything starts to shift the day Nicholas catches a glimpse of Andrew's hidden life—and sketches it. What begins as a twisted game of power, pride, and revenge spirals into something neither of them expected: connection. Real, raw, and terrifying. As secrets are revealed and emotions ignite, a forbidden bond forms between the bullied and the bully. But in a world fueled by lies, pain, and dangerous debts, love might not be enough to save them. He was supposed to break him. Instead, he fell for him. But when the truth comes out, will love be enough—or will it drown them both?

もっと見る

第1話

Chapter ONE: The beginning

“Tidurlah dengan suami saya. Pinjamkan rahimmu dan lahirkan anaknya.”

Kalimat itu jatuh begitu saja, tanpa beban seolah yang sedang dibicarakan bukanlah sesuatu yang bisa menghancurkan hidup seseorang. Nadira Azzahra membeku di tempatnya, tak bisa menjawab, bahkan mulutnya ternganga mendengar permintaan wanita cantik nan berkelas di depannya.

Sinta Larasati. Putri pemilik rumah sakit tempat Nadira bekerja, sekaligus istri dari Arjuna Mahardika, yang dikenal sangat dingin dan mencintai istrinya. Istri dari dokter spesialis bedah terbaik, wanita dari keluarga terpandang, dan seseorang yang hidupnya tampak tanpa cela itu tiba-tiba menghampiri Nadira di kantin dan langsung memberikan penawaran tidak masuk akal pada Nadira yang notabene dokter koas di bawah pimpinan Arjuna.

Sendok di tangan Nadira terlepas. Dia tersentak dan langsung menutup mulutnya yang ternganga. Nadira membersihkan tumpahan makanan di mejanya dengan tisu, sambil sesekali melihat ke arah Sinta.

Mata Nadira bergetar. “Ma-maaf, Bu Sinta. Sa-saya tidak mengerti maksud ucapan Bu Sinta,” ucap Nadira pelan, penuh dengan ketegangan.

Sinta meletakkan tas mahalnya di atas meja. Dia menyandarkan punggungnya lalu melipat kedua tangannya di depan dada.

“Tidurlah dengan Mas Juna dan lahirkan anaknya," Sinta mengulang ucapannya. "Tapi, jangan sampai jatuh cinta padanya!” lanjut Sinta, memberi peringatan keras. Sorot matanya terlihat menusuk Nadira.

Nadira menundukkan kepalanya, menghindari tatapan Sinta, masih sangat bingung dengan keadaan ini.

Selama ini dia tidak pernah berurusan dengan Sinta. Kalaupun mereka bertemu, Nadira hanya menyapa Sinta dan wanita itu akan berlalu begitu saja tanpa membalas sapaannya.

"Maaf, Bu, saya tidak bisa—"

“Kamu butuh biaya untuk operasi ayahmu, kan?” potong Sinta.

Napas Nadira tercekat. Wajahnya yang semua dipenuhi ketakutan mulai berubah serius.

Nadira memang butuh biaya untuk operasi ayahnya, tapi dia tidak ingin menanggalkan jas dokternya dan jadi wanita jalang demi itu.

Sinta mencondongkan tubuhnya sedikit ke depan, matanya tajam namun bibirnya tetap tersenyum. “Biayanya gak sedikit. Kamu tahu itu, kan? Dan saya bisa menanggung semuanya. Atau kalau perlu, saya akan meminta Mas Juna yang mengoperasi ayahmu.” Sinta mengangkat dagu Nadira. “Kamu tau kan gimana suami saya di ruang operasi?”

Jari Nadira mengepal di atas meja. Sudah berhari-hari dia berusaha mencari pinjaman, bantuan, tapi semua jalan terasa buntu. Dan setiap detik yang berlalu, kondisi ayahnya semakin memburuk.

Ayah Nadira harus segera mendapatkan operasi jantung. Dia harus berpacu dengan waktu, mencari biaya operasi sambil menjaga kesehatan ayahnya yang setiap saat bisa saja memburuk.

Sinta kembali bersandar sambil tersenyum angkuh, mulai menyadari ada keraguan di sorot mata Nadira.

“Kalau kamu setuju, saya akan tanggung semua biaya operasi ayahmu, termasuk biaya perawatan pasca operasi. Kamu hanya perlu fokus melayani Mas Arjuna dan memastikan kamu hamil. Itu saja ... gimana, mudah kan?” Seringaian muncul di wajah Sinta yang terkesan seperti sebuah penghinaan bagi Nadira.

Jantung Nadira berdetak cepat, mulai goyah.

Solusi biaya operasi yang beberapa minggu ini memenuhi kepalanya, kini sudah terpecahkan. Bahkan biaya pasca operasi yang juga akan membutuhkan banyak biaya sudah ikut ditanggung.

Tapi haruskah dia menjual dirinya demi semua itu?

Bagaimana kalau nanti ayahnya tahu kalau dia melakukan hal hina demi mendapatkan biaya operasi. Apakah jantung ayahnya masih bisa baik-baik saja?

"Tapi kenapa saya, Bu?"

Sinta mendecak. “Jangan terlalu percaya diri kamu! Jangan berpikir kamu istimewa sampai saya menawarkan ini ke kamu!” kata Sinta, tidak ingin dokter muda di depannya itu terlalu percaya diri pantas naik ke ranjang suaminya. "Saya kasihan sama kamu. Saya tau kondisi ayahmu, dan kamu termasuk dokter yang cakap dalam bekerja. Saya milih kamu, karena kita bisa berbisnis dengan baik. Kamu dapat uangnya dan saya dapat anak suami saya,” lanjut Sinta tidak peduli dengan harga diri Nadira.

Napas Nadira tersendat. Wanita itu benar-benar merendahkannya.

“Mas Juna butuh anak. Keluarga kami menuntut itu.” Sinta menghela napas ringan, seolah sedikit jengkel. “Dan saya … tidak ingin hamil! Saya tidak mau tubuh saya berubah. Tidak mau karier saya terganggu. Dan jujur saja … saya tidak tertarik jadi ibu,” lanjut Sinta tanpa rasa bersalah sedikit pun.

Semua orang tahu kalau Sinta adalah seorang model terkenal. Banyak brand datang padanya dan tentu saja itu semua membutuhkan kesempurnaan fisik yang diagungkan Sinta. Namun, bagaimana mungkin ada wanita yang tidak punya naluri keibuan di dalam hatinya.

“Ah iya ... soal karir koas kamu. Kamu gak perlu khawatir, soal itu.” Sinta kembali memberikan penawaran menggiurkan agar Nadira segera setuju. “Setelah kamu hamil dan melahirkan, semuanya selesai. Kamu bisa pergi. Saya tetap istri sahnya dan anak itu akan jadi anak kami. Kamu bisa kembali ke rumah sakit, seperti tidak pernah terjadi apa-apa,” lanjutnya lagi.

Sebuah rancangan masa depan yang sangat indah. Ayahnya terselamatkan, dan karier dokternya juga akan tetap baik-baik saja.

Nadira menelan ludahnya kasar. “Bu, ini salah,” ucapnya, berusaha mempertahankan harga dirinya. “Saya tidak bisa—”

“Kamu bisa, Nadira!” potong Sinta cepat, memaksa Nadira. Nada bicaranya penuh penakanan. "Apa kamu siap, kalau bentar lagi dokter panggil kamu dan bilang kalo ayahmu harus operasi sekarang juga? Jangan sok jual mahal kamu! Gadis miskin yang cuma mengandalkan uang beasiswa seperti kamu bisa apa?!” hardik Sinta yang mulai kehilangan kesabarannya.

Kalimat Sinta menusuk hati Nadira. Kenyataan mahasiswa pintar yang bertahan karena beasiswa miskin itu kembali memukulnya.

Nadira menunduk, mencoba mengatur napasnya yang mulai tidak stabil.

Bayangan ayahnya di ranjang rumah sakit kembali terlintas. Keadaannya yang kian lemah, pucat, dengan selang di mana-mana, membuat Nadira meremas ujung jas dokternya.

Dia belum siap. Nadira belum siap kehilangan ayahnya, keluarganya satu-satunya.

Sinta mendengus kesal. “Pikirkan baik-baik! Waktumu gak banyak!”

Nadira mengusap wajahnya kasar. Pertanyaan Sinta lebih sulit dijawab Nadira daripada soal ujiannya selama ini.

Nadira mengangkat wajahnya perlahan. Dengan sisa keberaniannya, dia kembali menatap Sinta. “Lalu bagaimana dengan Dokter Arjuna? Apa beliau tahu tentang ini?”

Sinta tersenyum tipis penuh makna. “Belum,” jawabnya. “Tapi saya yakin dia bakal setuju.”

“Belum?” ucap Nadira dengan bahu yang merosot.

Membayangkan memberikan laporan pada dokter tampan itu saja membuatnya takut, apa lagi kalau sampai dia harus merayunya.

Ini sulit. Sangat sulit!

Nadira menggigit bibirnya, ragu, takut, dan terjebak dalam pilihan yang terasa tidak adil.

“Pikirkan ini baik-baik, Nadira. Nyawa ayahmu taruhannya!” kata Sinta sambil berdiri, merapikan tasnya. “Tapi jangan terlalu lama. Kondisi ayahmu tidak akan menunggu sampai kamu menaklukkan harga dirimu yang ... gak seberapa,” ucap Sinta dengan mudahnya merendahkan Nadira sambil memicingkan matanya. Kemudian dia pergi meninggalkan Nadira. Dia malas melihat wajah naif Nadira yang memuakkan di matanya.

Tatapan kosong Nadira menembus dinding kantin, sekosong pikirannya saat ini.

Naik ke ranjang suami orang. Mengandung anaknya dan pergi begitu saja dengan jaminan masa depan cerah.

Apakah itu harga yang pantas untuk menyelamatkan ayahnya?

Nadira menutup matanya perlahan. Untuk pertama kali dalam hidupnya, dia benar-benar tidak tahu keputusan mana yang benar.

Di tengah kebimbangannya, tiba-tiba ponsel Nadira berbunyi. Dia merogoh saku jas dokternya, meraih benda pipih yang bergetar di dalamnya.

Sebuah pesan masuk ke dalam ponsel Nadira. Dia membaca pesan itu dan tangannya mengepal erat.

“Ayah!” ucap Nadira panik lalu segera berlari meninggalkan kantin.

もっと見る
次へ
ダウンロード

最新チャプター

続きを読む

読者の皆様へ

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

レビュー

Favour Listic(I.F.A)
Favour Listic(I.F.A)
please continue oooo and try updating more am hooked
2025-10-11 03:54:40
0
0
29 チャプター
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status