LOGINCeklek...
Gavriel membuka pintu kamar yang akan ia tempati malam ini bersama Gadis. Setelah menghidupkan lampu, kedua matanya langsung membelalak lebar ketika melihat isi kamar itu. Kamar ini terlalu luas dan mewah untuk ukuran sebuah kamar tamu. Sebuah ranjang king size tampak berada di tengah ruangan ini. Di atas ranjang itu terdapat lampu hias besar dan mewah yang menam
Gavriel mulai melangkahkan kakinya untuk menuju ke kamar mandi yang ada di dalam kamar ini. Begitu ia membuka pintu kamar mandi, tangan Gadis sudah langsung meraba untuk mencari tombol lampu berada. Sudah cukup dua hal ini yang membuat Gavriel yakin jika Gadis juga sama menginginkan dirinya seperti apa yang ia rasakan. Apapun yang terjadi malam hari ini, Gavriel pastikan bahwa ia dan Gadis akan sama-sama menikmatinya tanpa adanya rasa penyesalan setelahnya.Gadis tahu jika kali ini dirinya sudah melewati batas aturan yang selama ini ia pegang teguh bahwa ia tidak akan pernah melakukan sex jika belum sah secara agama maupun negara. Sayangnya ia sudah tidak bisa mundur. Ia menyadari jika dirinya tidak bisa berhenti merasakan sentuhan-sentuhan yang Gavriel berikan kepadanya. Mulai dari bibir, leher hingga kulit di atas gunung kembarnya. Tanpa ia sadari bahkan kini Gavriel sudah berha
Ceklek...Gavriel membuka pintu kamar yang akan ia tempati malam ini bersama Gadis. Setelah menghidupkan lampu, kedua matanya langsung membelalak lebar ketika melihat isi kamar itu. Kamar ini terlalu luas dan mewah untuk ukuran sebuah kamar tamu. Sebuah ranjang king size tampak berada di tengah ruangan ini. Di atas ranjang itu terdapat lampu hias besar dan mewah yang menambah kesan romantis. Dari sudut manapun jelas sekali kamar ini di desain untuk kamar suami istri bukan tamu lagi. Semua ini dipertegas dengan adanya sebuah kursi bercinta yang ada di dekat jendela besar di sudut sebelah kiri. Gadis yang melihat kamar ini hanya bisa menelan salivanya. Ia yakin jika dirinya dan Gavriel kembali menjadi objek keusilan teman-teman Gavriel."Duh, Gusti... kenapa harus seperti ini cobaan yang hadir di hid
"Kamar di sini ada berapa, Dit?" Tanya Wilson kala memasuki villa milik Aditya.Kali ini mereka bertiga datang lebih dulu ke tempat ini karena Gadis dan Gavriel mengantarkan Ella pulang ke rumah."Ada lima, memangnya kenapa?""Kalo ditanya sama Gavriel bilang totalnya cuma empat, ya?" minta Wilson secara tiba-tiba."Why?""Ya biar teman lo bisa eksekusi si Gadis. Masa kaya gini aja gue harus kasih tahu lo secara gamblang.""Sabar, Son... Adit lagi berlagak sok polos semurni oksigen," ucap Elang yang baru selesai membalas pesan Mamanya yang memintanya membawa Lean pulang ke rumah karena keluarga be
Sesuai apa yang dikatakan Gavriel kepadanya, malam ini mereka benar-benar makan di pinggir pantai. Dalam kesempatan kali ini, tidak hanya mereka berenam namun juga ada sosok Ella yang ikut hadir bersama mereka. Sepanjang acara makan malam ini, Ella sama sekali tidak terlihat menatapnya dengan tatapan sinis atau terlalu kepo dengan hubungannya dengan Gavriel yang malam ini Gavriel terlalu menampakkan secara nyata kedekatan mereka berdua di depan teman-temannya serta kakaknya. Begitu acara makan malam berakhir, barulah Ella mengajaknya untuk berjalan-jalan di pantai berdua saja. Sejujurnya Gadis sedikit heran kenapa harus 'mengasingkan' diri jika hanya mau berbicara dengan dirinya. Apalagi Gavriel tampak tidak ikhlas melepas dirinya pergi bersama Ella berdua saja malam ini."Kamu kira aku bakalan nyiksa Gadis sampai kamu enggak ijinin dia jalan-jalan berdua sama aku?" protes Ella ke
Pukul 19.00 WITA Gadis bersama rombongannya telah mendarat di pulau dewata. Saat keluar dari bandara, suara seorang wanita yang memanggil Gavriel membuat langkah mereka semua terhenti. Gadis bahkan diam untuk memperhatikan sosok wanita berusia sekitar 37 tahun yang sedang berjalan ke arah mereka semua. Saat wanita itu semakin dekat, Gadis baru menyadari satu hal. Wajah wanita itu sekilas mirip dengan Gavriel. Sepertinya prediksinya tidak meleset karena kini wanita itu sudah memeluk Gavriel sambil mengucapkan kata-kata rindu layaknya keluarga yang sudah lama tidak bertemu.Selesai dengan acara peluk memeluknya, wanita itu bergantian untuk memeluk ketiga teman Gavriel meskipun pelukan itu hanya sebentar. Saat sampai di dekat Gadis, perempuan itu hanya tersenyum dan ia mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan."Perkenalkan, s
Elang membuka matanya siang hari ini dan ia menemukan Wilson yang masih tertidur pulas di sampingnya. Saat ia menoleh ke belakang, Aditya pun masih tidur dengan nyenyaknya sambil mendekap bantal dalam pangkuannya. Kini baru Elang sadari jika mobil yang ia tumpangi sedang berhenti di pinggir jalan dengan mesin mobil yang tidak dimatikan, sedangkan Gavriel dan Gadis sudah tidak ada di tempat duduk mereka masing-masing. Elang mulai mengedarkan pandangannya dan ia bisa melihat Gadis yang akan menyebrang jalan bersama Gavriel. Kini ia memilih pura-pura tertidur lagi daripada situsinya menjadi canggung karena Gavriel dan Gadis ketahuan 'ngetem' lama di pinggir jalan tanpa mengajak dirinya serta kedua temannya yang sedang tertidur nyenyak ini.Ternyata kali ini Gavriel yang menyetir dan Gadis duduk di kursi penumpang depan mobil. Meskipun mata terpejam, namun telinga Elang tetap dalam ke
Gavriel yang melihat Alena diam saja hanya bisa menghela napas panjang. Sejak tadi temannya itu tampak sedang berpikir keras. Entah apa yang Alena pikirkan, tapi Gavriel mengira jika itu karena ia kecewa dengan penerbangan kelas ekonomi yang dirinya
Gavriel menoleh untuk melihat jam di sudut dinding kamar perawatan Gadis. Kala melihat jam sudah menunjukkan pukul dua dini hari dan Gadis juga tak kunjung menutup matanya, membuat Gavriel merasa sedikit khawatir.
Hampir dua jam ini Gadis terus menerus berdoa dan berharap jika Gavriel akan berhasil mendapatkan bukti rekaman CCTV di rumahnya. Terlebih ia lupa memberi Gavriel kunci utama rumah. Semoga saja Gavriel dapat masuk ke rumah.
Alena memilih menyembunyikan wajahnya dibalik koran yang pura-pura sedang ia baca. Ia memilih memperhatikan Rachel dari jauh sejak ia akan memasuki kamar hotel setelah cek-in. Tidak ia sangka jika selingkuhan suami Gadis ini akan menginap d







