Fury

Fury

last updateHuling Na-update : 2025-08-24
By:  Ayo AtandaOngoing
Language: English
goodnovel16goodnovel
Hindi Sapat ang Ratings
16Mga Kabanata
2.6Kviews
Basahin
Idagdag sa library

Share:  

Iulat
Buod
katalogo
I-scan ang code para mabasa sa App

Synopsis

Many years ago, Jack Banning was a top secret agent and former body guard of the vice president. His loyalty to the vice president and the nation was unbeatable. But he was set up in a cold-blood murder of the vice President's brother, Tony, by the enemy political elites who had wished for his downfall. Jack Banning was condemned to death afterwards. But right now, some years after, when death began to take its toll on the political elites, claims emerged that Jack Banning was on the rampage, wiping out the politicians. But how could a man who was supposed to be dead be running wild around the city killing? Now, his daughter, Miriam, from his estranged wife was the inspector presiding over the death toll ravaging the city. The inspector had some facts which nobody had. She was stuck between her duty and her secret biological ties with Jack Banning.

view more

Kabanata 1

Chapter 1

“Tuan aku mohon ini adalah harta terakhir kami,” isak wanita paruh baya sembari bersimpuh dihadapan Pria muda yang sedang duduk sembari menyisap sebatang rokoknya.

“Aku akan mengembalikan rumahmu jika kau mampu melunasi hutang Suamimu,” ujar Pria Muda itu.

“Ibu,” isak Gadis Muda yang juga ikut bersimpuh bersama Sang Ibu.

“Tuan, beri kami waktu untuk melunasi hutang Ayah,” ujar Gadis Muda itu dengan tatapan memohon.

Pria itu kemudian melirik kearah Gadis itu. Gadis kecil yang masih menjadi Siswi Sekolah menengah atas.

Pria itu kemudian menghela nafasnya kasar. Ia kemudian memanggil Gadis Muda itu dengan gerakan tangannya. “Kemari,” ucap Pria itu.

Gadis itu tanpa ragu langsung maju menuju Pria itu. “Siapa namamu?” tanya Pria itu.

“Ashley Cecilia Bailey,” jawab Ashley pelan.

Pria itu kemudian menatap dengan seksama wajah Ashley. “Henry.”

Asisten Pria itu kemudian mendekat. Pria itu kemudian membisikkan sesuatu pada Asistennya.

“Baik Tuan Glen,” ujar Sang Asisten yang bernama Henry.

Pria muda itu kemudian bangkit dari duduknya dan melenggang pergi tanpa sepatah kata pun diikuti oleh Sang Asisten Henry.

Melihat itu, Sang Wanita paruh baya langsung berteriak histeris memohon agar mereka tak mengusir keluarganya dari rumah itu.

“Ibu, Hiks. Bagaimana nasib kita,” isak Ashley sembari memeluk Sang Ibu.

Beberapa jam kemudian, saat suasana rumah sudah sedikit tenang, Henry kembali membawa beberapa berkas ditangannya. Ia kemudian menjelaskan maksud dan tujuannya mengapa ia kembali.

“Tuan memberi penawaran. Ia akan membiarkan kalian tinggal di rumah ini, dengan satu syarat. Yaitu, Nona Ashley menjadi Istri Tuan Glen,” ujar Henry.

Ashley dan Sang Ibu terkejut. Bagaimana bisa mereka memberi penawaran itu pada gadis yang bahkan belum tamat sekolah. Sang Ibu langsung menolak mentah-mentah tawaran Henry. Sementara Ashley, ia mematung dan tak berkata apapun.

“Silahkan dibaca terlebih dahulu kontrak perjanjian dan benefit yang akan kalian terima,” ujar Henry sembari menyodorkan sebuah berkas pada Ashley dan Ibunya.

Keduanya kemudian membaca dengan seksama apa yang tertulis didalam berkas itu.

“Tidak Tuan. Anakku lebih berharga daripada apapun. Aku tidak mungkin menjualnya dan menghancurkan masa depannya,” tegas Sang Ibu.

“Baiklah kalau Anda menolak. Kalau begitu saya permisi,” ujar Henry kemudian meninggalkan rumah keluarga Bailey.

Sang Ibu langsung memeluk putrinya itu dengan erat. Ia menangis karena tak tahu harus berbuat apa.

Hari demi hari berlalu. Mereka masih belum mampu membayar hutang peninggalan Ayah Ashley. Kerja keras mereka sehari-hari hanya cukup untuk makan dan untuk kebutuhan pribadi.

“Bu, apa tidak apa kalau kutinggal?” tanya Ashley saat melihat ibunya yang terbaring lemah di ranjang.

“Iya. Ibu tak apa. Hanya masuk angin saja,” ucap Sang Ibu.

Ashley kemudian berpamitan dan pergi menuju kesekolahnya.

“Yatuhan, beri kami kemudahan,” batin Ashley.

Disepanjang perjalanan menuju sekolahnya, ia hanya diam dan melamun. Gadis yang seharusnya hanya memikirkan pelajaran malah harus ikut menanggung beban keluarga.

Sore pun tiba. Ashley kembali dari sekolah menuju rumahnya. Sesampainya dirumah, ia langsung menuju kamar Sang Ibu untuk melihat kondisinya. Tapi sebelum masuk, tiba-tiba pintu rumah diketuk. Gadis itu langsung berjalan kearah pintu dan membukanya.

“Siapa?”

Saat pintu terbuka, Ashley terkejut melihat Glen sudah berdiri diikuti beberapa orang dibelakangnya.

“S-silahkan masuk Tuan,” ucap Ashley mempersilahkan Glen.

Glen dan beberapa pengawalnya pun masuk.

“Dimana Ibumu?” tanya Glen.

“Sebentar Tuan.”

Ashley langsung berlari menuju kamar Ibunya dan membukanya.

“Bu, Ibu. Ada Tuan Glen. Kita harus bagaimana Bu?” ujar Ashley cemas.

Sang Ibu tak merespons. Tubuhnya pucat dan seluruh badannya kaku. Ashley pun mendekat dan langsung memeriksa Ibunya.

“Bu! Bu! Bangunlah Bu!” ujar Ashley dengan suara yang mulai gemetar.

Gadis itu dengan cepat memeriksa bagian pergelangan tangan ibunya serta bagian lehernya. Ia terduduk lemas. Seluruh tubuhnya bergetar. Air mata mulai mengalir dari pelupuk matanya.

“IBUUUUU!” jerit Ashley.

Mendengar itu, beberapa ajudan Glen langsung menghampiri Ashley dan melihat situasi yang terjadi.

“Ibu! Jangan tinggalkan aku Bu! Aku mohon!” isak Ashley sembari terus menggoncangkan tubuh Ibunya.

Glen pun langsung menghampiri Ashley. Ia tak berkata sepatah katapun.

“Tuan, tolong aku tuan! Bantu aku membawa Ibu kerumah sakit!”

Melihat itu, Glen pun tak tinggal diam. Ia memerintahkan beberapa pengawalnya untuk membopong tubuh Ibu Ashley dan membawanya kerumah sakit. Ibu Ashley berada di mobil pengawal Glen. Sementara Ashley, diminta untuk naik bersama Glen.

“Pikirkan tawaran kemarin. Itu adalah satu-satunya pilihan untuk melanjutkan hidup,” ujar Glen membuka suara.

Ashley tak menjawab. Ia hanya bisa menangis sepanjang perjalanan. Sesampainya dirumah sakit, Ibu Ashley langsung dibawa ke IGD. Dan beberapa menit kemudian, Sang Ibu dinyatakan meninggal dunia akibat serangan jantung.

Gadis itu tak bergeming. Air matanya mengalir deras dari pelupuk matanya. Ia kemudian mendekat kearah Sang Ibu dan menangis sejadi jadinya.

“Kenapa kau meninggalkanku Bu?” jerit Ashley.

“Aku harus bagaimana jika tidak ada Ibu?”

“Aku hanya punya Ibu. Dan sekarang aku tidak punya siapa-siapa lagi Bu,” isak Ashley.

Glen pun merasa Iba. Ia ingin menenangkan gadis kecil dihadapannya itu tapi tidak tahu bagaimana caranya. Pria itu kemudian keluar dan menuju bagian administrasi untuk melunasi semua biaya perawatan Ibu Ashley.

Beberapa jam berlalu.

Sang Ibu kemudian dimakamkan di pemakaman umum tepat disebelah Ayahnya. Ashley hanya bisa meratapi kepergian Ibunya dan meratapi nasibnya yang sangat memprihatinkan.

“Nona, Tuan ingin bicara denganmu,” ucap Henry yang sedari tadi menemani Ashley mengurus pemakaman Sang Ibu.

Ashley kemudian mengangguk dan beranjak dari makam Ibunya dan menuju mobil Glen.

“Ada apa Tuan?” tanya Ashley to the point.

“Baca ini,” ujar Glen sembari menyodorkan berkas pada Ashley.

Ashley kemudian membuka dan membacanya dengan perlahan.

“Apa aku tidak salah baca? Kau akan menanggung semua biayaku hingga aku mati?” tanya Ashley memastikan.

“Ya. Kenapa? Tidak percaya?” tanya Glen dengan tatapan mengintimidasi.

Ashley menelan ludahnya kasar. Ini adalah kesempatan bagus untuknya. Lagipula dia tidak punya siapa-siapa lagi didunia ini. Belum lagi ia masih sekolah. Ia berfikir biaya sekolahnya yang cukup besar.

Gadis itu kemudian menoleh kearah Glen. “Dengan satu syarat. Pernikahan ini harus disembunyikan,” ujar Ashley.

Glen menoleh. “Ck. Gadis kecil sepertimu tau apa?”

“Aku tidak ingin terekspos dan hanya ingin hidup damai,” ujar Ashley.

“Kalau kau setuju aku akan tanda tangan sekarang ,” lanjut Ashley.

“Oke. Deal,” ujar Glen.

Dengan cepat, Ashley menanda tangani kontrak perjanjian pernikahan itu. Ia kemudian menyerahkan pada Glen dan langsung menyenderkan tubuhnya dikursi mobil sembari menarik nafas panjang.

“Semoga aku tidak salah mengambil keputusan,” batinnya.

Palawakin
Susunod na Kabanata
I-download

Pinakabagong kabanata

Higit pang Kabanata

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

Walang Komento
16 Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status