LOGINRaka, mahasiswa miskin tak menduga dibalik sikap galak tante kosnya justru tersembunyi sifat binal. Sifat galaknya mulai berubah setelah ia menemukan sebuah cincin antik di gudang barang bekas rumah kos tempat ia tidur malam itu. Cincin itu seperti mengubahnya menjadi pribadi yang sama sekali berbeda. Liar dan penuh gairah. Tante Feli yang awalnya galak itu, bahkan mau membebaskannya dari uang sewa, asal Raka mau menjadi simpanannya. Namun apa jadinya jika cincin bertuah itu justru memaksanya untuk berubah menjadi 'nakal' pada para wanita.
View More“Pagi semua ….” Luna tersenyum cerah saat turun dari lantai atas rumah Raka. Dibelakangnya, Rino mengikuti dengan gagahnya. Wajah cerahnya jelas menunjukkan semangat yang baru.“Dari mana, ngilang semalem?” Ketus Sekar. Matanya menatap Luna dan Rino secara bergantian. Tapi tatapannya tiba-tiba saja berhenti pada leher Luna yang terlihat merah -merah. Sekar langsung menatap tajam Rino yang berdiri tanpa rasa panik atau bersalah setelah mendengar pertanyaannya. “Aku … cuma jaga Luna di dalam kamar. Dia nggak biasa tidur di lantai. Tapi juga … takut sendirian di tempat asing. Bener kan, Lun?” Luna mengangguk-anggukkan kepalanya. Senyum manisnya tak luntur dari bibirnya. “Duh … duh, bilang aja kalo bos sengaja mojok karena udah nggak tahan, buat —” Sudar langsung memonyongkan bibirnya sembari memejamkan matanya dengan wajah yang terlihat mesum. Sekar langsung mengangkat satu kakinya, tangannya meraih sandal yang sedang dipakainy
Rino mulai bergerak maju mundur dengan intens. Matanya tak bisa lepas menatap wajah ayu kekasihnya, yang terlihat sensual ketika mulai hilang kendali. “Mas … terusin Mas. Yang kenceng,” pinta Luna. Perempuan itu mendesah dan berteriak tanpa takut semua orang yang ada di rumah itu akan mendengar. “Oh … Luna, punyamu rapet banget.” Puji Rino dengan jujur. “Aku jadi nggak tahan.” “Mas … aah … ah—” teriak Luna. Mata Rino menatap sepasang gumpalan kenyal di hadapannya terus memantul saat ia menghentak dan menekan lebih dalam. Tangannya tanpa ragu menangkup keduanya. Tubuh Luna bergetar, kepalanya tengadah dan punggungnya terangkat. Rino berhenti mengayunkan pinggulnya. Tangan melepas gumpalan kenyal yang sejak tadi ditangkupnya. Lelaki itu mendekatkan wajahnya dan mengecup puncak kemerahannya dengan penuh hasrat. “Hmmp …. Mas –” desah Luna yang baru saja mencapai klimaksnya. “Jangan nakal.” Rino mengangkat w
Rino meraih kaki jenjang itu. Lelaki itu mengecupi kulitnya yang putih dan lembut itu dari ujung jari hingga pangkal pahanya. Luna mendesah. Tubuhnya menegang dan gelisah. Saat lelaki itu mulai mendekatkan kepalanya tepat di antara kedua pahanya. “Ooh … Mas, hmmp, aaah ….” Luna mendesah tak karuan saat merasakan sesuatu menggelitik di dalam intinya. Tubuhnya bergetar, gelisah, menggelinjang tak karuan. Sentuhan Rino benar-benar membuatnya frustasi. Namun kedua tangannya yang mencengkram rambut Rino, jelas menunjukkan bahwa ia mau lebih.Luna menghembus napas panjang saat gelitik di bawah sana berhenti. “Luna, kamu suka, kan?” “Heem,” sahut Luna singkat. “Mas Rino kita nikah, yuk. Kita buat banyak anak.” Luna melingkarkan tangannya di leher Rino. “Kita mesti bercinta tiap malam.” Perempuan cantik itu tertawa lebar, seolah kalimat yang diucapkannya itu benar-benar keinginannya. Rino menegakkan tub
Rino langsung mendorong tubuh Luna ke dinding kamar itu. Ia mendekatkan bibirnya ke leher jenjang Luna. Ia menarik napas, menikmati aroma manis parfum kekasihnya. Hembusan napas hangat itu menyentuh leher Luna, membuat tubuh perempuan cantik itu menegang seketika. Alkohol benar-benar membuat keduanya hilang kendali. Sentuhan basah itu mendarat di leher jenjang Luna, memaksa bibirnya mendesah pelan menikmati hasrat yang semakin membakar tubuhnya. Hembusan napas Rino seperti api saat menyentuh jejak basah yang ditinggalkannya. Luna mengangkat kedua tangannya melingkarkannya di leher Rino sementara satu tangan lainnya meremas rambut lelaki itu agar tak berhenti menyentuhnya. “Luna … Lunaku.” Lirih Rino di telinga Luna. Luna masih memejamkan matanya. Gadis itu mendongakkan kepalanya. Sentuhan Rino bagai candu baginya. Ia selalu merindukan saat tangan kasar lelaki itu menyentuh kulitnya seperti saat ini. Jemari itu menyentuh di
Air dingin yang menyentuh kulit Raka, terasa begitu menyegarkan. Namun perasaan aneh itu tak bisa diacuhkannya lagi. Bukan saja tentang kejadian semalam, tapi juga yang ia amati pagi ini. Tubuhnya berubah! Bagaimana bisa tubuhnya yang kurus, tiba-tiba saja padat, berisi dengan otot perut layaknya
Mata Raka langsung melotot saat melihat cincin di dalam kotak kayu itu. Ia meraih logam putih itu dan mengamatinya dengan seksama. Matanya tertuju pada bagian dalam lingkaran itu. Ada grafir halus dengan huruf yang tak dikenalnya di sepanjang lingkaran itu. Mungkin itu tulisan kuno atau bahkan tuli
Rakasya baru saja membuka pintu kamarnya, saat tante Feli tanpa basa-basi menyeruak masuk. Wanita itu sama sekali tak peduli ataupun canggung dengan penampilan Raka yang saat ini hanya memakai celana boxer saja. Niatnya untuk menagih sewa kamar, sudah dapat ditebak oleh Raka. Wanita itu menengadah
"Baru pulang, Ka?" "I-iya, Tante." Rakasya Gutawa langsung gugup, saat mendapati ibu kost menegurnya. Raka baru saja menjagrak miring sepeda motornya, sebelum menutup pintu pagar rumah kost. Tapi ia sudah disambut dengan pemandangan indah, yang sering menghiasi imajinasinya dalam kamar kost yan






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore